
Gao Yuan adalah tetua pertama yang mengepalai divisi penegak hukum di Sekte Tapak Macan. Semua yang berurusan dengan pelanggaran hukum-hukum sekte, akan menjadi tanggung jawabnya. Dia adalah Hakim Bao-nya sekte Tapak Macan.
Aryasena dan Jun Kyo, tetua ke 3 dan ke 5 yang bertanggung jawab atas urusan administrasi seluruh anggota sekte, tak ada satupun hingga level cleaning service yang lepas dari data sensus kedua orang itu. Mereka juga merangkap sebagai bendahara satu dan bendahara dua sekte tapak macan.
Kemudian Iko Uwais dan Amigo tetua ahli beladiri, keduanya adalah orang yang bertanggung jawab atas Rumah Kitab Sekte Tapak Macan.
Vincent menjadi humas Sekte Tapak Macan, ini sangat penting bagi sekte untuk hubungan dunia luar. Dia adalah orang yang paling ahli dengan ilmu lambe turah, sehingga sangat handal untuk urusan lobi-melobi. Apalagi didukung dengan parasnya yang oriental dan namanya yang kebarat-baratan.
Pai Su Cen, tetua ke 7 yang menggantikan posisi Wiraja sebagai Tetua alkemis, kerena begitu cintanya dengan dunia alkemis, Pai Su Cen menetap di pondok Alkemis dan tidak mau menempati villa anggrek bambu. Dia merasa masih belum bisa disetarakan dengan Wiraja, sehingga tak bersedia menempati Villa Anggrek Bambu, apalagi masih ada Ayu Wilis yang secara sah masih memilikki hak atas villa itu.
Hui Ja, tetua ke 8 yang bertanggung jawab atas aula harta sekte tapak macan, itu adalah tempat dimana sumber daya dan senjata diperjual belikan di dalam sekte itu.
Dan terkahir adalah Angelina, yang memilikki nama lengkap Angelina Jolie. Berdua dengan Samijan, mereka adalah tetua yang paling ahli di bidang persenjataan. Selain senjata, Angelina Jolie juga dikenal memilikki keahlian memasak tingkat tinggi di Sekte Tapak Macan, itu membuat Agni menjadi penasaran. Tentunya akan berguna pula bagi rencananya kedepan.
Total tetua sekte saat ini tinggal 57 saja, selain ke sepuluh tetua yang saat ini berada di kediaman Jaya Pamungkas, semuanya bekerja di seluruh wilayah sekte yang total anggotanya saat ini tinggal 12345 jiwa saja. Itu sudah berkurang 40% dari sebelumnya. Selain bekerja di wilayahnya masing-masing, mereka juga di bebani tugas untuk membantu tetua yang sepuluh dalam berbagai hal.
Jaya Pamungkas sendiri, sebagai orang tertinggi di sekte Tapak Macan bertugas sebagai tukang tanda tangan dan pengambil kebijakan. Sedangkan leluhur Sekte sebagai orang terkuat di sekte, telah melakukan pengasingan diri.
Saat seorang kultivator telah memutuskan untuk menerobos ranah SoulGod, maka segel langit akan mengurungnya dalam pengasingan. Satu-satunya jalan untuk keluar dari segel langit itu, adalah dengan menerobos ranah SoulGod tahap awal bintang 2, itupun dia harus naik ke alam tinggi.
Di alam tinggi, dia hanya akan bisa kembali ke alam tengah saat telah Menerobos ke ranah SoulGod tahap menengah bintang 3 dengan konsekuensi yang sangat berat. Ranah kultivasinya akan turun hingga 5 tingkat kembali ke Ranah SoulGod tahap awal bintang 1. Dan saat dia kembali ke alam tengah, dia hanya mempunyai waktu 6 bulan saja sebelum segel langit kembali menariknya ke pengasingan. Karena itulah hampir tidak ada leluhur yang bersedia untuk kembali ke alam tengah jika tidak benar-benar darurat.
__ADS_1
Lalu, bagaimana bisa ada daging ataupun inti hewan iblis alam rendah yang bisa beredar di alam tengah. Seperti halnya tanah suci Huako, portal ke alam rendah akan terbuka, namun dengan jarak waktu yang jauh lebih pendek, ia akan terbuka setiap 5 tahun sekali. Tanpa melewati portal itu, mereka akan dikembalikan ke bentuk hewan iblis seperti yang di alami oleh Wiraja.
Meskipun begitu, tidak banyak yang berani pergi ke alam rendah karena resikonya terlalu besar. Seperti yang di ketahui, dan telah dibuktikan sendiri oleh Agni yang telah melawan tiga orang sekaligus yang berada diranah Demigod tahap akhir, mereka tidak lebih kuat dari hewan iblis yang berada diranah Kaisar tahap akhir atau bahkan tahap menengah. Mereka harus bekerjasama untuk dapat berburu hewan iblis di alam rendah.
Selama ini, hanya pihak kekaisaran yang mempunyai cukup banyak orang yang berada di ranah Demigod tahap akhir yang rutin pergi ke alam rendah setiap 5 tahun sekali. Itu harus dilakukan oleh kekaisaran demi mendapatkan kekuatan untuk dapat mengendalikan rakyat Kekaisaran Yun yang terdiri dari banyak sekte beladiri.
Akan tetapi tetap ada saja selain pihak kekaisaran yang pergi ke alam hewan rendah, merekalah kumpulan kultivator bebas yang memang justru mengandalkan hal tersebut untuk dapat bertahan hidup di tengah persaingan alam tengah hewan iblis. Namun sekali lagi, mereka harus membayar mahal setiap kali pergi ke alam rendah hewan iblis.
Meskipun sekumpulan kultivator itu mempunyai cukup kekuatan untuk dapat pergi ke alam rendah, tapi mereka berdiri di atas kepentingan masing-masing dan juga orang yang tidak suka terikat dengan peraturan-peraturan sekte. Mereka akan saling bertemu saat portal akan terbuka, dan berpencaran kembali setelah keluar dan membagi rata hasil buruan mereka. Tentunya jumlah mereka saat berangkat ke alam rendah hewan iblis menjadi jauh berkurang saat mereka kembali ke alam tengah.
Agni hanya menggelengkan kepala saja mendengar semua penjelasan itu, informasi yang dia dapatkan dari Fang Yuen belum selengkap itu, meskipun Fang Yuen dalam kedudukannya di asosiasi Bintang Mayora mengetahui hal tersebut, namun hanya karena waktu yang membuat Agni belum mendapat informasi itu.
"Jika memang benar ada banyak alam di seluruh galaxi, apakah seperti alam ini pula tatanan di alam yang lainnya... Hmmm... Aku harus banyak bertualang untuk dapat membuktikan dengan mata kepalaku sendiri" batin Agni.
"Maaf Tuan Besar dan para Tetua, kadatanganku ke tempat ini bukan untuk melambungkan namaku, cukup Tuan Besar dan Tetua yang sepuluh saja yang mengenali diriku sebenarnya, aku tidak bisa menunjukkan diriku di hadapan semua Tetua Sekte" Agni menolak rencana Jaya Pamungkas untuk mempertemukan dirinya dengan semua Tetua Sekte Tapak Macan.
Ketua Sekte Tapak Macan itu berniat untuk menghilangkan keraguan para Tetua sekte yang lainnya terhadap pemuda yang dia bilang akan memberikan bantuan pada Sekte Tapak Macan, dengan begitu, mereka akan lebih bekerja dengan sebenarnya demi bertahannya Sekte Tapak Macan di antara Sekte besar Kekaisaran Yun.
"Ada seorang yang seharusnya mendapatkan tempat itu Tuan Besar, itu akan memperbaiki kedudukan orang itu di mata sekte, meski itu butuh waktu dan beberapa usaha" Kata Agni kemudian, sementara Ayu Wilis memahami siapa yang dimaksudkan oleh Agni tersebut, beberapa tetua juga telah menebaknya, termasuk Jaya Pamungkas sendiri.
Namun itu semua membuat dada Ayu Wilis bergetar, ia tidak bisa membayangkan bagaimana menghadapi cemoohan tetua dan anggota sekte dengan rencana Agni itu. Titik-titik keringat dingin tanpa ia sadari berembun di dahinya.
__ADS_1
"Apakah maksudmu Ayu Wilis? Maaf Agni, mungkin aku telah membuat langkah yang salah tanpa persetujuanmu merencanakan pertemuanmu dengan semua Tetua. Tapi... Jika benar Ayu Wilis yang kau maksudkan, aku khawatir itu justru akan mengecilkan mental para tetua" Kata Jaya Pamungkas.
"Tuan Besar benar adanya Tuan Muda, apakah Tuan Muda benar-benar tidak bersedia menemui para Tetua?" Gao Yuan menambahkan.
"Aku juga sependapat dengan Tuan Besar, itu bukan hal yang mudah Tuan Muda" imbuh Aryasena pula.
Berbeda dengan ketiga orang itu, Pai Su Cen justru menilai itu adalah kesempatan bagi Ayu Wilis.
"Maaf Tuan Besar, dengan kemampuan Ayu Wilis sekarang, siapa yang akan berani meremehkannya? Aku mendukung ide Tuan Muda Agni, dan sama sekali aku mengutarakan maksudku, maaf bila melangkahi Tuan Besar dan Tetua sekalian, aku Pai Su Cen, Tetua Alkemis Sekte Tapak Macan, berniat mengangkat Ayu Wilis sebagai muridku, apa engkau bersedia Ayu Wilis?" kata Pai Su Cen yang mengejutkan semuanya.
Namun itu juga melegakan, dengan begitu, siapa yang berani mengganggu Ayu Wilis untuk selanjutnya, sedangkan dengan apa yang dimiliki Ayu Wilis sekarang, mereka harus memperhitungkan berkali-kali jika ingin mengganggunya, apalagi jika berstatus murid Tetua Alkemis.
"Tetua Pai Su Cen memang pintar mengambil kesempatan, akupun sebenarnya berniat untuk mengambil Ayu Wilis sebagai murid, namun aku memang setuju jika Ayu Wilis menjadi murid Tetua Pai Su Cen, saat ini kemampuan alkemis memang sangat dibutuhkan oleh Sekte, Aku Iko Uwais sebagai tetua beladiri, setuju dan mendukung Tuan Muda Agni dan Tetua Pai Su Cen" imbuh Iko Uwais yang ternyata juga tertarik dengan kemampuan Ayu Wilis untuk menjadikannya murid.
Tak hanya Iko Uwais, ternyata Angelina Jolie, Samijan dan Amigo juga setuju dan mendukungnya. Sebelum yang lain angkat bicara lagi, Jaya Pamungkas mendahului.
"Baiklah, jika memang begitu, aku pun merasa itu juga langkah yang benar, bagaimana Wilis? Apakah kau bersedia menjadi murid Tetua Pai Su Cen" tanya Jaya Pamungkas.
Ayu Wilis telah mengenal Pai Su Cen sebelum pergi dari sekte, dia adalah rekan ayahnya dalam barisan para alkemis di Sekte Tapak Macan, dan kini Pai Su Cen pula yang ternyata menggantikan posisi ayahnya, maka tanpa ragu Ayu Wilis maju berdiri di hadapan Pai Su Cen dengan menunduk.
"Murid memberi hormat pada Guru" kata Ayu Wilis, kemudian ia bersujud tiga kali dihadapan Pai Su Cen sebagai tanda hormat murid kepada Gurunya.
__ADS_1
Semua orang memberikan selamat pada Pai Su Cen karena telah memilikki murid. Pai Su Cen juga begitu senang akan hal itu, inilah untuk pertama kalai ia memilikki murid utama yang sesuai, bahkan melebihi harapannya. Itu juga membuat Agni tersenyum dan merasa lega.
"Rencana selanjutnya harus segera dilakukan..." Batin Agni.