Pendekar Tongkat Pemukul Anjing

Pendekar Tongkat Pemukul Anjing
Ep 39 - Menjalin Kerjasama


__ADS_3

"Selamat datang Tuan Agni, maaf jika aku mengejutkan Tuan" Fang Yuen menyambut Agni dengan berdiri dan menangkupkan tangan, di ikuti seorang yang bersamanya. Sementara pelayan yang mengantarkan Agni telah berlalu pergi dan menutup pintu ruangan VVIP itu.


"Oh, Tuan Fang Yuen, memang satu hal yang cukup mengejutkanku bahwa Tuan justru telah menungguku disini, seingatku, aku belum mengirim pesan kedatanganku ke tempat ini melalui layangan perak itu" balas Agni yang bertindak cepat mengatasi keterkejutannya dengan hadirnya Fang Yuen ditempat itu. Ia tidak boleh membiarkan kehadiran Fang Yuen itu berhasil mengintimidasinya. Agni membalas salam kedua orang itu dengan tangkupan tangan pula.


Fang Yuen mengerti maksud Agni, itu tidak jauh berbeda dengan peringatan baginya. Kemudian ia mempersilahkan Agni duduk.


"Silahkan Tuan Agni" usai duduk, Fang Yuen melanjutkan perkataannya, kemudian memberikan isyarat pada orang disebelahnya.


"Aku meminta maaf dengan sebenar-benarnya atas tindakanku sebelumnya Tuan, terima kasih Tuan bersedia melepaskan aku, namaku Yan Lee" kata orang yang ternyata adalah Yan Lee, orang yang telah mengikutinya di perjalanan.


"Jangan dipikirkan Tuan berdua, aku hanya sekedar mengingatkan, Tuan Fang Yuen tidak akan mendapatkan informasi apapun tentangku kecuali itu keluar dari mulutku sendiri" Agni menyadari Fang Yuen berada di ranah Demigod tahap akhir bintang 2 dan Yan Lee berbintang 1, mungkin akan sulit jika harus bertarung menghadapi mereka berdua bersamaan, namun Agni benar-benar ingin memberikan tekanan kepada mereka, agar tidak berani bertindak lebih jauh lagi terhadapnya.


"Aku mengerti Tuan Agni, sebab itu lah aku menemui Tuan Agni di tempat ini. Tapi sebelum kita bicara lebih jauh, apakah Tuan tidak ingin membuktikan bagaimana restoran ini hingga mendapatkan banyak piagam penghargaan?" Ujar Fang Yuen.


"Ah, Tuan Fang Yuen benar, itu justru menjadi tujuanku datang ke tempat ini" saut Agni.


"Aku sudah memesankan menu terbaik restoran ini, sebentar lagi pelayan pasti akan datang. Oya Tuan Agni, Tuan bisa memanggilku Yuen saja, karena Fang adalah nama margaku" kata Fang Yuen.


"Oh baiklah Tuan, tapi aku akan tetap memanggil dengan gelar Tuan, karena usiaku masih 17 tahun. Tuan Yuen juga lebih baik memanggilku Agni saja tanpa embel-embel Tuan di depannya" kata Agni, ia tahu Fang Yuen telah berusia lebih dari 25 tahun, mungkin sudah 30 tahunan, tidak pantas baginya untuk secara langsung memanggil namanya.


Kedua orang itu terkejut mendengar Agni mengatakan usianya, baik Fang Yuen maupun Yan Lee, telah mengira usia Agni yang masih muda, tapi mereka tidak mengira bahwa Agni masih semuda itu.


Usai dengan keterkejutannya, mereka kembali ke pokok pertemuan, Fang Yuen menilai kata-kata Agni itu sebagai pertanda baik untuk menjalin persahabatan dengan Agni.


Tidak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu, rupanya itu adalah 3 orang pelayan yang mengantarkan makanan. Masing-masing membawa sebuah mangkok dan sebuah gelas besar berisi minuman berwarna merah muda yang sedikit berbusa di atasnya. Itu membuat Agni terkejut ketika makanan telah di sajikan di atas meja.


"I..ini... Mi rebus Tuan Yuen...???" Agni tak mampu menahan rasa herannya, bagaimana mungkin hanya sebuah mie rebus menjadi menu terbaik restoran itu.


"Hahaha... Itu Indomie Soto Agni, dan minuman itu adalah Soda Gembira. Silahkan kau buktikan sendiri" kata Fang Yuen yang telah memanggil Agni dengan sebutan namanya.


"Srrruupp" sendok pertama masuk ke mulut Agni, membuatnya berhenti sejenak da mengernyitkan dahi.

__ADS_1


"Srruuppp... Srruuppp..." Sendok kedua dan ketiga.


"Kau benar tuan Yuen,. Ini nikmat sekali... Srruuppp... Srruuppp... Srruuppp..." Hanya dalam tiga menit saja mangkok Agni telah bersih tanpa sisa.


"Kau menyiksaku Tuan Yuen, ini hanya satu mangkok kecil, hanya membuat gigiku kotor saja" kata Agni itu membuat Fang Yuen dan Yan Lee tertawa. Jangankan Agni, sedangkan mereka sendiri yang sudah berulang kali datang ke restoran itu, masih membutuhkan dua atau tiga mangkok indomie untuk memuaskan lidah dan perutnya, apalagi Agni yang baru pertama kali datang.


"Hahaha... Tenang saja Agni.... Aku sudah memesan beberapa porsi untuk kita" Kata Fang Yuen.


"Benarkah...?" Kata Agni sambil mengusap bibir dengan lidahnya.


Tidak lama pelayan datang membawa 7 porsi indomie soto, Fang Yuen dan Yan Lee menghabiskan 2 porsi, sedangkan 6 sisanya habis oleh Agni sendiri.


Indomieeeeee..... Seleeeeraku.........


***


Sementara itu di sekte Bukit Embun,


"Hyeong, orangku melaporkan seorang pemuda dengan penampilan yang biasa-biasa saja mendatangi restoran Warmindo dan masuk ruang VIP, aku curiga pemuda itu bukan orang biasa" kata Bok Sun He, adik dari ketua sekte Bukit Embun sekaligus tetua pertama sekte itu.


"Kau benar Dongsaeng, sebaiknya kau yang pergi sendiri melihatnya, semoga saja memang pemuda itu adalah orang yang kita cari, namun ingatlah, bukan hanya kita yang mencari orang tersebut, kau tahu apa yang harus kau lakukan, berhati-hatilah" kata Bok Pyong, ketua sekte Bukit Embun.


"Baik Hyeong, aku pergi" pungkas Bok Sun He.


Bok Pyong memang benar, kabar tersebut tidak hanya diketahui oleh sekte bukit Embun saja, namun juga sekte Alas Roban yang di ketuai oleh Wira Satriaji yang biasa di panggil dengan nama Kaka.


Meskipun sekte Alas Roban hanya sekte menengah, namun sekte itulah yang menjadi kandidat terkuat untuk menggeser posisi Sekte Tapak Macan. Mereka mempunyai ladang dengan tanaman herbal tingkat langit yang cukup melimpah, namun kekurangan alkemis untuk bisa mengolahnya. Sehingga selama ini hanya mampu menjual sumber daya itu sebagai sumber pemasukkan yang cukup besar untuk sektenya.


Mendengar kabar itu, bukan hanya mengirim orangnya, bahkan Kaka sendiri yang pergi untuk menyelidiki pemuda yang di kabarkan itu.


Kembali ke Ruang VVIP restoran Warmindo,

__ADS_1


"Kau benar Tuan Yuen, makanan ini benar-benar nikmat, Soda gembira ini juga sangat menyegarkan sekali" kata Agni setelah menghabiskan 6 porsi indomie soto.


"Hahaha...telah bertahun-tahun aku juga menjadi penggemar berat menu ini dan belum juga bosan Agni" saut Fang Yuen, mereka pun tertawa atas itu.


"Baiklah Agni, sebelumnya aku minta maaf, mungkin agak terlambat aku memperingatkanmu, Pil Bunga Biru telah menarik perhatian banyak pihak, kini seluruh kekutan di kekaisaran Yun, telah bergerak untuk mencari informasi mengenai dirimu, mungkin sebagiannya akan membahayakan dirimu, terutama justru dari pihak kekaisaran, kau harus lebih berhati-hati lagi" kata Fang Yuen.


"Apa hanya karena Pil Bunga Biru itu Tuan Yuen?" Tanya Agni.


Kemudian Fang Yuen menjelaskan bagaimana Pil Bunga Biru itu bisa menarik perhatian semua pihak, Agni tak menyangka akan sejauh itu akibat dari pelelangan Pil Bunga Biru.


"Baiklah Tuan Yuen, terima kasih atas peringatanmu, aku akan pergi ke asosiasi Bintang Mayora untuk mencari informasi yang aku butuhkan, bukankah lencana ini masih berguna?" Kata Agni sambil menunjukkan lencana yang diberikan Fang Yuen.


"Hehe... Kau tidak perlu repot-repot kesana Agni. Aku mempunyai cukup posisi di Asosiasi Bintang Mayora, awalnya aku bermaksud menghubungkanmu dengan kepala Asosiasi, namun beliau ada satu keperluan yang tidak bisa ditunda, sehingga beliau menyerahkan sepenuhnya segala urusan sehubungan denganmu, sebagai tanda permintaan maafku sebelumnya, aku akan menyediakan informasi yang kau perlukan, sebatas kemampuan asosiasi" Fang Yuen berkata sejujurnya, namun itu juga demi tujuan untuk menjalin hubungan baik dengan Agni.


Agni sendiri merasa membutuhkan satu pihak untuk membantunya menentukan langkah selanjutnya, informasi yang diterimanya dari Harjaya masih sangat terbatas, satu-satunya yang memungkinkan saat ini adalah menjalin hubungan dengan asosiasi Bintang Mayora, namun ia sendiri juga tetap harus berhati-hati pada asosiasi tersebut.


Meskipun asosiasi tersebut telah dikenal nama besarnya, namun Agni baru beberapa waktu saja mengetahuinya. Mengingat reaksi Harjaya yang mengatakan bahwa yang bisa membawa hewan iblis hanya seorang dengan ranah SoulGod saja, Agni jadi terpikirkan satu cara untuk mengikat asosiasi berpihak kepadanya, setidaknya untuk beberapa waktu kedepan.


"Baiklah Tuan Yuen, namun aku juga tidak bisa menerima sesuatu secara cuma-cuma, mungkin ini bisa berguna untuk item pelelangan"


Agni mengeluarkan 2 inti hewan iblis dari cincinnya. Dan benar saja, itu membuat Fang Yuen sangat terkejut, tidak banyak yang bisa memiliki inti hewan iblis kecuali leluhur sekte atau orang-orang kekaisaran. Begitu pula Yan Lee, kini ia telah sepenuhnya menerima kekalahannya dari Agni. Tanpa berkata, baik Fang Yuen maupun Yan Lee telah bersepakat,


"Agni berada di ranah SoulGod dan sedang menyembunyikan kultivasinya"


Itulah yang ada di dalam pikiran mereka berdua, karena tidak mungkin inti hewan iblis diberikan begitu saja, itu akan sangat berguna bagi seseorang yang masih berada di ranah Demigod tahap awal.


"Tuan Yuan, aku tidak akan menceritakan bagaimana asal-usulku, namun aku akan mengatakan maksud dan tujuanku, aku berharap Tuan Yuen bersama Asosiasi Bintang Mayora memberikan bantuan untukku, dengan demikian, ke depan kita bisa menjalin hubungan yang bisa saling menguntungkan" kata Agni kemudian.


Tentu saja hal tersebut sangat disambut oleh Fang Yuen, justru itu yang menjadi tujuan Fang Yuen dibawah Asosiasi Bintang Mayora.


"Terima kasih atas kedua benda ini Agni, aku senang kita dapat menjalin hubungan yang baik. Begitu juga sebaliknya, asosiasi tidak akan menerima benda ini dengan cuma-cuma. Bagaimanapun kami adalah asosiasi yang profesional, kedua inti ini akan kami lelang, namun kami akan tetap berusaha mendapatkan kedua benda ini dengan mengirimkan utusan untuk mengikuti pelelangan. Dengan begitu kita masih bisa untuk sama-sama mendapat keuntungan" terang Fang Yuen.

__ADS_1


"Itu terserah Tuan Yuen. Mungkin pujian dari orang sepertiku tidak berarti bagi asosiasi, namun sejujurnya aku menilai itu benar-benar langkah yang bijak yang Tuan ambil, demi hubungan baik kita kedepan" Sahut Agni.


Kemudian Agni menceritakan maksud dan tujuannya sehubungan dengan sekte tapak macan. Fang Yuen menceritakan segalanya yang perlu diketahui Agni. Agni juga meminta bantuan Fang Yuen untuk dapat mempertemukannya dengan Jaya Pamungkas, ketua Sekte Tapak Macan.


__ADS_2