
Hari-hari berlalu sejak saat itu. Ayu Wilis sangat berterima kasih kepada Agni, karena berkat Agni, dalam 15 hari Wilis telah dapat menerobos tingkatan alkemisnya ke ranah Alkemis Guru bintang 2. Di seluruh Kekaisaran Yun, tidak ada satupun pemuda seumuran Wilis yang dapat menerobos ranah itu.
Seharusnya Wilis memanggil guru kepada Agni, namun Agni menolak dengan tegas panggilan itu, bahkan Agni mengancam akan pergi meninggalkan mereka jika Wilis memaksa. Walaupun Agni tahu, pada akhirnya nanti, Agni harus berpisah dengan mereka.
Harjaya kembali mengulangi ceritanya lebih lengkap lagi seputar sekte Tapak Macan dan kondisi yang sedang di alami sekte itu, sejak dihukumnya Tetua Wiraja. Namun yang sesungguhnya terjadi, bahkan kondisi Sekte Tapak Macan saat ini, lebih parah dari yang diketahui oleh Harjaya.
Harjaya juga telah mengatakan yang sebenarnya bahwa sesungguhnya Ayu Wilis tidak keluar dari sekte, melainkan hanya melarikan diri saja. Itu karena jika Ayu Wilis mengajukan permohonan diri untuk keluar sekte, pasti Tuan Besar Jaya Pamungkas akan melarangnya. Itu sebabnya Willis masih membawa lencana Sekte Tapak Macan padanya.
Sangat berat bagi Ayu Wilis untuk keluar dari sekte, karena bagaimanapun, dia dilahirkan di bawah payung Sekte Tapak Macan, namun tekanan dari pandangan-pandangan sinis yang menyalahkan keluarga Wiraja atas merosotnya Sekte Tapak Macan, tak mampu ia tahan. Dan seperti yang terjadi, pada akhirnya Ayu Wilis menetapkan keputusan untuk pergi dari Sekte Tapak Macan dengan diam-diam.
Satu hal lagi yang membuat Agni cukup terkejut, adalah tentang ranah ras hewan iblis. Selama ini ia tak sempat dan tak terpikirkan untuk bertanya mengenai hal itu.
"Menurut yang kuketahui dari Tuan Wiraja, Dunia ini sangat luas Agni, banyak sekali alam yang ada di berbagai galaxy. Tentunya antara yang satu dengan yang lain sangat mungkin mempunyai perbedaan" terang Wiraja.
"Jangankan antara Ras hewan iblis dan ras manusia, sedangkan kami sesama ras hewan iblis saja mempunyai perbedaan. Hewan iblis di alam rendah, sejak dilahirkan telah berada di ranah Kaisar, butuh ratusan tahun bahkan ribuan tahun untuk mereka dapat naik ke alam tengah. Mereka juga mempunyai tingkat kecerdasan yang sangat rendah, itu sebabnya perilaku mereka tak jauh dari hewan normal pada umumnya. Dan aku cukup beruntung dilahirkan di alam tengah" lanjut Harjaya.
"Oya Paman, saat aku pertama kali sampai disini, aku mendengar percakapan dua orang tentang perayaan seorang tuan muda sekte yang menerobos Ranah Demigod tahap akhir, kenapa harus dirayakan Paman?" Tanya Agni penasaran, karena menurut Agni, masih di ranah yang sama dengan Harjaya dan hanya selisih satu tingkat, kenapa harus dirayakan.
"Tentu saja itu sangat besar artinya bagi satu sekte Agni" jawab Harjaya.
"Bukankah hanya selisih satu tingkat saja dengan Paman?" Agni keheranan.
"Hah? Satu tingkat? Hahaha.... Aku lupa belum pernah menjelaskan kepadamu selama ini". Ujar Harjaya.
"Begini Agni, sudah kubilang ras hewan iblis berbeda dengan ras manusia. Memang kami dilahirkan dengan ranah Demigod tahap awal. Namun seperti halnya pil yang kau buat, setiap tingkat masih dibagi lagi menjadi 3 tingkatan, dan sangat sulit bagi kami untuk menerobos walau itu hanya 1 tingkat saja" terang Harjaya emudian melanjutkan,
"Aku berada di ranah Demigod tahap menengah bintang 1, dan sebagai contoh tuan Wiraja, berada di ranah Demigod tahap akhir bintang 2. Itu artinya, aku selisih 5 tingkat dengan Tuan Wiraja"
Kemudian Agni bertanya selisih kekuatan antar tingkat, jawab Harjaya masih membingungkan Agni, karena bagi Agni tak ada beda yang signifikan antara bintang-bintang, sedangkan menurut Harjaya, Agni berada di ranah Demigod tahap awal bintang 3, namun ia masih berkeyakinan Agni masih menyembunyikan ranahnya, dan Agni tak mau berdebat dengan itu.
"Ooohhh... Jadi begitu Paman" Agni meng ooohh kan bibirnya.
"Disamping keunggulan ras kami karena dilahirkan di ranah yang cukup tinggi daripada rasa lainnya, namun juga kekurangan kami adalah begitu sulitnya untuk menerobos setiap tingkatan"
"Bagaimana dengan ranah SoulGod Paman?" Agni masih bertanya.
__ADS_1
"Ranah SoulGod adalah para leluhur sekte, pada tahap awal bintang 1, mereka akan banyak mengasingkan diri dengan latihan tertutup dan tak akan mencampuri urusan sekte jika tidak sangat mendesak. Itu karena mereka mempersiapkan diri untuk memasuki alam tinggi hewan iblis"
"Alam tinggi?" Agni mengerutkan dahi.
"Tidak banyak yang kuketahui, namun yang aku dengar, disana hanya tempat berburu sumber daya dan harta spiritual lainnya"
"Oooh... Oya Paman, tentang Tuan Wiraja yang mendapat hukuman dikirim ke alam rendah, apakah itu sangat mengerikkan, sampai-sampai membuat Ibu Wilis syok berat?"
"Tentu saja Agni...huft" Harjaya menghela nafas menyesali sesuatu.
"kau tahu Awan Kutukan Es itu? Itu akan menurunkan ranah hingga beberapa tingkat dan akan membuat mereka menjadi wujud hewan iblis. Seperti tuan Wiraja, dia dari klan macan, tepatnya macan kumbang, dia akan berubah menjadi wujud hewannya dan setidaknya berada di ranah Demigod ranah awal bintang 1 atau bintang 2". jelas Harjaya sambil menundukkan kepalanya mengingat orang yang telah sangat baik kepadanya itu.
"Deg"
Dada Agni bergetar, rasa bersalah hebat menusuk jantungnya. Ia yakin dan pasti bahwa Macan Kumbang yang dibunuhnya itu adalah Wiraja, ayah Ayu Wilis.
"Sebenarnya itu sama saja dengan hukuman mati Agni, membutuhkan ratusan tahun, bahkan mungkin bisa ribuan tahun untuk tuan Wiraja bisa kembali ke alam tengah. Namun dalam catatan sejarah yang pernah aku dengar selama ini, hingga ribuan tahun, tidak ada yang bisa kembali dari alam bawah Ag" keluh Harjaya pelan.
"Aku turut prihatin Paman" Agni hanya menyatakan keprihatinannya, ia tak tahu harus berkata apa karena rasa bersalahnya.
"Kalau begitu, tidak ada hewan iblis di alam rendah yang bisa datang ke alam lainnya paman?" Tanya Agni lagi
"Hanya Ranah SoulGod tahap akhir yang bisa membawa mereka keluar masuk dengan bebas di 3 tingkatan alam. Dengan satu cara, mereka bisa menjadikan hewan iblis alam rendah sebagai tunggangan, sebagai pasukan, atau bahkan hanya sekedar peliharaan"
"Njirr... Hewan piara hewan" kata Agni dalam hati kemudian ia melanjutkan pertanyaannya.
"Apa gunanya jadi pasukan, bukankah hewan iblis alam rendah hanya ranah kaisar?"Agni heran karena dengan mudah Agni membunuh hewan-hewan itu, padahal ranah Agni dengan bayi yang baru lahir di alam tengah saja, sama-sama berada di ranah Demigod tahap awal.
"Mereka mempunyai wujud binatangnya, kulitnya, instingnya, daya tahan tubuhnya, kekuatannya, secara alami lebih kuat dari pada wujud manusia. Mereka mungkin setara dengan ranah Demigod tahap awal bintang 3 atau bahkan demigod tahap menengah bintang 1, apalagi jika tuan mereka bisa menambah kekuatan mereka". Terang Harjaya.
Sama saja penjelasan Harjaya itu masih membuat Agni kebingungan. Tingkatan ranah di alam hewan iblis yang dipenuhi bintang-bintang saja sudah membuat Agni kebingungan, masih pula kekuatan hewan iblis.
Yang tidak disadari Agni, bahkan dirinya sendiri juga akan membuat orang lain bingung, karena dengan kemampuannya, Agni telah setara dengan demigod tahap akhir atau bahkan ranah SoulGod tahap awal. Sekali lagi, Agni tidak menyadari semua itu, karena hampir semua hal di dunia luar, adalah hal yang baru bagi Agni.
Sejak saat itu ia akan memulai petualangannya di alam tengah hewan iblis untuk mengembalikan kehidupan Ayu Wilis dan demi mengurangi rasa bersalahnya karena telah membunuh Ayah Wilis, walaupun benar-benar tanpa disengaja. Dan yang paling penting, adalah membuka wawasan Agni dalam dunia kultivasi, yang ternyata begitu sangat luas sekali.
__ADS_1
"Baiklah Paman, sudah cukup detail informasi yang Paman berikan, aku ingin memasuki kota Guziko, apa paman tak ingin menemaniku?" Kata Agni.
"Aku akan mengikutimu AGni, sudah lama aku tak memasuki kota, biar aku pinjam lencana Sekte nona Wilis, nanti kita urus identitasmu setelah memasuki kota" kata Harjaya.
"Terima kasih Paman, sudah lama aku ingin memasukinya, aku lihat dari luar, disana ramai sekali, pasti menyenangkan" kata Agni bersemangat.
***
Sementara itu, di Sekte Tapak Macan,
"Bruakkk"
Jaya Pamungkas menggebrak meja di kediamannya, ia agak menyesal dengan keputusannya. Itu karena pada saat perayaan tuan muda Xiao He, yang berhasil menerobos Ranah Demigod tahap akhir bintang 1, utusan istana Yun Bei Du, Pangeran ke 5 kekaisaran Yun, mengumumkan pertemuan Meja Bundar 1 tahun lagi akan meresmikan 6 sekte dan 4 keluarga besar kekaisaran Yun.
Pertemuan Meja Bundar adalah pertemuan 5 tahunan sekte, keluarga, dan asosiasi besar yang berada di Kekaisaran Yun, itu juga dihadiri beberapa sekte atau keluarga menengah yang mungkin akan menggeser sekte atau keluarga di atasnya.
"Tuan Besar Jaya Pamungkas, sebaiknya Tuan siapkan dirimu mendengar hasil peresmian" cibir Lin Mewu, ketua sekte Rubah Salju saat perayaan di Paviliun Emas milik sekte Beruang Emas yang mengelola semua bidang usaha yang mereka miliki di kota Guziko.
"Haha... Sepertinya terlalu dini Ketua Lin, itu masih 1 tahun lagi. Apa ketua Lin telah mengetahui hasilnya? sebaiknya Ketua Lin mengumumkannya disini saja" jawab Jaya Pamungkas menutupi kegeraman hatinya.
"Haha... Itu bukan wewenangku Tuan Jaya, namun semua juga tahu siapa yang telah kehilangan banyak murid dan ditinggalkan pelanggannya" saut Lin Mewu.
Jaya Pamungkas semakin geram mendengar cibiran Lin Mewu. Aryasena yang sudah tidak tahan lagi karena merasa ketua Sekte Rubah Salju itu telah merendahkan Sekte Tapak Macan akan bereaksi. Namun Jaya Pamungkas memandangnya dengan tajam agar tak semakin memperburuk situasi, namun Lin Mewu terlanjur mengetahui reaksi Aryasena itu.
"Kenapa Aryasena, apakah kau sudah mempunyai cukup kemampuan untuk bersikap seperti itu padaku?" Ujar Lin Mewu memprovokasi.
Aryasena berada di Ranah Demigod tahap akhir bintang 2, bukanlah tandingan Lin Mewu yang berada di ranah Demigod tahap akhir bintang 3. Mendengar provokasi Lin Mewu, Aryasena hanya sanggup menggeram dalam diam.
"Sudahlah ketua Lin, apakah kita tak memandang Tuan Jaya Pamungkas, bagaimanapun sekte Tapak Macan masih bagian dari 6 sekte besar" imbuh Xiao Dan, ketua sekte Beruang Emas yang menjadi tuan rumah pesta perayaan itu.
Jaya Pamungkas telah menjadi semakin sensitif. Mendengar kata "masih" dari ketua sekte Beruang Emas itu, membuatnya semakin geram, namun ia tak bisa berbuat apa-apa, karena pada kenyataannya, kondisi sektenya saat ini memang sedang terpuruk.
"Ketua Xiao Dan benar Ketua Lin, janganlah kita merusak suasana pesta perayaan yang meriah ini, berilah kesempatan Tuan Jaya Pamungkas untuk menikmati suasana kebersamaan ini, mungkin saja besok-besok kita tak dapat menemuinya di kursi 6 sekte besar"
Jduaaaarrrr.... Kalimat Bok Pyong ketua dari sekte Bukit embun itu disambut tawa renyah semua orang dari 5 sekte lainnya dan juga rombongan pangeran Yun Bei Du. Sekaligus meledakkan hati Jaya Pamungkas beserta tiga tetua yang menemaninya. Ingin sekali ia menghancurkan meja yang ada didepannya, namun kehadiran pangeran Yun Bei Du di tempat itu menghalangi niatnya, namun kalau harus hancur, biarlah hancur sekalian, karena di kuasai emosi Jaya Pamungkas berkata. Ia tak dapat lagi menanggung gejolak di dalam dadanya yang sejak tadi ia tahan.
__ADS_1
"Hahaha... baiklah para ketua sekalian. Mohon maaf pangeran Yun Bei, semoga bersedia menjadi saksi. Aku menantang lima sekte besar yang lainnya untuk bertaruh, jika dalam waktu satu tahun kedepan sekte Tapak Macan tidak dapat kembali menduduki sekte terbesar di kekaisaran Yun, Sekte Tapak Macan akan membubarkan diri dan menyerahkan semua harta sekte kepada 5 sekte besar lainnya. Namun sebaliknya, jika sekte Tapak Macan berhasil kembali menduduki sekte terbesar di kekaisaran Yun, maka kalian semua harus menyerahkan setengah dari harta kalian pada Sekte Tapak Macan...!!!!"