Pendekar Tongkat Pemukul Anjing

Pendekar Tongkat Pemukul Anjing
Ep 54 - Makyus Pemirsa...!!!


__ADS_3

Maka hari itu di kediaman Jaya Pamungkas timbul semangat baru untuk memperjuangkan kembali Sekte Tapak Macan yang meskipun masih tampak besar, tapi siapapun tahu bahwa sekte itu sedang sekarat.


Untuk menyembunyikan jati diri Agni, sama sekali melakukan rencana awalnya, Agni akan mengikuti Samijan dan menjadi murid Tetua ahli senjata tersebut. Itu hanya status palsu saja karena berdasarkan kekuatan, justru mungkin Samijan yang lebih pantas berguru kepada Agni meski ranah kultivasi Agni lebih rendah dari ranah kultivasi Samijan.


"Yang pertama kali kita butuhkan adalah kekuatan, maka aku harap Tetua sekalian bersegera untuk menyerap inti hewan iblis yang aku berikan, setidaknya 10-15 hari lagi, aku yakin itu akan mampu meningkatkan kekuatan tetua sekalian" kata Agni menekankan agar orang-orang yang ada di tempat itu meningkatkan kekuatan.


Sementara Ayu Wilis akan berdiam di pondok Alkemis bersama Pai Su Cen yang secara resmi telah menjadi murid Tetua Alkemis itu. Besok, Ayu Wilis akan di pertemukan dengan semua Tetua dan Pai Su Cen akan mengumumkan status Ayu Wilis sebagai muridnya. Kemudian dAgni mengajak semua Tetua untuk ke halaman dan memberikan sesuatu ke Ayu Wilis yang lagi-lagi membuat semua orang tercengang tak percaya.


Di halaman rumah Jaya Pamungkas kini tampak bangkai seekor hewan yang mirip Gajah dengan gading yang panjang melingkar dan mempunyai dua belalai. Berukuran panjang 15 meter dengan tinggi lebih dari 5 meter. Kaki gajah iblis tersebut juga membuat siapapun bergidik ngeri, karena itu berbentuk seperti kaki macan yang mempunyai cakar-cakar yang sangat tajam.


"Aku tidak tahu nama hewan ini, tapi aku cukup yakin ini akan berguna untuk saudari Wilis saat menemui para Tetua" kata Agni.


"Luar biasa, bagaimana Tuan Muda bisa mendapatkan Gajah kaki Macan ini Tuan Muda?" Decak kagum Samijan, sebagai ahli senjata ia mempunyai cukup pengetahuan dari kitab rahasia yang ia milikki, disana disebutkan nama-nama hewan iblis yang biasanya berguna untuk membuat senjata, terutama senjata tingkat langit yang di buat dari tulang atau kulit beserta esensi inti hewan iblis itu sendiri yang di sepuh dengan emas atau logam mulia lainnya.


"Kenapa masih memanggilku Tuan Muda Guru? Bukankah aku murid Guru? Sebaiknya para Tetua sekalian memanggil namaku saja dari pada tuan muda itu" balas Agni merasa terlalu tinggi dipanggil tuan muda oleh para tetua itu.


"Hahaha... Baiklah...baiklah muridku... Kau benar, kali ini terbukti pepatah kebo nusu gudel" balas Samijan yang disambut tertawa semua orang. Kebo nusu gudel memaksudkan bahwa ilmu tak hanya milik orang-orang tua saja, kadang kala, seorang yang jauh lebih muda justru memiliki pengetahuan yang jauh melebihi yang tua-tua.


"Ya bukan begitu juga Guru, kalau guru memanggilku tuan Muda, bagaimana aku menyembunyikan jati diriku nantinya?" Sahut Agni, sementara sebagian besar orang yang ada disitu begitu terpukau dengan bangkai gajah kaki macan didepannya, mereka memegang-megang hewan raksasa itu demi memuaskan penasarannya.


"Lihatlah Tetua Samijan, gading, cakar, juga kulit gajah ini, bukankah akan menjadi bahan yang bagus untuk membuat senjata tingkat langit" imbuh Angelina Jolie sambil memegangi gading gajah raksasa itu.


"Tetua Angelina memang mempunyai pandangan yang tajam, setidaknya bisa 7 atau bahkan 10 senjata langit bisa kita buat dengan tulang dan kulit gajah ini" sahut Samijan.


"Apakah hanya itu Guru? Bukankah Tetua Angelina juga pandai sekali memasak?" Tanya Agni yang penasaran dengan kemampuan memasak Angelina Jolie.


"Hahaha... Kalau boleh dikata, ta_i kucing bisa jadi rasa coklat jika Tetua Angelina yang mengolahnya" Iko Uwais menambahkan pujiannya pada Angelina Jolie, tidak ada yang menyangkal itu.


"Tetua Iko terlalu memuji, bahkan memotong bawang saja aku harus berderai air mata, aku tak berani menerima pujian Tetua Iko" canda Angelina.


Sementara itu yang tak kalah penasaran adalah Ayu Wilis sendiri, ia pernah merasakan daging rusa yang dimasak oleh Agni, seumur-umur, belum pernah Ayu Wilis merasakan masakan seenak masakan Agni saat itu. Apakah Angelina Jolie lebih jago memasak dari pada Agni? Pikir Ayu Wilis dalam hatinya. Sedari tadi ia hanya diam saja, namun karena bicara masak-memasak itu, ia tak tahan membuka mulut.

__ADS_1


"Maaf para Tetua sekalian, mendengar Tetua Angelina cakap memasak, maafkan aku jika berpenasaran karena aku pernah merasakan masakan paling nikmat yang belum pernah aku rasakan sebelumnya" potong Ayu Wilis ditengah pembicaraan mereka.


"Oh benarkah Wilis? Mungkin kau belum pernah merasakan masakan tetua Angelina itu saja, aku belajar seribu tahun juga belum tentu bisa seahli Tetua Angelina itu" saut Pai Su Cen yang juga suka memasak, namun tak ada seujung kuku jika dibandingkan dengan keahlian Angelina.


"Kalau begitu, mungkin malam ini Guru akan merasakan masakan dua koki hebat" kata Ayu Wilis, dia sangat yakin masakan Agni susah untuk dicari bandingannya. Namun, menyebut dua koki menjadikan semua jadi penasaran dan menatap Agni dengan mengernyitkan dahi.


"Apakah maksudmu Tuan Muda juga pandai memasak Wilis?" Tegas Pai Su Cen.


"Hahaha...sungguh beruntung benar kita malam ini, tunggu apa lagi, perutku jadi meronta-ronta mendengar percakapan kalian ini" Jaya Pamungkas tak perlu mempertegas, sudah pasti yang dimaksud Ayu Wilis itu adalah Agni, karena tidak ada satupun para tetua yang ahli memasak selain Angelina Jolie seorang.


"Saudari Wilis, kau membuatku repot" Agni kembali membiasakan panggilan saudari didepan para tetua itu, ia tak ingin membuat mereka bercuriga dan menimbulkan pertanyaan yang aneh-aneh.


"Tapi baiklah, Tetua Angelina, mohon bimbingannya" sambut Agni, ia bersedia melakukan itu karena juga mempunyai tujuan demi perjalanan rencananya.


Semua orang bersorak kegirangan. Sudah cukup lama mereka tak merasakan masakan Angelina Jolie. Kecuali Samijan dan Pai Su Cen saja, yang cukup sering berhubungan dengan Angelina Jolie, sehingga cukup sering merasakan masakan yang dibuatnya.


Walaupun begitu, mereka tetap kegirangan dengan rencana memasak hari itu, apalagi dengan adanya Agni yang dikatakan Ayu Wilis pandai memasak pula. Dan yang paling membuat mereka kegirangan, adalah daging hewan iblis itu yang akan dimasak.


"Hahaha... Kalian paling bisa mengerjai orang, baiklah Agni, marilah kita kerjakan mumpung hari masih terang" ajak Angelina.


"Ini warisan dari Ayah, setidaknya mempunyai ruang yang masih lebih besar dari pada kediaman Tuan Besar" jawab Agni.


Itu biasa saja, karena cincin para tetua sekte Tapak Macan, memang cincin kualitas tinggi yang mempunyai ruang penyimpanan cukup besar, apalagi milik Jaya Pamungkas yang mempunyai ruang lebih besar dari aula pertemuan utama Sekte Tapak Macan.


Namun andai para tetua itu tahu Bagai lima cincin milik Agni, warisan dari para gurunya, mungkin akan membuat mereka kencing berdiri dan kentut berlari. Itu karena lima cincin Agni mempunyai ruang yang susah untuk di ukur batasnya.


Terlebih lagi jika mereka mengetahui isinya, bisa jadi akan kencing berlari kentut berdiri. Andai koin emas dari satu cincin Agni saja yang dikeluarkan, aula pertemuan utama Sekte Tapak Macan juga tak akan mampu menampungnya.


Pembaca tak usah membayangkan kekayaan Agni saat ini, andai digunakan untuk membayar hutang negeri anta berantah yang katanya gemah ripah loh jinawi itu, sisanya juga masih cukup untuk hidup mewah 7 turunan seluruh rakyat negerinya para bedebah itu.


Kembali ke Ayu Wilis yang menarik bangkai gajah kaki macan itu, Agni kemudian mengeluarkan lagi 4 hewan lainnya yang tak kalah menakjubkan sekaligus mengerikkan yang lagi-lagi membuat semua orang hampir muntah darah melihatnya. Itu juga di lengkapi dengan 5 inti hewan masing-masing.

__ADS_1


Yang kemudian dengan penuh semangat ditarik Ayu Wilis kedalam cincin penyimpanannya.


"Gila benar, siapa pemuda ini, hmmm...menyesal mereka yang keluar dari sekte ini" kata Gao Yuan dalam hatinya.


"Njirr... Tak percuma aku bertahan" kata Vincent dalam hatinya pula.


"Ketiban duren tenan" Samijan membatin.


"Rendang...rendang...rendang" bayangan Iko Uwais.


Dan yang lainnya pun sibuk dengan kekagumannya masing-masing.


Berikutnya, mereka menuju lokasi dekat dapur untuk bersiap melihat pertunjukkan memasak Agni dan Angelina Jolie. Agni mengeluarkan Hewan ke enam dari cincinnya. Menurut Samijan, itu adalah Ayam Masako berkaki empat yang mempunyai ukuran sebesar kereta kuda.


Agni membersihkan bulu ayam yang setajam silet itu dengan sangat cekatan. Samijan dan Angelina Jolie berbinar-binar matanya memungut bulu-bulu ayam tersebut. Walau hanya sekedar bulu, namun setiap helai bulu itu lebih keras dari pada sebuah besi, itu akan bisa dijadikan senjata rahasia berupa jarum atau yang lainnya.


Saat Agni hendak memotong daging ayam itu, Angelina mencegah,


"Tunggu Agni, aku pun juga tergoda ingin menunjukkan keahlianku" katanya sambil berlonggok dan mengeluarkan pisau memasaknya yang merupakan senjata tingkat langit berhias berlian.


Agni mempersilahkan, sekarang ia percaya apa yang dikatakan para Tetua. Dari teknik memotong daging, cukup bisa menunjukkan keahlian memasak seorang koki. Bahkan seorang master chef, bisa memotong daging ikan tanpa membuat ikan itu kesakitan dan luar biasanya, ikan yang telah diambil daging bagian punggungnya itu bisa terus hidup hingga dua sampai tiga minggu kedepan.


"Liar biasa, aku benar-benar harus berguru pada Tetua Angelina" puji Agni.


"Kau terlalu memuji Agni, caramu membersihkan bulu besi ayam ini juga membutuhkan teknik tinggi, memotong daging ayam ini lebih mudah dari pada yang kau lakukan" Angelina memuji balik.


Dua jam berikutnya, Angelina Jolie dan Agni bagaikan seorang Master Chef yang berlaga diatas panggung. Masing-masing mengolah separuh bagian daging Ayam Masako berkaki empat itu. Pada akhirnya, mungkin keahlian Angelina Jolie lebih tinggi dibanding Agni, namun Agni lebih berpengalaman dalam mengolah daging hewan iblis, sehingga hasil dari masakan mereka pun bisa dikatakan seimbang. Tentu saja juri bagi masakan Agni dan Angelina jolie itu juga keduanya sendiri. Karena orang yang lainnya tak akan mampu memberikan penilaiannya selain kata,


"Maknyus Pemirsa....!!!"


...______________________...

__ADS_1


...Maaf readers sekalian, edisi romadhon, mungkin hanya bisa sehari sekali saja post update, atau mungkin 2 hari sekali, namun jika senggang, Author akan usahakan untuk tetap post 2 bab....


...Vote, Rate, Like, Gift, Share and Krisan kalian sangat berarti untuk author. Lup U Pull.......


__ADS_2