Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Temuan Yang Tak Terduga.


__ADS_3

" Apakah kalian sudah siap untuk kita turun ke bawah sana ?" Tanya He Shu Huan menatap para sahabatnya yang membalas tatapan matanya itu dengan tekad yang amat besar.


"Baiklah..Ikuti langkahku untuk mempermudahkan langkah kalian untuk turun melalui tangga penuh lumut di sana itu." Kata He Shu Huan lagi sesudah ia memastikan para sahabat membulatkan tekad mereka dengan amat kuat sekali untuk menelusuri goa yang sangat curam dan gelap gulita itu.


Mereka menganggukkan kepala dengan tegas dan teguh kepada He Shu Huan yang berbalikan badan bersama dengan Alina yang selalu di jaganya dan di lindungi nya dengan segenap hatinya itu.


" Kita turun lebih dahulu daripada mereka." Kata He Shu Huan menggenggam erat jemari Alina di sampingnya.


Lalu , He Shu Huan mengajak istrinya melangkah ke tangga pertama dan meluncurlah mereka tanpa ada halangan sedikitpun yang menghadang jalan mereka berdua.


Brrrrrrrrrrr...!!


" Guan ,mereka telah lenyap di bawah sana..!" Seru Song Tian Chi dan Walet Kecil bergidik ngeri sekali melihat He Shu Huan dan Alina telah terjun bebas ke goa yang sangat curam itu.


" Emmm..I...Iya..A..Aku tahu." Sahut Bi Guan nada gemetar pula seraya sulitnya bernapas baginya.


" Hei..Kau bagaimana menjadi saudara ipar dan sahabat dari Paduka Kaisar ?" Tegur Putri Giok Lan merasa jengkel melihat Bi Guan belum juga ikuti langkah He Shu Huan dan Alina untuk turun ke goa yang sangat curam itu.


" Iya..Aku tahu..Aku akan turun sekarang juga dan temukan mereka berdua di bawah sana..!!" Sahut Bi Guan kasar kepada Putri Giok Lan yang sangat suka mencela nya itu.


" Iya kalau begitu kau turunlah cepat..!" Balas Putri Giok Lan mendelik tajam kepadanya.


Dengan dengusan yang amat nyata dan keras Bi Guan menggandeng tangan kedua selirnya untuk menuruni tangga bersama -sama nya.Ia tampak bingung dan panik sekali karena jalan di tangga itu sangatlah licin sekali dan....


"Gyaaaaaaaaaaaa....!!" Pekik Bi Guan dan kedua selirnya yang terpeleset di tangga dan lenyap pula di depan Gu Jin Wu dan Ma Xiao Yu.


" Menyeramkan sekali..!" Seru Ma Xiao Yu dengan nada takut pula.


" Jangan takut karena ada Kakak Wu yang selalu ada untuk melindungi mu ," Kata Gu Jin Wu nada menenangkan kepada Ma Xiao Yu yang di elus -elus kepala berrambut indah itu.

__ADS_1


" Iya, Kak Wu. Saya sama sekali tidak takut sama sekali karena Saya percaya pada Kakak Wu yang akan menjaga Saya." Kata Ma Xiao Yu tersenyum ceria kepada Gu Jin Wu.


Kemudian mereka berdua meluncur bersama di tangga berlumut itu dan yang terakhir adalah Putri Giok Lan dan Yang Ti Fei yang memucat bagaikan mayat di sampingnya itu.


Brrrrrrr....!!


Suasana yang amat gelap sekali menyambut He Shu Huan dan Alina yang sudah tiba di dalam goa dan mereka mulai beradaptasi dengan lingkungan yang sangat gelap gulita sekali.


Gedebukk...!!


Suara dentuman yang berasal dari jatuhnya tubuh Bi Guan dan kedua orang istrinya yang tertimbun pada tubuh Gu Jin Wu dan Ma Xiao Yu serta Putri Giok Lan dan Yang Ti Fei.


" Aduduhhhhhhhhh....Apa maksud kalian ini ?!" Bi Guan berteriak dengan suara yang sangat keras.


" Emmmmmmm..." Deham He Shu Huan.


Alina tercikikan melihat Bi Guan dan yang lainnya bertumpuk di lantai batu goa yang sangat gelap itu.


Putri Giok Lan menarik bangun Yang Ti Fei ,lalu Gu Jin Wu mengangkat tubuh Ma Xiao Yu dari tubuh Walet Kecil yang tengkurap pada posisinya di atas punggung Song Tian Chi yang posisinya mencium bibir Bi Guan dengan mulut Bi Guan memar karena terbentur gigi Song Tian Chi.


"Auw bibir ku hancur sudah.." Rintih Bi Guan yang menyentuh bibir di sepanjang jalan mengikuti He Shu Huan dan Alina serta yang lainnya untuk lihat sebuah kotak besi yang sangat besar dan tertutup gembok yang amat besar dan berkarat tergeletak di sudut ruangan goa yang amat gelap gulita itu.


He Shu Huan mengamati dengam cermat setiap sisi gembok yang amat besar dan berkarat yang mengunci kotak besi raksasa di hadapan nya dan para sahabatnya.


" Bahasa sandi nya sangatlah kuno sekali." Kata He Shu Huan membaca tulisan pada ukiran di sisi lain gembok itu.


' Cincin berwarna kelabu yang begitu mirip dengan sepasang bola mata mu.Aku menanti mu di setiap malamku dan ku selalu kamu mengerti perasaan di hatiku kepadamu .'


Alina mengambil tusuk konde dari atas rambutnya lalu menyelipkan ujung tusuk konde nya ke dalam lubang gembok dan di putar sesuai jarum kompas di kapal laut mewah Kekaisaran Ming.

__ADS_1


Lalu..


Kretekkk..!


" Huan ,lihatlah dengan lebih teliti lain waktu agar kita tak seperti sastrawan tumpul yang selalu baca sandi kuno untuk membuka apa pun rahasia yang ingin kita cari di goa tengah hutan kaktus ini." Kata Bi Guan merasa bosan dengan ketelitian He Shu Huan yang kadang mempersulit mereka.


" Aku cuma membaca tulisan kuno itu saja ,Guan. Aku tak mungkin tidak tahu cara membuka kotak besi ini.."Kilah He Shu Huan cerdas kepada Bi Guan.


Bi Guan mencibirkan mulutnya kepada He Shu Huan dengan kesal karena He Shu Huan amatlah pandai dalam berdebat dengan nya." Kau bisa saja dalam berkilah dengan ku untuk menutupi sedikit kepintaran mu yang kadang membodohkan kita semua." Rahang nya mengeras dan giginya telah berbunyi kesal kepada He Shu Huan.


" Berarti kau mengatakan aku terlalu pintar ?Ah ,Bi Guan begitukah maksudmu? " Tanya He Shu Huan yang juga membunyikan giginya dengan kesal dan geram kepada Bi Guan.


Alina melerai keduanya dengan memukul kedua mulut mereka dengan kipas lipat di tangan gadis cantik jelita itu sampai keduanya terlempar dan masuk ke dalam kotak besi raksasa yang sudah di buka oleh Alina.


" Kyaaaa...!! "


" Celakaaaaa...Yang Muliaaaaa...!! Tuan Besarrr Bi Guannnnnnnn...!!"


Pekikan keduanya serempak dengan pekikan Alina dan yang lainnya yang kaget sekali melihat kipas lipat di tangan Alina bisa melemparkan He Shu Huan dan Bi Guan sampai keduanya masuk ke kotak besi raksasa.


" Kalian berdua tidak apa -apa ?" Tanya Alina yang cepat membungkukkan kepalanya untuk melihat He Shu Huan dan Bi Guan yang ternyata sedang asyik membaca gulungan bambu yang sangatlah panjang dan memiliki makna yang sangat dalam dan sulit di cerna oleh Alina.


" Apa yang di maksud dengan kata dua titik ,tiga koma ,buang satu garis kiri dan tambahkan satu buah lingkaran di tengah ?" Tanya Alina bingung.


He Shu Huan dan Bi Guan malah tertawa gembira bersama -sama di dalam kotak besi raksasa itu hingga suara tawa mereka menjebol hancur pada dinding -dinding goa yang amat gelap itu.


" Hahahahaha...!!"


Brakkkkkkkkkkkkkk!!

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2