Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Ketika Kebenaran Mengakhiri kepalsuan


__ADS_3

" Alina sayang ,marilah kita berdua bersama -sama menghancurkan Liu Ze Bun dan para antek -anteknya di kota Da An agar tugas mulia kita di dunia persilatan ini bisa segera berakhir dan kita bisa secepatnya kembali ke rumah kita di Istana Kekaisaran Ming." Kata He Shu Huan dengan nada halus mengatakan hal ini kepada Alina yang masih berada di pelukannya itu.


" Iya , Kak Huan.Ayo kita segera berangkat ke kota Da An." Kata Alina menggandeng tangan He Shu Huan dengan lembut lalu mereka berdua dengan ilmu meringankan tubuh yang sangat tinggi sekali telah berkelebat cepat meninggalkan gunung Zhao.


Brrr...!!


Sementara itu di pintu gerbang kota Da An telah terjadi pertempuran yang sangat besar yang telah di lakukan oleh pihak pemerintah sah yang di kepalai oleh Bi Guan dan para pasukan Kekaisaran Ming melawan pihak pemberontak yang di pimpin langsung oleh Liu Ze Bun dan para pasukannya.


Wer...!!


Boom..!!


Duarr...!!


" Aghhhhh..!!! "


Serangan meriam ,anak panah api ,batu -batu yang amat besar menyerang tembok pertahanan dari pintu gerbang kota Da An di empat penjuru kota tersebut dan mengakibatkan banyaknya korban di kedua belah pihak.


" Kurang ajar Bi Guan dia sungguh binatang yang layak di sembelih oleh ku..! " Maki seorang rahib tua yang murka sekali melihat para pasukannya yang menjaga pintu gerbang kota Da An bagian selatan telah di gempur habis oleh para pasukan Bi Guan.


" Dao Tu jika kau seorang pemuka agama yang baik dan benar.Maka kau tidak akan pernah ikut campur masalah politik dan berada di pihak yang bertentangan dengan pemerintah sah yang saat ini di pegang secara resmi oleh Kekaisaran Ming yaitu Kaisar Ming Huan ! Jadi, ku perintahkan kau cepat bertobat dan mundur dari keduniawianmu itu dengan menarik mundur para pasukan mu itu atau Aku akan meluluhlantakkan seluruh pasukan mu dan membelah seluruh isi kepala dan tubuhmu itu..! " Seru Bi Guan dari kuda perangnya dengan nada tegas sekali seraya mengacungkan golok ke depan yaitu ke arah Dao Tu dan para pasukan dari pihak Liu Ze Bun yang menjaga pintu gerbang kota Da An bagian selatan.


Dao Tu mendengus marah dan membalas ucapan Bi Guan dengan berkelebat cepat sekali meluncur dari tembok pintu gerbang kota Da An bagian selatan ke arah Bi Guan yang berada di punggung kuda di depan para pasukan Kekaisaran Ming.


Wushhhh...!!


Trang..!!


Trang..!!


Trang..!!


Trang...!!


Dao Tu meliukkan tombaknya yang bergerigi itu ke arah kepala Bi Guan namun tangkisan golok di tangan Bi Guan telah mematahkan tombaknya dan Bi Guan telah menebas lehernya dengan satu gerakan memutar golok dengan tepat dari arah samping kiri leher Dao Tu dan akhirnya Dao Tu telah di tebas golok Bi Guan.


Whuttzzz..!!


Crakkk...!!


" Maju..!! " Teriak Bi Guan kepada para pasukannya yang segera memanahi para pasukan Dao Tu di pintu gerbang kota Da An bagian selatan.


" Serbuuuuu...! Habiskan mereka..!! " Seru para pasukan Kekaisaran Ming yang menyerang habis para pasukan Dao Tu.


Weer..!

__ADS_1


Weerr..!!


Cep..!


Cep..!!


Whoosh...!!


Putri Giok Lan melesat cepat bak seekor burung walet yang sangat gesit sekali telah masuk ke kota Da An dan gadis perkasa ini menebas habis sejumlah pasukan pemberontak hingga tak ada sisa.


Crakk..!!


" Gadis busuk matilah kauuu...!! " Bentakan keras dari seorang wanita usia tiga puluh tahun yang menerjang Giok Lan dengan pedang yang sangat tajam luar biasa dan mengandung ilmu tenaga dalam yang tinggi sekali.


Wetzz..!!


Crangg..!!


" Aghhhh..!! " Pekik wanita itu yang terkejut sekali karena pedang nya telah di hancurkan oleh belati kecil milik Alina yang di lontarkan dari jarak jauh di atas menara tertinggi Istana kota Da An dan belati itu pula telah menancap dengan tepat di ubun-ubun panglima perang dari pasukan Liu Ze Bun.


Cep..!!


" Yang mulia permaisuri Alina rupanya Anda telah tiba di Istana si busuk Liu Ze Bun..!" Seru Putri Giok Lan dengan penuh semangat juang untuk menghabisi para pasukan lain yang berada di pihak Liu Ze Bun.


Wirr..!!


Crakk..!!


Crakk..!!


Seperti yang sudah di beritahukan oleh Alina di atap tertinggi menara Istana kota Da An tentang He Shu Huan yang cerdik itu telah menyelinap masuk ke Istana kota Da An dan mengejutkan hati Liu Ze Bun yang saat itu sedang bersiapkan diri untuk melarikan diri dari kepungan pasukan dari Kekaisaran Ming.


" Liu Ze Bun sudah saatnya bagi mu untuk masuk ke neraka sekarang juga..! " Hardik He Shu Huan dengan senyuman yang mengerikan sekali kepada Luu Ze Bun yang langsung menyerang He Shu Huan dengan ilmu pukulan racun petir ungu yang amat kejam untuk membunuh He Shu Huan melalui telapak tangannya itu.


Plak..!!


Desss...!!


" Aughh..!! " Teriak Liu Ze Bun yang muntah darah akibat tangkisan pukulannya yang telah membalik menyerangnya oleh ilmu pukulan penangkal racun petir ungu yang di lakukan oleh He Shu Huan yang gunakan tangan kirinya itu.


Liu Ze Bun terhuyung -huyung ke belakang dan hampir membentur tiang dinding Istana kota Da An." Bocah laknat kau sungguh kejam sekali..Aku harus membunuh mu ..!! " Hardik Liu Ze Bun yang mencabut pedang bentuk ular untuk menyerang He Shu Huan.


Whooshhh...!!


Wutzz..!!

__ADS_1


Trang..!


He Shu Huan bergerak ringan ke arah samping kanan Liu Ze Bun dengan telapak tangannya telah menghantam hancur pedang ular hitam milik Liu Ze Bun.


Lalu..


Dess..!!


Prakk..!!


Liu Ze Bun tewas dengan kepala terbelah dua oleh ilmu pukulan naga api dari jarak dekat sekali He Shu Huan.


" Kita berhasil membasmi Liu Ze Bun..! Kita harus umumkan kemenangan kita ke seluruh rakyat kota Da An..! " Perintah He Shu Huan dengan senyum yang penuh kemenangan kepada seluruh pasukan nya.


" Hidup Yang Mulia Kaisar Ming Huan !! Hidup Kekaisaran Ming...!! " Sorak sorai para pasukan Kekaisaran Ming di seluruh Istana kota Da An.


Bi Guan dan para pasukan lain dari pasukan elit Kekaisaran Ming datang ke hadapan He Shu Huan di Istana kota Da An dengan membawa sejumlah kepala para musuh mereka ke depan He Shu Huan yang tersenyum puas dan bangga sekali terhadap hasil perjuangan Bi Guan dan pasukannya dalam menghadapi para musuh mereka itu dan akhirnya di menangkan oleh pihak Bi Guan.


" Yang Mulia akhirnya kita bisa menyelesaikan misi membasmi Liu Ze Bun dan para pasukannya sehingga kota Da An dapat kembali ke tangan kita dengan perasaan damai dan bahagia." Kata Bi Guan tersenyum lega kepada He Shu Huan.


" Ya ,sekarang Aku sudah bisa kembali ke Istana Kekaisaran Ming bersama dengan Alina istriku tercinta." Kata He Shu Huan yang menyerahkan tugas merapikan kota Da An kepada Bi Guan,lalu He Shu Huan mencari Alina yang seharusnya telah datang kepadanya sesudah perang berakhr dan di menangkan oleh para pasukan mereka.


" Alina ! " Teriak He Shu Huan mencari -cari Alina di atas genteng menara tertinggi Istana kota Da An tetapi He Shu Huan malah bertemu dengan Yu Lan putri angkatnya yang berdiri dengan tatapan mata sendu kepadanya.


" Ayah angkat eh tidak Kak Huan..!" Sapa Yu Lan dengan senyuman khas yang memikat hati para pria manapun yang di jumpai gadis itu namun di mata He Shu Huan merupakan senyuman yang sangat memuakan sekali.


" Jangan pernah kau memanggilku dengan sebutan Ayah angkat atau Kak Huan...! Aku amat membencimu , Yu Lan..! " Ujar He Shu Huan nada dingin sekali kepada Yu Lan.


" Baiklah , bagaimana kalau Aku memanggilmu dengan sebutan suamiku ?" Tanya Yu Lan nada manis sekali kepada He Shu Huan.


" Apa katamu barusan , Yu Lan ? !" Hardik Alina dengan nada marah sekali kepada Yu Lan dari arah utara genteng Istana kota Da An.


" Alina..! " Panggil He Shu Huan merasa senang bisa menemukan Alina. Ia sudah berjalan untuk mendekati Alina untuk tidak menghiraukan Yu Lan tetapi Yu Lan malah berkata.


" Aku berkata suamiku kepada Kakak Huan yaitu Kaisar Ming Huan yang mendatangimu itu , Alina dan asalkan kamu tahu Aku telah mengandung calon anaknya." Jawab Yu Lan tersenyum manis seraya memperlihatkan perut buncitnya kepada Alina yang menengok marah kepada He Shu Huan yang sudah berdiri di belakangnya dengan wajah pucat pasi.


" Yu Lan jangan sembarangan kau bicara ! Sejak kapan Aku pernah menidurimu dan membuatmu mengandung anak ku ?! " Hardik He Shu Huan marah sekali kepada Yu Lan.


" Apakah kamu sudah lupa hubungan terlarang kita di ruang baca Istana Kekaisaran Ming pada pertengahan tahun lalu ?" Tanya Yu Lan dengan nada penuh keyakinan sekali kalau dirinya telah bersentuhan fisik dengan He Shu Huan.


" Hahahaha pertengahan tahun lalu Aku sudah tak ada di Istana Kekaisaran Ming karena Aku sudah berpetualang mencari Alina dan Bi Guan ke segala penjuru negeri Ming. Ah ,kau pasti telah tertipu oleh si perayu ulung Feng Ti Lun yang memakai topeng kulit wajah persis aku untuk memburukan nama baikku sebagai penguasa negeri Ming dan bayi di dalam kandunganmu itu bukanlah anakku melainkan anak kandung Feng Ti Lun." Jawab He Shu Huan dengan suara lantang dan tegas sekali juga sikapnya mencerminkan kata -katanya itu adalah kebenaran hakiki yang tak dapat di pungkiri lagi oleh Yu Lan. Namun ,Alina yang sudah marah saat mendengar He Shu Huan telah mengkhianati wanita itu dengan berzina dengan Yu Lan di luar sepengetahuannya itu telah lebih dahulu pergi dari He Shu Huan yang terkesiap kaget lalu mengejar istrinya itu tanpa memedulikan Yu Lan yang telah histeris dan mengakhiri hidup dengan memotong leher sendiri memakai pedang.


Crakk..!!


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2