Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Kota Wei.


__ADS_3

" Ya ,sudah .Kapan kita bisa mulai menyelidikan kita di kolam teratai berlumut itu ?" Tanya Yang Ti Fei nada tidak sabar dari arah samping kanan He Shu Huan.


He Shu Huan menoleh sedikit ke arah sampingnya dengan wajah tak berubah sedikit pun. Ia tetaplah bersikap biasa -biasa saja dengan aroma bedak yang terhirup oleh indra penciumannya dari arah datangnya Yang Ti Fei.


" Nanti malam saja karena satu hari ini Aku masih ingin menikmati suasana alam di kota Wei ini." Jawab He Shu Huan meraih pinggang kecil Alina.


" Apakah kau ingin melihat -lihat seluruh isi dari Kota Wei , sayangku ? " Tanya He Shu Huan nada lembut di telinga Alina.


" Iya , suamiku." Jawab Alina melayangkan sebuah senyuman yang sangat indah sekali kepada He Shu Huan yang memberinya hadiah satu kecupan lembut di dahinya.


Lalu He Shu Huan mengajak Alina pergi keluar dari area penginapan lima cahaya rembulan di ikuti Bi Guan dan yang lainnya yang tersenyum senang hati untuk berwisata sejenak di Kota Wei.


" Kota yang unik sekali dan Aku penasaran dengan menu sup daging domba yang sangat terkenal di Kota ini." Ucap Bi Guan yang menelan salivanya di saat pria tampan ini melihat berbagai hidangan di sekitar rumah makan di jalanan Kota Wei.


" Dasar kau ini , kita belum lama sarapan pagi di penginapan lima cahaya rembulan sebelum kita keluar untuk wisata di sekitar kota Wei ini namun dirimu sudah mengiler untuk makan lagi.." Kata He Shu Huan kepada Bi Guan yang terkekeh memeluk perutnya sendiri.


" Itu di karenakan semalaman suntuk hingga pagi hari aku banyak menghabiskan tenaga dalamku untuk ritual malam indah ku bersama selir cantik kesayanganku ini.." Kata Bi Guan tanpa malu -malu bicara hal itu di depan para sahabatnya itu.


" Ihhh...Kau ini jangan membuat ku malu.." Kata Wu Zhen Zhen mencubit pinggang Bi Guan.


" Aduh , kau semakin manis saja."Kata Bi Guan tak sungkan mengecup bibir lembut Wu Zhen Zhen di pinggir jalan di depan tugu selamat datang di Kota Wei sehingga Wu Zhen Zhen semakin memerah di wajahnya yang cantik itu.

__ADS_1


Alina memandangi tulisan di depan tugu selamat datang yang berbentuk hewan domba berkepala tiga dengan tanduk berwarna emas hitam pekat di ujung tanduk -tanduk di ketiga kepala pada patung domba itu.


" Aneh sekali bentuk tulisan di salah satu tanduk di kepala patung domba itu." Kata Alina yang tidak sadar mengemukakan perasaan penasarannya itu dengan suara yang cukup lantang dan membuat He Shu Huan dan yang lain ikut penasaran juga.


" Bukan tulisan namun goresan bunga teratai di penginapan lima cahaya rembulan." Kata He Shu Huan menggunakan tusuk gigi untuk menunjuk ke goresan di salah satu tanduk di salah satu dari ketiga kepala pada patung domba tersebut.


Krekk...!!


Tak sengaja sebuah celah terkuak di bawah salah satu lantai jalanan di bawah sepasang sepatu Bi Guan yang cepat gunakan ilmu penanda untuk He Shu Huan bisa gunakan akal sehat dalam tangani misi mereka di Kota Wei.


" Nanti malam kita tak perlu berkotor ria di kolam bau itu karena kita sudah menemukan jalan yang paling baik dan aman untuk misi kita semua di Kota Wei ini." Desis Bi Guan yang di pahami oleh He Shu Huan dengan tangkas.


" Oh , baiklah Aku mengerti." Jawab He Shu Huan melangkahkan sepasang kakinya bersepatu kulit harimau bersama dengan Alina menuju ke wilayah lain di Kota Wei dengan wajah datar sekali.


" Museum Istana kuno Kota Wei ." Kata Yang Ti Fei maju dan menempati dirinya di antara He Shu Huan dan Alina.


" Bagaimana dirimu bisa tahu kalau bangunan ini adalah museum istana kuno kota Wei , Yang Ti Fei sahabatku yang baik ? " Tanya He Shu Huan nada dingin sekali kepada Yang Ti Fei karena pria muda itu merasa sahabatnya tidak memiliki kesopanan dengan berada di tengah -tengah di antara He Shu Huan dan Alina.


" Ahh..Maaf Hamba Yang Mulia. " Jawab Yang Ti Fei mengkeret juga dengan nada dingin sekali He Shu Huan kepadanya. Ia pun segera mundur dan menjaga jarak dari posisi He Shu Huan dan Alina berdiri bersama dengan Bi Guan dan yang lainnya.


" Ekhemm..Sekarang jawablah pertanyaan dariku tentang bagaimana dirimu bisa mengetahui kalau bangunan kuno ini adalah museum istana kuno Kota Wei ? " He Shu Huan mengulangi pertanyaan kepada Yang Ti Fei tanpa memandang ke arah pria tampan yang berdiri berjarak delapan meter dari nya.

__ADS_1


" Baik , Yang Mulia..Hamba mengetahui nya dari salah satu saudara Hamba yang menjadi salah satu dayang istana Gubernur Kota Wei ini yang pernah memberitahukan hal ini kepada Hamba di desa Hamba di Kota Yang." Jawab Yang Ti Fei dengan menundukkan wajahnya dari punggung He Shu Huan.


" Saudara mu ? Bukankah selama ini Aku dengar kau sama sekali tidak pernah memiliki saudara kandung di kehidupanmu ? " Tanya Gu Jin Wu ikut merasa heran sekali kepada Yang Ti Fei sahabat seperjuangannya itu.


" Iya , karena Aku menyembunyikan identitas asli tentang keluarga ku dari dunia persilatan untuk Ku bisa memberikan perlindungan terhadap saudara kandungku dari musuh -musuhku." Jawab Yang Ti Fei masuk akal juga kepada Gu Jin Wu.


" Saudaramu itu apakah orang ini ?" Tanya Bi Guan yang mengejutkan hati Yang Ti Fei bagaimana Bi Guan bisa mengetahui seorang pria muda yang di seret kehadapan He Shu Huan oleh seorang pria muda tampan berpakaian indah pula bagaikan pria bangsawan ternama di Ibukota Kekaisaran Ming.


" Yang Mulia , Hamba sudah melaksanakan tugas yang Anda berikan kepada Hamba di Kota Wei ini sebelum Anda tiba di sini." Kata Yo Hu saudara Ipar He Shu Huan yang di kirim langsung oleh Ming Ming untuk membantu misi He Shu Huan dan Alina di dunia persilatan.


" Terimakasih Yo Hu atas kerja kerasmu untukku dan sekarang katakanlah kepada ku siapakah pria tampan yang bawa kepadaku ini ?! " Perintah He Shu Huan dengan nada penuh wibawa sekali pada Yo Hu.


" Liang Wen Yung Si Kukuh Elang Emas dari Sekte Gunung Liang yang berkhianat terhadap Sektenya sendiri sehingga Sang Ketua Sekte Gunung Liang murka dan ingin menghukum mati dirinya . Namun amatlah di sayangkan sekali karena sebelum Sang Ketua Gunung Liang bisa menghukum mati dirinya ini. Ia telah lebih dulu memusnahkan Sang Ketua Sekte Gunung Liang berikut seluruh para anggota Sekte tersebut dengan bantuan dari Si busuk Lou Yu pengkhianat Sekte Pulau Api Suci ku yang kini masih ku cari untuk ku bantai dengan tanganku sendiri." Jawab Yo Hu dengan sangat detail dan bukti kuat dari laporannya itu kepada He Shu Huan yang menerima amplop warna kuning milik Ketua Sekte Gunung Liang dari Yo Hu.


He Shu Huan membuka amplop tersebut dan He Shu Huan menemukan gantumgan giok terbelah di dalamnya tergantung sehelai kertas lapuk yang masih bisa di bacanya dengan jelas.


" Siapa pun itu orang yang dapat ku harapkan bisa membalaskan dendam Sekte Gunung Liang milik Liang Le Han akan di angkat sebagai pemilik sah dari wilayah Liang ? ,Dan musuh itu adalah Liang Wen Yung si pengkhianat dan Lou Yu si biadap busuk dari Pulau Api Suci...Tertanda Liang Le Han Sekte Gunung Liang." Baca He Shu Huan.


He Shu Huan menghancurkan surat tersebut dan memberikan kode kepada Yo Hu untuk saudara iparnya itu memenggal kepala Liang Wen Yung di hadapannya.


Yo Hu mematuhi perintahnya dan menggunakan golok gerigi ikan hiu langka memenggal kepala Liang Wen Yung begitu saja sampai Yang Ti Fei menjadi pucat sekali seketika itu juga melihat adik sepupu terdekatnya di hukum mati Kaisar Ming Huan di hadapannya di depan Istana Kuno Kota Wei.

__ADS_1


Crakk..!!


Bersambung..!!


__ADS_2