
Agni telah memahami dan bahkan menyempurnakan Formasi pintu kemana saja. Jika di Sekte Tapak Macan yang sama pula dengan yang berada di Balai Lelang Pucuk Harum, dibutuhkan energi spiritual dari batu roh untuk mengaktifkan portal tersebut, maka Agni telah menyempurnakan formasi tersebut dan hanya membutuhkan energi spritual dari dalam tubuh Agni saja untuk mengaktifkannya.
Formasi itu memendekkan jarak yang menjadi tujuan kemana formasi pintu kemana saja akan terbuka. Syaratnya, pemakai formasi harus mengetahui tempat yang akan di tuju.
Sekarang Agni telah berada di kediaman Angelina Jolie. Agni terpukau ketika melihat perlengkapan memasak Angelina Jolie, benar-benar sungguh lengkap dan tersusun rapi di dinding-dinding dapur dan di rak-rak atau lemari yang tergantung di dinding itu. Agni mengernyitkan dahi ketika melihat gelas kaca yang berukuran cukup besar dan terdapat pisau yang bercabang empat di bagian dasarnya dengan gagang sebagai pegangan gelas itu.
"Gelas apakah ini Tetua, kenapa ada pisau di bagian bawahnya?" Tanya Agni.
"Aku menyebutnya blender, aku membuatnya sebagai alat untuk menghaluskan bahan-bahan masakan, lihatlah ini" jawab Tetua Angelina.
Angelina Jolie mengambil beberapa biji buah tomat, memasukkan tomat-tomat itu kedalam gelas blender, kemudian menambahkan dengan segelas kecil air dan beberapa sendok gula kemudian menutup gelas blender itu. Ia membuat gerakan kecil dengan kedua ujung jarinya untuk mengalirkan energi qi pada gelas itu.
"Ssshhiiiiiinggg"
Pisau di bagian bawah gelas itu berputar cepat dan menggiling buah tomat yang ada didalamnya sehingga menjadi air tomat yang kental. Sejenak kemudian ia menuangkan air tomat itu kedalam dua gelas dan memberikan satu gelas kepada Agni.
"Dengan bantuan pisau-pisau itu, aku hanya membutuhkan sedikit energi qi untuk menghaluskan tomat ini jika dibandingkan dengan menghaluskannya langsung dengan energi qi, hasilnya juga lebih halus. minumlah, aku menyebut ini jus tomat"
"Luar biasa, memang pantas tetua menyandang gelar ahli masak, tak hanya pandai memasak, namun cakap pula menciptakan alat-alat memasak" puji Agni.
Sebenarnya bisa saja jika langsung menghaluskan buah-buahan itu atau bahan-bahan memasak lainnya dengan menggunakan energi qi, namun benar yang dikatakan Angelina Jolie, setelah Agni mencoba gelas blender itu untuk menghaluskan beberapa buah tomat lagi, ia hanya butuh sedikit sekali energi qi untuk membuat jus buah tomat.
Tidak hanya blender saja, namun didapur Angelina Jolie itu ada juga alat pengering untuk mengeringkan makanan dari minyak dan juga beberapa alat lainnya. Itu semua sangat mendukung ide Agni selanjutnya.
Agni menyampaikan idenya pada Angelina Jolie untuk membuat kaldu bubuk berbahan daging dan tulang hewan iblis yang nantinya kaldu tersebut akan di tawarkan kepada Antoni Sam, CEO Warmindo, untuk memasarkannya. Warmindo telah mempunyai nama besar di kekaisaran Yun, tidak akan menjadi pertanyaan besar jika perusahaan yang bergerak di bidang makanan tersebut memasarkan produk kaldu bubuk dari hewan iblis. Selain lebih mudah untuk memasarkannya, juga akan menghilangkan kecurigaan sekte besar yang lainnya kepada Sekte Tapak Macan.
"Kau memang cerdas Agni, baiklah, mari kita mulai, segala yang kau perlukan untuk mempercepat proses pembuatan kaldu bubuk itu ada di dapurku ini" puji Angelina sama sekali mengajak Agni untuk memulai pembuatan kaldu bubuk dari hewan iblis.
Maka dari siang hingga menjelang sore hari itu, keduanya membuat kaldu dari ayam masako kaki empat. Berkat alat-alat yang ada di dapur Angelina Jolie, pembuatan kaldu bubuk menjadi lebih cepat, apalagi inti api yang dimilikki Agni adalah api langit tingkat tinggi, sehingga dalam waktu singkat dapat mengeringkan dengan sempurna daging dan rempah-rempah yang telah dihaluskan.
Harga pasar hewan iblis yang masih utuh dengan intinya, berkisar antara 100 ribu hingga 200 ribu koin emas, tergantung dari besar hewan itu sendiri, namun jika tanpa inti hewannya, apapun jenisnya, setiap kilogram dihargai 10 koin emas. Itu karena bagian yang paling dicari dan paling mahal dari hewan iblis adalah intinya.
Dari satu ekor ayam masako berukuran kereta kuda itu, Agni dan Angelina Jolie dapat membuat 5 tong besar kaldu bubuk. Jika di timbang, satu ekor ayam kurang lebih seberat 1 ton, itu menjadi kurang lebih 500 kg kaldu bubuk. 1 kilogram kaldu bubuk, seharga 40-50 koin emas. Itu lebih menguntungkan dari pada dijual dalam bentuk daging begitu saja.
Maka setelah selesai dengan pembuatan kaldu bubuk itu, Agni membawa 5 kilogram kaldu bubuk yang dikemas dalam 5 botol dan berpamit pergi untuk menemui Fang Yuen. Ia telah membuat janji pertemuan dengan manajer Balai Lelang Pucuk Harum itu di malam hari nantinya.
Agni melesat terbang dengan kecepatan tinggi untuk menuju tempat Fang Yuen, perkiraan Agni, ia akan sampai sekitar dua jam setelah matahari tenggelam. Sekalian ia berniat bermalam di kota Guziko.
"Memang sungguh indah suasana senja" batin Agni ketika melihat matahari mulai terbenam. Sepanjang perjalanan beberapa kali ia melihat pemukiman-pemukiman kecil ditengah hutan. Bisa jadi mereka adalah orang-orang yang tidak mempunyai cukup kemampuan untuk tinggal di dalam kota, atau memang sekumpulan warga yang lebih suka hidup dalam ketenangan suasana alam bebas.
Hari mulai gelap ketika matahari telah benar-benar tenggelam, sekitar 20 menit terbang di atas langit yang gelap itu, tiba-tiba saja Agni merasakan satu kekuatan energi spiritual melesat cepat menuju arahnya.
"Booommmm"
__ADS_1
Dengan satu ayunan tongkat pemukul anjing yang telah ia keluarkan dari cincin penyimpanannya, Agni menghalau serangan tiba-tiba itu.
"Hahaha... Baru kali ini aku temui ranah Demigod tahap awal bintang 3 memilikki kemampuan terbang, Kau pasti orang yang sedang banyak dibicarakan itu" kata seorang diantara dua orang yang kini telah berada dihadapan Agni.
Keduanya berada diranah Demigod tahap akhir, bagi Agni sama saja mau itu bintang 1, 2 atau 3. Dua orang itu memakai baju serba hitam dengan perawakan hampir sama, seorang berkumis dan berjenggot sejengkal, seorang lagi dengan jenggot lebih pendek tanpa kumis.
"Senior terlalu memuji, sungguh ramah sekali menyapa junior ini dengan serangan sembunyi-sembunyi" balas Agni.
"Hahaha... Maafkan aku, hanya sekedar menguji saja, kau terlalu membuat kami bercuriga" kata seorang yang berkumis.
"Jadi, andai tadi aku mati karena serangan itu, apa kata senior?" Ujar Agni, jika bukan dirinya, seseorang dalam ranah Demigod tahap akhir juga akan celaka jika terkena serangan itu.
Itu cukup menjadi alasan bagi Agni untuk memberi pelajaran pada dua orang tersebut.
"Berarti nasibmu saja yang sedang sial, sudahlah, sebaiknya kau tidak usah melawan dan segera ikut kami" Kata orang berkumis itu.
"Atas dasar apa aku mengikuti senior, terserah aku mau kemana kulangkahkan kedua kakiku ini, bahkan aku tak mengenali senior berdua" Balas Agni, ia penasaran siapa kedua orang itu, ada baiknya untuk mengetahui siapa mereka sebelum memberi mereka pelajaran.
"Kurang ajar, kau...." Orang yang tidak berkumis menjadi geram mendengar perkataan Agni, hampir saja ia melancarkan serangannya, namun urung karena orang yang berkumis mencegahnya.
"Hahaha... baiklah, Aku Jendral ke lima kekaisaran Yun, Jan Bosco, dan rekanku jendral ke enam kekaisaran Yun, Tang Long, tidak perlu alasan bagi kami untuk membawamu!" Balas orang berkumis yang ternyata adalah seorang jendral dari kekaisaran Yun.
Agni cukup terkejut mendengar orang itu memperkenalkan dirinya,
Ia mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk memeriksa apakah ada orang lain lagi yang berada bersama mereka. Setelah mendapat kepastian tak ada orang lain lagi yang bersama kedua orang itu, Agni membalas,
"Maaf Tuan Jendral, aku sudah ada janji dan tak bisa mengikuti Tuan Jendral berdua, aku permisi" kata Agni sambil hendak berlalu pergi, sengaja ia mengatakannya agar kedua jendral itu menyerang terlebih dahulu, dengan begitu, ia tak terlalu merasa bersalah jika harus melenyapkan keduanya.
"Kurang ajar, dasar bocah tak tahu diri, matilah!" Jendral Tang Long tak bisa menahan amarah karena Agni mengacuhkan mereka.
Tiba-tiba saja Jendral Tang Long telah berada di hadapan Agni dan mengayunkan tombaknya. Ranah Demigod tahap akhir kebawah, akan melihat serangan Jendra Tang Long itu sangat cepat sekali, namun bagi Agni, meskipun ia baru berada diranah Demigod tahap awal, ayunan tombak itu terlihat lambat, mudah baginya untuk menghalau dan memberikan serangan balasan.
"Trang...bughhh... Booomm"
Suara benturan senjata disusul suara ujung tongkat Agni memukul perut Jendral Tang Long terdengar hampir bersamaan, itu membuat Jendral Tang Long terlempar ke daratan dengan bunyi Booommmm.
Jendral Jan Bosco terkejut rekannya dapat dengan mudah mendapat pukulan, namun ia tidak tinggal diam, sepersekian detik kemudian ia telah berada dibelakang punggung Agni dan siap mengayunkan senjatanya yang berupa sebilah pedang panjang.
"Swiinng"
Ayunan pedang itu hanya membelah udara. Disusul suara buugh yang berasal dari pukulan tongkat Agni yang tiba-tiba saja bersarang di punggungnya.
"Bajing*n, rasakan ini" teriak Jendral Tang yang segera bangkit dan melesat kembali ke udara untuk menerjang Agni yang disusul pula oleh Jendral Jan Bosco.
__ADS_1
Meski menghadapi serangan dari dua orang hampir bersamaan, tidak sulit bagi Agni mengatasinya. Agni pernah melawan tiga orang ranah Demigod tahap akhir sekaligus, dan ketiganya bekerja sama dengan sangat rapi sekali karena ketiganya dari satu sekte yang sama, juga menggunakan jurus yang sama. Sedangkan kedua orang yang saat ini dihadapinya, seolah bertarung sendiri-sendiri, apalagi hanya dua orang. Beberapa menit kemudian kedua jendral itu telah melepaskan ratusan jurus untuk berusaha melumpuhkan Agni.
"Baamm..bughhh"
Kedua orang itu kembali terlempar di tanah, Agni menyusul dengan melesat turun sambil mengacungkan tongkatnya lurus mengarah dada Jendral Tang Long,
"Krraakkkk.... Aaarrrgghhhh"
Suara tulang retak di iringi jeritan kesakitan keluar dari mulut Jendral Tang Long, itu meleset sejengkal dari sasaran Agni yang mengarah ke jantung, sehingga hanya tulang pundak kiri Jendral Tang Long yang mengalami retak.
"Truaanng"
Agni menepis serangan dari Jendral Jan Bosco uang dengan cepat datang membantu rekannya.
"Bajingan kau, terimalah ini... Pedang Membelah Badai". Teriak Jendral Jan Bosco, rupanya ia telah mengerahkan jurus andalan.
"Tongkat menjinakkan anjing" teriak Agni pula yang telah siap beradu jurus dengan Jenderal Jan Bosco.
"Booom...booom...booommm..."
Percikan energi qi meloncat ke segala arah akibat benturan kedua senjata, itu membuat tanah disekitar mereka berlubang besar.
"Kruaaakk...brakkk...brakkk...braakk"
Tongkat Agni memecahkan kepala Jenderal Jan Bosco dan melemparkan tubuh orang itu puluhan meter, menumbangkan pohon-pohon yang ditabraknya sebelum akhirnya berhenti terkapar di tanah tak bernyawa.
Melihat tekannya diam tak bergerak dan kehilangan energi kehidupan, bukan membuat Jendral Tang Long menyerah, itu justru membuatnya sangat marah, rasa sakit dipundaknya menguap, dengan amarah besar dan aura membunuhnya yang kuat, Jendral Tang Long pun mengerahkan jurus pamungkasnya.
"Bedebah... Tombak penghancur surga....!!!" Teriak Jendral Tang Long. Ia berpikir Agni telah kehabisan energi setelah beradu jurus dengan Jenderal Jan Bosco.
"Jurus Menggebuk Anjing buduk...!!!"
Kembali efek benturan senjata membuat lobang-lobang besar di sekitar mereka.
"Kruakk"
Kali ini tongkat Agni tepat bersarang di jantung Jenderal Tang Long dan melemparkan orang itu ke arah yang sama beberapa lengan disamping Jendral Jan Bosco. Dan jurus Menggebuk Anjing buduk itupun mengakhiri nafas Jendral Tang Long pula.
Agni mendekati kedua tubuh yang kini tak bernyawa. Dipandanginya kedua Jendral yang terkapar di tanah itu. Ada rasa sesal karena telah membunuh kedua Jendral itu, namun Agni memang harus melakukannya.
"Kalian yang datang padaku" gumamnya.
Agni mengambil cincin penyimpanan dan senjata kedua orang itu kemudian hendak membakar kedua jasad dengan inti api langit yang di milikkinya. Namun saat Agni akan melakukannya, ia teringat akan inti kedua orang itu. Dengan berat hari ia mengeluarkan pedang katananya untuk membelah perut mayat-mayat itu.
__ADS_1
"Maafkan aku Jendral...."