
"Rrrooooaaaarrrr.....!!!"
"Macan gila, berisik tau...!" Umpat Agni dalam hatinya ketika macan kumbang raksasa itu mengaum keras menghadapnya.
Macan kumbang itu merasa mangsanya berada sangat dekat dengannya, tapi ia tak dapat melihatnya. Instingnya mengatakan, ada sesuatu yang mungkin akan membahayakan dirinya ketika ia sampai di batas formasi yang dibuat Agni, itu sebabnya dia menunggu di atas dahan pohon. Karena macan itu yakin mangsanya berada tidak jauh darinya.
Setelah sekian lama menunggu di atas dahan pohon, macan itu menjadi bosan, itu sebabnya ia mengaum keras ke arah Agni untuk melampiaskan rasa jemunya.
Agni juga merasa jemu, tapi tenaganya sudah pulih, walaupun ia masih ragu karena macan itu berada di ranah Demigod tahap awal.
"Tak mungkin aku terus menunggu"
Agni berpikir keras, bagaimana caranya menghemat tenaga jika harus berhadapan dengan macan raksasa ini. Agni mencoba melangkah mendekati macan yang sedang bertengger diatas dahan pohon sekira tinggi 4 meter. Macam itu bereaksi dan berdiri siaga merasakan ada pergerakan didepannya.
"Rrrooooaaaarrrr"
Jantung Agni berdegup ketika macan itu kembali mengaum keras, namun macan itu tetap berada pada posisinya. Agni kembali melangkah mendekati macan itu dengan siaga penuh, andai tiba-tiba saja macan itu menerkamnya. Namun hingga kaki Agni sampai di batas formasi, macan itu hanya bersiaga tanpa melakukan pergerakan apapun.
"Macan jelek, kita adu kesabaran sekarang" Agni memutuskan menyerang macan itu terlebih dahulu dari pada harus menunggu. Tapi Agni mencari saat yang paling tepat untuk memberikan serangan tiba-tiba dengan kekuatan penuh. Dengan jarak sedekat itu, ia yakin akan serangannya tidak akan sempat dihindari.
1 menit
5 menit
10 menit
20 menit
Macam itu masih siaga.
30 menit
"Sekarang....!!!"
Dengan mengerahkan jurus memukul seribu anjing gila, Agni menyerang macan itu dengan tiba-tiba.
"Boomm..bommm...boomm...boomm..."
Berkali-kali ledakan terdengar ketika serangan Agni memukul macan itu dan membuat dahan tempatnya bertengger ikut hancur pula.
"Rrrooooaaaarrrr....!!!!" Macan itu telah berdiri di atas tanah dan terlihat sangat-sangat marah, ia mengaum lebih keras dari sebelumnya ketika memandang Agni yang kini telah memperlihatkan dirinya. Macan kumbang raksasa itu segera melompat menerjang Agni. Keduanya pun telah saling menyerang dan bertahan.
Agni belum mengetahui apakah serangan tiba-tiba nya tadi memberikan dampak. Tapi melihat kecepatan dan tekanan macan itu tak jauh berbeda dengan kumbang raksasa yang berada di ranah kaisar tahap akhir, membuat Agni yakin serangannya telah berdampak pada macan itu.
Perhitungan Agni memang tepat, Macan kumbang raksasa itu telah menderita luka dalam sehingga ia tak dapat mengerahkan kekuatan dengan sepenuhnya. Setelah bertarung beberapa lama, macan kumbang itupun terlihat semakin kepayahan. Agni tak ingin berlama-lama, sebab ia telah menyadari, isi alam hewan iblis tak hanya macan itu saja. Beberapa saat kemudian, macan itu telah kehilangan nyawa ketika tongkat Agni menembus tengkorak kepala macan itu.
__ADS_1
Hal yang sama ia alami ketika sebuah aura gelap kembali merasuk tubuhnya, namun kali ini Agni pasrah tak melawan, ia sedikit menyadari itu akan sia-sia.
Agni membelah tubuh macan raksasa itu, ia dapati inti hewan berada di tengah dadanya, agak lebih besar dari pada inti kumbang yang dibunuh Agni sebelumnya.
"Aku akan menyerapmu nanti, inti hewan ranah Demigod... Hmmm" batin Agni. Kemudian ia memasukkan inti dan bangkai macan itu kedalam cincinnya.
Agni merasa formasi sebelumnya tidak terlalu berguna. Ia kemudian mengeluarkan beberapa batu roh tingkat tinggi dan beberapa rune. Dengan beberapa gerakan tangan, batu-batu roh dan rune itu menyebar belasan meter di sekelilingnya, membentuk sebuah pola kuno. Dengan mengerahkan sejumlah besar energi qinya, Agni membangun formasi perlindungan gunung.
"Dengan begini, ranah Demigod tahap akhir juga belum tentu bisa menembusnya" batinnya.
Tapi pembuatan formasi perlindungan telah memakan lebih dari 75% qi yang agni milikki.
"Tak masalah, keamanan nomer satu, aku akan melanjutkan menyerap inti kumbang itu"
Empat jam kemudian Agni telah menyerap habis inti hewan milik kumbang tanduk raksasa. Agni merasakan peningkatan yang cukup signifikan. Titik qi nya juga telah bertambah 5 titik, titik qi agni sekarang menjadi 35 titik.
"Luar biasa..." Batin Agni mengagumi kekuatan barunya.
Agni mengeluarkan bangkai macan kumbang, ia tahun daging hewan itu akan memberi manfaat baginya, lagian perutnya juga terasa lapar. Agni mengeluarkan tungku dari cincin penyimpanannya juga beberapa bumbu-bumbu masakan yang telah ia siapkan. Ia memotong sebagian daging macan dan mengembalikan sisanya kedalam cincin, kemudian segera mengolah daging macan itu.
Agni memasak daging macan itu dengan api yang dimilikinya dan ketrampilan memasak yang semakin mahir dari sebelumnya. Setengah jam kemudian masakan daging macan itu telah siap.
"Hmmm... Tak percuma aku belajar memasak... Xixixixi"
"Daging ini rasanya nikmat sekali, jauh lebih sedap dari pada daging biasa"
Setelah makan, beberapa saat kemudian Agni memejamkan matanya untuk beristirahat.
Krik...krik...krik...krik....
Tak terasa, hari telah menjadi pagi. Hanya sekejap saja Agni memejamkan mata. Saat kesadarannya telah penuh kembali, ia merasakan aura beberapa hewan iblis disekitar formasinya.
"Beruntung aku tak terlambat membuat formasi ini. 5 aura ranah kaisar tahap menengah, mereka pasti sekelompok hewan yang sama"
Meskipun Agni belum pernah melihat hewan buas pada saat di dunia luar, namun ia memahami sifat-sifat hewan itu tak jauh berbeda. Pada umumnya, hewan-hewan itu pasti akan berkumpul dengan sejenisnya.
Agni mengerahkan kekuatan spiritualnya untuk melihat ke sekelilingnya. Setelah menyerap habis inti hewan iblis ranah kaisar tahap menengah, kemampuan penglihatan spiritualnya meningkat hingga 500 meter jauhnya. Penglihatan Agni menemukan 5 ekor hewan sejenis serigala berwarna biru yang berjalan mengendap menuju lokasi Agni berada.
Serigala itu seukuran dengan macan kumbang yang dibunuh Agni semalam. Mereka juga memiliki tanduk di tengah kepalanya. Saat telah berada di garis batas formasi yang Agni bangun, 5 ekor serigala itu berhenti. Seperti halnya macan kumbang, seolah hewan itu bisa merasakan dinding pembatas yang dibangun Agni.
"Sebenarnya apa maksud pemilik suara itu membawaku ke tempat ini?"
"Ah sudahlah, Aku harus meningkatkan kultivasiku, untuk bisa bertahan di alam ini"
Agni mengeluarkan Inti hewan macan kumbang. Dengan segera ia menyerap inti hewan iblis itu. Beberapa kali kawanan serigala itu mencoba melewati dinding pembatas dari formasi yang Agni buat, namun kelima ekor serigala dibuat putus asa untuk menembus dinding itu, karena setiap kali mereka membentur dinding itu, tubuh mereka bagai tersengat listrik dan terlempar mundur beberapa meter.
__ADS_1
Pada saat tengah hari, Agni telah berhasil menyerap separuh bagian dari inti hewan itu, ia merasakan sensasi yang sama saat menerobos ranah kultivasi sebelumnya.
"Wuuussshhh" ledakkan energi qi dari dalam dantian Agni merembes keluar dari tubuhnya, membuat dedaunan berterbangan berputar-putar didalam formasi yang Agni bangun. Agni telah mencapai Ranah kaisar tahap akhir, selangkah lagi ia akan menorobos ke ranah Demigod tahap awal.
"Luar biasa, baru perbandingan kekuatan di tingkat ranah saja sudah seperti ini, aku harus menerobos ranah Demigod"
Kata Agni merasakan kekuatan barunya. Ia pun melanjutkan untuk menyerap inti hewan iblis itu. Hingga sore hari, barulah Agni menyerap habis inti hewan iblis itu.
"Booommm...."
Bukan hanya sekedar hembusan angin, kali ini timbul ledakan kecil akibat gejolak ledakan pada dantiannya. Keringat Agni berkucuran, kental kehitaman.
"Aku berhasil menembus ranah Demigod tahap awal" batinnya.
Agni melanjutkan meditasinya untuk menata pondasi kultivasi barunya hingga beberapa saat kedepan.
"Luar biasa, badanku terasa ringan sekali, kekuatan ini, berkali lipat diatas ranah kaisar"
Kemudian Agni memeriksa kemampuan apa saja yang mengalami peningkatan. Kekuatan jiwa dan kekuatan spiritual mengalami peningkatan, kualitas otot dan tulangnya masih dalam tingkat yang sama meski terasa semakin kokoh.
Pendengaran menjadi semakin tajam, penglihatan spiritualnya masih dalam jarak yang sama yaitu sekitar 500 meter saja. Jangkauan kekuatan spiritual untuk merasakan aura kultivasi orang atau hewan yang lainnya meningkat hingga 200 meter lebih. Kemampuan menyerap qi menjadi 5 kali lipat lebih cepat, Titik qi meningkat menjadi 60 titik qi.
Bahkan Agni telah memiliki kemampuan untuk memadatkan energi qi yang berasal dari dalam tubuhnya untuk membuat bentuk sesuai keinginannya. Dan terakhir, Agni telah memilikki kemampuan untuk terbang.
"Walau aku belum tahu maksud pasti pemilik suara itu, namun sepertinya ia bermaksud baik dengan membawaku ke tempat ini" katanya dalam hati.
Ketika Agni telah menyadari keadaanya, ia tak lagi melihat sekawanan serigala yang tadi berada di sekitar formasinya.
"Uuhhh... Badanku bau sekali, aku harus mandi"
"Sekalian mencoba kemampuan terbangku" pikirnya.
Agni keluar dari formasinya, tetap dengan menjaga kewaspadaan dan menyembunyikan auranya.
"Wusshhh"
Agni melayang di udara setinggi 5 meter. Karena masih asing dengan kemampuan barunya, Agni berusaha untuk menyesuaikan diri. Setelah berputar dan bergerak ke berbagai arah untuk beberapa saat, ia pun mulai terbiasa.
Kemudian Agni melihat dengan kekuatan spiritualnya. Hingga 500 meter ke sekelilingnya, Agni tak melihat adanya sumber air. Karena belum mengetahui arah mata angin di tempat itu, ia pun melaju terbang ke sembarang arah.
Diperjalanan, ia melihat beberapa hewan iblis, tapi Agni tak ingin membuat masalah karena ingin segera membersihkan tubuhnya, ia memilih untuk menjauhi tempat-tempat hewan itu berada.
Setelah hampir setengah jam melayang dan hari hampir senja, akhirnya ia menemukan sebuah kolam dengan luas sekitar 20 meter persegi. Setelah memastikan keadaan aman, Agni turun ke sumber air itu dan mandi di dalamnya.
"Bahkan air disini pun luar biasa, buka hanya segar sekali, energi qi dalam air ini pun terasa lebih pekat"
__ADS_1
Dalam sekejap qi yang digunakan Agni untuk terbang telah terisi penuh setelah memasuki kolam itu. Kemudian Agni menyelam lebih dalam. Setelah menjadi kultivator, menyelam didalam air dengan waktu yang lama bukanlah suatu masalah, apalagi saat ini Agni berada di ranah Demigod, berjam-jam pun tak menjadi soal.
Walaupun tidak luas, ternyata sumber air itu cukup dalam. Dan semakin dalam, energi qi di kolam itu semakin pekat. Karena penasaran, Agni terus menyelam menuju dasar kolam air itu.