Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Pembalasan Dendam Sang Serigala bagian 2.


__ADS_3

He Shu Huan dan keluarganya telah berhasil mengalahkan pasukan Kekaisaran Chen yang berada di menara tertinggi di gunung He, dan kini Ia memimpin para pasukannya untuk menuju ke wilayah utara gunung He untuk membantai seluruh para pasukan Kekaisaran He yang telah di incar olehnya secara cermat sekali.


" Yang Mulia, mereka berada di sana telah siap untuk melaksanakan perintah selanjutnya dari anda. " Kata Wan Lina yang melaporkan kabar baik itu kepada He Shu Huan.


" Bagus. " Kata He Shu Huan yang cepat ajak pasukannya ke arah utara pegunungan He.


Disana, Ia jumpa dengan seorang pemuda yang mengagumkan hatinya yang membuatnya suka menjalin persahabatan dengan pemuda yang di ketahui bernama Zhang Xiao Long atau yang di kenal sebagai Pendekar Naga Merah.


" Zhang Xiao Long, sebagai tanda persahabatan antara aku dan kamu, aku memberi salah satu dari pengikut setia ku kepada mu. " Kata He Shu Huan yang merelakan salah satu dari orangnya untuk di berikan kepada Zhang Xiao Long.


" Ya, Yang Mulia terimakasih atas kebaikan hati anda yang berkenan untuk menjalin hubungan persahabatan dengan saya. " Kata Zhang Xiao Long dengan hormat menerima hadiahnya.


" Baiklah, Zhang Xiao Long kita harus berpisah di sini karena aku masih ada tugas yang harus aku selesaikan. Selamat tinggal dan semoga di suatu hari nanti kita bisa berjodoh untuk jumpa kembali. " Kata He Shu Huan dengan senyuman ramah kepada Zhang Xiao Long.


Kemudian, ia dan rombongannya menyelusuri setiap hutan di pegunungan He hingga berhasil menemukan bahan ransum para pasukan dari Kekaisaran He yang terletak di distrik He Yu di dekat aliran sungai He dan laut He Lin.


" Baiklah, hancurkan mereka.. Sekarang juga...! " Perintah He Shu Huan kepada para pasukannya.


Ia melesat menembus sejumlah pasukan khusus yang di pimpin oleh para jenderal tertinggi dari Kekaisaran He dengan ilmu ginkang naga terbang di sertai pistol nya menembaki seluruh para jenderal musuhnya itu.


Dor!


Dor!


He Shu Huan mencelat ke arah seekor kuda yang di gunakan oleh salah satu dari anggota sekte naga He yang kaget di tendang olehnya hingga leher orang itu patah.


Duk!


Kretek!


Para pasukan Kekaisaran Ming menyerbu maju terus ke kota wilayah Kekaisaran He dan juga Kekaisaran Chen yang membuat kedua musuh utama dari Kekaisaran He dan Chen mengalami kekalahan telak.

__ADS_1


" Celaka pasukan kita telah di kalahkan oleh para pasukan Kekaisaran Ming yang pimpin langsung oleh Kaisar Ming Huan Sang Pendekar Serigala Emas Sakti. " Kata para pasukan Kekaisaran He dan para pasukan Kekaisaran Chen yang para jenderalnya telah di penggal oleh He Shu Huan yang melayang ke arah mereka di antara para pasukan mereka yang di serang oleh para pasukan Kekaisaran Ming.


Whooshh!


Crakkkk!


He Shu Huan melemparkan bubuk mesiu dari bumbung bambu ke arah Istana Kekaisaran He yang langsung di bombardir oleh meriam -meriam para pasukan Kekaisaran Ming yang di pimpin oleh istrinya sendiri yaitu Alina.


Siuuungggg!


Bomi!


Duar!


" Arghh....! "


Langit memerah dengan asap yang menggulung wilayah Kekaisaran He dan Kekaisaran Chen di dalam waktu bersamaan. Begitu juga dengan suara ledakan meriam-meriam yang menyerang setiap benteng pertahanan dari Kekaisaran He dan Kekaisaran Chen.


Boom!


Duar!


" He Shu Huan, kau sungguh seorang Serigala yang sangat kejiii..! " Teriak Kaisar He yang di datangi oleh He Shu Huan yang memegang golok di tangan.


" Siapa suruh kau memerintahkan para pasukan mu menyerang wilayah ku dan mengganggu ketenangan dan kedamaian rakyatku..!" Balas He Shu Huan dengan seringai dingin.


"Ka.. Kaauuuu.... Aaarggghhhh.....! " Teriakan memilukan Kaisar Kekaisaran He yang di penggal kepalanya oleh He Shu Huan dengan satu kali tebasan saja.


Crakkkk!


He Shu Huan memelintir golok di tangannya yang mengeluarkan suara berdesing -desing ke arah seluruh keluarga dan keturunan dari Kaisar Kekaisaran He.

__ADS_1


Wuungg!


Crakk!


Lalu, He Shu Huan membakar istana Kekaisaran He usai memerintahkan para rakyat Kekaisaran He menjadi rakyat Kekaisaran Ming setelah He Shu Huan memerintahkan para pasukannya untuk memasang bendera Kekaisaran Ming di seluruh pelosok Kekaisaran He.


" Kalian semua mulai dari hari ini adalah rakyat Kekaisaran Ming dengan aku Sang Kaisar Ming Huan pemimpin tunggal Kalian. " Kata He Shu Huan dengan berkharisma sekali sampai para rakyat Kekaisaran He sujud kepadanya dan juga memanggilnya dengan sebutan Kaisar Ming Huan yang terhormat.


" Hormat kami kepada Kaisar Ming Huan yang terhormat! Panjang umur....! Panjang umur....! "


Sorak sorai seluruh rakyat Kekaisaran He yang kini di namakan rakyat Kekaisaran Ming di wilayah He An pusat.


" Untuk semuanya tunggu aku di pintu gerbang utama ke Ibukota Kekaisaran Ming usai aku membawa pulang kepala Kekaisaran Chen. " Kata He Shu Huan dengan senyuman dinginnya kepada semua pasukannya yang mematuhinya.


" Siap, Yang Mulia. " Jawab para pasukannya dengan serentak.


He Shu Huan mengajak Alina menunggangi Daun Bawang untuk menuju ke wilayah utama dari Kekaisaran Chen usai benteng pertahanan di seluruh wilayah itu telah di lumpuhkan oleh para pasukannya yang di pimpin oleh para kaum persilatan yang telah di kuasai olehnya itu.


" Alina, kau lihatlah wilayah Chen paling ujung sana dengan baik, wilayah itu adalah wilayah orang busuk yang harus kita patahkan semua tulang nya dan sayat habis dagingnya untuk membalas dendam atas perbuatannya yang telah kejam terhadap rakyat kita di perbatasan. " Kata He Shu Huan dengan senyumnya yang lembut untuk istrinya namun tatapannya amat bengis terhadap istana Kekaisaran Chen yang segera di datangi olehnya itu.


" Ya, suamiku. Marilah kita percepat urusan kita di sini, lalu kita bisa menangani masalah di dalam rumah kita dengan bicara langsung dengan Bi Guan di sana. " Kata Alina yang tidak sabar untuk menyelesaikan masalah- masalah mereka agar mereka bisa jalani hidup yang tenang dan bahagia.


"Iya, sayangku. " Jawab He Shu Huan dengan ciuman hangatnya kepada Alina yang duduk di depannya.


He Shu Huan menepuk-nepuk punggung daun bawang yang langsung memahami dirinya dan melesat menerobos ke istana Kekaisaran Chen dengan cara melompat sungai He yang jaraknya berdekatan dengan sungai Chen.


Swuuush!


He Shu Huan mengejutkan para penghuni dari Istana Kekaisaran Chen yang pada subuh hari itu sedang gelisah dengan kabar runtuhnya para pasukan mereka di seluruh wilayah mereka.


" Hai, selamat pagi dan selamat datang ke alam nerakaaaa...!" Bengis He Shu Huan yang telah menggerakkan golok membabat habis semua orang di istana Kekaisaran Chen termasuk Sang Kaisar nya juga.

__ADS_1


Crakk!


Bersambung!


__ADS_2