Pendekar Tongkat Pemukul Anjing

Pendekar Tongkat Pemukul Anjing
Ep 51 - Pertunjukkan Kekuatan


__ADS_3

Agni tak pernah mengira bahwa sebuah sekte bisa semegah itu. Menyesal selama perjalanan sama sekali tidak berbicara dengan Ayu Wilis tentang bagaimana rupa sekte yang menjadi tempat tujuan mereka. Tapi itu juga karena mereka terbang dengan kecepatan tinggi.


Tiba di kediaman Jaya Pamungkas, dua pengawal yang mengiringinya berpamit pergi dan di kini seorang pelayan kediaman Jaya Pamungkas yang menemani mereka.


Meskipun bangunan luar sekte nampak begitu megah, namun kediaman Jaya Pamungkas nampak tidak terlalu mewah untuk ukuran seorang ketua Sekte, bahkan bisa terbilang sederhana.


Setelah melangkah memasuki gerbang, mereka melintasi sebuah jembatan kecil, kemudian halaman rumah juga tak terlalu besar, dan mereka terus berjalan menaikki tangga rumah yang ada di tengah-tengah halaman.


Saat menaikki tangga rumah, pelayan seolah memberikan isyarat pada seseorang, dan sejenak kemudian, pintu rumah itu telah di buka oleh pelayan yang berada di dalam. Nampak dua orang yang sedang duduk dikursi di tengah ruang utama bangunan itu segera berdiri setelah melihat kedatangan mereka.


Agni serta Ayu Wilis melangkah menuruni beberapa anak tangga yang terletak di sebalik pintu dan segera menuju tengah ruangan tempat dua yang tengah menunggu mereka.


"Selamat datang di kediamanku yang sederhana ini Agni" sambut Jaya Pamungkas dengan berdiri sambil menangkupkan tangan.


"Terima kasih Tuan besar" hanya itu jawaban Agni sambil menangkupkan tangan pula, karena hanya beberapa detik kemudian, Jaya Pamungkas tengah menatap Ayu Wilis dengan sorot mata penuh kerinduan berpadu dengan rasa bersalah.


"Wilis....?!?" Itu yang keluar dari mulut Jaya Pamungkas ketika melihat Ayu Wilis yang telah 5 tahun lebih tak bertemu.


"Tuan Besar..." Jawab Wilis sambil melangkah mendekati Jaya Pamungkas hendak tersungkur untuk menyentuh kaki Jaya Pamungkas memberikan hormatnya, namun hal itu dicegah oleh Jaya Pamungkas


"Sudahlah Nak, bangkitlah, syukurlah kau akhirnya kembali, dan... Ini...?" Jaya Pamungkas terpukau dengan aura Ayu Wilis, karena saat ini Ayu Wilis telah menerobos ranah Demigod tahap menengah bintang 1.


"Ini semua berkat saudara Agni Tuan Besar" jawab Ayu Wilis.


"Terima kasih Agni, selain menjaga Wilis, kau pun telah membantunya menerobos, aku hanya bisa mengucap terima kasih Agni" kata Jaya Pamungkas.


"Tidak usah terlalu sungkan Tuan Besar" jawab Agni.


"Perkenalkan, ini Gao Yuan, Tetua pertama sekte Tapak Macan" lanjut Jaya Pamungkas

__ADS_1


"Hormatku Tetua Gao Yuan, namaku Agni"


"Senang bertemu denganmu Agni" balas Gao Yuan.


Keduanya saling menangkupan tangan memberi hormat.


"Mari duduklah" Jaya Pamungkas mempersilahkan.


Jaya Pamungkas berada di kursi utama, sementara di hadapannya, 5 kursi di kanan dan kirinya, yang masing-masing dilengkapi meja kecil disebelahnya sebagai tempat hidangan atau benda lainnya. Itu juga bisa bertambah jika tamu yang datang lebih dari jumlah kursi.


Baru beberapa saat saja duduk, terdengar pintu diketuk, Iko Uwais dan Aryasena datang memasuki ruangan, mereka adalah Tetua ke 2 dan ke 3 sekte Tapak Macan. Tak berselang lama, berturut-turut datang tetua yang lainya, Tetua ke 4, Vincent, Tetua ke 5 Jun Kyo, Tetua ke 6 Amigo, Tetua ke 7 Pai Su Cen, Tetua ke 8 Hui Ja, Tetua Ke 9 Angelina dan Tetua ke 10 Samijan. Mereka semua adalah para Tetua kepercayaan Tuan Besar Jaya Pamungkas.


Masih ada puluhan Tetua lainnya. Namun Jaya Pamungkas sengaja mempertemukan ke 10 Tetua yang menjadi kepercayaannya terlebih dahulu, sebelum mempertemukan Agni dengan seluruh Tetua. Karena kursi masih kurang satu lagi, pelayan menyediakan satu kursi lagi yang ditempatkan disebelah Jaya Pamungkas yang kemudian di tempati oleh Ayu Wilis.


Karena mengetahui bagaimana kedudukan Ayu Wilis bagi Jaya Pamungkas, Tetua yang lainnya tak mempersoalkan tempat duduk Ayu Wilis, apalagi pertemuan itu bukanlah pertemuan resmi selayaknya di Aula Pertemuan Sekte Tapak Macan.


"Bukan hanya semakin cantik, namun kau juga mampu menerobos Wilis" puji Pai Su Cen.


"Tetua Pai Su Cen benar, dengan begini jalan Wilis mematahkan pandangan sinis anggota sekte ini mungkin akan lebih terbuka. Keturunan Tetua Wiraja tak akan menjadi macan ompong saja" imbuh Angelina.


Sebagai sesama perempuan, tentunya mereka bisa mengerti bagaimana tekanan yang di alami Wilis, selain Jaya Pamungkas, mereka menyesali dirinya tak bisa menghalau pandangan puluhan tetua sekte yang lainnya juga ribuan anggota yang menyalahkan keluarga Wiraja atas merosotnya Sekte Tapak Macan, hanya demi seorang pelayan, Wiraja berbuat bodoh sehingga menerima hukuman yang tak beda dengan hukuman mati.


Mereka menganggap, karena Wiraja itulah sekte Alas Roban memutus hubungan dengan Sekte Tapak Macan, selain sumber pemasukan sekte dari paviliun obat mereka jadi merosot tajam, sumber daya untuk anggota sekte pun jadi berkurang jauh, sehingga perkembangan kemampuan murid-murid menjadi lambat karena tidak di dukung dengan sumber daya yang memadai. Itu membuat Sekte Tapak Macan tak mendapatkan prestasi sama sekali pada turnamen-turnamen bakat muda, baik yang di selenggarakan oleh pihak kekaisaran, ataupun sekte-sekte yang lainnya.


Kembali ke ruangan itu, beberapa Tetua mengernyitkan dahi melihat Agni yang masih berada di ranah Demigod tahap awal, bahkan itu masih dibawah ranah Ayu Wilis. Itu menjadikan mereka ragu apakah benar pemuda itu yang disebut-sebut Jaya Pamungkas.


Jaya Pamungkas bisa menilai keadaan, ia tidak bisa membiarkan keraguan melanda para tetua kepercayaannya. Maka tanpa ragu, Jaya Pamungkas berisyarat untuk meminta Agni mengatasi keadaan itu. Agni bertindak cepat, apalagi tenggat waktu tantangan Jaya Pamungkas hanya kurang 10 bulan lebih sedikit, Agni harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar Sekte Tapak Macan bisa mencapai puncak prestasi di kekaisaran Yun. maka kemudian,


"Maafkan Tetua sekalian, ini mungkin bisa membantu para Tetua" Agni mengeluarkan inti Bok Sun He dan inti Wira Satriaji, juga beberapa 5 inti hewan iblis alam rendah.

__ADS_1


Namun ternyata tak hanya itu, perkataan Agni juga dilandasi Ajian Gelap Ngampar bersamaan dengan melepaskan aura Sasra Birawa. Kecuali Ayu Wilis, pertunjukkan kekuatan Agni itu tertuju pada semua orang. Sehingga semua orang di ruangan itu merasakan tekanan aura Sasra Birawa dan guncangan Ajian Gelap Ngampar. Itu membuat pelayan yang ada di pintu menjadi pingsan, dan semua tetua merasakan guncangan di dada dan telinganya. Itu masih di tambah dengan 65 titik qi yang muncul di belakang punggung Agni, juga dua telapak tangan aura Sasra Birawa yang membawa inti-inti hewan iblis ditengah ruangan itu.


Semua tercengang dan terpukau kagum namun juga merasa ngeri tak percaya. Bagaimana mungkin seorang pemuda yang masih berada di ranah Demigod tahap awal bintang 3, bisa memilikki semua kekuatan semacam itu.


"Maaf Tuan Besar" Gao Yuan yang pertama kali membuka suara ketika Agni telah selesai dengan pertunjukkan kekuatannya, itu ia tujukan ke Tuan Besar sebagai isyarat untuk meminta izin, kemudian ia berdiri dan melanjutkan,


"Aku Gao Yuan, sebagai Tetua pertama Sekte Tapak Macan mewakili semua Tetua yang ada disini, menyatakan kekaguman atas kekuatan Tuan Muda Agni, tak ada satupun di tempat ini yang bisa menandingi Tuan Muda. Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih Tuan Muda bersedia mengulurkan tangan untuk membantu kondisi Sekte ini" semua orang mengangguk atas perkataan Gao Yuan, dan secara bersamaan semuanya berdiri dan menangkupkan tangan untuk memberikan hormatnya pada Agni.


"Seharusnya aku yang mengucap itu Gao Yuan" timpal Jaya Pamungkas yang ikut berdiri dan menangkupkan tangan pula.


"Tuan Besar dan Tetua sekalian tidak perlu sungkan, yang kulakukan tak sebanding dengan pertolongan Paman Harjaya dan saudari Ayu Wilis terhadapku, dan aku juga belum melakukan apapun untuk membantu Sekte Tapak Macan" jawab Agni merendah, ia telah berdiri pula, kemudian jawaban Agni itu membuat semua orang mengangguk dan kembali duduk di tempatnya. Kecuali tetua Samijan yang berdiri paling ujung, ia melangkah menuju pelayan yang pingsan untuk menolongnya dengan memberikan pil pemulihan.


"Oh, maafkan aku Tetua, aku tak bermaksud membuatnya pingsan" kata Agni melihat Samijan menolong pelayan itu. Dan itu membuat semuanya tertawa.


Agni mengetahui bahwa kekuatan adalah hal yang paling pokok untuk sebuah sekte memanjat posisi tertinggi di antara sekte yang lainnya. Namun selain daripada itu, kekuatan ekonomi juga sangat diperlukan untuk menyokong kekuatan itu. Karena tanpa ekonomi yang kuat, akan sulit bagi sebuah sekte untuk menghidupi dan mengembangkan potensi seluruh anggota sekte.


Agni kembali mengeluarkan beberapa inti hewan iblis sehingga setiap orang menerima satu inti, sedangkan dua inti milik Bok Sun He dan Wira Satriaji ia berikan kepada Hui Ja, itu karena Hui Ja satu-satunya Tetua yang masih berada di ranah Demigod tahap menengah bintang 3. Meskipun begitu, kekuatan Hui Ja saat ini, tidak kalah dengan Ranah Demigod tahap akhir bintang 1 atau bahkan bintang 2, itu sebabnya ia bisa menjadi salah satu dari 10 besar tetua Sekte Tapak Macan.


Itu membuat semua Tetua tak henti terpukau pada Agni. Berkali-kali mereka mengucapkan terima kasih pada Agni,


"Tak perlu sungkan Tuan Besar dan Tetua sekalian, Semoga itu semua bisa membantu Tuan Besar juga para Tetua sekalian untuk meningkatkan kekuatan, dan ada satu lagi" kata Agni, kemudian mengeluarkan beberapa bahan herbal tingkat tinggi.


"Saudari Ayu Wilis juga tentunya akan menunjukkan kemampuannya, silahkan Saudari Wilis" kata Agni sembari memberikan tanaman herbal ditangannya. Itu tanaman herbal tingkat langit, bukan harga yang murah, meskipun Sekte Tapak Macan juga mempunyai beberapa, namun memberikannya dengan mudah pada orang lain tentunya tetap membuat semuanya mengernyitkan dahi.


Ayu Wilis tidak bisa menolak meski ia merasa agak kurang percaya diri dengan kemampuannya karena akan disaksikan para tetua yang ada disitu.


"Mohon bimbingannya para Tetua, semoga tidak mengecewakan para Tetua sekalian" kata Ayu Wilis yang kemudian menerima tanaman herbal dari Agni dan berdiri di tengah ruangan serta mengeluarkan tungku pembuatan pil.


Sejenak kemudian, Ayu Wilis pun menunjukkan kebolehannya dalam membuat Pil dengan ranah alkemisnya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2