
"Aku telah menerima informasi dari petugasku, namun aku mohon maaf sebelumnya, jika Tuan Muda hanya bercanda saja, Tuan Muda mengerti konsekuensinya" Kata Fang Yuen dengan menekan nada suaranya.
Mengingat seorang ranah Demigod tahap akhir mengawasinya, Agni dengan cepat bisa menilai keadaan. Peringatan Fang Yuen bukan ancaman kosong belaka. Namun Agni juga harus menunjukkan bahwa dia patut diperhitungkan.
"Aku mengerti Tuan Fang, sebaliknya, Tuan Fang juga harus mengerti akibatnya jika aku tak kembali" ujar Agni.
"Haha... Aku mengerti Tuan Muda, tenang saja, Balai Lelang Pucuk Harum ini di bawa kendali Asosiasi Bintang Mayora, selama ratusan tahun telah dikenal sebagai organisasi netral paling profesional di kekaisaran Yun. Tuan Muda tidak perlu khawatir" jelas Fang Yuen.
"Baiklah Tuan Fang, apa yang bisa kudapatkan dengan pil ini?" Ani mengeluarkan sebuah Pil Bunga Biru yang telah ia letakan dalam kotak khusus penyimpanan pil tingkat tinggi kemudian menaruh pil tersebut di atas meja.
"Wuzzhh" sebuah aura kuat menyelimuti ruangan itu saat Fang Yuen membuka kotak pil.
"Luar biasa, ini Pil yang sangat langka di kekaisaran Yun" kata Fang Yuen setelah memeriksa pil tersebut.
"Kami menawarkan dua cara Tuan Muda, cara pertama, kami beli Pil ini dan berapapun keuntungan lelang akan sepenuhnya menjadi milik kami"
"Cara kedua, dengan sistem bagi hasil, kami akan lelang pil ini secara langsung. 20% hasil lelang menjadi hak kami, silahkan tuan muda Agni memilih" terang Fang Yuen.
"Baiklah Tuan, aku memilih cara yang kedua" Agni memilih cara yang kedua, karena ia tahu, jika pil itu terjual dengan harga tinggi, akan lebih menguntungkan menggunakan sistem bagi hasil.
"Baiklah Tuan Muda, pil ini akan kami lelang hari ini juga di Ruang Platinum, beberapa saat lagi acara itu akan segera dimulai, ini kartu VVIP ruang Platinum, kartu ini kami hadiahkan untuk orang yang melelang harta bernilai tinggi. Silahkan ikuti Nona Fang Zizi yang akan mengantarkan Tuan ke ruang Platinum"
Kata Fang Yuen sembari memberikan kartu VVIP tersebut.
"Baiklah, terima kasih Tuan Fang" Agni dan Harjaya berdiri kemudian melangkah mengikuti wanita bernama Fang Zizi, orang yang sama dengan yang menjemput Agni di ruang tunggu.
Beberapa saat kemudian, Agni dan Harjaya telah sampai di ruang Platinum.
"Silahkan Tuan Muda, semoga tuan muda menikmati acara pelelangan Platinum ini, Fang Zizi mohon diri" ujar wanita itu.
"Terima kasih Nona Fang Zizi, Silahkan" balas Agni.
Ruang itu memiliki 16 ruang yang terbagi dalam 2 lantai. Lantai 1 untuk kelas VIP dan lantai 2 untuk kelas VVIP. Keduanya mempunyai fasilitas yang berbeda. Setiap sisi berisi 4 ruangan yang bersekat-sekat untuk pembatas tiap-tiap ruangan. Sementara sisi ruangan yang menghadap ke tengah ruangan tempat panggung barang lelang, masih tertutup tirai. Agni mendapat ruang di lantai 2.
__ADS_1
Baru saja Agni duduk, cahaya lampu dalam ruang itu menjadi redup sekali dan menyamarkan pandangan mata. Sebuah papan bertangkai yang berada di meja terlihat menyala kehijauan, bertuliskan angka 8, itu adalah nomor peserta Agni.
Tirai ruangan tiba-tiba saja terbuka, kini Agni dapat melihat semua ruangan telah terisi penuh dengan cahaya lampu yang remang-remang. Namun mata Agni yang tajam, dapat melihat dengan jelas semua peserta lelang yang semuanya mengenakan topeng, kecuali pengunjung di ruang sebelahnya, karena terhalang oleh pembatas ruangan. Akan tetapi, andai Agni mengerahkan penglihatan spiritualnya, bukan hal sulit untuk melihat orang yang ada di ruangan sebelahnya itu. Namun Agni tak melakukannya.
Semua peserta berada di ranah Demigod tahap menengah, setidaknya paling rendah di antara mereka berbintang 1. Itu menunjukkan bahwa mereka bukan peserta sembarangan. Selain memilikki kekayaan, tentunya memilikki latar belakang yang kuat pula, entah itu sekte besar atau utusan kerajaan.
Lampu sorot menyala terang menyinari tengah ruangan. Sebuah pintu yang berada di lantai terbuka, seorang wanita yang tak kalah cantiknya dengan Fang Zizi, keluar dari dalam pintu yang baru saja terbuka, bersama dengan lantainya yang terangkat pula menjadi sebuah panggung di tengah ruangan. Wanita itu mengenakan gaun berwarna hijau bermotif dedaunan.
Wanita itu memberikan sambutan kemudian kembali membacakan beberapa peraturan dan tata cara lelang di ruang Platinum. Menurut wanita pembawa acara, peraturan itu sedikit berbeda dari ruang lelang yang lainnya.
"Baiklah Tuan dan Nona sekalian, kita mulai barang berharga pertama yang dilelang hari ini!" setelah pemandu lelang selesai bicara, sebuah meja berukuran 1x2 meter muncul dihadapannya dengan sebuah benda yang tertutup kain berwarna hijau di atas meja tersebut.
"Sebuah baju armor dari kulit buaya iblis berusia sepuluh ribu tahun yang telah dimurnikan, open bit 100 ribu koin emas, setiap bit bernilai 5 ribu koin dan berlaku kelipatan" kata pemandu lelang. Sambil membuka kain penutup benda itu. Ternyata kain itu bukan kain biasa, karena saat pemandu melepas kain itu, sebuah aura terpancar dari baju armor kulit buaya tersebut.
Sementara, Agni terkejut mendengar harga yang disebutkan. Walau ia mempunyai gunungan koin emas di dalam cincin penyimpanannya, namun Agni masih belum habis pikir dengan harga yang tak umum baginya itu.
"100 ribu koin emas hanya untuk baju armor...???" Batinnya.
"Baju itu meningkatkan armor hingga 10%, dan menambah kekuatan spiritual beberapa tingkat, cukup menarik " kata seorang peserta.
Bagi kultivator, kekuatan adalah segalanya. Ah.... andai saja Agni mengetahui ada banyak sekte, bahkan kerajaan sekalipun akan rela berperang untuk mendapatkan baju zirah badak emas Agni.
"Baju itu mengeluarkan auranya walaupun tidak terlalu kuat, bagaimana aura baju zirah yang kukenakan ini? Pantas saja butuh jutaan tahun bagi guru untuk mengikis aura baju zirah badak emas" batin Agni membandingkan dua baju zirah.
"105 ribu....110 ribu... 115... 130 ribu...."
Beberapa peserta lelang melakukan bit sambil mengangkat papan hijau bernomor sesuai nomor ruangan mereka.
"130 ribu... 130 ribu... Apakah ada bit lagi...? 130 ribu dari Tuan nomor 5..." Pemandu lelang menanti bit yang lebih tinggi.
"Baiklah, 130 ribu... Akan berakhir dalam 5 hitungan mundur... 5...4...3...2....1. Baju Armor Kulit Buaya untuk Tuan nomor 5". Kata pemandu menutup barang lelang pertama.
"Selanjutnya adalah pasangan dari baju armor tersebut". Meja didepan pemandu kembali turun ke dalam lantai panggung, peserta yang memenangkan lelang akan mengambil dan membayar benda itu saat lelang telah usai.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, meja di depan pemandu kembali muncul ke permukaan dengan sebuah benda yang sama-sama tertutup dengan kain hijau.
"Pedang Pembelah Lautan...!" teriak pemandu itu sambil membuka kain penutup. Sebuah aura yang lebih kuat dari sebelumnya merembes keluar dari pedang itu. Membuat suhu ruangan itu lebih panas dari sebelumnya.
"Senjata tingkat langit, Terbuat dari inti hewan iblis yang dimurnikan dan emas hutan yang ditempa dengan inti api biru, open bit 200 ribu koin emas, setiap bit 10 ribu koin dan kelipatannya"
Agni tak seterkejut sebelumnya dengan harga yang disebutkan, ia telah mencoba untuk menyesuaikan diri. Namun yang membuatnya bertanya-tanya adalah aura pedang tersebut, ia kembali teringat tongkat pemukul anjing yang kini berada di dalam cincin penyimpanannya.
"Seberapa kuat aura tongkat pemukul anjing ini hingga Eyang harus menghabiskan jutaan tahun untuk mengikis auranya?" Tanya Agni dalam hatinya.
Selain itu, Agni juga bertanya-tanya tentang bahan pembuatan barang-barang tersebut.
"Paman, itu terbuat dari inti hewan iblis, apa tidak aneh?" Tanya Agni kepada Harjaya.
"Aneh bagaimana maksudmu Ag?" Harjaya balik bertanya.
"Bukankah itu berarti terbuat dari inti ras paman sendiri?" Tegas Agni.
"Ohhhh... Itu... Tidak ada yang aneh dengan itu Agni, walau sama-sama ras hewan iblis, dan mempunyai unsur-unsur penciptaan yang sama, namun kami tetap berbeda. Bukankah sudah kubilang, bahkan mereka menjadi hewan peliharaan beberapa kultivator. Tingkat kecerdasan hewan iblis alam rendah, jauh berbeda dengan ras hewan iblis alam tengah atau alam tinggi, mereka tak jauh berbeda dengan hewan normal pada umumnya" terang Harjaya, walau masih nampak agak aneh bagi Agni.
"Kalau begitu, mungkin aku bisa memanfaatkan inti hewan iblis dan daging mereka untuk Wilis dan keluarga paman" pikirnya.
Satu trik pintar dari Balai Lelang Pucuk Harum, mereka tidak melelang keduanya menjadi satu paket, sehingga pemenang lelang baju armor sebelumnya, akan berjuang lebih keras untuk mendapatkan pedang pembelah lautan. Karena keduanya akan memilikki kekuatan maksimal jika digunakan bersamaan. Pada akhirnya pedang itu terjual seharga 500 ribu koin emas kepada peserta nomor 5, pemenang lelang baju armor sebelumnya.
Hingga beberapa waktu kemudian, telah 7 item yang dilelang di acara pelelangan ruang platinum tersebut, salah satunya juga ada barang berharga berupa dua buah Pil. Pil awet muda tingkat langit bintang 3, bukan hal sulit bagi Agni untuk membuatnya dengan kualitas yang lebih baik.
Semua barang-barang yang dilelang membuat Agni bergeleng kepala, itu semua merupakan harga-harga yang fantastis bagi Agni. Agni merasa heran, sudah 7 item terjual, akan tetapi pil Bunga Biru yang dilelangnya belum juga keluar. Namun keheranan Agni segera hilang karena item terkahir yang akan di lelang adalah pil Bunga Biru. Itu menunjukkan bahwa pil Bunga Biru nya adalah item utama dalam acara lelang kali ini.
"Tuan dan Nona sekalian, satu item utama yang aku jamin menjadi bintang lelang hari ini, pasti akan memuaskan keikutsertaan Tuan dan Nona kali ini" kata pemandu itu bersamaan dengan meja yang kembali keluar ke permukaan.
"Wuzzhh" sebuah aura merembes keluar dari sebuah kotak pil yang dibuka. Tidak sampai memenuhi ruangan lelang itu, karena ruang lelang itu cukup besar. Namun untuk ukuran sebuah pil, itu telah cukup menunjukkan khasiat pil tersebut.
"Pil Bunga Biru....????" Kata seorang peserta yang terkejut.
__ADS_1
Akan tetapi tidak hanya orang itu saja yang terkejut, seluruh peserta menjadi terkejut karena kehadiran Pil Bunga Biru pada acara lelang hari itu. Meskipun jenis barang yang dilelang dirahasiakan, namun kadangkala tetap ada rumor khusus jika barang yang dilelang adalah barang berharga sangat tinggi.
Sedangkan kali ini, tidak ada rumor khusus untuk pelelangan hari ini, walaupun barang yang di lelang di ruang Platinum rata-rata adalah barang berharga dan bermutu tinggi. Namun, andai kabar lelang Pil Bunga Biru ini beredar, itu akan membuat beberapa kultivator rela bertarung untuk mendapatkan tiket ruang Platinum.