Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Keteguhan Hati Seorang He Shu Huan


__ADS_3

He Shu Huan dengan santai mengibaskan ujung lengan pakaiannya ke arah serangan sekte beruang salju yang menyebabkan kematian yang mengenaskan bagi sekte beruang salju yang ingin membunuhnya dan rombongannya itu.


Bress!


" Aghhh! " Pekik kematian sekte beruang salju.


Lalu para pengikutnya merapihkan kembali ruangan dalam penginapan di kota Chou agar Ia dan istrinya dalam beristirahat dengan tenang di salah satu dari kamar penginapan di kota Chou.


" Yang mulia, sungguh menakutkan sekali cara menghadapi musuh -musuhnya..! " Kata Wan Lina yang bergidik ngeri melihat sepak terjang He Shu Huan tadi.


" Ya, karena itu kamu dan adikmu harus jaga sikapmu itu kepada Yang mulia agar Yang mulia tak marah kepada kalian berdua yang tentunya akan mengakibatkan kematian yang mengerikan terhadap kalian. " Kata Yo Hu dengan nada serius kepada Wan Lina dan Wan Heng.


"I.. iya, Tuan Yo, kami akan selalu menjaga sikap kami terhadap Yang mulia. " Jawab keduanya dengan wajah takut terhadap He Shu Huan.


He Shu Huan tidak tidur di kamarnya, Ia fokus pada pendengarannya yang tajam untuk Ia bisa mengetahui gerakan orang yang berilmu tinggi yang akan mendekati penginapan di kota Chou yang di tempati olehnya dan istrinya itu.


Brrrrr!


Gerakan yang menimbulkan angin dan bunyi di atas genteng kamarnya telah di dengar dengan tepat oleh telinganya itu. Maka, Ia langsung melesat ke luar kamarnya ke arah genteng di kamar penginapan di kota Chou dan terlihatlah seorang kakek tua yang membawa rantai besi di tangan telah menyerangnya dengan rantai besi.


Wushhh!


He Shu Huan mencelat dengan tepat ke arah kir seraya tangannya mengerahkan ilmu sinkang serigala emas sakti yang mengakibatkan rantai besi si kakek itu rontok.

__ADS_1


Des!


Klang!


" Ahhh! Kau hebat juga ya dapat menghancurkan rantai besi kuuu..! " Seru Kakek itu yang mulai menyerangnya kembali dengan telapak tangan yang menggunakan ilmu tangan halus seperti kapas padahal mengandung racun yang ganas ke arah He Shu Huan.


Whoosh!


He Shu Huan menyeringai kepada kakek itu dan Ia malah menyambut pukulan berracun itu dengan tangan kosong yang memancing tawa Kakek itu yang merendahkan dirinya itu.


Namun...


Dessss!


" Aghhh! "


He Shu Huan telah kembali ke kamarnya lagi, Ia menemukan istrinya menunjukkan adanya surat yang menancap di tiang kamar mereka. Ia pun segera mengambil surat itu dan membacanya dengan cepat.


" Dari Raja Lin yang menginginkan kita bertemu dengannya di puncak gunung Lin jika kita ingin menyelamatkan Xin Lian putri kita dari sekte Naga gunung Lin. " Kata He Shu Huan yang memberitahukan isi surat itu kepada Alina.


" Ya, sudah Kak Huan. Sebaiknya kita harus segera pergi ke gunung Lin untuk menolong Lian Er putri kita. " Kata Alina yang sudah merasa cemas sekali terhadap keselamatan putri mereka itu langsung meminta He Shu Huan untuk mereka segera pergi ke gunung Lin.


" Gunung Lin sangat jauh dari kota Chou dan kita juga harus pergi ke Istana Kekaisaran Ming untuk menemui Bi Guan untuk menanyakan kepadanya segala persoalan yang telah terjadi di Kekaisaran Ming. " Kata He Shu Huan yang mempertimbangkan kembali keputusannya itu sebelum ia memilih keputusan yang benar untuk yang terbaik bagi Kekaisaran Ming.

__ADS_1


" Baik, kita berbagi tugas saja, Kau pergi ke ibukota dan temui Bi Guan. Sedangkan aku akan pergi ke gunung Lin untuk menyelamatkan putri kita. Sekarang juga " Kata Alina yang melesat ke arah utara dari kota Chou melalui jendela kamar penginapan di kota Chou tanpa meminta izin lagi dari He Shu Huan suaminya.


Swuuush!


He Shu Huan mengejarnya dan mengejutkannya di tengah jalan di pintu keluar bagian utara dari kota Chou.


" Kau tidak bisa menghalangi aku untuk pergi ke gunung Lin untuk menyelamatkan putriku..! " Teriak Alina dengan airmatanya berlinang -linang kepada He Shu Huan.


" Siapa yang mau menghalangimu untuk pergi ke gunung Lin untuk menyelamatkan putri kita dari sekte Naga gunung Lin? Aku juga ingin pergi ke sana, tapi bukan seperti ini caranya Alina..?! " Kata He Shu Huan dengan serius kepada istrinya yang sangat mencemaskan putri mereka.


"Ya, aku tahu Kak Huan. Aku cuma tak ingin membuatmu bimbang dalam memutuskan pilihan mu di saat situasi kamu begitu sulit untuk mengatasi setiap masalah yang datang kepada mu di saat ini. " Kata Alina yang menangis di depan He Shu Huan karena pikiran wanita itu sedang gusar sekali.


He Shu Huan menghela napas dalam-dalam lalu menarik dan memeluk Alina dengan penuh rasa cinta yang dalam lalu membiarkan istrinya ini menumpahkan kesedihan di pelukannya.


" Alina, aku adalah ayahnya Ming Xin Lian yang tentu saja aku ingin menyelamatkannya dan menghukum mati mereka semua yang telah berani untuk mengganggunya dan menyakitinya dengan tanganku sendiri. Hanya saja, kita harus bersabar agar musuh tak memanfaatkan emosi kita yang akan mendatangkan bahaya yang lebih besar untuk Xin Lian dan Kekaisaran Ming. Aku sebagai Kaisar Ming Huan memiliki kewajiban untuk melindungi kestabilan seluruh negeri kita dan menjaga rakyat kita yang menjadi bagian dari hidupku. " Kata He Shu Huan dengan halus menenangkan hati dan pikiran Alina.


" Kakak Huan, maafkanlah aku yang telah buat kamu susah selama ini, akulah yang telah menyebabkan kamu harus bertentangan dengan ibumu yang selalu membenci aku. " Kata Alina yang semakin deras airmatanya di pelukan He Shu Huan.


" Alina, karena kamu adalah istriku dan aku harus membelamu serta menyadarkan ibuku mengenai dirimu merupakan belahan jiwa ku yang tidak pernah bisa tergantikan oleh siapa pun di dunia ini. Pokoknya, aku tetap berdiri teguh pada pendirianku yang hanya inginkan kamu sebagai seorang istriku satu-satunya untuk selamanya. Biarkanlah mereka bilang aku seorang pria yang terlalu mencintai istriku yang menyebabkan kerusakan di otakku bagi mereka. Pokoknya aku tak mau memiliki istri lain selain dirimu, dan aku yakin bahwa suatu hari nanti aku akan memperoleh seorang putra yang akan menjadi penerus tahta ku di kemudian hari. " Kata He Shu Huan dengan suara halus dan lembut kepada Alina yang merenggang tubuhnya sedikit dari pelukan He Shu Huan.


" Kau sungguh seorang pria yang terlalu baik untukku, Kak Huan. Meskipun seluruh dunia menentang kebijakan mu ini kamu tetap pilih aku sebagai istrimu. Kamu memang seorang Kaisar yang berbeda dari Kaisar mana pun yang pernah ada di dunia ini. " Kata Alina dengan senyuman penuh rasa terimakasih kepada He Shu Huan.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2