Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Berbagi Misi.


__ADS_3

He Shu Huan menemui Bi Guan di paviliun taman bunga kamboja putih di rumah besar Tuan Zhang di kota Xin An. Pria tampan usia tiga puluh lima tahun ini melakukan diskusi penting bersama Bi Guan secara pribadi.


" Guan , kau dan beberapa pendekar pergilah ke kota Da An dan tunggulah Aku di sana setelah Aku menyelamatkan Alina dari Kaisar Zhao Yao di puncak gunung Zhao, " Kata He Shu Huan kepada Bi Guan dengan nada serius.


" Apakah tidak berbahaya kau pergi sendiri ke puncak gunung Zhao ? " Tanya Bi Guan kepada He Shu Huan dengan nada khawatir.


" Tidak. Aku bisa mengatasi Zhao Yao dan para antek -anteknya dengan kemampuanku." Jawab He Shu Huan dengan nada tenang untuk Bi Guan tak mencemaskan keselamatannya.


" Lalu apa rencana mu selanjutnya mengenai hal yang di bicarakan di pertemuan para pendekar pada siang hari tadi di aula utama rumah besar Tuan Zhang Hun mengenai perjodohan antara Lian Er dengan Zhang Xiao Long putra Tuan Zhang Hun juga masalah keturunan laki -laki yang harus kau selesaikan demi kebaikan masa depan dinasti Ming pasca kau dan Alina kehilangan putra -putra kalian yang meninggal dunia di pelatihan militer di pusat pelatihan militer Kekaisaran Ming yang kita dengar dari Yo Hu laporkan kita di kota Wei beberapa hari lalu ? " Bi Guan menanyakannya dengan begitu serius sekali sambil menemaninya bermain catur.


" Entahlah..Aku saat ini lebih memikirkan Alina di tangan Zhao Yao .Aku akan memikirkan kembali masalah perjodohan yang masih sangat dini bagi Xin Lian -ku juga Aku harus memikirkan kesehatan fisik Alina yang sangat rentan untuk mengandung dan melahirkan lagi, Guan." Jawab He Shu Huan kepada Bi Guan dengan nada begitu berat sekali menyerahkan putrinya kepada seorang pemuda yang belum di kenalnya dengan baik hanya karena kepentingan masa depan orang -orang yang ingin sekali mencampuri urusan pribadi dengan urusan pemerintahannya.

__ADS_1


Bi Gian memandangi sahabatnya yang sedang bermain catur dengannya." Huan, ada penyakit apa di dalam tubuh Alina yang tak bisa kamu beri tahu kepadaku dan juga Alina sendiri ?," Tanyanya tanpa basa -basi kepada He Shu Huan yang telah menempatkan bidak catur warna putih di tengah -tengah barisan bidak hitam Bi Guan yang paling penting.


" Ada racun darah yang membeku di rahim Alina yang menyebabkan Alina tidak bisa mengandung dan melahirkan lagi. Kalaupun bisa Alina mencoba untuk mengandung dan melahirkan lagi ,cuma ada resikonya yakni antara Alina atau bayi yang akan di lahirkannya nanti yang akan meninggal dunia. Aku tak mau itu terjadi pada diri Alina ,dan pasti akan membuat hidupku sengsara di seumur hidup untuk ku yang akan di landa kesepian tanpa ada Alina di sisi ku untuk menemaniku di Istana dan hari -hari ku di luar Istana Kekaisaran Ming." He Shu Huan menjawab Bi Guan yang memahami isi hati sahabatnya.


" Aku juga memikirkan masa depan keluarga Bi yang harus ku pertahankan dengan hadirnya putra ku dengan Ming Ming bukan dengan wanita lain di hidupku." Kata Bi Guan meneguk arak langsung dari guci nya.


" Bukankah Kau dan Ming Ming masih ada satu kesempatan untuk terwujudnya harapan kalian berdua untuk kalian berdua bisa memiliki anak laki -laki sebagai keturunan kalian ? " Tanya He Shu Huan memandangi sahabatnya yang sedang risau itu.


" Ya, asalkan Ming Ming mau kembali ke sisiku di rumahku bukan ke rumah mu di Istana mu." Jawab Bi Guan lesu membalas memandang He Shu Huan yang melambaikan bidak catur hitam milik Bi Guan yang sudah di kalahkan oleh bidak catur putih milik He Shu Huan.


" Iya, Aku akan usahakan semampuku untuk Aku bisa mengendalikan diri terhadap wanita cantik yang ku temui di sepanjang petualangan kita di dunia persilatan. Karena aku bukanlah dirimu yang monoton dan tak menyenangkan sekali di hidup mu baik sebagai Kaisar negeri Ming maupun kau sebagai Pendekar Serigala Emas Sakti," Kata Bi Guan sungguh menganggap pria seperti He Shu Huan sungguh membosankan sekali karena He Shu Huan tak bisa memanfaatkan kekuasannya sebagai Penguasa untuk memiliki banyak cinta di hidup He Shu Huan.

__ADS_1


"Kau sungguh tak bisa menjadi Kaisar sejati di dunia ini karena kau tak memiliki banyak wanita cantik di Istana mu sebagai harem mu dan kamu juga tak bisa menjadi pendekar sejati di dunia kita sebagai kaum pendekar besar. Karena kamu tak memiliki hasrat untuk mempunyai istri muda dan istri ketiga untuk hidupmu tak itu -itu saja dengan satu wanita saja." Kata Bi Guan nada mencela He Shu Huan.


" Aku ini bukan Kaisar mata keranjang dan juga Aku bukan pendekar hidung babi seperti para pendahulu ku maupun seperti mereka yang ada di luar Kekaisaran Ming. Karena Aku adalah seorang He Shu Huan yang memegang teguh prinsip ku sebagai pria sejati di sepanjang sejarah hidup ku yang hanya mencintai satu wanita saja dalam sekali di hidupku untuk selamanya. Dan ,satu lagi Aku kau kau pergi sekarang ke kota Da An." Kata He Shu Huan dengan nada yang begitu keras dan tegas sekali kepada Bi Guan.


" Ah ,ya ,baiklah , Yang Mulia. Hamba Bi Guan akan segera melaksanakan perintah Anda dengan baik dan benar." Sahut Bi Guan kaget di tegur tegas He Shu Huan.


Bi Guan segera berlari ke arah halaman belakang dari rumah besar Tuan Zhang Hu. Dimana Bi Guan bertemu dengan sepasukan khusus yang terdiri dari para pendekar dunia persilatan yang telah hadir di sana dengan di pimpin langsung oleh Tuan Beaar Zhang Hu sendiri.


" Lapor Pendekar Besar Bi , apakah kita semua sudah bisa berangkat sekarang ke kota Da An ? " Tanya Tuan Besar Zhang Hu dengan nada hormat kepada Bi Guan.


" Iya, sudah bisa. Mari kita berangkat." Jawab Bi Guan yang melompat ke punggung kuda jantan warna hitam yang berada di depan para pasukan khusus tersebut.

__ADS_1


Lalu Bi Guan dan para pasukannya berangkat ke arah timur dari kota Xin An menggunakan kuda -kuda pilihan. Sedangkan He Shu Huan dengan menggunakan Daun Kecipir menuju ke arah barat dari kota Xin An dengan tujuan lain dari tujuan Bi Guan yang menuju ke kota Da An. He Shu Huan pergi menuju ke gunung Zhao.


Bersambung..!!


__ADS_2