
He Shu Huan mengibaskan ujung lengan bajunya dengan sikap malas ke arah para pasukan inti dari Kaisar Ching yang menyerangnya dengan serentak dan ganas di depan meja singasana Kaisar Ching.
Bresss!
" Arghhhh...! " Pekik kematian para pasukan inti dari Kaisar Ching.
Alina melayang ke arah He Shu Huan dengan sikap manis lalu duduk di atas pangkuan He Shu Huan yang mengambil pusaka Kekaisaran Ching dari tangan Alina yang memberikannya kepada He Shu Huan.
" Terimakasih atas kerjasamanya, sayang. " Kata He Shu Huan yang mencium Alina untuk pujian kecerdasan dari istrinya itu.
" Kakak Huan, marilah kita secepatnya pergi ke Kekaisaran Chen dan He agar kita bisa pergi ke gunung Lin untuk menyelamatkan putri kita dari tangan Raja Lin." Kata Alina yang semakin besar rasa cemas akan keselamatan puteri mereka kepada He Shu Huan.
"Aku menunggu laporan dari Yo Hu yang telah aku kirim ke seluruh sekte di dunia persilatan untuk bertemu dengan ku di gunung Lin, karena itu aku dan kamu akan lebih dahulu pergi ke arah gunung Lin untuk masalah menyelamatkan diri putri kita bisa segera kita selesaikan dengan baik dan cepat serta benar. " Kata He Shu Huan yang menggendong Alina lalu melesat keluar dari istana Kekaisaran Ching yang tepat di ganti namanya menjadi istana timur Kekaisaran Ming oleh He Shu Huan.
Whosshhh!
He Shu Huan dan Alina menyelusuri hutan di kaki gunung Lin dengan sikap tenang sekali meski mereka tahu bahwa mereka telah memasuki daerah musuh mereka. Namun, mereka tidak pernah memiliki rasa gentar dan takut sedikitpun bahkan mereka menganggap bahwa mereka saat ini sedang melakukan perjalanan wisata ke wilayah pegunungan Lin.
Ketenangan mereka membuat kagum Raja Lin yang telah menunggu kedatangan mereka di atas puncak gunung Lin dengan para pasukan yang telah terlatih dengan baik.
" He Shu Huan memang seorang pemimpin dan pria sejati yang selalu menepati janji yang telah di ucapkan olehnya. " Kata Raja Lin Mo dengan tatapan matanya terkagum-kagum dengan sikap He Shu Huan.
" Ayah, dia harus mau menikah dengan aku agar kerajaaan Lin bisa aman dari ancaman dua Kekaisaran terdekatnya, yakni Kekaisaran He dan Kekaisaran Chen. " Kata Putri Lin Xiao Ran dengan sikap manjanya kepada ayahandanya.
__ADS_1
" Kau takkan pernah bisa di nikahi oleh ayahku yang memegang teguh prinsipnya untuk satu istri saja. " Kata Ming Xin Lian putri dari He Shu Huan dan Alina yang di sandera oleh Raja Lin dengan bantuan dari Pendekar Naga Lin yang bernama Lin Hu Chong yang telah diperintahkan olehnya untuk menculik putri dari He Shu Huan dan Alina dari Istana Kekaisaran Ming.
" Kau diam sajalah dan jangan pernah ikut campur urusan kami dengan ayahmu. " Kata Lin Hu Chong dengan sikap angkuh kepada Puteri Agung Ming Xin Lian.
"Ouh, kalau aku tak mau diam! Bagaimana??? Apakah kamu akan membunuh aku? " Tantang Ming Xin Lian dengan sikap berani sekali kepada penculiknya.
" Kauuu? " Lin Hu Chong dengan marah ingin sekali menampar pipi Ming Xin Lian dengan tangan kanannya yang telah terangkat di depan pipi Ming Xin Lian.
Tetapi, sebuah rumput entah darimana datang nya telah menebas tangannya hingga putus dan jatuh ke tanah dengan darah bercucuran. Lin Hu Chong terperanjat kaget bukan main melihat ia tak bisa melindungi tangannya sendiri dari serangan rumput yang di lontarkan oleh He Shu Huan dari jarak jauh dari kaki gunung Lin.
Whooosh!
Crakkkk..!
"Ahhh...! " Pekik Lin Hu Chong dengan wajah berubah menjadi pucat sekali.
" He Shu Huan telah datang ke puncak gunung Lin ..! " Ramai lah para pasukan Raja Lin yang di tugaskan untuk mengepung He Shu Huan dan Alina di seluruh wilayah pegunungan Lin.
" Alina, kau tahu apa tugas mu..? " Tanya He Shu Huan dengan suara halus dan lembut kepada Alina sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju ke puncak gunung Lin.
" Iya, Kak Huan. " Jawab Alina segera.
"Pergilah sekarang juga dari arah utara kaki gunung Lin dan bantai semua pasukannya di sekitar kita dengan bersembunyi di balik pohon dan hutan pegunungan Lin. " Kata He Shu Huan yang telah mengatur strategi untuk menang dari Raja Lin.
__ADS_1
" Iya, Kak Huan...! " Sahut Alina yang langsung melesat ke arah utara sesuai petunjuk dari He Shu Huan untuknya.
Brrrr!
Alina menggerakkan pedangnya yang tajam luar biasa ke arah seluruh pasukan Raja Lin yang telah terkejut dengan hilangnya Alina dari sisi He Shu Huan melalui pantauan mereka. Namun, mereka tidak sempat untuk melawan Alina yang telah membantai mereka hingga tak ada seorangpun di antara mereka yang tersisa.
Crakkk!
Whooosh!
Alina berkeliling di seluruh wilayah pegunungan Lin dan membantai semua pasukan Raja Lin yang tidak pernah menduga bahwa mereka akan kecolongan oleh kecerdasan He Shu Huan yang lebih dahulu melakukan penyerangan terhadap musuh sebelum musuh bertindak.
Whooosh!
Crakkk!
" Alina, kau pimpin Yo Hu dan yang lainnya ke puncak gunung Lin dan temui aku di sana untuk mengadakan pertemuan dalam membahas tentang perbatasan antara Kekaisaran Ming, Chen dan He. " Kata He Shu Huan melalui ilmu khikang kepada Alina yang telah membantai para pasukan Raja Lin.
" Iya , Kak Huan. " Jawab Alina patuh kepada He Shu Huan melalui ilmu khikang nya juga sebelum wanita cantik jelita itu melesat ke pintu masuk ke gunung Lin bagian selatan dan bertemu dengan Ming Ming adik ipar nya dan calon menantunya yang bernama Wang Xiao di sisi lain Yo Hu dan para pendekar di seluruh dunia persilatan.
" Hormat kami kepada Permaisuri Agung Alina. " Sapa mereka dengan sikap hormat kepada Alina yang memandang mereka dengan tajam dan sikapnya begitu Agung sekali.
" Terimakasih untuk kedatangan kalian semua untuk menyelamatkan wilayah Kekaisaran Ming yang berada dalam bahaya dari kedua musuh dari Kekaisaran Ming yaitu Kekaisaran Chen dan Kekaisaran He. Aku Alina mewakili Yang Mulia Kaisar Ming Huan menyambut kalian. Marilah kita naik ke gunung Lin. " Kata Alina dengan sikap Agung dan suaranya yang halus itu sangat menggetarkan.
__ADS_1
" Iya, Permaisuri Agung Alina. Kami semua siap untuk menyelamatkan wilayah Kekaisaran Ming kami yang tercinta dengan tetesan darah kami yang terakhir demi keutuhan dan persatuan seluruh wilayah Kekaisaran Ming..! " Jawab seluruh pendekar kepada Alina dengan sikap gagah perkasa.
Bersambung!