
Sesudah Ming Ming mengunjungi para keponakan yang di milikinya di Istana Kasih Abadi. Ia segera menyelidiki kejanggalan yang ada di dalam benak nya mengenai diri Yu Lan.
" Yang Mulia , ada laporan mengenai Putri Yu Lan yang ternyata masih ada hubungan kekerabatan dengan Kekaisaran Zhao di selatan Tionggoan." Kata salah satu staff Istana Kekaisaran Ming pada Ming Ming di ruang kerja He Shu Huan.
" Apa tujuan gadis kecil itu masuk ke Istana Ming dengan status putri angkat Ku ?" Tanya Ming Ming menyentuh dagunya meniru gaya khas He Shu Huan.
" Hanya satu tujuannya adalah untuk menjadi satu keinginan yang terpendam selama ini oleh Kaisar Zhao adalah menjalin hubungan pernikahan politik yakni menikahkan Putri Yu Lan dengan Anda Yang Mulia." Jawab salah satu stafff Istana Kekaisaran Ming kepada Ming Ming yang menyamar sebagai He Shu Huan atau Kaisar Ming Huan.
" Pernikahan politik ? Bukankah seharusnya Kaisar Zhao menikahkan putrinya yang bernama Zhao Yu Er bukan Yu Lan yang sama sekali bukan puteri kandungnya ?" Tanya Ming Ming dengan heran.
" Karena Putri Yu Lan memiliki dukungan politik di Istana ini dari Klan Bunga Emas yang di pimpin oleh Pangeran senior Wan Hei Ying." Jawab staff Itu kepada Ming Ming yang pusing memikirkan masalah tersebut.
" Pangeran senior Wan Hei Ying itu adalah Kakak misan dari Ibu Suri Han Ji Yun. Dan , hal ini harus kits pertimbangkan kembali untuk kestabilan dan kejayaan Dinasti Ming Sejati yang Anda pimpin di saat ini , Yang Mulia..Mohon Anda pikirkan solusi terbaik untuk menyelesaikan yang Anda hadapi ini secara cepat ?! " Ucap Menteri Dalam Negeri Ming yang menghadap kepada Kaisar Ming Huan.
" Ya , tentu saja..Aku akan pikirkan solusi untuk ku bisa selesaikan masalah serius ini dengan tepat dan bermanfaat bagi Dinasti Ming Sejati." Jawab Ming Ming menghela napas.
Lalu sekonyong -konyong masuklah sekitar lima belas anggota dari kementerian pertahanan dan keamanan Kekaisaran Ming dan memberikan satu laporan yang mengejutkan hati Ming Ming.
" Yang Mulia , celaka ada musibah yang sangatlah mengerikan telah terjadi di tempat latihan militer yang sedang di gunakan oleh para Pangeran di Kementerian pertahanan dan keamanan Kita. " Kata Wakil menteri pertahanan dan keamanan itu pada Ming Ming di ruang kerja Kaisar Ming Huan.
" Apa ? Musibah mengerikan apa ?" Tanya Ming Ming keras dan seketika itu juga wajah Ming Ming pucat pasi dengan perasaan hati kacau sekali.
__ADS_1
" Yang Mulia.." Lapor pengawal Istana kepadanya.
" Cepat ! Kalian tunjukkan kepada Ku dimanakah jasad para pangeran ?!" Perintah Ming Ming nada berang.
" Di..Di aula utama Istana Ming." Jawab Pengawal Istana dengan tubuh gemetar kepada Ming Ming.
" Ayo , Kita harus segera ke sana.." Kata Ming Ming berkelebat cepat sekali karena wanita hebat ini tidak sabar untuk melihat para keponakan laki -lakinya yang di kabarkan oleh staff Kementerian pertahanan dan keamanan Kekaisaran Ming Sejati bahwa para anak laki -laki Kaisar Ming Huan telah terbunuh di sebuah tempat latihan militer akibat serangan bom bunuh diri yang di lakukan oleh dua orang mata -mata musuh yang menyamar sebagai dua orang anggota prajurit keamanan di tempat pelatihan militer tersebut.
Di Aula Utama Istana Kekaisaran Ming.
Ming Ming menemukan Han Ji Yun memeluk Ming Xin Lian yang menangis dengan bersimpuh di atas lantai marmer di samping jasad para putra He Shu Huan dan Alina yang semuanya terputus lehernya.
" Kurang ajar..!! Bajingan hina ! Siapakah dalang utama di balik penyerangan biadab ini terhadap para pangeran Kekaisaran Ming Sejati ?! " Ming Ming dengan nada bengis dan marah sekali.
Ming Ming mengamati pecahan pelat giok putih di tangannya itu dengan saksama.
" Sekte Gunung Wu." Kata Ming Ming mengetahui asal pecahan pelat giok putih di tangannya itu.
" Yang Mulia , kita harus basmi Sekte Gunung Wu untuk hukuman mati mereka atas penyerangan sadis yang mereka lakukan kepada para Pangeran Kekaisaran Ming dan menyebabkan Negeri Ming Sejati tidak lagi mempunyai penerus Anda di masa depan..!" Kata para parlemen yang hadir di Aula Utama Istana Kekaisaran Ming.
" Iya..Musnahkan mereka hingga ke akar -akarnya dan bawa kepala mereka kehadapan Ku di Istana Kekaisaran Ming..!" Perintah Ming Ming kepada para prajurit pilihan untuk pergi ke Sekte Gunung Wu.
__ADS_1
" Siap , Paduka Kaisar. Kami akan melaksanakan perintah Anda dengan baik..!!" Sahut para prajurit pilihan Kekaisaran Ming serentak.
" Ini semua karena perbuatan laknat Ibu mu yang terkutuk , Ming Xin Lian." Ucap Han Ji Yun pelan kepada Ming Xin Lian sesudah ruangan itu sunyi.
" Nenek ! Kenapa Nenek menuduh Ibu Ku tanpa bukti ? " Tanya Ming Xin Lian tajam kepada Han Ji Yun.
" Saat ini Nenek memang belum punya bukti tapi Kau tunggulah dua atau tiga hari di hitung hari ini untuk Nenek bisa buktikan ucapan Nenek kepada Mu atas tuduhan Nenek terhadap Ibu kandung mu yang terkutuk itu." Jawab Han Ji Yun nada tajam pula kepada Ming Xin Lian.
Ming Xin Lian menangis sedih sekali dan berharap sekali agar Ayah dan Ibunya hadir di Istana Ming di saat menyedihkan seperti ini yakni di saat Ming Xin Lian harus menyaksikan para kakak laki -laki yang di milikinya itu di kremasi massal di ruang kremasi dalam Kuil Langit di Ibukota Kekaisaran Ming.
" Bibi , apa yang harus kita lakukan sekarang ?" Tanya Ming Xin Lian di sela -sela isak tangisnya.
" Tabah dan menunggu kedua orang tuamu pulang ke Istana ini dengan sabar." Jawab Ming Ming di sisi kanan Ming Xin Lian.
" Tapi , sampai kapan Kita menunggu mereka bisa kembali ke Istana ini ? " Tanya Ming Xin Lian nada resah sekali dan tak tahu harus berbuat apa -apa lagi untuk menghadapi cobaan hidupnya di Istana Kekaisaran Ming.
" Entahlah , Xin Lian..Bibi juga sampai detik ini tak dapat kabar apa pun baik dari kedua orang tuamu itu maupun dari Paman Bi Guan mu." Jawab Ming Ming memejamkan kedua matanya sejenak untuk menabahkan hati dan pikirannya yang bergejolak.
" Bibi.." Panggil Ming Xin Lian yang memeluk Ming Ming untuk saling memberikan kekuatan dan juga ketabahan hati mereka satu sama lainnya di kala mereka harus menyaksikan kepedihan yang tidak bisa mereka cegah itu.
Lembah Pegunungan Thai San.
__ADS_1
Malam hari yang sunyi sekali mendatangkan rasa hati yang sangat tak menentu bagi seorang Alina yang duduk menghadapi api ungun dan panci isi ramuan obat herbal untuk memulihkan kondisi dari fisik Bi Guan dan yang lainnya usai mereka di sembuhkan oleh He Shu Huan melalui ilmu tenaga dalam akibat racun kabut sesat Si Serigala Hitam.
Bersambung..!!