Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Pegunungan Fu.


__ADS_3

Para pasukan sekte harimau gunung Fu tak berani mengejar perginya He Shu Huan bersama dengan Alina, Wan Lina dan Wan Heng dari arah hutan masuk ke pegunungan Fu karena mereka telah gentar dengan sepak terjang He Shu Huan yang pernah mereka dengar dari para pendekar atau tokoh-tokoh di dunia persilatan mengenai kehebatan Sang Pendekar Serigala Emas Sakti.


Kini, He Shu Huan bersama dengan Alina, Wan Lina dan Wan Heng telah sampai di pegunungan Fu untuk menempuh perjalanan menuju ke arah Ibukota Kekaisaran Ming.


" Di sini penuh dengan jebakan yang di buat oleh para penyamun untuk merampok barang- barang pedagang yang lewat di gunung ini. Lihatlah di sana ada ranjau darat di tanam di tanahnya. " Kata He Shu Huan yang mengambil rumput untuk di sentil ke arah depan mata nya lalu tak lama kemudian terdengarlah ledakan dashyat yang menghancurkan tanah-tanah itu.


Duar!


" Kita sudah bisa melewati jalan itu dengan aman! " Kata He Shu Huan mengajak istrinya dan kedua orang anak yang menjadi teman-teman mereka menyelusuri pegunungan Fu.


Mereka melewati berbagai lembah untuk tiba dari gunung satu ke gunung lainnya untuk sampai di pemukiman penduduk di desa dalam pegunungan Fu.


Desa ini sangat asri dan bersahaja dengan para penduduknya sebagian memiliki pekerjaan sebagai pengrajin jala atau jaring untuk di jual ke daerah pesisir pantai yang tak begitu jauh dari pemukiman mereka.


" Hasil pencaharian penduduk di desa ini adalah udang, rajungan dan belut sawah. " Kata salah satu dari warga desa ini yang di sapa oleh He Shu Huan dengan ramah.


" Wah belut sawah? Bagaimana cara kalian bisa menangkap belut sawah untuk kalian makan atau di jual ke berbagai daerah di sekitar? " Tanya Alina yang tertarik dengan cara kerja para penduduk desa ini.


" Di pancing dengan cacing yang di ikat di tali bening. " Jawab He Shu Huan yang membuat Ia di cubit pipinya oleh Alina.


" Iih, kau menjijikkan sekali bicara tentang cacing untuk menangkap belut sawah. " Kata Alina yang mencibir suaminya.


" Hmm, kau tak percaya padaku, Alina? Mari, aku buktikan cara menangkap belut sawah adalah menggunakan cacing untuk aku perlihatkan kepada mu. " Kata He Shu Huan yang mengajak istrinya ke sawah lalu Ia membuat tali bening dari jerat rumput ilalang dan kemudian Ia ambil cacing tanah dari sawah menggunakan kayu tipis yang lalu di taruh pelan -pelan cacingnya di tali bening itu yang di selipkan di lubang dekat sawah.


" Tuan besar He, apakah kamu bisa memancing belut sawah dengan tali bening setipis itu? " Tanya para penduduk di desa pegunungan Fu yang menyaksikannya di dekat sawah.


" Ya, kalian lihat saja dan perhatikan cara ku ini. " Jawab He Shu Huan dengan senyuman yakinnya kepada para penduduk desa ini.

__ADS_1


Lima menit kemudian belut sawah yang jumlah nya amat banyak melilit tali bening milik He Shu Huan dengan yang membuat para penduduk desa ini dan Alina terkagum-kagum dengan cara kerja He Shu Huan.


" Mari kita taruh di baskom lalu kita olah menjadi bahan makanan yang lezat. " Kata He Shu Huan yang memimpin mereka semua kembali ke desa itu.


Tetapi mereka terdiam melihat rumah -rumah di desa ini telah porak poranda yang di duga oleh He Shu Huan adalah perbuatan orang yang tak bertanggung jawab yang harus di hukum oleh nya.


" Keluarlah kalian semua dan hadapilah aku jika kalian punya kemampuan dan tekad besar...! " Kata He Shu Huan yang mengedarkan seluruh pandangan matanya ke arah timur desa itu.


Tak lama kemudian terdengarlah suara desiran angin kencang yang tentunya di lakukan oleh seorang yang memiliki ilmu silat yang cukup tinggi untuk berani melakukan perbuatan tidak menyenangkan itu di dekat He Shu Huan.


Brrrrr!


Tep!


Seorang Wanita cantik memakai baju berwarna merah bersama dengan sekelompok orang yang memegang senjata tajam berupa tombak dan golok telah hadir di hadapan He Shu Huan.


" Wah, Tuan besar He sungguh seperti yang aku dengar akan ketajaman terhadap sesuatu yang mengganjal di hatinya itu dan kini aku buktikan sendiri betapa Tuan besar He dapat mengetahui keberadaan aku dan kawan-kawan ku. " Kata wanita itu dengan senyuman sinis kepada He Shu Huan.


" Huh, aku melakukan perusakan terhadap rumah-rumah penduduk desa pegunungan Fu karena kamu yang datang ke desa pegunungan Fu ini yang menyebabkannya! " Kata Wanita itu dengan sikap angkuh kepada He Shu Huan.


" Atas dasar apakah kamu berbuat seperti itu? Apakah aku pernah menyinggung perasaan mu atau keluarga mu di masa lalu ku? " Tanya He Shu Huan dengan nada dingin kepada wanita itu.


" Ya, karena kamu dan kawan-kawan mu dahulu pernah mengobrak-abrik markas besar sekte burung Hong di gunung Fu bagian selatan dan sekarang kau harus membayarnya dengan nyawa mu di tangan ku Leng Hoa...! " Jawab wanita sekte burung Hong gunung Fu dengan nada bengis kepada He Shu Huan.


" Baiklah, mari kita selesaikan permasalahan kita dengan tuntas di sini..! " Kata He Shu Huan yang berdiri tegak di tempatnya sambil menunggu lawannya bergerak.


" Huh, dasar sombong kau...! Lihat ini serangan kuuuu...! " Hardik wanita sekte burung Hong gunung Fu yang menggerakkan tombaknya untuk menyerang He Shu Huan yang tetap saja berdiri tegak dan tenang di hadapannya itu.

__ADS_1


Wusssshhh!


He Shu Huan yang melihat gerakan tombak musuh ke arah sepasang matanya segera jari -jarinya bergerak bak kilat saja ke arah samping tombak sehingga tombak patah dan jatuh ke tanah yang kemudian di tendangnya ke arah lambung musuh hingga menembus tubuh musuhnya itu.


Wutt!


Dukk!


Cep!


Bruak!


Sekelompok anggota sekte burung Hong gunung Fu yang melihat majikan mereka telah tewas di bunuh oleh pria itu dengan amat cepat sekali itu segera menyerang secara serentak dengan ilmu tombak dan golok mereka.


Swooosh!


He Shu Huan berkelebatan cepat di sekitar para anggota sekte burung Hong gunung Fu yang menyerangnya itu lalu tangannya menampar pelipis para musuhnya itu dengan ilmu tapak racun serigala emas hingga dahi para musuhnya remuk.


Plak!


Bruakkk!


He Shu Huan mengambil tombak dan golok para musuhnya yang kemudian di lemparkannya ke segala arah penjuru desa pegunungan Fu dengan sembarangan saja. Namun akibatnya adalah sejumlah besar para pasukan sekte burung Hong gunung Fu yang lainnya telah tewas tertusuk tombak dan golok itu.


Wusshhh!


Cepp!

__ADS_1


Jlebbb!


Bersambung!


__ADS_2