
He Shu Huan dan Alina berjalan dengan santai menikmati keindahan alam dan budaya yang mereka lihat di kota yang mereka kunjungi untuk misi menuju ke istana Kekaisaran Ching yang mereka incar.
" Kakak Huan, bagaimana kalau kita mencoba untuk menikmati makanan khas kota Ching di salah satu kedai makan di sekitar kota ini? " Alina melirik ke arah He Shu Huan yang setuju dengan permintaan dari istrinya itu.
Mereka pun mendatangi salah satu kedai makan di sekitar kota Ching yang cukup ramai dengan pengunjungnya. Mereka segera di sambut baik oleh pelayan kedai makan itu di pintu masuk ke kedai tersebut.
" Tuan dan Nyonya, silakan anda berdua masuk ke dalam kedai makan kami dan menikmati makanan dan minuman khas dari kota Ching kami. " Kata pelayan kedai makan dengan ramah mengantarkan mereka berdua ke tempat duduk dan meja makan mereka.
" Apa nama menu makanan dari kota Ching yang merupakan makanan yang paling terkenal dan terlaris di kedai makan mu? " Tanya He Shu Huan dengan melihat buku daftar menu makanan dan minuman yang di berikan oleh pihak kedai makan kepadanya dan Alina.
" Gulai domba dan arak susu domba yang paling terkenal dan terlaris di kota Ching. " Jawab pelayan kedai makan dengan ramah kepada He Shu Huan dan Alina.
" Baiklah, kami ingin mencoba makanan dan minuman yang kamu tawarkan kepada kami. " Kata He Shu Huan yang memesan makanan dan minuman tersebut kepada pihak kedai makan.
" Ya, tunggu sebentar, kami akan segera siapkan pesanan anda ke meja makan anda. " Kata pihak kedai makan dengan ramah kepada He Shu Huan.
Ketika, mereka sedang menunggu pesanan datang kepada mereka tak sengaja mereka lihat sekelompok orang membawa senjata tajam yang berupa pedang di pinggang memasuki kedai makan tersebut dengan sikap garang sampai para pengunjung di kedai makan segera pergi meninggalkan kedai makan.
" Tuan -tuan besar apakah anda ingin makan di kedai makan kami? " Tanya pemilik kedai makan dengan sikap takut kepada sekelompok orang yang berwajah garang itu.
" Iya, tolong kamu segera siapkan makanan dan minuman kami ke meja makan..! " Jawab salah satu dari sekelompok orang itu dengan sikap garang kepada pemilik kedai makan.
" Ba.. Baik tuan -tuan akan segera saya siapkan makanan dan minuman yang anda inginkan ke meja makan anda. " Kata pemilik kedai makan dengan gemetar kepada sekelompok orang yang bersikap garang itu.
__ADS_1
Lalu, salah satu dari sekelompok orang wajah garang itu melihat ke arah He Shu Huan dan Alina yang masih berada di kedai makan itu tanpa mempedulikan mereka.
" Hmm, kalian berdua pergilah dari kedai makan ini atau kami akan membunuh kalian berdua dengan pedang kami..! " Kata salah satu dari sekelompok orang berwajah garang kepada He Shu Huan dan Alina yang tak mempedulikan mereka.
" Kurang ajar! Apakah kalian berdua sudah tuli sehingga tak mendengar perintah kami..! " Ulang salah satu dari sekelompok orang berwajah garang itu dengan sikap bengis kepada He Shu Huan dan Alina yang tetap tenang di tempat duduk mereka sambil menikmati minum arak susu domba yang sudah lebih dulu di sediakan oleh pihak kedai makan kepada mereka.
" Wah, kakak sepertinya mereka benar-benar tidak menghormati kita..! " Kata sekelompok orang berwajah garang itu kepada pimpinan mereka yang mencabut pedang yang di arahkan kepada He Shu Huan dan Alina.
He Shu Huan menyentil pedangnya hingga patah lalu patahan pedang pimpinan dari sekelompok orang berwajah garang itu terbang ke leher orang itu hingga putus.
Crak!
" Kakakk..! " Pekik sejumlah orang berwajah garang itu yang terkejut melihat kakak mereka telah di penggal oleh pria muda tampan yang duduk tenang bersama dengan seorang gadis muda yang amat cantik jelita.
" Kau berani membunuh Kakak kami...! Lihat ini pembalasan kami terhadap kamuu...! " Hardik sekelompok orang berwajah garang itu yang menyerang He Shu Huan dengan serentak menggunakan pedang yang mengarah ke leher He Shu Huan dengan kecepatan kilat.
He Shu Huan dengan sikap tenang memukul sejumlah pedang sekelompok orang berwajah garang itu dengan ilmu sinkang serigala emas sakti sehingga sekelompok orang berwajah garang itu tewas dengan pedang mereka telah melayang ke arah ubun-ubun kepala mereka sendiri.
Plak, plak!
Werrr, jleb!
" Tuan, anda telah membunuh para pengawal pribadi dari Putri Kekaisaran Ching yang terkenal di seluruh Kekaisaran Ching di kedai makan kami yang tentunya akan menjadi sasaran kemarahan dari Putri Ching Lan yang sangat kejam kepada siapapun yang berani melawannya. " Kata pihak kedai makan dengan ketakutan kepada He Shu Huan.
__ADS_1
"Kalian tidak perlu merasa takut karena aku yang akan bertanggungjawab atas peristiwa hari ini di kedai makan kalian. " Kata He Shu Huan dengan sikap tenang kepada pihak kedai makan yang semakin ketakutan sekali ketika ia melihat ke arah pintu.
" Manusia rendahan darimana yang telah berani membunuh orang-orang ku? " Suara bengis dari seorang wanita yang memegang pecut di tangan kepada He Shu Huan yang tetap duduk tenang di tempat duduknya bersama dengan Alina.
" Aku He Shu Huan yang telah membunuh semua orang mu. Kenapa?! " Balas He Shu Huan yang memandang tajam kepada Putri Ching Lan yang berdiri di pintu kedai makan.
" Wah, kalau begitu kamu harus rasakan pecutku yang akan membelah tubuhmu...! " Hardik Putri Ching Lan yang mengayunkan pecutnya ke arah He Shu Huan.
Wuuuutz!
He Shu Huan dengan tenang menggunakan ujung sumpit di tangan kirinya menyambut ujung pecut Putri Ching Lan yang tiba-tiba berbalik ke arah pemiliknya secara ajaib sampai Putri Ching Lan memekik kaget sekali.
Bettz!
" Akhh..! "
He Shu Huan melempar sumpit dengan tepat menancap di kening Putri Ching Lan yang lalu terkapar di jalan dengan tak bernyawa lagi dan Alina berkelebatan cepat menampar seluruh pengawal pribadi Putri Ching Lan hingga tak ada seorang pun dari pengawal pribadi Putri Ching Lan yang hidup.
Cep!
Plak, plak, plak!
"Tuan dan Nyonya, anda berdua membunuh Putri Ching Lan dan seluruh pengawalnya di kedai makan saya! Apakah anda berdua tidak akan membawa musibah kepada saya yang hanya rakyat kecil biasa saja? " Tanya pemilik kedai makan dengan wajah pucat kepada He Shu Huan dan Alina yang berdiri dengan tenang di depan pemilik kedai makan itu.
__ADS_1
" Hmm, Tuan apakah kamu pikir dirimu bisa menipu aku dengan pura-pura sebagai rakyat kecil di kota Ching dengan tujuan untuk bunuh aku dan istriku yang sudah kau ketahui tentang maksud dari kedatangan kami ke kota Ching? " Suara bengis He Shu Huan terdengar seperti suara seekor serigala buas yang menakutkan bagi pemilik kedai makan yang ternyata adalah samaran dari Perdana Menteri Kekaisaran Ching dan pengikutnya atas perintah dari Kaisar Ching yang telah mengetahui kedatangan He Shu Huan dan Alina ke Kekaisaran mereka.
Bersambung!