
"Wah, Ming Ming kamu memang seorang adik yang paling memahami aku dengan baik. " Kata He Shu Huan dengan senyuman sayang kepada Ming Ming saudari kembarnya yang langsung masuk ke dalam pelukannya.
"Kak Huan, aku sangat merindukanmu sehingga aku selalu mengharapkan kamu untuk kembali ke rumah untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di rumah karena kebodohan Bi Huan yang telah terpengaruh oleh salah satu selirnya yang ingin menguasai rumah kita dengan sepenuhnya dengan cara mengendalikan Bi Guan dengan rayuan mautnya. " Kata Ming Ming yang tidak bisa mengendalikan emosinya ketika Ia bertemu dengan Kakaknya kembali sehingga wanita cantik ini menangis sedih di pelukan He Shu Huan.
"Cup, cup, cup kamu jangan pernah menangis lagi ya karena sekarang ini Kakak mu selalu ada untukmu. " Kata He Shu Huan dengan kasih sayang kepada Ming Ming seraya mengelus- elus rambut panjang dan indah Ming Ming.
Alina mengambil alih untuk memberikan tugas untuk semua pengikut setia He Shu Huan untuk menyelesaikan masalah di perbatasan antara Kekaisaran Ming dengan Kekaisaran He dan Kekaisaran Chen.
" Yang Mulia, kami telah berhasil mendapatkan peta wilayah Kekaisaran He dan Kekaisaran Chen. " Kata Yo Hu dengan senyum cerah kepada He Shu Huan seraya memperlihatkan tabung bambu yang isinya adalah peta wilayah Kekaisaran He dan Kekaisaran Chen kepada He Shu Huan.
" Kemarilah, ayo kita lihat dan pelajari peta -peta ini. " Kata He Shu Huan dengan semangat sekali kepada Yo Hu dan semua pasukannya yang segera berkumpul di sekitarnya.
Peta wilayah Kekaisaran He dan Kekaisaran Chen di gelar oleh He Shu Huan di meja kerjanya di sudut ruangan dalam tenda Kekaisaran Ming lalu di amati olehnya dengan cermat.
" Kalian ikuti aliran sungai di bagian barat laut dari gunung He untuk mengepung pasukan Kekaisaran He yang di pimpin oleh Jenderal Shi yang menjadi salah satu dari tiga jenderal yang dimiliki oleh Kekaisaran He." Kata He Shu Huan yang mulai mengatur strategi perang kepada semua pasukannya.
" Siap, Paduka. " Jawab para pasukannya segera dengan serentak.
" Yo Hu, kau dan Bi Jin pergilah ke arah utara dari wilayah gunung He dan tunggu kedatangan aku di sana setelah aku membawa kepala Panglima Tertinggi dari Kekaisaran He untuk menyatakan kemenangan kita di wilayah pegunungan He mereka sebelum kita menyerbu kota He An pusat pemerintahan dari Kekaisaran He. " Kata He Shu Huan yang memberikan arahan kepada Yo Hu dan Bi Jin kedua orang panglima perang Kekaisaran Ming.
"Siap, Paduka..! " Jawab Yo Hu dan Bi Jin.
__ADS_1
" Nona Liu Lu Sian kemarilah..! " Panggil He Shu Huan kepada seorang gadis muda yang amat cantik jelita yang memakai baju berwarna putih dan hitam.
" Iya, Yang Mulia. " Kata Liu Lu Sian dengan sikap hormat kepada He Shu Huan.
" Tugasmu adalah amati pergerakan dari Putra Mahkota Kekaisaran He yang memimpin para pasukannya ke wilayah perairan muara sungai dan danau hijau yang terhubung dengan Laut He Lin yang berada dekat dengan wilayah gunung Lin bagian selatan yaitu di dekat tempat kita saat ini dan berikan laporan kepadaku melalui bubuk mesiu yang aku siapkan di tabung bambu warna coklat." Kata He Shu Huan dengan cerdas mengatur tugas untuk para pasukannya.
" Siap, Paduka. " Jawab Liu Lu Sian dengan sikap hormat kepada He Shu Huan.
" Ming Ming, Alina dan Ming Xin Lian serta Wang Xiao kalian ikuti aku ke arah wilayah Kekaisaran Chen untuk kita lebih dahulu mencaplok wilayah Kekaisaran Chen sebelum kita mencaplok wilayah Kekaisaran He sebagai hukuman yang layak untuk mereka dapatkan dariku karena mereka sudah berani mengganggu ketenangan dan kestabilan wilayah Kekaisaran Ming dan meresahkan rakyat kita yang berada di sekitar wilayah-wilayah tersebut. " Kata He Shu Huan yang telah mengatur tugas untuk istri, adik, putri dan calon menantunya.
" Siap, Yang Mulia kami siap untuk menemani Anda untuk menghukum bangsa-bangsa asing yang ingin merampok wilayah Kekaisaran Ming. " Kata Istri, adik, putri dan calon menantunya dengan sikap hormat kepadanya.
" Lin Hu Chong dan Puteri Lin Xiao Ran kalian berdua mendapatkan tugas untuk membawa kepala Kaisar Kekaisaran Chen kepadaku untuk menyatakan kesetiaan dan pengabdian kalian kepada aku Kaisar Ming Huan yang terhormat. " Kata He Shu Huan dengan tegas kepada Lin Hu Chong dan Lin Xiao Ran.
He Shu Huan melepas kepergian pasukannya ke beberapa tempat yang sudah disiapkan untuk membalas dendam terhadap Kekaisaran He dan Kekaisaran Chen.Lalu, He Shu Huan mengajak keluarganya pergi ke arah timur laut pegunungan He untuk melakukan misinya di tengah malam hari itu juga sesuai pengamatannya yang tajam.
Whooosh!
Di wilayah ini, He Shu Huan menyiapkan pistol nya yang pernah menjadikannya sebagai Tuan Besar He yang amat terkenal di dunia kaum hitam dengan kekejamannya itu.Ia mendapatkan pistolnya itu dari pelelangan senjata api di salah satu kota di negara Jepang yaitu Okinawa.
Ia lalu mengembangkan pistolnya dengan orang -orang asal Rusia untuk pistol semakin besar pengaruhnya di dunia kaum hitam yang akhirnya di kuasai olehnya melalui turnamen menembak jatuh burung rajawali emas di pegunungan Dao Ming di tenggara Timur wilayah Kekaisaran Ming beberapa waktu lalu di usianya yang ke dua puluh lima tahun yaitu setelah Ia menggulingkan pemerintahan Kaisar Ming Luo dengan taktik jitunya.
__ADS_1
Kini, He Shu Huan kembali menggunakan pistol untuk menembak musuhnya yang telah diamati olehnya sedang berdiri di atas menara tertinggi di pegunungan He, maka ia langsung membidik pistol dengan tepat ke kening musuhnya itu dari balik semak -semak belukar di dekat sungai He.
Dor!
" Ahhh ada apa ini?? " Tanya sejumlah pasukan Kekaisaran Chen yang terkejut dengan suara tembakan yang menembus kening Pangeran Mahkota Kekaisaran Chen.
" Yang mulia Pangeran..! " Teriakan histeris para pasukan Kekaisaran Chen yang melihat putra mahkota Kekaisaran Chen telah tewas.
He Shu Huan menggunakan kesempatan ini melesat ke arah menara tertinggi di pegunungan He dengan ilmu ginkang naga terbang sehingga ia dapat mudah sampai di menara tertinggi di pegunungan He.
Whoosh!
He Shu Huan lalu menggerakkan telapak tangan ke arah seluruh pasukan Kekaisaran Chen yang berada di pegunungan He bagian timur laut yang membuat para pasukan Kekaisaran Chen terpental dan tewas oleh ilmu tapak serigala emas sakti.
Desss!
" Aaargghhhhhhh....! " Pekik kematian para pasukan Kekaisaran Chen.
" Ayah, lihat aku telah menemukan plakat emas Kekaisaran Chen dari leher Pangeran Mahkota Kekaisaran Chen. " Kata Ming Xin Lian dengan gembira memperlihatkan penemuannya kepada He Shu Huan.
" Putriku kau memang keturunanku sejati. " Kata He Shu Huan dengan lembut memuji putrinya yang telah tumbuh remaja dan begitu cantik jelita sekali.
__ADS_1
Bersambung!