Pendekar Tongkat Pemukul Anjing

Pendekar Tongkat Pemukul Anjing
Ep 52 - Racun Dunia?


__ADS_3

Pertunjukkan keahlian Ayu Wilis membuat pil awet muda dan pil penempa tulang tingkat langit bintang 3 telah membuat semua yang ada diruang itu berdecak kagum, apalagi ranah alkemis Ayu Wilis baru di tanah Alkemis Guru bintang 2, namun bisa membuat pil langit bintang 3.


Pai Su Cen berbinar-binar matanya menyaksikan aksi Ayu Wilis. Saat ini, Pai Su Cen telah menggantikan posisi Wiraja sebagai Tetua Alkemis, dan baru beberapa bulan lalu ia menerobos ke ranah alkemis Master bintang 1. Pai Su Cen menilai, dengan usia Ayu Wilis yang masih sangat muda, dia masih bisa berkembang lebih jauh, itu akan membawa keuntungan besar bagi Sekte Tapak Macan.


Pai Su Cen berniat akan mengangkat Ayu Wilis menjadi muridnya dan mengajaknya tinggal di pondok Alkemis Sekte Tapak Macan. Meskipun saat ini pondok alkemis sekte tapak macan masih kekurangan sumber daya tanaman herbal.


"Tuan Yuen juga mengatakan padaku bahwa Sekte Tapak Macan kekurangan sumber daya tanaman herbal, sebenarnya kenapa bisa begitu Tuan Besar?" Tanya Agni yang masih bingung kenapa kondisi Sekte Tapak Macan berbeda jauh dengan sekte lainnya berkenaan dengan tanaman herbal itu.


Pertanyaan Agni itu justru di jawab panjang lebar oleh Jaya Pamungkas.


Sekte Tapak Macan terdiri dari puluhan klan. Itu sama saja dengan sekte-sekte lainnya. Tatanan hidup didalam sekte tak jauh beda dengan kota jika itu sebuah sekte besar, dan jika itu sekte kecil, bisa disetarakan dengan sebuah desa, sedangkan sekte menengah berada diantara keduanya.


Bagaimana sekte itu bekerja juga tak jauh berbeda dengan bagaimana sebuah kota bekerja. Setiap klan yang menjadi anggota sekte, mendapat perlindungan dari sekte yang di ikutinya, tentunya mereka mempunyai kewajiban timbal balik sebagai warga sekte dengan semacam pajak atau hal-hal yang lainnya.


Pasar adalah poin penting yang menjadi roda perputaran kekuatan sebuah sekte. Baik itu sebuah kekuatan fisik orang per orang dalam setiap klan yang menjadi anggota sekte, maupun kekuatan finansialnya.


Lantas apa hubungan kekuatan fisik dan kekuatan finansial? Sekuat apapun sebuah sekte, tanpa regenerasi dari bakat-bakat muda, itu akan menuntun sekte pada kemerosotan. Bagaimana itu bisa terjadi, tentunya karena kurangnya sumber daya.


Di dunia kultivasi, sumber daya adalah segala-galanya. Mungkin seorang kultivator bisa mengembangkan kekuatannya tanpa terlalu bergantung pada sumber daya, namun itu terjadi sangat sedikit sekali, satu banding seribu atau bahkan bisa lebih dari itu.99% sisanya, itu sangat bergantung pada sumber daya.


Sekte Tapak Macan merupakan sekte yang besar, namun sayangnya sangat kekurangan dengan sumber daya, dalam hal ini adalah tanaman herbal. Selama perjalanannya, sekte Tapak Macan sangat bergantung pasokan tanaman herbal dari Sekte Alas Roban. Itu karena sangat susah mendapatkan bibit-bibit tanaman herbal yang dibutuhkan.


Adalah Wiraja yang menjadi sorotan warga sekte Tapak Macan. Memang siapapun mengetahui bahwa karena Wiraja lah sekte Tapak Macan dapat bekerja sama dengan Sekte Alas Roban, hingga dapat membesarkan sekte Tapak Macan yang kemudian dapat menjadikan posisi 2 teratas di 6 besar sekte Kekaisaran Yun. Namun entah apa yang menjadi penyebabnya, sejak Wiraja menikah, Sekte Alas Roban mengurangi pasokan tanaman herbalnya pada sekte tapak Macan.


Tahun demi tahun bakat-bakat baru semakin merosot. tak pernah lagi murid-murid sekte tapak Macan memenangkan turnamen-turnamen kultivator muda. Itu sangat berpengaruh pula pada penghasilan Sekte.


Penghasilan dari paviliun obat, baik yang berada di internal sekte maupun di beberapa kota semakin terjun bebas. Banyak murid atau klan yang keluar dari sekte karena sulitnya mencari sumber daya untuk meningkatkan kekuatan, sehingga mereka memilih memasuki sekte-sekte lainnya.

__ADS_1


Dan puncaknya adalah saat Wiraja menyinggung Kaisar Yun Xie Zhu dengan mematahkan lengan pangeran Yun Sheng hanya demi seorang pelayan. Setelah eksekusi hukuman pada Wiraja dilakukan. Seketika itu pula Sekte Alas Roban membuat keputusan yang menggemparkan dengan memutus hubungan kerja sama dengan Sekte Tapak Macan.


Sekte Tapak Macan tak bisa berbuat banyak, apalagi sekte Alas Roban telah menjalin hubungan dengan sekte Rubah Salju, Sedangkan sekte Rubah Salju berhubungan baik dengan sekte Beruang Emas. Sehingga tak mungkin memberikan tekanan pada Sekte Alas Roban, karena itu sama saja dengan melawan tiga sekte. Sejak saat itulah kedudukan sekte tepak macan di 6 sekte besar kekaisaran Yun semakin tersingkir. Dan naasnya, Ayu Wilis yang harus menanggung beban kesalahan yang tak pernah dibuatnya.


"Dulu Sekte Cahaya Matahari dan sekte Mahkota Gajah mempunyai hubungan cukup baik dengan sekte Tapak Macan, sehingga baik Lin Mewu maupun Xiao Dan tak berani mengganggu hubungan Sekte Tapak Macan dengan Sekte Alas Roban" terang Jaya Pamungkas.


"Jika begitu, mungkin aku mengetahui penyebab sekte Alas Roban berani memutuskan hubungan dengan Sekte Tapak Macan, cara kasar mungkin tidak berani mereka lalukan Tuan, tapi bagaimana dengan cara ini?" kata Agni, kemudian mengeluarkan beberapa lembar kertas dari cincin penyimpanannya dan diberikan kepada Jaya Pamungkas.


Setelah beberapa saat membaca surat itu, Jaya Pamungkas mengepalkan tangan dan menghela nafas, surat itupun di edarkan ke seluruh Tetua yang ada disitu. Itu adalah surat cinta milik Wira Satriaji dari Lin Mewu.


"Baiklah... Para Tetua, aku akan bercerita, ada bagian yang mungkin kalian belum mengetahuinya. Puluhan tahun lalu, aku masih begitu muda ketika memulai pengembaraan dengan Wiraja. Tanpa Wiraja aku benar-benar bukan apa-apa. Ia berkali-kali telah menyelamatkan aku"


"Pada suatu kali saat tanah suci Huako dibuka, disanalah kami bertemu Lin Mewu. Tanah Suci Huako adalah situs kuno yang dibuka tiap 100 tahun sekali, banyak sekali kultivator dari seluruh kekaisaran di alam tengah hewan iblis yang mendatangi tanah suci itu untuk mendapatkan warisan sumber daya darinya, baik artefak, tanaman herbal, maupun harta-harta spritual lainnya"


"Seperti halnya dimanapun itu, yang kuat akan menindas yang lemah, begitu pula di tanah suci itu, kalau bukan karena pertolongan Wiraja, tentunya Lin Mewu pun juga sudah menjadi mangsa kultivator lainnya karena sumber daya yang ditemukannya. Itu hanya karena Lin Mewu berasal dari Kekaisaran yang sama dengan aku dan Wiraja. Aku tak tahu pasti harta apa yang didapatkan Lin Mewu. Yang pasti, sejak itulah kami jadi akrab dan melanjutkan pengembaraan bertiga"


"Pada akhirnya kami selesai dengan pengembaraan dan kembali ke sekte masing-masing, Lin Mewu masih menyimpan perasaannya pada Wiraja, dan mengucap janji akan memenangkan hati Wiraja itu"


"Bertahun-tahun kemudian seperti yang kalian tahu, leluhur mewariskan aku sekte ini. Gao Yuan, Aryasena, tentu kalian masih ingat bagaimana perjuangan kita membesarkan sekte ini bersama Wiraja" lanjut Jaya Pamungkas yang di jawab oleh Gao Yuan dan Aryasena dengan anggukannya.


"Tidak kurang 20 tahun akhirnya kita bisa membesarkan sekte ini hingga dikenal diseluruh Kekaisaran Yun." Kenang Jaya Pamungkas.


"Kemudian, 20 tahun lalu,diusianya yang telah lebih dari 50 tahun Wiraja memutuskan untuk menikahi Tetua Ling Hua "


*Pernikahan kultivator di usia 50-60-70 bukanlah hal aneh, karena di usia itu, seorang kultivator yang kuat terlihat jauh lebih muda dari usianya. Sedangkan masa mudanya lebih banyak digunakan untuk mengembara meningkatkan pengalaman dan kekuatannya, sehingga banyak sekali para kultivator kuat yang baru menikah di usia lebih dari 40 atau 50 tahun.


"Lin Mewu yang saat itu telah diangkat menjadi pewaris Sekte Rubah Salju, begitu marah mendengar kabar tentang pernikahan Wiraja, sejak saat itulah benih-benih kebencian sekte Rubah Salju terhadap Sekte Tapak Macan muncul, apalagi ketika Lin Mewu resmi menjadi Ketua Sekte Rubah Salju"

__ADS_1


"Andai bukan karena Wiraja dan hubungan baik kami saat mengembara, aku begitu ingin melu mat polah Lin Mewu itu ketika mulai memprovokasi kita"


"Kemudian sejak kelahiran Ayu Wilis lah sekte Alas Roban sedikit demi sedikit mengurangi pasokan Tanaman herbalnya, awalnya kami tak menyadari penyebabnya, hingga pada 3 tahun berikutnya, semua telah menjadi lebih berat ketika sekte Alas Roban menjalin hubungan dengan Sekte Rubah Salju dan Sekte Beruang Emas. Dengan surat yang kau tunjukkan ini Agni, aku baru mengetahui penyebab pastinya Sekte Alas Roban berani memutus hubungan dengan Sekte Tapak Macan" pungkas Jaya Pamungkas.


Mendengar cerita itu, beberapa tetua mengepalkan tangan atas kelicikkan Lin Mewu. Mereka tidak menyangka penyebab utama bencinya Sekte Rubah Salju yang kemudian menjadi sebab merosotnya Sekte Tapak Macan hanya karena patah hatinya seorang wanita.


Itu menjadikan pertanyaan di hati semua orang yang ada di ruangan itu.


Apakah memang benar kata Changcuters?


Wanita Racun Dunia.


Tentunya itu tak sepenuhnya benar, seperti kata bang Haji,


Setiap keindahan


Perhiasan dunia


wanita yang saleha


Perhiasan terindah


eh... maksa bener... 😅


_________________________


...Maaf readers sekalian, edisi romadhon, mungkin hanya bisa sehari sekali saja post update, atau mungkin 2 hari sekali, namun jika senggang, Author akan usahakan untuk tetap post 2 bab....

__ADS_1


...Vote, Rate, Like, Gift, Share and Krisan kalian sangat berarti untuk author. Lup U Pull...


__ADS_2