
Tiga hari selanjutnya, Agni hanya mendekam di rumah Ki Jarpa. Agni kembali ke rumah ki Jarpa setelah hari hari telah gelap, bahkan pakaiannya masih basah kuyup. Diperjalanan pulang, sempat pula ia harus berjongkok menanggung efek samping rumput giok, agak beruntung saat itu Agni dekat dengan sungai kecil di dekat sawah.
Begitu pula saat Agni baru saja sampai rumah, rasa khawatir Ki Jarpa dan istrinya, tidak mampu menahan Agni untuk pergi ke kamar mandi. Agni mencoba mencari beberapa macam alasan terutama untuk meredam pertanyaan-pertanyaan Sri dan rasa khawatir istri ki Jarpa itu. Sedangkan Ki Jarpa sendiri lebih memahami kondisi Agni.
Akan tetapi, Agni sendiri merasakan, beberapa alasan yang dibuatnya tak cukup masuk akal. Agni tak bisa mengelak lagi, ia pun menceritakan sejujurnya kepada sepasang suami istri tersebut.
Agni memakai pakaian ki Jarpa sebagai ganti, karena memang Agni hanya mempunyai pakaian yang melekat di tubuhnya.
"Besok aku akan membelikanmu pakaian" kata Ki Jarpa.
Salah satu peningkatan yang di alami Agni sejak menjadi kultivator, adalah cara berpikirnya yang lebih matang dari pada anak seumurannya, terlebih-lebih setelah ia mengkonsumsi rumput giok. Itu juga meningkatkan kekuatan mental dan spiritualnya yang secara alami juga berpengaruh pada kematangan berpikirnya.
Mendengar Ki Jarpa mengatakan akan membelikannya pakaian, membuatnya merasa telah merepotkan keluarga itu. Bagaimanapun, bagi kebanyakan petani, harga pakaian bisa setara biaya hidup sepekan atau bahkan dua pekan.
Kemudian Agni teringat isi dalam cincin penyimpanannya.
"Apakah nanti akan jadi lebih banyak pertanyaan?" Kata Agni dalam hati.
"Biar bagaimanapun, paman dan bibi telah membantuku" lanjutnya.
Naluri Agni berkata bahwa keluarga ki Jarpa adalah orang baik-baik dan dapat dipercaya. Apalagi latar belakang mereka yang sama-sama sebagai seorang petani. Agni bisa merasakan ketulusan dari pasangan suami istri itu
Namun Agni agak menjadi bingung bagaimana cara yang tepat untuk memberikan beberapa koin emas yang ia milikki itu. Setelah berpikir beberapa waktu, Agni memutuskan untuk berkata terus terang saja kepada mereka.
Namun belum sempat ia mengutarakan maksudnya, efek samping rumput giok kembali menjamah perutnya, sehingga ia harus menunda niatnya.
"Benar-benar sialan... Awas saja Guru, aku akan membalasmu" desis Agni sambil menahan mulas di perutnya.
Usai dengan urusan perutnya, Agni kembali duduk bertiga dengan ki Jarpa dan Sri kemudian ia melanjutkan maksudnya.
"Paman, Bibi, aku mengucapkan banyak terima kasih paman dan bibi telah bersedia menampungku, aku ingin menceritakan sesuatu..."
Kemudian Agni mulai menceritakan kisahnya lebih lengkap dari pada yang sebelumnya ia ceritakan pada ki Jarpa. Agni juga menceritakan perihal koin emas, namun ia tak mengatakan seberapa banyak itu. Tentu saja akan sangat mengejutkan kedua orang itu jika mengetahui gunungan koin emas dalam cincinnya.
Kedua orang itu mendengar cerita Agni dengan antusias, mereka pernah beberapa tahun kerja di keluarga kultivator, sehingga cerita Agni yang berhubungan dengan dunia kultivator itu, tak terlalu asing bagi mereka.
Namun beberapa kali cerita Agni harus berhenti di tengah jalan, karena efek samping dari rumput giok. Agni lagi-lagi mengumpat karena hal itu.
"Paman, aku harap paman bersedia menerima pemberianku ini" kata Agni saat telah kembali duduk bersama Ki Jarpa dan istrinya.
Kemudian Agni mengeluarkan 20 koin emas dari dalam cincinya ke atas meja dihadapan mereka. Hal itu membuat Ki Jarpa dan Sri membelalakan mata.
"Apakah masih kurang paman?"
__ADS_1
Belum sempat Ki Jarpa menjawab pertanyaannya, Agni kembali mengeluarkan koin emas, sehingga diatas meja itu kini ada 100 koin emas.
"Bu...buk..bukan... Mak..maksudku i...ini... Ini banyak sekali Ngger"
Kata ki Jarpa tergagap, begitu pula istrinya. Seumur hidup, belum pernah mereka melihat begitu banyak koin emas di hadapannya. 1 koin emas sama dengan 100 koin perak, dan 1 koin perak sama dengan 100 koin perunggu. Itu berarti, saat ini ada 1.000.000 koin perunggu di atas meja.
Harga sepiring makanan jadi, rata-rata hanya 3 perunggu saja. Jika di rata-rata keperluan makan mereka berdua adalah 20 koin perunggu setiap harinya.
Andai saja semua koin emas di atas meja itu hanya untuk keperluan makan saja, maka butuh lebih dari 130 tahun untuk menghabiskan semua koin emas itu.
"Ngger...apakah angger tidak bercanda?" Tanya Sri masih setengah percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Aku serius Bibi, tenanglah, aku masih mempunyai cukup banyak koin untuk diriku sendiri" kata Agni.
Ki Jarpa dan istrinya, tidak tahu lagi harus berkata apa, mereka sangat berterimakasih pada Agni. Namun Ki Jarpa berkata kepada Agni, bahwa sehari-hari mereka hanya menggunakan koin perunggu untuk keperluannya, Ki Jarpa bermaksud untuk menukar koin emas itu dengan koin perunggu saja, karena akan cukup mengundang perhatian orang jika ia menggunakan koin emas.
Agni segera mengeluarkan setumpuk lagi koin perunggu dan juga koin perak ke atas meja. Ia menolak ketika Ki Jarpa bermaksud mengembalikan koin emasnya.
Karena efek samping rumput giok, maka Agni memanfaatkan hari-hari selanjutnya hanya untuk membaca kedua kitab yang ada di dalam kepalanya. Kadang-kadang ia kembali menjadi geram kepada gurunya, Takada Tanaga, karena efek samping rumput giok, datang saat ia sedang serius membaca kedua kitab itu. Ia bertekad untuk membalas gurunya itu, walaupun ia belum tahu bagaimana caranya.
Tiga hari membaca kedua kitab itu, membuat pemahaman Agni terhadap dunia kultivasi menjadi semakin luas.
Kitab tongkat pemukul anjing dan kitab jalan pedang, secara kasat mata hanya kitab tipis yang berisi beberapa lembar kertas saja. Akan tetapi itu adalah kitab yang di buat oleh seorang master kultivator tingkat tinggi, bahkan jika hanya satu lembar kertas saja, itu bisa sebanding dengan satu kitab yang sangat tebal atau bahkan lebih dari itu.
Kultivator ranah perwira tahap awal adalah tingkatan kultivasinya saat ini. Sedangkan tubuhnya memiliki kualitas tulang harimau, dan otot kawat.
"Itu berarti, rumput giok telah meningkatkan ranah kultivasiku 2 tingkat, dan juga kualitas tulangku yang sebelumnya adalah tulang kerbau, naik 2 tingkat pula menjadi tulang harimau" desis Agni.
Di hari ke empat, Agni telah merasakan efek samping rumput giok telah mereda. Sesuai yang dituliskan dalam kitab jalan pedang, efek samping rumput giok memang berlangsung selama 3 hari. Maka di hari ke empat, ia mengikuti ki Jarpa untuk pergi ke sawah.
Ki Jarpa sendiri bukanlah orang yang mudah terlena dengan harta. Ia juga tak ingin mengundang perhatian tetangganya dengan adanya koin-koin pemberian Agni, maka sehari-hari Ki Jarpa tetap melakukan pekerjaan seperti biasanya.
"Paman, maaf, aku ingin memperdalam latihanku, aku meminta izin untuk pergi ke tengah hutan" kata Agni setelah membantu ki Jarpa menyelesaikan beberapa pekerjaan disawahnya.
Ki Jarpa semakin mengagumi Agni. Dengan kemampuan Agni, seandainya Agni ingin berbuat semaunya di desa itu, tidak akan ada orang yang bisa menghentikannya. Namun Agni masih bersedia meminta izin darinya untuk pergi berlatih.
"Pergilah Ngger, lagian, bagaimana mungkin aku bisa menahanmu?" Jawab ki Jarpa.
"Ya paman tinggal bilang saja "gak boleh"... Gitu aja kok repot" kata Agni kemudian, yang justru mengundang tawa ki Jarpa.
Sejenak kemudian Agni telah melangkah menuju sungai di tengah hutan. Langkah Agni jauh lebih cepat dari pada perjalanan terakhirnya.
"Ini kekuatan yang luar biasa" katanya di tengah perjalanan.
__ADS_1
Begitu sampai di tepi sungai tempatnya berlatih, Agni segera duduk di atas batu pada hitam tempat biasa ia bermeditasi. Agni memandangi dua bekas cengkraman tangannya, sebelumnya Agni tak terlalu memperhatikan hal itu.
"Sulit dipercaya" desisnya pelan.
Agni mulai memejamkan mata, memusatkan konsentrasi untuk memasuki alam jiwanya. Sudah beberapa hari sejak terkahir kali ia memasukinya.
Agni merasakan perbedaan, hanya dengan sedikit konsentrasi saja, ia telah berada didalam alam jiwanya, beberapa waktu lebih cepat dari pada sebelumnya.
Agni mengedarkan pandangannya, hanya padang rumput luas dan langit yang biru. Serta rumah besar dengan sepasukan kereta kuda yang ia dirikan terakhir kali. Kemudian Agni memanggil-manggil kedua gurunya, ada perasaan rindu kepada mereka, namun hingga beberapa kali memanggil, kedua gurunya itu tak menampakkan dirinya. Agni memutuskan untuk keluar dari alam jiwanya.
Agni mulai membuka kitab dalam kepalanya untuk membaca kembali teknik kultivasi pada dua kitab itu. Sebenarnya Agni telah cukup menghafal poin-poin penting dari kedua teknik kultivasi yang ia baca. Daya ingat Agni meningkat jauh lebih tajam setelah mengkonsumsi rumput giok.
Teknik kultivasi tongkat pemukul anjing, agak lebih tinggi dibandingkan teknik kultivasi jalan pedang. Itu jelas saja, karena teknik kultivasi tongkat pemukul anjing dibuat oleh banyak master kultivator tingkat tinggi, dengan memadukan berbagai macam teknik kultivasi tingkat tinggi. Dan yang jelas, kedua teknik itu jauh lebih tinggi dibandingkan apa yang telah ia lakukan beberapa hari sebelumnya.
Agni merasakan dantiannya, kemudian ia mulai melakukan sesuai apa yang dituliskan teknik kultivasi dalam kitab tongkat pemukul anjing.
Melalui kitab itu, Agni kini mengetahui, seluruh benda di alam ini memilikki suatu energi. Tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana energi tersebut dihasilkan.
Agni mulai menyerap energi alam itu kedalam tubuhnya. Sengatan-sengatan kecil ia rasakan melalui semua bagian tubuhnya, pertanda energi itu telah memasuki tubuh Agni. Kemudian, energi dari alam itu merayap dan berkumpul di titik dantian Agni.
Sederhananya, dantian adalah wadah yang menampung kumpulan energi qi. Baik energi qi padat yang sudah di murnikan ataupun energi qi yang masih mentah. Energi yang masih mentah ini lah yang berasal dari alam.
Pada dasarnya, energi alam terdiri dari unsur-unsur yang mempunyai sifat saling menolak antara satu dengan yang lainnya, maka dibutuhkan pemurnian agar energi itu bisa menjadi satu kesatuan. Lama proses permurnian ini, tergantung bakat alami seorang kultivator, juga teknik kultivasi yang digunakan.
Sebelumnya, Agni mengkultivasikan energi itu hanya berdasar nalurinya saja, sehingga proses permunian itu terbilang cukup lama, namun saat ini, Agni telah menggunakan teknik kultivasi tingkat tinggi kitab tongkat pemukul anjing, hanya dalam sekejap saja, energi alam itu telah menjadi energi padat yang siap digunakan.
Baik energi alam yang masih mentah, maupun energi yang telah padat, keduanya adalah energi qi, namun pada umumnya, qi yang disebut oleh para kultivator, adalah energi yang sudah padat yang siap untuk digunakan.
Qi akan menempati seluruh bagian pada tubuh seorang kultivator, ketika tidak ada lagi bagian tubuh untuk ditempati qi, maka qi akan terkonsentrasi pada dantian. Kemampuan dantian untuk menyimpan qi, tergantung pada ranah kultivasi. Semakin tinggi ranah kultivasi, maka semakin besar kapasitas dantian.
Saat qi di dalam dantian penuh, itu akan menimbulkan gejolak pada titik dantian. Pada titik inilah seorang kultivator siap untuk menerobos ranah kultivasi selanjutnya. Akan terjadi sensasi ledakan pada titik dantian saat seseorang menerobos ranah selanjutnya.
Pada dasarnya seperti tampak mudah, namun sesungguhnya tidak mudah bagi seorang kultivator untuk memenuhi dantiannya. Dan semakin tinggi ranah kultivasi seseorang, akan semakin sulit untuk menerobos, karena kapasitas dantian juga semakin besar, yang secara alami, membutuhkan qi dalam jumlah yang semakin besar pula.
Proses pengumpulan qi, tidak hanya didapatkan dari energi alam saja. Itu juga bisa dibantu dengan sumber daya lainnya seperti tanaman herbal, pil-pil penambah energi, inti hewan spiritual, batu roh, dan harta spiritual. Bahkan terdapat juga satu teknik untuk menyerap qi kultivator lainnya, namun sangat sedikit sekali yang dapat menguasai teknik ini karena tingkat kesulitannya, bahkan seorang kultivator ranah Demigod, juga akan kesulitan untuk menguasainya.
Satu cara lain untuk bisa menerobos ranah kultivasi adalah melalui ujian kesengsaraan langit. Ini adalah jalan yang lebih cepat bagi seorang kultivator untuk menerobos, karena tidak harus menunggu lautan qi dalam dantiannya terisi penuh. Namun cara ini memilikki resiko yang lebih tinggi, jika tak mampu menahan ujian dari langit, bukan hanya bisa mengakibatkan luka yang fatal, namun juga beresiko kehilangan nyawa.
Selain itu, cara ini akan mengundang perhatian kultivator lainnya, karena proses penerobosan ini tidak bisa di lakukan di ruangan tertutup. Langit akan menujukkan perubahan ketika seseorang melakukan ujian kesengsaraan. Semakin tinggi ranah yang akan di terobos, semakin besar pula tanda-tanda yang nampak di langit. Cara kedua ini, biasanya dilakukan oleh seorang kultivator yang menempati daerah yang miskin sumber daya, sehingga kesulitan untuk mengumpulkan qi.
Agni telah selesai dengan kultivasinya, tidak banyak lagi energi alam yang bisa ia serap, setidaknya membutuhkan satu hingga dua jam bagi sebuah benda untuk kembali menghasilkan energi qi. Maka sesaat kemudian, Agni telah berdiri di satu tempat yang agak luas, untuk kembali melatih jurus pertama tongkat pemukul anjing.
Namun sebelum Agni mulai berlatih, Agni mengirimkan pesan kepada para reader,
__ADS_1
"Kakak... Mohon krisan, like, gift, atau vote nya kakak... Biar Agni semakin rajin berlatih. Biar Agni semakin bersemangat untuk berpetualang, menjadi kesatria baja hitam pembela kebenaran dan pembasmi kejahatan. Jangan lupa ya kakkaaaakk.... Lup U Pull...."