
Membuat senjata tidak hanya sekedar menempa besi atau logam menjadi bilah tajam. Itu hanya membuat pisau dapur atau alat pertanian saja. Meski bahan pembuatan senjata sangat berpengaruh dalam keampuhan sebuah senjata, namun itu juga tergantung kemampuan pembuat senjata.
Salah satu keunggulan kultivator dengan akar roh elemen api adalah bakat dalam pembuatan senjata. Seperti halnya meleburkan besi, setidaknya dibutuhkan api bumi tingkat tinggi berwarna jingga. Jika hanya dengan mengandalkan api bumi tingkat rendah, maka jangan berharap bisa melelehkan besi untuk bisa membuat senjata.
Untuk melelehkan dan memurnikan emas, setidaknya dibutuhkan api langit tingkat rendah, itu juga belum maksimal. Pada intinya, semakin tinggi kualitas bahan yang digunakan untuk membuat senjata, maka semakin tinggi pula inti api yang diperlukan untuk dapat melelehkan dan memurnikan bahan tersebut.
Namun, yang paling penting di atas semua itu, adalah tingkat kultivasi juga kemampuan memahami aksara senjata. Itu adalah satu pola kuno yang memilikki kekuatan astral yang menjadi jiwa senjata. Aksara senjata memiliki berbagai pola, semakin rumit semakin tinggi tingkatan kekuatannya.
Tingkat kerumitan sebuah pola senjata, bukan berdasarkan bentuk pola itu saja, namun juga dari berbagai aspek, semisal seberapa kekuatan yang digunakan pada satu titik sebuah pola, berbeda dengan titik yang lainnya. Juga bagaimana menjaga kestabilan kekuatan roh pembuat senjata, kemudian kedalaman setiap ukiran saat membuat pola, dan berbagai aspek lainnya.
Samijan meragakan pembuatan sebuah pedang bumi tingkat tinggi malam itu juga, ketika Agni telah berada di kediaman Samijan. Villa Astrabara, itu berarti villa bara senjata.
Agni memperhatikan dengan seksama ketika Samijan mulai melebur dan memurnikan sebongkah emas, perak, biji besi, baja dan perunggu dengan inti api yang dia milikki, itu bukan dari api yang berada di tungku peleburan, melainkan api yang keluar dari telapak tangan Samijan. Rupanya Samijan memiliki akar roh elemen api langit tingkat rendah dengan api berwarna kuning.
Setelah logam-logam dalam ukuran tertentu itu meleleh sempurna, Samijan menuangkannya pada sebuah cetakan pedang sepanjang 70 cm.
"Sebelum dingin sempurna, pedang ini perlu di ukir dengan aksara senjata untuk memadukan kekuatan sejatinya"
Kata Samijan, kemudian ia memusatkan konsentrasinya, dari kedua ujung jari telunjuk dan jari tengahnya, muncul sinar api kuning yang kemudian memadat dan membentuk sebuah bilah pisau kecil. Samijan memulai ukiran aksara senjata di pangkal senjata. Setelah beberapa goresan, pisau dari padatan api kuning di jari Samijan berubah menjadi sebuah alat ukir seperti jarum, kemudian ia melanjutkan ukirannya hingga selesai.
"Pada tahap ini sangat penting kekuatan roh untuk menyatukan pedang dengan aksara senjata, sebelum pedang benar-benar telah dingin" kata Samijan yang hampir selesai dengan proses pembuatan bilah pedang itu.
Sementara Agni hanya mengangguk mendengarkan dan memperhatikan Samijan membuat pedangnya. Itu karena Samijan belum mengetahui bahwa Agni adalah seorang murid dari master senjata paling ternama selama ratusan ribu tahun.
"Kraakkknnngg"
Cetakan bilah pedang itu pecah dan secara ajaib memisahkan diri dari bilah pedang yang dibuat Samijan. Pamor cahaya emas keperakan tersirat dari pedang bumi tingkat tinggi yang dibuat Samijan.
"Ambilah pedang itu Agni, itu hanya tinggal penyelesaian untuk membuat gagang dan sarungnya" kata Samijan.
Agni kemudian mengambil pedang itu, memegang pangkal pedang yang belum terbungkus gagangnya. Sebuah kekuatan astral merambat dari telapak tangan Agni bersinergi dengan kekuatan astral dari pedang itu.
"Ini pedang yang cukup bagus Guru" kata Agni, ia menilai pedang itu berdasar kemampuannya tanpa melihat ekspresi Samijan yang sempat meregang urat mukanya ketika Agni mengatakan itu.
"Sialan, cukup bagus? apa dasarmu menilai pedang buatanku hanya cukup bagus?" umpat Samijan, namun itu hanya terucap dalam hatinya, ia telah cukup mengetahui kekuatan Agni. Samijan jadi penasaran apakah Agni juga mempunyai kemampuan membuat senjata sehingga menilai senjata buatannya hanya dengan "cukup bagus".
__ADS_1
"Apa kau juga bisa membuat senjata Agni?" Tanya Samijan, ia ingin menguji kemampuan Agni.
"Aku sempat diajarkan oleh Guruku sedikit cara membuat senjata Guru" jawab Agni yang menyebutkan tentang Gurunya, yang tak lain adalah Ben Crutch, Sang Master Senjata.
Samijan semakin berpenasaran, ia membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memilikki kemampuan pedang bumi tingkat tinggi saat awal belajar dulu. Sebenarnya Samijan telah mampu untuk membuat pedang langit, namun karena sumber daya yang terbatas membuat Villa Astrabara hanya membuat senjata langit sesuai pesanan.
Melihat Agni yang masih begitu muda, ia tak percaya jika Agni mempunyai kemampuan pula untuk membuat pedang bumi tingkat tinggi. Samijan pun mempersilahkan Agni untuk mencoba membuat pedang.
"Jika begitu, pasti kau tak keberatan membuat satu untukku" kata Samijan kemudian.
"Baiklah Guru, aku akan membuat pedang bumi tingkat tinggi pula" dengan ringan sekali Agni mengatakan itu jelas membuat Samijan semakin penasaran.
"Cih, apa benar-benar ucapanmu itu anak muda, kau terlalu percaya diri" batin Samijan, Agni boleh mempunyai kekuatan yang melebihi dirinya, namun dalam hal membuat senjata, bukan hanya kekuatan saja yang dibutuhkan. Satu Sekte Tapak Macan juga tak ada yang mampu mengungguli kemampuan Samijan untuk membuat senjata, bahkan nama Samijan juga patut diperhitungkan di Kekaisaran Yun sebagai 20 besar ahli senjata terhandal.
Namun semua kebanggaan Samijan mulai menguap ketika melihat Agni mengeluarkan koin emas dan perak dari cincin penyimpanannya kemudian mulai memurnikan dan melebur kedua logam mulia itu dengan ukuran yang hampir sama seperti yang dibuat Samijan. Untuk baja dan perunggunya, dia mengambil sebongkah dari penyimpanan biji besi yang ada di ruangan Samijan itu.
Bagaimana Samijan tidak terngangah, Agni juga melebur logam itu menggunakan elemen api yang dimilikkinya, tidak hanya inti api langit tingkat rendah, namun Agni mempercepat prosesnya dengan inti api langit tingkat tinggi. Itu membutuhkan waktu yang jauh lebih cepat daripada ketika Samijan meleburnya. Tingkat kemurnian pun jauh lebih murni logam-logam yang dimurnikan Agni.
Setelah siap, Agni menuangkan lelehan logam itu pada cetakan pedang yang lain yang telah disiapkan. Setelah menunggu beberapa saat, sebelum pedang lelehan logam itu dingin, Agni mengukir sebuah pola aksara senjata yang berbeda dengan pola aksara senjata yang di buat Samijan, namun dalam tingkatan yang sama.
Beberapa saat kemudian, pedang yang dibuat Agni selesai pula. Pamor cahaya emas keperakan lebih kuat dari pada pedang Samijan.
"Luar biasa, ini mungkin bisa menandingi pedang langit tingkat rendah" puji Samijan. Di level yang sama, bahkan harga pedang yang dibuat Agni bisa dua kali lipat pedang bumi tingkat tinggi lainnya.
"Hehe... Maaf Guru, aku merencanakan ini untuk menjadi salah satu langkah Sekte Tapak Macan dalam memenangkan tantangan Tuan Besar nantinya" kata Agni kemudian.
"Maksudmu? Katakan lebih jelas Agni" pinta Samijan.
"Sebenarnya maksudku bukan senjata ini, baiklah, lihatlah ini guru" jawab Agni.
Agni mengeluarkan tulang Ayam Masako berkaki empat yang tadi sempat ia amankan. Juga inti hewan iblis itu. Kemudian ia mengulangi kembali pembuatan senjata seperti sebelumnya, namun saat proses pemurnian, ia menambahkan tulang ayam Masako 20% persen esensi dari inti hewan itu.
Pada proses pengukiran, Agni menggunakan pola aksara senjata langit tingkat rendah. Dua jam kemudian.
"Kraakkknnngg"
__ADS_1
Pembuatan bilah pidang itupun telah selesai.
"Iii....ini senjata tingkat langit? Luar...luar biasa... Berapa usiamu sebenarnya Agni???" Tanya Samijan uang benar-benar terheran dengan kemampuan Agni.
"Sudahlah Guru, aku benar-benar masih berusia 17 tahun, tapi bukan itu yang penting" jawab Agni.
"Memang tidak penting bagimu Agni, aku hanya masih belum bisa percaya sepenuhnya, bagaimana bisa kau menguasai semua ini disamping kekuatanmu itu pula" timpal Samijan.
"Sudahlah Guru, itu tidak penting. Sekarang, berapa banyak guru dan orang-orang Guru bisa membuat senjata ini dalam waktu seminggu?" Tanya Agni.
"Aku dan Tetua Angelina, mungkin bisa membuat 1 bilah dalam 3 hari. Orangku sepertinya tidak akan mampu membuatnya, itu senjata tingkat langit Agni" jawab Samijan.
"Jika kita bisa menjualnya ke pihak istana, seberapa besar mereka akan tertarik?" Tanya Agni lagi.
"Tunggu, maksudmu menjual ke istana?" Samijan masih bingung dengan kata-kata Agni.
"Begini Guru, jika kita menjual senjata dengan jumlah besar dengan kualitas tinggi di paviliun senjata milik Sekte Tapak Macan, tentu akan mengundang kecurigaan sekte besar yang lainnya dan akan membuat mereka berwaspada, mungkin bisa mengganggu perjalanan kita memperbaikki keadaan. Namun bagaimana jika kita bisa menjual dalam jumlah besar secara rahasia ke pihak istana? Kata Agni.
"Hahaha... kau benar, tapi asal kau tahu, jangankan senjata langit ini Agni, senjata bumi tadi juga akan laris manis jika kau menjualnya ke istana, tapi bagaimana caramu merahasiakannya?" Tanya Samijan.
"Pangeran Yun Bei Du, dari Tuan Fang Yuen aku mendengar pangeran kelima itu sebenarnya juga menginginkan posisi putra mahkota, namun merasa belum cukup memilikki kontribusi yang besar. Ia juga tidak terlalu setuju kakaknya yang temperamental itu menjadi putra mahkota, aku akan menghubungi Tuan Fang Yuen untuk membuat hubungan dengan Pangeran Yun Bei Du, selain itu, bukankah Tetua Vincent juga jagonya melobi?" jawab Agni.
"Jika kita bisa menyediakan senjata kualitas yang baik untuk mempersenjatai pasukan istana, pasti itu akan membawa keuntungan besar bagi sekte, juga bagi pangeran Yun Bei Du sendiri" lanjutnya.
"Hmmm... Itu tidak mudah Agni, berapa banyak kita bisa menyediakan senjata untuk pasukan istana? Dengan kualitas senjata tingkat bumi seperti yang kau buat saja, orangku juga butuh waktu untuk membuatnya" sahut Samijan.
"Maaf Guru, bukankah inti hewan iblis itu juga akan meningkatkan kemampuan Guru? Dan juga tidak perlu banyak emas dan perak untuk membuat kualitas yang baik jika kita menggunakan tulang dan inti hewan iblis" setelah mengetahui bahwa portal alam rendah akan terbuka tiap lima tahun sekali, Agni tak ragu lagi untuk memberikan bantuan dengan banyak hewan iblis yang ia milikki.
"Hmmm... Sebenarnya berapa banyak hewan iblis yang kau punyai Agni?" Tanya Samijan penasaran.
"Hehehe... Aku mempunyai 2000 lebih hewan iblis Guru"
"APA.... 2000....?????"
...______________________...
__ADS_1
...Maaf readers sekalian, edisi romadhon, mungkin hanya bisa sehari sekali saja post update, atau mungkin 2 hari sekali, namun jika senggang, Author akan usahakan untuk tetap post 2 bab....
...Vote, Rate, Like, Gift, Share and Krisan kalian sangat berarti untuk author. Lup U Pull.......