Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Jangan Pernah Mencari Masalah Dengan Serigala...


__ADS_3

Sesudah He Shu Huan dan Alina menyeberangi sungai kecil di bagian barat daya dari gunung Ching. Mereka berdua melanjutkan perjalanan ke arah wilayah Ching yang berjarak sekitar lima ratus mil dari hutan bagian barat daya gunung Ching dan kini mereka berdua menatap pintu masuk ke wilayah Ching.


" Hmm, kita terjang saja pintunya ,Daun bawang. " Kata He Shu Huan melakukan lompatan indah bersama dengan daun bawang yang menendang pintu masuk ke wilayah Ching hingga pintu itu ambruk.


Brakk!


" Celaka, pintu masuk ke wilayah Ching telah ambruk!! " Seruan para penduduk di wilayah Ching dengan wajah panik.


" Hmm, siapakah orang yang berani merusak pintu masuk ke wilayah Ching kita??? " Tanya pria rambut kepang panjang dengan wajah sangar yang mengarah ke pintu masuk ke wilayah Ching yang sudah jebol oleh tendangan Daun bawang atas perintah dari He Shu Huan.


" Aku He Shu Huan yang sudah berani merusak pintu masuk ke wilayah Ching kalian. " Jawab He Shu Huan dengan wajah tenang dan suaranya begitu lantang kepada pria rambut kepang panjang yang mendelik marah kepadanya.


" Hmm, kau orang darimana yang mendatangi wilayah Ching kami dengan sikap angkuh? " Tanya pria rambut kepang panjang kepada He Shu Huan dengan pedang melengkung nya di hunuskan kepada He Shu Huan.


" Aku orang Ming. " Jawab He Shu Huan singkat dan dingin kepada pria rambut kepang panjang yang terkejut dengan tatapan mata He Shu Huan yang mendebarkan jantung dari pria rambut kepang panjang itu.


" Orang Ming yang lancang sekali datang ke wilayah Ching dengan cara merusak pintu masuk ke wilayah Ching! Wah, kau layak untuk di bantai olehKu Yang Ku Sing..! " Hardik pria rambut kepang panjang yang mengayunkan ujung pedang ke arah He Shu Huan dengan sadis, tetapi He Shu Huan dengan sikap tenang sekali hanya menyentil ujung pedang milik pria rambut kepang panjang itu dengan ilmu sinkang serigala emas sakti yang mengakibatkan ujung pedang milik pria rambut kepang panjang itu patah dan terbang ke arah dahi pria rambut kepang panjang itu dengan tak terduga.


Crang!


Jleb!


Para penduduk di wilayah Ching segera lari ke arah tenda -tenda pemukiman milik Pangeran Ching Xi untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada pimpinan mereka yang terkenal dengan kehebatannya.


" Apa He Shu Huan telah datang ke wilayah Ching??? Untuk apa dia datang ke wilayah Ching dengan sikap sombongnya itu?" Tanya Pangeran Ching Xi dengan wajah angkuh kepada para penduduk di wilayah Ching yang telah datang ke tempatnya untuk melaporkan tentang He Shu Huan yang telah datang ke wilayah nya.


Namun, sebelum para penduduk di wilayah Ching menjawabnya, ia di kejutkan dengan kado yang di lemparkan oleh He Shu Huan ke mejanya dan Ia membuka kadonya itu yang ternyata adalah kepala seluruh pasukannya yang telah ditugaskan untuk menjaga pegunungan Ching.

__ADS_1


" Keterlaluan kamu He Shu Huan ! Apakah kamu pikir aku akan merasa gentar dan takut dalam menghadapimu...?? " Pangeran Ching Xi dengan marah menudingkan telunjuknya kepada He Shu Huan.


" Hmm, Aku datang untuk mengambil kepalamu yang isinya penuh keserakahan, Ching Xi...! Aku He Shu Huan akan menduduki wilayah Ching di bawah kekuasaan wilayah Ming...! " He Shu Huan dengan lantang kepada Ching Xi yang terbelalak kaget melihat jarinya yang sedang menuding kepada He Shu Huan telah hilang di tebas He Shu Huan dengan ujung pedang patah milik penjaganya sendiri yang telah di bunuh oleh He Shu Huan di pintu masuk ke wilayah Ching.


Crack!


" Bajingan rendah kauuu...! " Hardik Ching Xi yang telah memerintahkan para pasukannya untuk menghadapi He Shu Huan.


Sing!


Sing!


Sing!


Sejumlah besar pasukan Ching telah keluarkan pedang milik mereka masing-masing untuk menghadapi He Shu Huan yang hanya bertangan kosong saja.


Pasukan Ching menyerang He Shu Huan dengan pedang yang terhunus ke segala sisi He Shu Huan dengan ganas sekali yang dengan ilmu sentilan api pulau abadi telah mematahkan seluruh pedang milik para pasukan Ching.


Crang!


Crang!


" Aghh..! Bagaimana bisa dia mematahkan pedang milik para pasukan Ching dengan sentilan tangannya saja??" Pikir Ching Xi yang mulai gentar terhadap He Shu Huan.


He Shu Huan melakukan gerakan melayang mundur dan tangannya bergerak miring dengan sikap mengusir lalat saja namun akibatnya adalah seluruh pasukan Ching Xi telah tewas dalam keadaan mengenaskan yaitu terpotong leher mereka dengan patahan dari pedang milik para pasukan Ching oleh He Shu Huan.


Bressss!

__ADS_1


Crack!


Bruak!


" He Shu Huan, tolong kamu jangan membunuh aku..! " Pinta Ching Xi dengan wajah pucat dan tubuh gemetaran kepada He Shu Huan.


" Sayang sekali aku bukanlah seorang yang mudah untuk memberikan ampunan bagi seorang manusia serakah dan hina seperti mu, Ching Xi. Nah, sekarang ini terimakasih ajalmu di tangan ku..! " Kata He Shu Huan dengan dingin sekali kepada Ching Xi seraya tangannya mengerahkan ilmu pukulan serigala emas sakti dari tempatnya berdiri ke arah Ching Xi.


Desss!


" Augh! " Pekik kematian Ching Xi yang kening nya jebol oleh ilmu pukulan serigala emas sakti milik He Shu Huan.


Lalu, He Shu Huan membakar seluruh tenda milik Ching Xi sesudah Ia mengganti bendera Ching dengan bendera Ming di pegunungan Ching bagian barat daya.


" Mulai dari hari ini kalian adalah penduduk dari Kekaisaran Ming dan aku adalah Kaisar Ming Huan kalian..! " Perintah He Shu Huan dengan berwibawa kepada para penduduk di wilayah Ching bagian barat daya.


"Hormat kami kepada Kaisar Ming Huan dari Kekaisaran Ming..! Hidup! Hidup!" Sorak sorai para penduduk di wilayah Ching kepada Kaisar Ming Huan.


" Sekarang aku harus pergi ke kota Ching an untuk menemui Raja muda Ching di sana. " Kata He Shu Huan yang telah berkelebat dengan cepat sekali dari pemukiman penduduk di wilayah Ching bagian barat daya.


Swuuushh!


" Kakak Huan...! " Terdengar suara Alina dari arah pintu ke kota Ching an oleh He Shu Huan yang segera mempercepat langkahnya ke pintu ke kota Ching an.


" Alina, aku telah datang kepadamu setelah aku menyelesaikan urusan ku dengan Ching Xi yang telah menjadi mayat oleh ku. " Kata He Shu Huan yang menyambut Alina dari tembok kota Ching an dengan ujung lengan pakaiannya yang melilit dan memeluk istrinya itu dengan sikap anggun sekali.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2