Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Gejolak Di Istana Kekaisaran Ming .


__ADS_3

Lembah Pegunungan Thai San.


Alina menarik lengan He Shu Huan untuk pria itu dapat mengikutinya ke suatu tempat yang telah menarik perhatiannya semenjak Ia datangi hutan lembah pegunungan Thai San.


" Tempat apakah yang ingin kau tunjukkan kepada ku sampai Kau membuat ku cemas dengan kau ini selalu pergi seorang diri sembarangan tanpa izin dariku ?" Tanya He Shu Huan dengan nada halus di belakang Alina.


" Lihatlah dinding di balik air terjun itu." Kata Alina ceria menoleh tepat di dekat wajah tampan He Shu Huan yang mengecup lembut bibirnya sekilas.


" Dinding ?" Tanya He Shu Huan melirik ke arah air terjun yang di tunjuk oleh Alina kepadanya.


" Ya, dinding itu." Jawab Alina antusias.


" Emmm...Ada tulisan aksara kuno sekali yang aku lihat dari sini.." Kata He Shu Huan menatap tajam dinding di balik air terjun di depan mereka berdua.


" Iya , itu tulisan bangsa Dunhuang Kuno yang aku pernah dengar memiliki makna hebat untuk ilmu yin dan yang untuk pemahaman dunia persilatan di negeri kita ini." Kata Alina mengajak He Shu Huan berkelebat menuju ke balik air terjun.


Brrrr...!!


Setibanya mereka berdua di balik air terjun adalah goa yang sangat gelap gulita namun mereka bisa melihat dan membaca tulisan yang tertera di atas permukaan dinding itu.


" Satukan hati dengan pemikiran yang murni dan bersih di atas pemikiran yang gelap dan hitam." Baca He Shu Huan.


" Ada kitab ilmu silat nya juga.." Kata Alina nada gembira menemukan sebuah buku gulungan kayu yang tertimbun di dalam reruntuhan batu -batu goa di balik air terjun hutan lembah pegunungan Thai San.


" Ilmu silat Pendekar Besar Xi Nan Chen yang di juluki Si Rubah Terbang yang berasal dari negeri Dun.." Kata He Shu Huan mengenali buku yang di temukan oleh istrinya itu.


" Darimana Kau bisa mengenali buku kitab ini sebagai kepunyaan Si Rubah Terbang Xi Nan Chen dari Negeri Dun ?" Tanya Alina memandangi He Shu Huan yang tersenyum lembut kepadanya.

__ADS_1


" Aku pernah bertemu langsung dengan Pendekar Besar Xi Nan Chen itu sendiri dan bahkan Aku pun pernah mengajarinya melukis pegunungan Wu di dekat Kota Yong An agar dia bisa memperoleh pil bunga anggrek biru untuk mengobati racun hati di dalam tubuh istrinya yang bernama Xu Wu Ying , dan Aku pernah melihatnya menggunakan ilmu silat yang persis tertera di buku itu." Jawab He Shu Huan memberitahunya dengan jelas.


" Emm .." Gumam Alina memegang alis hitam He Shu Huan.


" Emm ,apa ?" Tanya He Shu Huan meraih telapak tangannya dan mencium lembut telapak tangan itu.


" Ei ,apa -apaan kau ini ?" Tegur Alina memerah.


"Emm..Aku menginginkan mu.." Jawab He Shu Huan menarik lembut Alina ke dalam pelukannya.


" Sabarlah..Kita harus mencari tempat yang baik untuk mengobati Kakak Guan dan yang lainnya di luar hutan ini." Kata Alina melepaskan diri dengan halus dari pelukan He Shu Huan lalu berkelebat keluar dari goa di balik air terjun itu.


Brrr..!!


He Shu Huan menghela napas lalu menyusul Alina dengan lebih cepat lagi.


Mereka kembali kepada Bi Guan dan yang lainnya yang kemudian di baringkan di atas pembaringan di sebuah rumah yang merupakan tempat tinggal Si Serigala Hitam.


" Alina ,kau jagalah di luar rumah ini agar Aku bisa fokus mengobati Bi Guan dan yang lainnya tanpa adanya gangguan dari apapun dan siapapun yang dapat mencelakakan kita semua di tempat asing ini." Kata He Shu Huan nada sungguh hati kepada Alina.


" Iya , Kak Huan." Jawab Alina mematuhinya.


Istana Kekaisaran Ming.


Sementara itu di Istana Kekaisaran Ming terdapat Ming Ming yang berperan sebagai pengganti He Shu Huan untuk sementara waktu sebagai Kaisar Ming Huan itu tengah menghadapi masalah yang sangat berat sekali yang harus di tanganinya dan di selesaikannya.


" Ibu , kenapa Ibu masih bersikeras hati untuk Ibu mau memisahkan Kakak Huan dengan Kakak Ipar Alina ? " Tanya Ming Ming memandangi Han Ji Yun yang duduk di kursi singasana di Istana Ibu Suri Agung Kekaisaran Ming.

__ADS_1


" Karena wanita itu pembawa musibah bagi kita semua di Negeri Ming ini terlebih lagi bagi Kakak Huan mu itu.." Jawab Han Ji Yun nada benci pada Alina.


" Pembawa musibah apa sih yang Ibu maksudkan itu ? Apakah Ibu tahu betapa menderitanya Kakak Huan bila dia harus berpisah dengan Kakak Ipar Alina selamanya ?" Tanya Ming Ming menggeleng kepala dengan tak sabar kepada Ibunya yang dari dahulu hingga saat ini masih membenci Alina.


" Apa kau tak lihat dengan kedua mata kepalamu sendiri ,Ming Ming ?! Dia itu sudah memisahkan jalinan kasih antara Ibu kandung dengan putranya sendiri ! Bahkan Dia sudah melantarkan cucu -cucuku dengan pergi meninggalkan Istana Ming bertahun-tahun dan belum juga kembali ke sini..!" Bentak Han Ji Yun seraya memukul meja kecil di samping kursi singasana nya.


" Itu karena Ibu sendiri yang mencelakakannya dengan tuduhan keji yang Ibu lontarkan kepada Kakak Ipar Alina yakni Ibu menuduhnya sebagai perusak keharmonisan antara Ibu dengan Kakak Huan." Kata Ming Ming tetap menyalahkan Ibunya yang menyebabkan He Shu Huan pergi mencari Alina ke seluruh Negeri Ming.


" Diam kau ,Ming Ming ! " Bentak Han Ji Yun nada gusar kepada Ming Ming.


" Puh..! " Dengan kesal Ming Ming meninggalkan Istana ibu nya.


Ming Ming melangkah menuju ke Istana Kasih Abadi untuk menjenguk anak -anak He Shu Huan dan Alina yang kini sudah tumbuh menjadi anak -anak yang hebat.


" Bibi Ming Ming.." Sapa Putri Ming Xin Lian nada riang gembira menyambut kedatangan Ming Ming.


" Xin Lian , kenapa hanya kamu seorang di rumah mu ? Di manakah Kakak -Kakak mu ? " Tanya Ming Ming mengedarkan pandangan matanya ke dalam ruangan Istana Kasih Abadi untuk menemukan putra -putra kandung He Shu Huan dan Alina.


" Mereka di tugaskan oleh Nenek untuk berlatih di Kementerian Pertahanan dan Keamanan Istana Kekaisaran Ming." Jawab Ming Xin Lian jujur pada Ming Ming.


" Sejak kapan ?" Tanya Ming Ming terkejut sekali mengenai informasi yang baru saja di dengarnya dan di ketahuinya tentang putra -putra He Shu Huan dan Alina dari putri semata wayang He Shu Huan dan Alina sampaikan kepadanya.


" Sudah sebulan yang lalu yaitu semenjak hari terakhir ulang tahun Nenek di rayakan di graha musim panas."Jawab Ming Xin Lian yang sedang mengantarkan secangkir teh bunga plum hangat kepada Ming Ming.


" Terimakasih , Lian Er. Begitukah ? Lalu apakah kau tahu di manakah Kakak Yu Lan mu berada di saat ini ?" Tanya Ming Ming nada lembut seraya minum teh bunga plum hangat dari Ming Xin Lian.


" Kak Yu Lan sudah lama meninggalkan Istana ini semenjak Ayah pergi mencari Ibu dan Paman Bi Guan di luar Istana Ming." Jawab Ming Xin Lian mengejutkan Ming Ming.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2