Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Kembali Ke Pulau Abadi..


__ADS_3

Alina membuka sepasang matanya yang tampak berkunang -kunang sejenak sebelum dirinya dapat mengetahui tempat asing yang belum pernah di kunjunginya itu.


" Tempat apakah ini ? Uh, pusing sekali." Keluh Alina memegang keningnya sambil mengamati ruangan yang sangat persis seperti goa namun sangatlah pengab dan nyaris tak ada udara untuk paru -parunya.


" Uhuk..!"


" Kau sudah bangun?" Tanya seorang pria paruh baya yang menundukkan wajah tampannya pada Alina yang tersentak kaget sekali mengenali pria itu.


"Feng Ti Lun kau..?"


" Ssst jangan marah seperti itu bocah ****** ! Apa kau sudah lupa kalau Aku ini pernah menjadi Ayah angkat mu?!" Ucap Feng Ti Lun mengangkat dagu Alina dengan ujung kuku hitam di jari telunjuknya.


"Ehhmm..! Jangan pernah kau sentuh Aku dengan jari kotor mu itu bajingan tua..!" Bentak Alina yang baru sadar kalau dirinya di rantai pada kedua tangan dan kedua kakinya di tempat tidur batu yang amat dingin sekali di dalam goa yang sangat asing sekali bagi Alina.


"Berteriaklah sampai suaramu habis namun tetap saja tak akan pernah ada seorang pun yang dapat membebaskan mu dari pulau ku ini..!Alina kamu sebaiknya patuhilah Aku untuk kau dapat makan dan minum dengan baik dariku." Kata Feng Ti Lun yang mengambil sepiring makanan dari mangkuk yang sangat kotor sekali dari tanah dan memaksa makanan itu masuk ke mulut Alina yang rapat.


"Emmmm! Puhh..! " Sembur Alina marah sekali di perlakukan seperti binatang oleh Feng Ti Lun.


Plakk..!!


"Jangan membuatku marah ya ? Atau Aku akan membuat mu menyesal karena kau tak mematuhi perintahku..!" Hardik Feng Ti Lun yang menampar pipi Alina hingga pipi gadis itu bengkak dan darah keluar dari sudut mulut manis Alina.


" Kau menyiksa ku pun , aku tidak pernah takut mati..! Sebaiknya kau bunuh saja aku..!" Balas Alina dengan tatapan mata yang berapi -api dari sepasang bola mata seindah sepasang bintang kembar di malam hari yang indah di musim semi.


Feng Ti Lun menelan saliva nya melihat tatapan mata setajam Alina dan pria ini menyukai lekuk tubuh indah Alina yang sangat menggiurkan naluri pria nya.


" Alina sejak kau remaja tanggung hingga saat ini kau sudah menjadi seorang wanita dewasa sekali pun ,dirimu sungguh secantik bunga sakura yang sedang mekar di musim semi. Hmm aku ingin sekali mencicipi mu..!" Ucap Feng Ti Lun dengan lidah nya yang menjijikan itu berusaha untuk jilat rahang Alina dan tangannya sudah berniat untuk membuka pakaian sutra warna merah muda milik Alina.


Alina terbelalak dengan wajah merah marah sekali karena pria paruh baya yang sangat di bencinya itu berniat untuk melecehkan dirinya, Ia dengan sepenuh kekuatan yang di miliknya berusaha agar dirinya terhindar dari malapetaka yang jauh lebih rendah daripada kematian yang mengerikan sekali pun di dunia ini.


Wutttttzzz..!!


Desss...!!


Bruakk...!!


Tiba -tiba ada serbuan angin kencang menampar pelipis Feng Ti Lun dari pintu goa dan membuat Feng Ti Lun terlempar jauh dari Alina dengan raga pria paruh baya itu patah pada punggungnya yang membentur dinding goa.


" Aughh..! Sialan !! " Umpat Feng Ti Lun memegang punggung nya yang beberapa ruas tulangnya itu telah patah akibat pukulan jarak jauh dari pemuda tampan yang datang bersama dengan seorang gadis yang terbujur kaku di tempat tidur batu dan menggantikan Alina yang telah menghilang dari tempat tidur batu.


" Ahhh..Siapakah kau ? Dimana Alina ? "Tanya Feng Ti Lun dengan wajah sangar mencari -cari gadis tawanannya yang telah hilang darinya.


" Aku di sini..!" Jawab Alina yang memegang ujung rantai yang terarah langsung ke leher Feng Ti Lun yang terlilit kencang lalu di tarik lepas oleh tangan yang sangat kuat dari atas kepala Feng Ti Lun.


Crashhh..!!

__ADS_1


" Tidakkkkk...!!Ayahhh...!!!" Pekik tangisan gadis yang terbaring kaku di tempat tidur batu karena melihat pemuda tampan itu menarik lepas leher Feng Ti Lun hingga isi rongga leher pria paruh baya itu berhamburan.


Trang..!!


" Alina..!" Teriak pemuda tampan itu yang tidak lagi memperdulikan mayat tak beraturan dari pria paruh baya yang telah di bunuhnya itu akibat pria itu telah berani menculik, merantai dan menampar istrinya.


He Shu Huan pemuda tampan itu yang datang ke pulau Api dan Es untuk menyelamatkan Alina dari Feng Ti Lun namun di perjalanan yang amat sulit dan panjang itu secara tak sengaja menolong putri kandung Feng Ti Lun yang bernama Kim Soon Hee yang di paksanya untuk membantunya untuk mencari dan menemukan pulau Api dan Es lalu dengan tepat waktu telah menolong Alina dari malapetaka yang nyaris menimpa dirinya istrinya itu dari musuh bebuyutan istrinya dan dirinya juga.


Dan, kini He Shu Huan dengan tangkas sekali telah berhasil menangkap tubuh Alina yang nyaris jatuh ke tanah karena gadis itu jatuh pingsan akibat rasa takut terhina lahir batinnya dari pria paruh baya yang menjadi musuhnya itu.


"Astaga wajah mu jadi memar begini..! Sakitkah ? Kemarilah aku obati pipi mu dan sudut bibir mu yang memar, Sayang ?!"Ucap He Shu Huan yang membaringkan Alina di pangkuannya dan dengan penuh rasa sayang yang besar mengobati luka di wajah Alina.


" Tuan He, Anda tolong bebaskan diri hamba," Kata Kim Soon Hee yang memohon di bebaskan oleh He Shu Huan.


" Aku akan membebaskan mu setelah Istriku ini sehat kembali." Kata He Shu Huan dengan nada datar kepada Kim Soon Hee yang merinding ngeri terhadap pemuda tampan yang sangat sakti dan menakutkan itu.


"Iya, Tuan He." Jawab Kim Soon Hee gemetaran di tempat tidur batu.


He Shu Huan membawa Alina keluar dari goa dan membaringkan istrinya di atas batu di tepi pantai untuk He Shu Huan dapat membuatkan makanan dan minuman yang layak untuk Alina melalui cara He Shu Huan mencari sumber makanan dari laut dan hutan di pulau tersebut.


Lalu , He Shu Huan membuatkan api unggun agar menghangatkan Alina dan mengusir nyamuk di tengah malam hari di tengah pulau asing yang belum pernah di kunjungi oleh He Shu Huan dan juga Alina.


" Burung rajawali yang malang.." Kata He Shu Huan yang menatap langit dan tak sengaja kedua mata tajamnya melihat seekor burung rajawali yang terbang di langit lalu menukik tajam ke tepi pantai dan jatuh tepat di depan He Shu Huan.


" Ei , sayap mu terluka ?' Tanya He Shu Huan yang menyentuh burung rajawali yang menganggukkan paruhnya seakan menjawabnya.


Tak lama kemudian terdengar suara orang -orang yang mendatangi pulau itu dengan suara ramai sekali dan orang -orang itu ada Bi Guan dan Yo Hu yang mendapatkan informasi tentang pulau Api dan Es melalui burung rajawali yang telah di selamatkan oleh He Shu Huan sekitar beberapa jam yang lalu.


" Guan..! Yo Hu ! Bagaimana kalian berdua bisa menemukan kami di sini ?" Tanya He Shu Huan dengan senang sekali melihat sahabat -sahabat nya itu.


" Ya, melalui burung pintar ini yang pernah kami tolong dari orang -orang barbar di desa suku Liao dalam. Lalu ,kami mendapatkan bantuan perahu rakit patung babi hutan ini untuk mengarungi laut utara dan tak sengaja melihat burung itu terbang di atas kami ini dan kemudian membawa kami kepada mu dan Alina di pulau aneh ini." Jawab Bi Guan dan Yo Hu bersamaan seraya menatap Kim Soon Hee yang berjalan keluar dari goa usai gadis ini memakamkan ayahnya di dalam goa setelah masa totokan di tubuhnya hilang.


" Dia putrinya Feng Ti Lun juga ?" Tanya Bi Guan dengan alis terangkat kepada He Shu Huan.


" Iya." Jawab He Shu Huan singkat.


" Emm berarti saudari tirinya Giok Lan ?" Tanya Yo Hu sambil menikmati air kelapa muda yang telah di bukakan oleh He Shu Huan yang seharusnya di peruntukkan kepada Alina,namun karena Alina belum siuman dari pingsannya, maka Yo Hu lah yang minum air kelapa muda dari buah kelapa itu.


" Iya." Jawab He Shu Huan padat.


" Bolehkah ku jadikan dia dayang baru ku bersama dengan Giok Lan dan Wu Zhen Zhen ?" Tanya Bi Guan tanpa sungkan sambil makan ikan yang telah di panggang oleh He Shu Huan.


" Iya,silakan." Jawab He Shu Huan jelas.


" Huan, bagaimana Ming Ming di rumah ?" Tanya Bi Guan sadar dari nada datar ,singkat,padat dan jelas He Shu Huan.

__ADS_1


" Dia merindukanmu dan berharap kau bisa segera pulang ke rumah kalian." Jawab He Shu Huan tak menatap Bi Guan melainkan sibuk menggendong Alina untuk di taruh di atas punggung rajawali.


" Ehh..Ehhh...Kau mau pergi kemana ? Mau naik punggung rajawali ini ? Apa kau sudah gila ?" Tanya Bi Guan memegang lengan He Shu Huan.


" Guan, aku mau membebaskan diri ku dari segala beban dunia persilatan dan dunia Kekaisaran Ming untuk selama nya. Aku ingin menyerahkan kedua nya kepada mu dan Yo Hu karena Aku ingin hidup bebas,suci, tenang dan damai berdua saja dengan Alina di pulau buangan untuk selamanya. Aku dan Alina sudah sepakat untuk menetap di sana dan ku mohon kau jagalah Ming Xin Lian untuk kami berdua ,ya? Jaga pula Ibu kita di rumah dan jaga Ming Ming dengan sisa hidup mu sebagai Kaisar Ming yang baru dengan gelar Kaisar Ming Guan Ji di era yang baru.Ini kotak pusaka Kekaisaran Ming dan dunia persilatan untuk mu dan Yo Hu. Baiklah selamat tinggal dan semoga kalian bahagia." Kata He Shu Huan dengan tulus sekali kepada Bi Guan sebelum menaiki burung rajawali dan menghilang untuk selamanya di dunia Kekaisaran Ming dan dunia Persilatan sejak saat itu.


Hari demi hari yang di lalui oleh Bi Guan adalah dirinya telah menjadi seorang Kaisar Ming Guan Ji di era Ming yang baru.Selain itu, Ming Ming di beri gelar sebagai Permaisuri Agung Ming Yue. Ming Xin Lian mendapatkan gelar Putri Agung Ming Xin Lian dengan pasangannya adalah Wang Xiao Long yang mendapatkan gelar Pangeran Wang Xiao. Bi Guan juga mengangkat Giok Lan, Wu Zhen Zhen dan Kim Soon Hee serta Ma Xiao Yu sebagai Selir nya sehingga Kekaisaran Ming menjadi lengkap dengan adanya Ibu Suri , Pangeran yang lahir dari Ming Ming di beri gelar Pangeran Ming Hu Chen.


Sedangkan, Yo Hu dia di pilih menjadi Ketua dari seluruh dunia persilatan dengan gelar Raja Dewa Dunia Persilatan Ming yang ternama dan di takuti serta di segani di seluruh dunia dengan memiliki kontribusi di masyarakat baik di dalam maupun di luar Kekaisaran Ming.


Sementara itu, He Shu Huan mengasingkan diri di pulau yang menjadi tempat dirinya di besarkan sejak Ia bayi hingga remaja tanggung.Pulau yang selalu menjadi kenangan pahit dan manisnya hidup nya.Ia dulu memiliki banyak Guru dan juga empat orang sahabat yang tumbuh besar di sana bersama -sama dengannya. Pulau ini berada di ujung bagian perairan utara daratan besar dan pernah di jadikan sebagai pulau para datuk kaum sesat atau para pendekar dunia persilatan dari golongan hitam. Pulau kecil ini di sebut pulau buangan atau di namain oleh He Shu Huan dan ketiga orang sahabatnya yang bernama Bi Guan , Yu Man Ji dan Gu Chuan dengan nama Pulau Abadi.


Kini, He Shu Huan hidup bersama dengan Alina istrinya tercinta dan seekor burung rajawali yang menemani keduanya dengan tulus di pulau kecil itu untuk selama - lamanya.


TAMAT


Hi guys jangan lupa dukung karya ku yang lainnya ya..!


seperti..




Pendekar Naga Siluman.




Stay For Love.




Terjerat Cinta Gadis Boneka.




Pendekar Naga Merah.


__ADS_1



Terimakasih 😘


__ADS_2