Pendekar Tongkat Pemukul Anjing

Pendekar Tongkat Pemukul Anjing
Ep 35 - Balai Lelang Pucuk Harum bag 3


__ADS_3

"Pil Bunga Biru.....????"


"Kau benar, itu Pil Bunga Biru, kita harus mendapatkannya" percakapan di ruang nomor 2.


"Robert, kita harus bersaing keras!!!" Seorang dari ruang nomor 9 berkata.


Terdengar pula percakapan dari ruangan yang lainnya, baik itu sekedar berbisik ataupun dengan suara terang-terangan. Namun ada satu yang menarik perhatian Agni dadi ruang nomor 2. Itu berada di lantai 1.


"Bing'er, berapa koin yang kita bawa? Pil itu tak boleh lepas dari tangan kita, ini bisa membantu sekte tapak macan menghadapi krisis" tanya seorang.


"Kita hanya membawa satu juta koin emas Ja Gege keuangan sekte sedang sulit" jawab orang yang di panggil Bing'er.


"Sialan, sepertinya itu tak akan cukup" gerutu orang yang dipanggil Ja Gege.


Itu adalah Hui Ja, satu-satunya tetua sekte yang berada di Ranah Demigod tahap menengah bintang 3, namun kemampuannya dapat mengalahkan ranah Demigod tahap akhir bintang 1. Sebab itulah dia bisa menjadi seorang tetua di Sekte Tapak Macan.


Sedangkan orang kedua adalah Hui Bing, adik perempuan Hui Ja.


"Paman, aku mendengar ada orang dari Sekte Tapak Macan, bagaimana paman?"


"Aku tak mengetahuinya, yang mana Ag?"


"Seorang yang laki-laki memanggil Bing'er dan yang perempuan memanggil Ja Gege" jawab Agni.


"Itu tetua Hui Ja dan adiknya Hui Bing" kata Harjaya agak terkejut.


"Orang itu mengatakan krisis sekte, krisis apa itu Paman?"


"Itu pasti sehubungan dengan hilangnya Tuan Wiraja yang membuat posisi sekte merosot, namun aku tak tahu pastinya Ag" jawab Harjaya.


"Tuan dan Nona sekalian pasti mengetahui seberapa langkah Pil Bunga Biru ini, di kekaisaran Yun, mungkin hanya pihak kerajaan saja yang memilikkinya" terang pemandu lelang.


Siapapun telah mengetahui khasiat dari pil Bunga Biru, itu bisa meningkatkan kekuatan spiritual beberapa kali. Akan sangat membantu perkembangan seorang alkemis. Berkat Pil Bunga Biru itu pula Ayu Wilis dapat menerobos ke ranah Alkemis Guru bintang 2.


Alkemis sangat di hargai di dunia kultivasi. Bahkan dia akan lebih dihormati dari pada kultivator tingkat tinggi meskipun memilikki ranah kultivasi yang lebih rendah. Tidak lain karena berkat pil-pil yang dibuat oleh para Alkemis lah para kultivator dapat Menerobos ranah yang lebih tinggi.


"Baiklah, open bit untuk Pil Bunga Biru akan kami buka pada nilai...." Pemandu itu menghentikan kata-katanya sejenak.


"750 ribu koin emas....!!!!"

__ADS_1


"Apa...???"


"Mahal sekali...!!!"


"Sial, aku sudah membeli pedang dan baju armor itu"


Keterkejutan memenuhi ruangan itu, namun mereka sudah menduga, pil Bunga Biru tak akan berharga murah.


"Setiap bit bernilai 50 ribu koin emas, berlaku kelipatan, silahkan Tuan dan Nona sekalian..." Lanjut pemandu itu.


"800 ribu....!" Seorang dari ruang nomor 2, yang tak lain adalah Hui Ja meneriakkan bit pertama nya.


"Hihihi.. Sudah kuduga. Orang yang tidak melakukan bit sama sekali dalam ruang Platinum, jika bukan pemilik barang lelang, pastilah sedang mencari barang yang benar-benar di butuhkan, Tetua Hui Ja rupanya sangat membutuhkan Pil Bunga Biru itu, hihihi..." Ujar seorang wanita dari ruangan nomor 15.


Mendengar ucapan dari seorang wanita di ruang nomor 15, membuat semua peserta berhenti sejenak dari aktifitas biting nya.


"Sialan, Rubah liciiiiikkkk" geram Hui Ja dalam hatinya, walau tidak sering bertemu, namun seluruh tetua Sekte Tapak Macan hapal benar suara ketua sekte Rubah Salju itu. Entah kenapa ketua sekte Rubah Salju itu begitu membenci Sekte Tapak Macan, hanya Jaya Pamungkas dan mendiang Wiraja yang mengetahui sebab kebencian wanita itu.


"Hahaha... Suatu kehormatan bagiku senior ketua Sekte Rubah Salju ternyata mengenaliku. Tak disangka, seorang ketua sekte menyempatkan diri untuk datang sendiri ditempat seperti ini" cibir Hui Ja. Memang bukan kebiasaan bagi seorang ketua sekte untuk datang sendiri ke tempat lelang, hanya jika barang lelang benar-benar berharga saja seorang ketua sekte atau seorang pangeran akan mendatangi tempat lelang.


Namun beruntung bagi Lin Mewu, sungguh kebetulan hari ini Agni mendatangi Balai Lelang Pucuk Harum dan melelang Pil Bunga Biru, itu bisa menjadi alasan untuk Lin Mewu. Namun ia mengakui sesuatu.


"Namun tak usah khawatir aku memakai Pil Bunga Biru sebagai alasan kedatanganku, siapapun pasti menilai Sekte Tapak Macan akan lenyap dari kekaisaran Yun karena tantangan bodohnya. Namun aku harus memastikan itu benar-benar terjadi. Karena itu aku akan membiarkan Sekte Tapak Macan mendapatkan Pil Bunga Biru.... 1 juta koin emas....!!!!!" Lin Mewu seketika memberikan bit tinggi setelah selesai dengan perkataannya.


"Rubah sialaaaaaannnn...!!!!!" Gerutu Hui Ja dalam hatinya, bukan tindakan bijak jika ia mengumpati ketua sekte Rubah Salju itu. Ia tak lagi bisa berbuat apapun untuk mendapatkan Pil Bunga Biru karena Balai Lelang Pucuk Harum tidak menerima kasbon. Satu prinsip yang dipegang Balai Lelang Pucuk Harum, Hiroshima hancur karena Bom, warung tetangga bangkrut karena kasbon.


Mendengar bit dari Lin Mewu, Agni menjadi percaya kata-kata Ayu Wilis, namun itu sudah tidak menarik perhatiannya, mengingat item-item sebelumnya juga sudah mempunyai harga yang fantastis. Justru percakapan kedua orang itu yang kini menarik perhatiannya.


"Wanita itu menyembunyikan aura kultivasinya Paman" kata Agni.


"Kau benar, namun yang membuatku khawatir justru apa yang mereka bicarakan itu Agni" sahut Harjaya.


"Begitu pula aku" ujar Agni.


Walau telah melarikan diri dari sekte Tapak Macan, namun tidak bisa begitu saja Harjaya melepaskan ikatannya dengan sekte yang telah membesarkan dirinya itu.


"Kenapa diam saja Tetua Hui Ja? Apa kau tidak membawa cukup uang? Hihihi" cibir Lin Mewu. Hui Ja hanya bisa menggeram mendengar pertanyaan Lin Mewu, dia terselamatkan oleh peserta yang lain yang menaikkan bit Pil Bunga Biru.


"1 juta 100...!" Seorang di ruang no 9.

__ADS_1


"1 juta 150...!" Dari ruang 11


"1,5 juta...!!!!!" Lin Mewu menaikkan bitnya dengan nilai yang membuat peserta lainnya berpikir ulang untuk bersaing dengan sekte terbesar kwdua di kekaisaran Yun itu.


Bagi Lin Mewu sendiri, bahkan jika harus mengeluarkan 2 juta koin emas, ia akan lakukan, karena Pil Bunga Biru akan bisa meningkat ranah alkemis di sektenya, itu akan membawa keuntungan berlipat kedepannya.


"1,6 juta...!!!" Ruang nomor 9 kembali menaikkan Bit.


Lin Mewu tersenyum tipis, cukup membuatnya penasaran, siapakah orang di dalam ruang nomor 9 itu. Walau begitu, Lin Mewu tak terlalu peduli siapapun yang ada di ruang nomor 9 itu, Lin Mewu sudah bertekad untuk mendapatkan Pil Bunga Biru, untung saja dia membawa koin emas yang cukup, namun bukan berupa koin seperti gunungan koin emas didalam cincin penyimpanan Agni.


Membawa jutaan koin emas dalam cincin penyimpanan, memang bukan suatu masalah, akan tetapi akan menjadi masalah jika harus melakukkan pembayaran. Dan tidak semua cincin penyimpanan memiliki dimensi yang luas seperti halnya cincin penyimpanan yang dimilikki Agni. Bahkan cincin penyimpanan kualitas rendah, hanya memiliki dimensi ruang antara 1-2 meter persegi.


1 koin emas, sekira berat 4 atau 5 gram. Itu kurang lebih sekitar 250 koin emas setiap kilogramnya. Jika koin emas sebanyak 2 juta, itu hampir seberat 8 ton. Pasti akan menyusahkan jika harus membawanya. Sebab itulah diciptakan sebuah mata uang yang terbuat dari kertas khusus yang mempunyai tanda pengesahan dari Kekaisaran Yun.


Setiap lembar uang kertas mempunyai nilai berbeda di mulai dari 1000 koin emas, 10 ribu, 50 ribu dan 100 ribu. Lembaran uang kertas bisa ditukarkan di tempat khusus yang disediakan oleh kekaisaran yang disebut Go Bu Tang, sebuah akronim dari kalimat ngGon naBUng karo nguTang.


*[Wkwkwk.... Meksooooo....]


Kembali ke Lin Mewu yang bertekad mendapatkan Pil Bunga Biru, maka ia pun menaikkan bit nya tanpa tanggung-tanggung.


"DUA JUTA KOIN EMAS....!!!"


Suasana menjadi hening untuk beberapa saat, kemudian Hui Ja menggeram, lelaki dari ruang nomor 9 mengerang, semua orang masih tercengang.


"Dua juta... Dua juta... Dari nona ruang nomor 15.... Dua juta... Dua juta...." Pemandu berkata dengan mata berbinar, ia akan mendapatkan cukup banyak komisi untuk pelelangan hari ini.


"Baiklah... Sekali lagi... Dua juta untuk Nona di ruang nomor 15, 5...4...3...2...1"


"Tok...tok....tok..." Suara ketukan palu.


Dengan demikian Pil Bunga Biru telah didapatkan oleh Lin Mewu, ketua Sekte Rubah Salju. Itu juga sebagai pertanda berakhirnya acara pelelangan di ruangan Platinum itu. Namun sebelum semuanya pergi meninggalkan ruangan itu,


"Tuan Muda ruang nomor 2, walau tuan berada di ranah Demigod tahap awal bintang 3, aku yakin tuan memilikki kemampuan lebih dari itu. Terima kasih atas Pil Bunga Biru yang Tuan Muda lelang" kemudian ia melanjutkan.


"Sekte Rubah Salju akan sangat senang jika Tuan Muda bersedia berkunjung, maaf jika aku kurang sopan, bawalah lencana ini jika tuan muda ingin berkunjung" pungkas Lin Mewu sambil melemparkan lencana dengan kekuatan yang cukup untuk mencelakai seseorang. Lin Mewu melakukannya untuk menguji Tuan Muda pemilik Pil Bunga Biru yang tidak lain adalah Mahisa Agni. Lin Mewu yakin itu tidak akan mencelakai Agni.


Dengan sigap, Agni menangkap lencana yang melesat cukup cepat menuju dirinya. Namun ia tak berkata apa-apa. Agni masih cukup terkejut dengan yang baru saja terjadi, hanya Pil tingkat langit bintang 3, dihargai 2 juta koin emas, padahal dirinya masih bisa membuat ratusan lagi, bahkan mungkin ribuan. Apalagi jika Agni membuat Pil Suci. Sekali lagi Agni mengumpat harga yang tidak masuk akal dalam dunia kultivasi.


"Benar-benar Gila Edan Sinting Miring...!!!!"

__ADS_1


__ADS_2