Pendekar Tongkat Pemukul Anjing

Pendekar Tongkat Pemukul Anjing
Ep 45 - Menghadapi Dendam Bok Pyong


__ADS_3

Di Sekte Bukit Embun, sore hari setelah rangkaian prosesi pemakaman sisa abu Bok Sun He selesai dan para pelayat telah meninggalkan Sekte Bukit Embun, Bok Pyong telah berada di kediamannya bersama dua tetua sekte yang kini menjabat sebagai tetua pertama dan kedua sejak tewasnya Bok Sun He.


"Kita harus bergerak saat ini juga, aku yakin pemuda itu masih di sekitaran kota Guziko, Jun Miyo, Ji Sung, kerahkan pengintai terbaik di setiap sudut kota itu, kita juga akan pergi kekota itu untuk melacaknya sendiri, jika dia belum menyerap inti Bok Sun He, kemungkinan kita menemukannya akan lebih besar" kata Bok Pyong kepada dua orang terbaiknya.


"Baik Hoejangnim" sahut keduanya serempak.


"Baik, bersiaplah, kita akan segera pergi" perintah Bok Pyong, itu karena mereka semua masih mengenakan pakaian berkabungnya.


***


Kembali ke Balai Lelang Pucuk Harum,


"Baiklah Tuan Besar, aku akan segera membawa saudari Ayu Wilis ke Sekte Tapak Macan, tapi maaf, aku tidak ingin menemui kesulitan saat memasuki wilayah Sekte Tuan Besar" kata Agni kemudian.


"Bawalah lencana ini, orangku akan mengantarkanmu ke tempat kediamanku" balas Jaya Pamungkas sembari memberikan lencana emas Sekte Tapak Macan.


"Oya Agni, aku tahu kau mengambil kedua inti orang yang kau bunuh, mereka mempunyai cara khusus untuk bisa melacak keberadaan inti itu jika belum kau serap, cincin penyimpanan juga tak akan mampu menyembunyikan esensi jiwa dari inti itu" imbuh Jaya Pamungkas memperingatkan.


"Benarkah Tuan? Aku masih membawa dua inti mereka!" Ujar Agni yang cukup terkejut dengan keterangan itu.


Sementara Fang Yuen merasa telah melakukan kesalahan,


"Bodohnya akuuuuu... Bagaimana bisa aku melupakan itu" batinnya mengutuk diri sendiri.


Itu adalah teknik pelacak jiwa, inti dari hewan iblis atau hewan spiritual, adalah esensi jiwa yang memadat menjadi sebuah kristal. Dengan teknik pelacak jiwa, dalam radius tertentu, seseorang bisa melacak keberadaan inti itu, semakin besar kekuatan spiritual pelacak, semakin jauh jangkauan pelacakan. Seorang master spiritual, bakan bisa melacak hingga sejauh puluhan kilometer.


"Maaf Tuan Besar, Agni, ini kesalahanku tak memperhitungkan hal tersebut sebelumnya. Bukan maksudku menginginkan kalian pergi, namun demi kebaikkan asosiasi, kau sebaiknya lekas meninggalkan tempat ini Agni" potong Fang Yuen, dia tidak bisa melibatkan Balai Lelang Pucuk Harum terlebih Asosiasi Bintang Mayora terlibat dalam perseteruan yang mungkin akan terjadi.


"Aku mengerti Tuan Yuen, baiklah, aku akan segera mohon diri, Tuan Besar, maafkan aku tak bisa lebih lama disini, aku usahakan secepatnya membawa saudari Ayu Wilis ke Sekte Tapak Macan, aku mohon diri" pamit Agni.


Sementara Jaya Pamungkas menjadi bimbang, jika dia menemani Agni saat itu juga, akan tidak baik bagi dirinya dan juga Sekte Tapak Macan jika kerjasamanya dengan Agni diketahui pihak lainnya. Setelah pertunjukkan kekuatan Agni sebelumnya, Jaya Pamungkas telah cukup yakin Agni dapat melindungi dirinya sendiri, namun jika ia tak membantu, itu mungkin bisa menimbulkan kesan yang kurang baik bagi Agni terhadap dirinya.


"Tapi Agni..." Jaya Pamungkas masih bimbang untuk melanjutkan kalimatnya.


"Jangan khawatir Tuan Besar, aku akan baik-baik saja" kata Agni, kemudian segera bangkit dan bergegas pergi.


Jaya Pamungkas hanya bisa menatap punggung Agni yang terlebih dahulu pergi meninggalkan ruangan itu. Namun ia mendapat keputusan untuk mengikuti Agni diam-diam demi melihat perkembangan keadaan, mungkin tenaganya akan dapat digunakan untuk membantu anak muda itu jika menemui kesulitan.

__ADS_1


"Baiklah Tuan Fang Yuen, aku sangat berterima kasih Tuan Fang Yuen telah menghubungkan aku dengan Agni, aku pun harus mohon diri" ucap Jaya Pamungkas.


"Tak perlu sungkan Tuan Besar, marilah, aku akan mengantarkan Tuan" ajak Fang Yuen. Ia mengantarkan Jaya Pamungkas melalui lorong dan pintu keluar yang sama dengan Agni, namun entah bagaimana caranya, Balai Lelang Pucuk Harum mempunyai cara untuk membuat pintu keluar itu menuju tempat yang berbeda. Sehingga setelah sampai di luar Balai Lelang Pucuk Harum, Jaya Pamungkas berada di tempat yang berbeda dengan Agni.


Namun itu masih didalam wilayah kota Guziko.


Fang Yuen memang cukup beruntung, Agni meninggalkan Balai Lelang Pucuk Harum, beberapa menit sebelum rombongan pengintai dari sekte Bukit Embun tiba di kota itu.


Sementara setelah Jaya Pamungkas keluar dari Balai Lelang Pucuk Harum, ia tidak segera kembali menuju sektenya, namun terbang berkeliling Kota Guziko untuk mencari keberadaan Agni. Hampir 10 menit ketika Jaya Pamungkas merasakan satu energi pertarungan di luar tembok kota. Ia pun melaju menuju sumber energi.


Itu adalah Agni, begitu keluar dari Balai Lelang Pucuk Harum, Agni melesat terbang di tengah gelap langit malam. Beberapa saat sebelum melewati tambok kota, ia merasakan aura dari lima orang yang berada di ranah Demigod tahap menengah tengah mengejarnya.


Mereka adalah salah satu kelompok pengintai yang dikirim Sekte Bukit Embun yang merasakan esensi jiwa dari inti Bok Sun He yang di bawa Agni.


"Benar-benar cepat sekali mereka bergerak, lebih baik aku layani mereka di luar tembok kota" Batin Agni.


"Booommmm"


"Booommmm"


"Booommmm"


"Booommmm"


"Booommmm"


"Mereka tak mau basa-basi, aku tak perlu sungkan-sungkan lagi" batin Agni.


Dengan kecepatan jurus anjing melompati sungai yang ia lakukan di udara, Agni melancarkan serangan balasan menggunakan tongkat pemukul anjingnya.


"Prakk... Brughh...kraak...bughh... buaaghh"


Dalam waktu yang singkat, tanpa disadari kelima penyerang Agni, mereka telah kehilangan nyawa dengan tengkorak kepala yang pecah atau dada yang remuk karena pukulan tongkat Agni.


"Booommmm.... Booommmm.... booommmm"


Ternyata tak cukup sampai disitu, beberapa rekan dari kawanan penyerang Agni telah tiba pula di tempat itu.

__ADS_1


"Melarikan diri bukanlah pilihan, mereka pasti akan menemukanku juga" batin Agni. Itu karena ia menyimpan inti Bok Sun He di concin penyimpannya.


Maka hal itu membuat Agni bergerak cepat untuk segera melumpuhkan semua orang yang datang menyeranganya. Dalam beberapa menit, Agni telah melumpuhkan belasan orang yang datang padanya.


"Mereka benar-benar lebih lemah dari hewan iblis alam rendah..hmmm ini aneh sekali" batin Agni membedakan kembali kekuatan orang-orang dari ras hewan iblis yang saat ini dilawannya dengan hewan iblis di alam rendah.


Sebagian besar penyerang meregang nyawa seketika karena menerima pukulan tongkat Agni, satu dua saja yang mungkin pingsan, tapi bisa dipastikan, setidaknya mereka mengalami luka yang sangat serius.


"Gila, berapa banyak mereka mengirim orangnya" batin Agni setelah melumpuhkan belasan orang di luar 5 orang penyerang pertamanya. Rata-rata mereka di ranah Demigod tahap menengah bintang 2 dan 3. Dan serangan pada Agni masih terus berlangsung, namun setiap penyerang hanya datang untuk menyerahkan nyawa mereka pada Agni, karena setiap usai menyerang bahkan sebelum mereka sempat menyerang, rasa sakit yang luar biasa mereka rasakan pada bagian-bagian vital mereka, dan itu menjadi rasa sakit terakhir yang mereka rasakan sebelum nafas mereka benar-benar berhenti.


"Bentuk Formasi....!!!!" Seru seorang yang berada di ranah Demigod tahap akhir yang baru saja sampai beberapa puluh detik di tempat itu, bersama kedua orang lainnya di ranah yang sama. Aura membunuh yang kuat merembes dari tubuh ke tiga orang itu.


Itu adalah Bok Pyong, melihat lebih dari 20 orangnya telah meregang nyawa, ia segera merubah cara untuk melumpuhkan Agni. Ia sadar pemuda yang tengah diburunya itu, meskipun masih berada di ramah Demigod tahap awal bintang 3, namun telah membunuh adiknya juga ketua Sekte Alas Roban.


Agni menghentikan aksinya, saat ini ia telah melayang di tengah kepungan orang-orang yang menyerangnya itu.


"Gawat, formasi bukit barisan, Agni akan dalam masalah" seru seorang yang menyaksikan itu dari jauh.


Adalah Jaya Pamungkas yang tak bisa berbuat apa-apa melihat keadaan Agni sekarang. Ketua Sekte Bukit Embun dan dua tetua utamanya yang berada di ranah yang sama dengan Jaya Pamungkas tengah berada di tempat itu dan turut mengepung Agni. Akan berbahaya jika kehadirannya di sadari oleh orang-orang sekte Bukit Embun.


Sementara itu Agni berkata di tengah kepungan.


"Apa salahku Senior? Kenapa kalian tiba-tiba menyerangku, siapa kalian?" pertanyaan Agni beruntun.


"Jangan berlagak bodoh, aku tak akan meremehkanmu seperti dua orang yang telah kau bunuh itu.... Aku tak akan menutupi diriku, Aku Bok Pyong, ketua Sekte Bukit Embun akan membalas dendam kematian adikku, matilah...!!!" Bok Pyong memberikan serangan jarak jauh kepada Agni, di ikuti Jun Miyo dan Ji Sung. Itu memberi kesempatan pada orang-orangnya untuk membangun formasi bukit barisan.


Agni memang orang baru dalam dunia kultivasi, baru 5 tahun lebih sedikit sejak pertama kali ia berkultivasi. Namun 5 guru Agni adalah orang yang telah hidup ratusan ribu tahun dalam jasadnya, dan lebih sejuta tahun dengan roh mereka. Dan sala seorang gurunya disebut-sebut sebagai master formasi terhebat sepanjang sejarah di masa mereka. Maka buka hal yang asing apa yang dilakukan oleh orang-orang Bok Pyong tersebut.


"Blarr...booom...duaarrr" serangan dari 3 orang yang berada di ranah Demigod tahap akhir buka sesuatu yang bisa diremehkan, ia menghabiskan cukup banyak energi qi untuk menghalau serangan itu.


Agni tak mau terjebak dalam formasi, ia belum mengetahui akibat dari formasi yang dibuat orang-orang Bok Pyong, maka selepas menghalau serangan Bok Pyong, Jun Miyo dan Ji Sung, Agni memutar tubuh sambil mengayunkan tongkatnya.


Puluhan tongkat yang terbentuk dari padatan energi qi melesat menuju orang-orang Bok Pyong yang sedang membangun formasi.


"Boom...boomm..duaarrr"


Bok Pyong, Jun Miyo dan Ji Sung menggeram, mereka telah berusaha menghalau serangan Agni untuk melindungi orang-orangnya dengan perisai energi qi yang mereka ciptakan, tapi itu puluhan tongkat dengan energi yang kuat, meski beberapa dari orang-orang mereka yang membangun formasi masih selamat, tapi lebih dari separuhnya telah terlempar menemui ajal.

__ADS_1


Lanjut di bab berikutnya Kakak...


Tararengkyu sebesar-besarnya untuk yang memberikan Vote, gift, like dan krisannya...


__ADS_2