Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Istana Kuno Kota Wei.


__ADS_3

Yang Ti Fei memucat pada wajahnya melihat adik sepupunya di hukum mati oleh Kaisar Ming Huan melalui tangan Yo Hu saudara ipar tiri dari Sang penguasa Negeri Ming itu di hadapannya dan di depan pintu gerbang Istana Kuno Kota Wei.


" Yo Hu , terimakasih atas kerja keras mu yang sangat setia terhadapku untuk membangun negeri ini menjadi negeri yang sehat dan bersih di dalam segala hal." Ucap He Shu Huan dengan nada yang sangat menggetarkan jiwa setiap orang yang ada di sana.


Yang Ti Fei merangkak dengan kedua tangannya di taruh di atas tanah seraya tubuhnya yang kecil membungkuk begitu rendah dan gemetaran di hadapan Sang Kaisar Ming Huan.


" Yang Mulia tolong ampunilah nyawa Hamba yang rendah ini yang sama sekali tidak pernah tahu menahu tentang perbuatan rendah dan hina yang di lakukan saudara sepupu Hamba di Kota Wei ini." Kata Yang Ti Fei nada gemetar kepada He Shu Huan.


" Sungguhkah kau berkata jujur kepadaku ?" Tanya He Shu Huan menatap lurus pemuda yang sangat mencurigakannya itu.


" I..Iya , Yang Mulia. Hamba berkata jujur bahwa hamba sama sekali tidak pernah mengetahui jika saudara sepupu Hamba telah melakukan tindakan yang melanggar hukum di Negeri Ming dengan membuat Anda marah dan menghukum mati nya di sini." Jawab Yang Ti Fei yang wajahnya semakin pucat saja.


" Yo Hu..Aku perintahkan Kau untuk penjarakan dia di ruang tahanan kantor keamanan Kota Wei dan tunggulah sampai Aku dapat menemukan satu bukti yang kuat tentang dirinya apakah dia ini terlibat dalam kasus saudara sepupunya ataukah sama sekali tidak terlibat." Perintah He Shu Huan kepada Yo Hu.


" Siap , Paduka.Hamba laksanakan perintah Anda dengan sebaik mungkin." Sahut Yo Hu segera dan menotok kaku Yang Ti Fei lalu memanggul pria itu pergi ke arah kantor keamanan Kota Wei sesuai perintah He Shu Huan.


Brrr..!!


Setelah Yo Hu pergi membawa Yang Ti Fei ke arah kantor keamanan Kota Wei. Mereka bersama -sama memasuki Istana Kuno Kota Wei untuk He Shu Huan dapat menyelidiki isi keseluruhan dari Istana tersebut.


" Patung siapakah di sana itu ? " Tanya Bi Guan.


" Patung Ratu Wei terdahulu." Jawab Gu Ji Wu di depan Bi Guan dan Wu Zhen Zhen.


" Aneh sekali.." Ucap Alina mengerutkan kening.

__ADS_1


" Kenapa kau katakan patung itu aneh ? " Tanya Bi Guan ingin tahu kepada Adiknya itu.


" Karena biasanya monumen Sang Ratu tak kan pernah di taruh di pekarangan terbuka seperti ini tetapi di taruh di ruang rahasia dalam istana Wei untuk menghormati masa kejayaannya terdahulu kala." Jawab Alina nada yang sangat menyakinkan sekali.


" Hmm begitukah menurutmu ,Sayang ? " Tanya He Shu Huan melayangkan senyuman khasnya itu kepada Alina.


" Aish , Kak Huan. Jika kau tak mempercayai kata -kataku tadi ? Ya ,silakan saja kamu amati dengan teliti patung itu sama sekali tidak mirip dengan lukisan Ratu Wei Lu Si yang pernah kita lihat di perpustakaan di rumah kita beberapa waktu lalu sebelum Aku dan Kak Guan pergi dari rumah kita terlebih dahulu untuk misi kita bersama." Jawab Alina mencibirkan mulutnya karena He Shu Huan yang menjahilinya itu.


" Hahahaha Isteriku kau sungguh sangat manis dan lucu." Kata He Shu Huan mencubit halus bibir Alina seraya berjalan mendekati patung wanita yang memakai mahkota bertabur mutiara warna merah dan berlian yang memancarkan kerlap -kerlip cahaya yang mengagumkan sekali.


" Batu berlian ini memiliki ukiran jari naga." Kata He Shu Huan menemukan satu butir batu berlian di mahkota di kepala patung wanita cantik suku Wei di depannya itu.


Bi Guan mengerjapkan sepasang matanya dan Ia melompat tepat waktu sebelum tangan patung itu menyergap tubuh He Shu Huan yang mengamati mahkota itu.


Wuttt...!!


Desss...!!


Bruakk..!!


Patung tersebut rubuh dan hancur oleh pukulan tangan Bi Guan namun mengeluarkan darah yang mengalir deras di lantai batu pekarangan luar dari Istana Kuno Kota Wei.


" Darah ? "


" Ya , Dia manusia bukan patung." Jawab Bi Guan memberitahukan kenyataan itu kepada Gu Jin Wu dan yang lainnya yang terbelalak kaget setengah mati melihat patung rubuh dan hancur dapat juga mengeluarkan darah merah segar.

__ADS_1


" Lantas siapakah yang telah mengubahnya jadi patung dan nyaris membunuh Yang Mulia ? !" Tanya Putri Giok Lan tercekat.


" Di dunia persilatan hanya ada satu orang dapat mengubahnya menjadi patung melalui ilmu tapak cakar naga hitam dan orang itu adalah Lin Yun Wei yang berjuluk Si Tangan Maut Barat." Jawab He Shu Huan begitu tegas sekali.


" Lin Yun Wei Si Tangan Maut Barat ? Bukahkah Ia sudah lama lenyap dari dunia persilatan setelah Ia kalah di dalam pertarungannya melawan Raja Dewa Halilintar Hijau dari Gunung Ching di Kota Ching beberapa tahun lalu ? " Tanya Wu Zhen Zhen menelan ludahnya karena gentar mendengarkan nama tokoh datuk besar ternama yang paling keji di seluruh dunia persilatan itu.


" Isu yang ramai di dunia persilatan memanglah demikian namun kita tidak bisa mempercayai isu mengenai Lin Yun Wei Si Tangan Maut Barat telah lenyap dan kalah di tangan Raja Dewa Halilintar Hijau di gunung Ching. Karena Raja Dewa itu telah meninggal dunia di tangan ku di pulau Bayangan di usia ku berusia tujuh tahun." Kata He Shu Huan yang mengejutkan Wu Zhen Zhen.


" Heii tak mungkin Raja Halilintar Hijau yang amat sakti bisa meninggal di tangan mu di usia mu itu baru tujuh tahun ?! " Tutur Wu Zhen Zhen tidak percaya kepada He Shu Huan.


" Hmm..Orang awam memang tidak akan pernah mempercayai ucapan He Shu Huan yang sangat bagi mereka tidak masuk akal ,tetapi Aku sangat mempercayai ucapan He Shu Huan karena He Shu Huan ini memiliki otak yang sangat jenius luar biasa dalam mengatasi musuh selihai apapun di dunia ini." Kata Bi Guan berbinar -binar kepada He Shu Huan yang mengganggukkan kepala dengan sumringah.


" Ta..Tapi bagaimana cara mu bisa membunuhnya di usia tujuh tahun ? " Tanya Alina mengangga tak mengira bahwa suaminya di waktu kecil sekalipun sanggup membunuh orang dewasa yang sangat sakti dan di takuti di dunia persilatan.


" Menusuk tenggorokannya dengan tulang ikan hasil tangkapan ku di laut lepas barat daya. Hal itu salahnya sendiri yang ingin membunuhku yang sempat merasa iba hati ingin menyelamatkannya dari senjata rahasia salah satu musuhnya itu. Ya , Aku mengelak sedikit dari terjangannya kepadaku lalu tulang ikan hasil tangkapan ku gunakan untuk menyelamatkan diriku sendiri yakni ku tusuk saja tenggorokannya langsung dan tewaslah dia di atas perahu rusaknya sendiri." Jawab He Shu Huan yang menceritakan peristiwa di masa kecil nya itu dengan singkat ,jelas dan padat kepada Alina dan yang lainnnya dengan sangat terbuka dan jujur sekali dari sepasang matanya yang amat tajam luar biasa itu.


" Mmm , Kau memang sungguh penuh kejutan yang sangat luar biasa mengagumkanku." Kata Alina tersenyum manis kepada He Shu Huan.


" Hmm , Aku memamg sangat hebat dan tercipta untuk mu seorang wanitaku." Kata He Shu Huan menepuk pipi lembut Alina.


" Ekhem...Jangan lupa kita masih harus lihat -lihat tempat lain dari wisata kita di Kota Wei." Kata Gu Jin Wu cepat -cepat mengingatkan He Shu Huan yang di lihatnya sudah ingin bermesraan dengan Alina.


" Ishh..Gu Jin Wu kau sungguh menyebalkan dan mengganggu kesenanganku saja." Kata He Shu Huan nada sebal kepada sahabat dan saudara angkatnya itu.


" Kak Huan , dia benar sekali. Ayolah Kita kembali ke penginapan kita untuk persiapan wisata malam hari kita di Kota Wei ," Kata Alina manis sehingga He Shu Huan tak memasang wajah sebal kepada Gu Jin Wu.

__ADS_1


Mereka pun berjalan kembali ke penginapan yang mereka tempati selama mereka berwisata di kota Wei ,yakni penginapan Lima Cahaya Rembulan di utara Kota Wei.


Bersambung..!!


__ADS_2