Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Keluar Dari Kota Wei.


__ADS_3

He Shu Huan menggerakkan telapak tangannya membentuk gerakan kaki burung merak di atas daun bunga teratai dalam menghadapi Hu Ti Kun yang menggerakkan tangan yang memanjang ke arahnya.


Weettzz..!!


Dukk..!!


Plakkk...!!


Hu Ti Kun meringis ngilu saat tangannya terkena patukan kaki merak dari gerakan ilmu silat yang di mainkan He Shu Huan dalam menghadapi dirinya itu.


Ia pun segera mengubah ilmu silatnya dengan ilmu pukulan tangan kosong yang mengandung hawa racun dingin yang halus dan mematikan dari telapak tangan kirinya yang mengarah kepada He Shu Huan.


Plakkk..!!!


Dessss....!!


He Shu Huan menyambut serangan ilmu pukulan tangan kosong Hu Ti Kun dengan ilmu pukulan naga api dan es yang menjadi satu di telapak tangan kanannya dengan tubuhnya berposisi lurus tegak di tempatnya berdiri di depan Bi Guan dan para sahabatnya.


Hu Ti Kun terlempar jatuh ke tungku dengan wajah masuk ke air mendidih. Ia dengan amarah besar melemparkan tungku dengan gerakan memutar cepat untuk menghadapi He Shu Huan.


Wuttttzz..!!

__ADS_1


Dukk...!!


Dess..!!


" Aughhh..!! " Pekik Hu Ti Kun yang kepalanya dan wajahnya hancur oleh tendangan kaki kanan He Shu Huan yang mengarah ke tungku yang akan di lemparkannya kepada He Shu Huan.


He Shu Huan sangat cepat dan tangkas dalam memperhitungkan gerakan lawan yang ingin sekali dapat membunuhnya dengan di dasari hati membara penuh kebencian. Ia sudah lebih dahulu mengarahkan tendangan kaki kanannya dengan tubuh melayang miring di udara lalu dengan tepat menghantam hancur tungku itu dan sekaligus Ia dapat menghabisi lawannya.


" Alina..Apakah kau baik -baik saja ? " Tanya He Shu Huan dengan lembut kepada Alina tanpa ia mempedulikan kobaran api yang membakar isi dapur penginapan lima warna rembulan.


He Shu Huan juga sangat cepat dalam menolong istrinya dan para sahabatnya dari bahaya apapun yang mengancam keselamatan orang -orang yang di kasihinya.


" Aku baik -baik saja , Kak Huan." Jawab Alina di gendongannya usai mereka semua keluar dari penginapan lima warna rembulan.


" Bunuh dia karena dia adalah pengkhianat yang mencoba untuk membunuh istriku." Jawab He Shu Huan dengan nada tegas luar biasa kepada Putri Giok Lan.


" Siap , Paduka hamba laksanakan." Sahut Putri Giok Lan segera kepada He Shu Huan yang telah menuntun Alina untuk meninggalkan kota Wei dengan cepat untuk mereka semua bisa secepat mungkin sampai di kota Da An dan menghabisi Liu Ze Bun dan pasukannya.


" Huan , ada laporan mengenai Putri Ma Ye Ri yang di sandera Liu Ze Bun telah meninggal dunia di ruang tahanan bersama Biksu Yun dari pihak kita di benteng tembok luar kota Da An." Kata Bi Guan memberikan makanan dan minuman di pagi hari berikutnya kepada He shu Huan dan Alina yang beristirahat di rumah kosong di luar kota Wei.


" Baiklah , terimakasih atas laporan mu itu Guan kepadaku." Kata He Shu Huan membuka peta kota Da An di lantai batu rumah kosong di luar kota Wei di dekat sungai wei.

__ADS_1


" Kedai ini adalah pintu rahasia pasukan kita untuk menyerbu masuk ke dalam kota Da An secara rahasia." Kata Yo Hu kepada He Shu Huan yang duduk bersila di lantai sambil mengamati peta kota Da An.


" Hati -hati jangan sampai kalian melukai rakyat ku di dalam kota Da An saat kalian menyerbu Istana Liu Ze Bun. Cukup kalian kepung dan kurung Liu Ze Bun di Istananya sampai Aku dan Alina datang ke hadapan pria busuk itu dan menebas kepala nya." Perintah He Shu Huan kepada para pasukan Kekaisaran Ming yang berkumpul di sekitarnya di rumah kosong kota Wei.


" Yang Mulia , apakah Anda akan melakukan misi pelayaran di sungai Wei untuk menyelidiki harta karun mendiang Kaisar Wei yang masih ada aliran darah dengan Yang Mulia Permaisuri Alina dari pihak Ibu kandung Yang Mulia Permaisuri Alina ? "Tanya Bi Guan yang membawakan perlengkapan perjalanan air untuk He Shu Huan dan Alina dari kereta kuda perang yang di siapkan oleh Yohu di luar rumah kosong kota Wei.


" Iya. Aku harus lebih dahulu mengamakan semua stempel dari kerajaan kecil sampai kerajaan besar di seluruh negeri ini untuk menjadikan semua Raja dan Ratu mereka sebagai rakyat ku menjadi satu di bawah kekuasaan Ku di era ku ini." Jawab He Shu Huan dengan senyum yang berkarismatik dan gagah perkasa kepada Bi Guan dan para pasukan perang Kekaisaran Ming yang menjadi pasukan elit atau khusus dari Bi Guan siapkan untuknya.


" Baiklah , Anda jangan merasa cemas akan para pasukan perang yang telah hamba siapkan ini untuk Anda , Yang Mulia. Mereka adalah pasukan garda depan Anda dengan julukan Laskar Serigala Emas Sakti tingkat pertama." Kata Bi Guan yang memanggil salah seorang Jenderal perang yang berwajah tampan dan tubuh tegap ke hadapan He Shu Huan.


" Dia adalah Jenderal Besar Xiao Bu yang di juluki Si Tangan Besi dan Baja yang memimpin para pasukan Laskar Serigala Emas Sakti tingkat pertama untuk membantu Anda masuk ke Istana Liu Ze Bun dengan mudah dan nyaman." Kata Bi Guan memperkenal Jenderal itu kepada He Shu Huan.


" Baik , Guan.Ku terima pasukan mu sebagai salah satu pasukan inti ku di dalam misi menghabisi Liu Ze Bun dan para pasukannya yang menguasai kota Da An." Kata He Shu Huan menyukai bakat dan kecerdikan Bi Guan dalam bidang militer.


He Shu Huan menengok ke arah Alina yang duduk di sampingnya dalam diam tak bicara satu kata pun yang keluar dari mulut mungil istrinya itu. He Shu Huan pun dengan lembut sekali mengelus -elus rambut sanggul indah Alina.


" Sayang , kenapa kau diam saja ? Adakah hal yang ingin kau utarakan sebagai pendapat mu di rapat kita hari ini untuk misi menyelamatkan para rakyat kota Da An dari si berengsek Liu Ze Bun di kota Da An ? " Tanya He Shu Huan menatap mata Alina dengan kelembutan yang tiada tara.


" Kakak Huan , Aku tak memiliki pendapat apa pun yang bisa ungkapkan untuk rapat kita tentang misi hebat kita di kota Da An. Karena Aku percaya akan kemampuan mu untuk segala yang terbaik untuk rakyat kita di negeri Ming. Maka , Aku dengan hati yang sangat tulus ku serahkan tanggung jawab ini kepadamu , Suamiku. Kaisar Ming Huan -ku yang tercinta." Jawab Alina membalas tatapan mata He Shu Huan dengan keyakinan yang sangat besar.


" Terimakasih atas kepercayaan mu yang tulus itu kepada Alina ku . Percayalah sesudah kita berdua menyelesaikan misi ini. Kita akan pulang ke rumah untuk membesarkan dan mendidik anak -anak kita dengan kasih sayang dan bimbingan yang dapat mereka gunakan di masa depan mereka semua untul negeri kita semakin besar dan kuat di dalam segala hal yang ada di dunia ini." Kata He Shu Huan lembut kepada Alina sambil meremas halus jemari lembut istrinya itu.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2