
He Shu Huan berdiri sebuah hutan yang lebat di dekat pintu gerbang ke Ibukota Kekaisaran Ming dengan perasaan hati penuh kegelisahan yang amat mendalam karena memikirkan Alina yang telah pergi darinya dalam keadaan marah kepada dirinya yang di sangka Alina telah mengkhianati kepercayaan dan cinta Istrinya itu.
" Ayahhh..." Terdengar seruan seorang gadis kecil berusaha sepuluh tahun berlarian menyambutnya dengan di ikuti oleh Ming Ming dan pasukan inti Kekaisaran Ming.
" Lian Er." Kata He Shu Huan melebarkan senyum di bibirnya lalu mengangkat putrinya itu untuk di gendong olehnyam
" Ayah , dimanakah Ibu ? Kenapa Kamu pulang sendiri ? " Tanya He Xin Lian di gendongan He Shu Huan.
" Ibu mu masih ada urusan di luar rumah.Ayah pulang sendiri karena Ayah harus mengurusmu dan rumah kita sebelum Ibu mu kembali ke rumah kita." Jawab He Shu Huan halus kepada putrinya seraya mengecup pipi halus putrinya dengan rasa hati penuh kasih sayang.
"Oh, begitukah ? Ayah , Aku sangat merindukanmu dan Ibu juga Kakak -kakak yang sudah tiada dan meninggalkan kita untuk selamanya." Tutur He Xin Lian berlinang air mata.
" Iya, Ayah juga sangat merindukanmu dan Ibumu serta menyesali kepergian Kakak -kakakmu yang tak wajar itu. Karena Ayah kembali untuk Ayah bisa memberikan hukuman terhadap orang -orang yang telah membuat kita kehilangan Kakak -kakak mu." Kata He Shu Huan nada serius kepada He Xin Lian yang mengangguk setuju dengannya seraya menatap Ming Ming di belakang punggung putri kecilnya itu.
"Selamat datang kembali untuk mu , Kak Huan." Sapa Ming Ming tersenyum kecil untuknya.
" Iya, terimakasih Adikku sayang. Ohya, Bi Guan mungkin akan terlambat pulang kepada kita di rumah karena dia masih mengurus kota Da An untuk masyarakat di sana. Jadi, kau bersabarlah untuk menantinya pulang." Kata He Shu Huan.
"Baiklah, Kak Huan." Jawab Ming Ming tersenyum.
Sesampainya di Istana Kekaisaran Ming, He Shu Huan di sambut oleh Han Ji Yun Ibukandungnya dan Ming Ming serta para pejabat di Balairung Utama Kekaisaran Ming.
__ADS_1
" Hormat kami kepada Kaisar Ming Huan ! Kami doakan panjang umur ! Panjang Umur !" Sorak sorai para anggota keluarga dan parlemen yang berada di Balairung Utama Kekaisaran Ming pada He Shu Huan.
" Terimakasih semuanya. Sekarang Aku ingin kalian keluarkan semua laporan kalian kepadaku." Perintah He Shu Huan di kursi Singasana kepada semua anggota Istana Kekaisaran Ming.
Sejak hari itu He Shu Huan menyibukkan dirinya dengan urusan pemerintahan di Istana Kekaisaran Ming sambil menanti surat kabar dari Bi Guan dan Yo Hu yang di perintahkan untuk mencari tahu keberadaan Alina yang hilang darinya.
" Guan , Aku tidak bisa menemukan Alina di kota Da An." Kata He Shu Huan terlihat resah sekali usai kembali ke Istana Kota Da An untuk beritahu kabar hilangnya Alina kepada Bi Guan.
" Eh, bukankah tadi Alina pergi ke arah timur dari atas puncak menara Istana Kota Da An ?" Tanya Bi Guan heran.
" Iya, Aku sudah mengejarnya ke arah sungai Da namun Aku tak menemukan jejak dan aroma khas Alina di sana."Jawab He Shu Huan begitu sedih.
" Emmm, baiklah Guan.Terimakasih atas bantuan mu untukku." Kata He Shu Huan kepada Bi Guan dengan senyum percaya kepada Bi Guan.
Demikianlah He Shu Huan kembali ke Istana dan menjadi Kaisar Ming Huan. Ia menengok ke arah anak panah berbulu coklat yang meluncur dari luar jendela dan menancap di tiang dekat lemari buku -buku dan berkas -berkas penting miliknya.
" Surat." Kata He Shu Huan begitu melihat adanya sehelai surat di ujung panah bulu coklat itu. Ia pun mengambil dan membaca surat itu.
" He Shu Huan datanglah ke Pulau Api dan Es di utara ,jika kau ingin bertemu dengan istrimu yang berada di tanganku tanpa satu orang pun yang menemanimu. Aku akan menunggu mu di pulau ku ini.Tertanda Feng Ti Lun." Baca He Shu Huan.
" Kurang ajar ternyata Alina di culik oleh Feng Ti Lun di luar pengawasan ku ," Kata He Shu Huan dengan nada geram sekali terhadap musuh licik nya itu.
__ADS_1
He Shu Huan menpertimbangkan keputusan yang terbaik untuknya di saat itu. Ia harus menjaga Istana yang sudah selama tiga tahun lebih telah di tinggalkannya untuk mengurus dunia persilatan tapi Ia juga harus menyelamatkan Alina dari Feng Ti Lun musuh terakhirnya itu di pulau Api dan Es di utara.
" Kakak Huan, Kau pergilah selamatkan Alina mu dan serahkanlah tugas Istana kepadaku kembali yang akan menanganinya untuk mu dan rakyat kita." Kata Ming Ming yang sedang membantunya membaca laporan -laporan dari para menteri di ruang kerjanya.
" Tapi, Ming Ming ?"
" Jangan cemaskan Ibu dan Xin Lian di Istana karena ada Aku yang akan menjaga mereka baik -baik di sini. Kasus yang menewaskan anak -anak laki -laki mu akan segera akan ku dapatkan cara untuk menyelesaikannya dan menghukum mati dalang utama di balik pelatihan militer di pusat pelatihan kementerian pertahanan dan keamanan Kekaisaran Ming untuk mu dan Alina juga kita semua." Jawab Ming Ming yang mencarikan cara untuk menyelesaikan masalah -masalahnya itu.
" Baiklah , Adikku. Aku ucapkan terimakasih pada mu yang sudah sangat baik dan pengertian untuk memberikan bantuan untuk masalah -masalahku bisa teratasi dengan baik." Kata He Shu Huan.
" Ya, tunggu pergilah sekarang juga dan bawalah pulang kakak iparku ke rumah kita dalam tubuh dan jiwa yang sehat dan selamat bersama mu." Kata Ming Ming begitu tulus hati kepada He Shu Huan.
He Shu Huan pun memeluk adiknya sebagai rasa terimakasihnya memiliki seorang adik kembar beda kelamin yang sangat baik, cerdas dan cantik seperti Ming Ming ini.
Ming Ming menepis perasaan aneh yang tiba -tiba datang pada saat dirinya berpelukan dengan He Shu Huan seakan -akan dirinya memiliki firasat yang tak menyenangkan dan Dia takut sekali akan kehilangan Kakak kembar beda kelaminnya itu yang sangat hebat,perkasa ,cerdas dan tampan serta berbudi luhur seperti He Shu Huan.
Dengan tatapan kosong memandang kejauhan melalui jendela yang terbuka lebar, Ming Ming mengamati berkelebatan bayangan He Shu Huan yang meloncat -loncat cepat meninggalkan Istana Kekaisaran Ming di tengah kegelapan malam hari yang menelan bayangan kakak kembarnya itu.
" Kak Huan , Kau harus bisa pulang dalam tubuh dan jiwa yang sehat dan sehat bersama dengan Kak Alina ke rumah ini." Doa Ming Ming untuk He Shu Huan.
Bersambung...!!
__ADS_1