
Alina tersenyum manis mendengarkan kata -kata yang amat pandai menentramkan hati dan juga pikirannya yang di keluarkan oleh mulut semanis He Shu Huan suaminya itu.
" Kakak Huan , kau sungguh manis sekali dengan ucapan mu yang menenangkan ku." Kata Alina di pelukan He Shu Huan .
" Sama -sama sayangku.Aku juga sangat memiliki kewajiban untuk membantu pikiran dan hati kamu selalu bebas ,suci ,tenang dan bahagia bersamaku di manapun , bagaimana dan kapanpun aku akan selalu membahagiakan mu." Kata He Shu Huan mengelus lembut rambut sanggul indah Alina.
" Yang Mulia , apakah kita akan tetap melanjutkan perjalanan kita atau kita harus mencari tempat untuk kita istirahat satu malam di sini ? " Tanya Gu Jin Wu kepada He Shu Huan dengan nada hormat sekali.
" Lanjutkan sampai kita tiba di penginapan di kota Wei di depan kita itu." Jawab He Shu Huan dengan nada memerintah kepada Gu Jin Wu dan yang lain nya.
Mereka pun melanjutkan perjalanan sebelum hari semakin larut dan mereka pun tiba di penginapan dalam kota Wei yang bernama ' Penginapan Lima Cahaya Rembulan '.
" Tuan -tuan besar silahkan Anda sekalian ikuti Aku menuju ke ruangan kamar penginapan kalian masing -masing di penginapan sederhana kami ini di Kota Wei." Tutur pemilik penginapan tersebut sesudah Yang Ti Fei membayar jasa penginapan dan biaya makan serta yang lain di meja kasirnya begitu rombongan He Shu Huan telah berada di pintu masuk penginapan tersebut segeralah pria usia lima puluh tahunan itu menyambut mereka semua dengan sangat ramah sekali.
He Shu Huan menggandengtangan Alina berjalan di belakang Bi Guan dan Wu Zhen zhen serta di ikuti Gu Jin Wu yang menggandengtangan Ma Xiao Yu lalu Yang Ti Fei dan Putri Giok Lan yang berjalan paling depan di antara mereka semua.
Mereka melewati lorong dan koridor serta taman yang sangat rimbun dengan barisan pohon bambu yang mengitari kolam bunga teratai yang warna hijau berlumut untuk mereka semua dapat sampai di kamar menginap mereka masing -masing.
" Silahkan Tuan -tuan dan Nyonya -nyonya Besar beristirahat dengan nyaman di kamar yang telah Aku siapkan untuk Anda sekalian." Tutur pria tua itu lagi sebelum pergi meninggalkan rombongan He Shu Huan di depan pintu kamar-kamar bagian mereka semua.
"Iya , terimakasih Tuan Pemilik penginapan Lima Cahaya Rembulan." Jawab Yang Ti Fei dengan nada ramah dan sopan kepada pria tua itu.
Lalu mereka berbagi kamar sesuai perintah He Shu Huan.
__ADS_1
" Ma Xiao Yu , Kau berbagi kamar dengan Giok Lan dan Yang Ti Fei berbagi kamar dengan Gu Jin Wu sedangkan Aku dan Bi Guan akan berbagi kamar dengan pasangan resmi kami sendiri." Kata He Shu Huan sebelum menutup pintu kamar khusus untuk dirinya dan Alina.
Bi Guan tersenyum -senyum senang sekali dengan peraturan yang di terapkan oleh He Shu Huan di malam hari itu di penginapan tersebut. Ia pun tak membuang -buang waktu lagi untuk menarik selir cantiknya itu masuk ke kamar khusus untuk nya dan selirnya itu.
" Mmmm..Aku ingin pergi mandi dahulu sebelum makan dan minum ku di malam ini ," Kata Yang Ti Fei mengambil pakaian bersihnya di tempat tidur kedua di kamar khusus untuknya dan Gu Jin Wu kepada sahabat seperjalanannya itu.
" Ya , silahkan." Jawab Gu Jin Wu menganggukkan kepala kepadanya.
Selagi menunggu gilirannya untuk mandi. Gu Jin Wu memilih untuk makan malam berupa sayuran hijau dan semangkuk nasi serta seteko arak yang di tata rapi dengan cangkir di atas meja kayu yang berada di tengah ruang kamar itu.
" Hmm , aku sungguh mencemaskan nasib Ma Ye Ri di tangan Liu Ze Bun sialan itu." Ucap Gu Jin Wu resah seorang diri memikirkan keadaan diri dari sang kekasihnya itu.
Yang Ti Fei di dalam kamar mandi tersenyum - senyum seorang diri dan membuka topeng kulit di wajahnya lalu memperlihatkan sebuah wajah asli seorang gadis yang sangat cantik jelita luar biasa di cermin di dalam kamar mandi itu.
" Fu Xiao Chao mantan isterimu dahulu hanyalah sementara bagimu bajingan sialan karena dirimu terpikat dengan Alina istri kedua mu yang sangat licik mendapatkanmu. Asal kau tahu saja sebelum mereka berdua hadir di kehidupan mu itu. Akulah yang pertama kali berjumpa dengan mu di Pulau Awan Naga Putih di bagian kanan Pulau Buangan atau Pulau Abadi tempat tinggal mu itu. Akulah Ye Rong Ci atau Putri Ye Swat Hong." Kata Yang Ti Fei yang menyentuh wajahnya sendiri dan tersenyum bangga dengan kecantikannya yang bagaikan sekuntum bunga teratai di musim panas.
Di kamar lain. He Shu Huan memandangi Alina di tempat tidur saat istrinya selesai mandi dan rapi duduk sambil melipat pakaian -pakaian bersih dan barunya.
" Kau sangat menawan hatiku , Alina. Kamu amat cantik luar biasa dan manis sekali." Puji He Shu Huan mendekati Alina dan mengambil pakaian di tangan Alina lalu di taruhnya di samping nya.
" Kau mau apa dengan memuji ku dengan sikap manis mu ini ? " Tanya Alina mengangkat alisnya melihat He Shu Huan mendekatkan diri dan wajah kepadanya.
" Aku mau apa ? Aku mau Kau istriku." Jawab He Shu Huan mencium lembut bibir Alina yang merah basah lalu membaringkannya di tempat tidur.
__ADS_1
Alina membuka sepasang matanya di pagi hari keesokan harinya dengan menatap He Shu Huan di samping kirinya dengan memeluk erat dirinya dan mengunci segala gerakan tubuhnya.
" Pagi , sayang." Sapa He Shu Huan tersenyum -senyum segar dan puas di wajahnya kepada Alina yang memerah malu.
" Iya..Selamat pagi juga untukmu." Jawab Alina.
" Hmm..Aku ingin sarapan pagi dirimu sebelum Aku bisa makan pagi yang sebenarnya bersama denganmu ,sayang." Ucap He Shu Huan yang kini memulai kembali aktivitasnya terhadap Alina yang tahu akan kewajibannya sebagai Permaisuri dan Istri sah dari He Shu Huan atau Kaisar Ming Huan ini yakni melayani Sang Kaisar Negeri Ming ini dengan sepenuh hatinya.
Cahaya matahari sudah mulai naik ke atas langit serta menerangi seluruh ruangan di kamar itu dan He Shu Huan bersama dengan Alina pun sudah rapi kembali dan mereka berdua bersama -sama melangkah keluar dari ruangan kamar menginap mereka untuk bergabung kembali bersama Bi Guan dan yang lainnya di taman depan lorong di bagian kiri koridor kamar -kamar tamu lainnya di Penginapan Lima Cahaya Rembulan.
" Guan..Apakah kau menemukan sesuatu yang mencurigakan di tempat ini setelah kita amati di waktu semalam kita tiba di sini ? " Tanya He Shu Huan begitu sampai di depan sahabatnya yang ia lihat sedang mengamati satu titik di tengah kolam bunga teratai yang penuh lumut itu.
" Iya.." Jawab Bi Guan tanpa suara namun melalui mimik mulutnya pun He Shu Huan dapat melihat dan mengetahuinya dengan jelas sekali.
" Aroma bangkai tercium oleh ku begitu pekat di saat kita berjalan melewati lorong ini ." Kata Gu Jin Wu yang sudah berkumpul pula bersama dengan mereka di tempat itu.
" Ya , kau benar sekali Gu Jin Wu." Kata Putri Giok Lan memegang tiang jalanan di lorong bagian lain di depan kolam teratai berlumut itu.
" Hmm..Kita harus menginap di tempat ini selama dua atau tiga hari lagi sampai kita dapat tahu isi dan rahasia busuk si tua bangka Raja Pengemis Barat Hu Ti Kun itu." Kata He Shu Huan kepada Bi Guan dan para sahabatnya.
" Baiklah..Si tua bangka Raja Pengemis Barat Hu Ti Kun tidak kan pernah bisa mengelabui kedua mata licikmu itu , Huan." Kata Bi Guan memahami isi hati dari sahabatnya itu.
" Ish .Aku bukan licik tapi cerdik dalam mengamati pergerakan musuh -musuh ku di dunia persilatan ini." Kata He Shu Huan membenarkan kata yang di ucapkan Bi Guan untuk memuji kecerdasannya itu.
__ADS_1
Bersambung..!!