Pendekar Tongkat Pemukul Anjing

Pendekar Tongkat Pemukul Anjing
Ep 13 - Kisah Lima Guru


__ADS_3

Chua Pek Dong satu-satunya yang masih memiliki keluarga, Gajahmada bahkan tak memungut istri, sedang tiga yang lainnya, semua anak turunnya tewas dalam perang besar melawan iblis surgawi.


Demi menjaga garis darahnya, Chua Pek Dong mengungsikan anak cucunya kepulau terpencil di ujung selatan benua Nusantara. Tak banyak yang mengetahui letak pulau itu. Beberapa keluarga dari lima benua yang mengungsi karena menghindari perang besar melawan iblis surgawi, tak sengaja sampai juga ke pulau terpencil itu, namun hanya sebagian kecil saja. Sedangkan pulau itu sendiri, yang tak lain adalah pulau Jawa, hanya di huni beberapa ratus penduduk asli pada masa itu.


Seperti yang telah diceritakan, ratusan tahun sejak perang besar melawan iblis surgawi berakhir, kelima pemegang tongkat menjadi buruan yang paling dicari oleh kultivator tingkat tinggi lainnya. Tongkat pemukul anjing dan kitabnya menjadi alasan mengapa mereka menjadi buruan.


Tongkat pemukul anjing, adalah tongkat pusaka yang terbuat dari sisik naga suci berpadu dengan esensi lima elemen. Berita yang beredar, menyerap sepersepuluh bagian saja dari tongkat itu, akan bisa menaikkan tingkat kultivasi beberapa tingkat. Hanya saja itu berita yang dibuat-buat orang-orang tertentu, untuk menarik perhatian para kultivator dan memanfaatkan mereka yang tergiur pada kekuatan tongkat tersebut.


Sedangkan kitabnya sendiri, selain berisi teknik-teknik ilmu tingkat tinggi, juga terbuat dari kulit Badak Emas, hewan buas tingkat dewa berusia 500 ribu tahun. Diketahui bisa menjadi sebuah armor, siapa saja pemakainya, dapat menahan serangan dari kultivator dua tingkat diatasnya.


Lima orang tua terbang dengan kecepatan tinggi melintasi langit diatas Laut Neraka Selatan. Sebuah lautan luas yang berada diujung selatan benua nusantara.


Seorang diantara mereka berkata,


"Zhao Tian dan orang-orangnya masih mengejar kita, Bocah Sinting, Ular Sawah, kalian duluan, bawalah ini, Gajah Bengkak, Ben, bantu aku susun formasi"


Adalah Suk Ang Hin yang kemudian mengeluarkan ratusan rune dan diberikan kepada Chua Pek Dong dan Takada Tanaga untuk menyusun pondasi formasi lapisan selanjutnya. Keduanya pun mengerti dan segera melesat dengan kecepatan yang lebih tinggi, mendahului tiga yang lainnya.


Sementara Suk Ang Hin kembali mengeluarkan rune yang lebih banyak dari pada yang diberikannya kepada Chua Pek Dong. Dengan di bantu Ben Crutch dan Gajahmada, mereka segera menyusun formasi Kabut Lautan.


Gajahmada melesat ke arah yang berlawanan dengan Ben Crutch, sementara Suk Ang Hin masih pada tempatnya. Ketiganya kini terpisah membentang sejauh puluhan kilometer. Disepanjang bentangan, mereka menyebarkan rune yang mereka pegang. Setelah dirasa cukup, mereka segera membuat formasi Kabut Lautan.


Sebuah garis sinar berwarna keemasan saling terhubung dari rune satu ke rune lainnya. Setelah semua rune terhubung, terbentuk garis tepi berbentuk segi delapan yang mengelilingi semua rune-rune itu. Ketiganya siap untuk menyelesaikan formasi tersebut. Garis tepi segi delapan yang bersinar keemasaan itu membentang semakin luas ke semua arah, hingga masuk kedalam lautan saat mereka menyelesaikan formasi Kabut Lautan.


Bersamaan dengan garis-garis sinar keemasan pada formasi tersebut memudar dan menghilang, kabut asap tipis muncul disekitar formasi dan sesaat kemudian menghilang sama sekali. Setelah selesai dengan formasi lapis pertama, mereka bertiga segera melesat untuk menyusul dua orang lain yang mendahului.


"Sialan, mereka telah membangun formasi" umpat Bai yun, karena merasa kembali melewati tempat yang sama, walaupun sangat susah membedakan antara tempat yang satu dengan tempat yang lainnya, karena begitu luasnya lautan itu.


Bai Yun adalah salah satu ahli formasi dari Sekte Bulan Bintang, yang menemani pengejaran Zhao Tian bersama ratusan kultivator tingkat tinggi dari berbagai sekte.


Dan Bai Yun memang benar, formasi kabut lautan telah mengembalikan siapapun yang melewatinya beberapa puluh kilometer ke belakang.


Meskipun ratusan orang yang mengejar kelima orang tua yang membangun formasi tersebut adalah para kultivator tingkat tinggi, tidak mudah bagi mereka untuk menemukan di mana letak formasi itu, bahkan Bai Yun, yang disebut salah satu jenius Ahli formasi abad itu.


Apalagi mereka saat itu dengan kondisi terbang di atas lautan yang terpisah sangat jauh dari daratan. Dibutuhkan energi qi yang tidak sedikit bagi seorang kultivator untuk bisa terbang. Jika mereka kehabisan qi ditengah lautan, bukan hanya jarak yang sangat jauh dari daratan, namun dalam kondisi kehabisan qi dan berhadapan dengan hewan buas penghuni lautan, sangat mungkin mereka akan menemui kematian.


Bisa dibilang, Suk Ang Hin adalah master formasi terhebat sepanjang masa. Kemampuannya, belum ada satupun master formasi lainnya yang dapat menyaingi. Apalagi hanya sekelas ahli formasi.


Namun Suk Ang Hin adalah seorang kultivator yang tidak pernah meremehkan kemampuan lawan-lawannya. Itu membuatnya mendirikan formasi berlapis bersama empat master yang lainnya. Bisa jadi suatu saat nanti akan ada yang mampu memecah formasinya. Karena tak ada sesuatu yang sempurna, setiap hal pasti memiliki celah. Seperti halnya formasi kabut lautan, asal mereka bisa menemukan titik tengah dari rune yang dipasangnya, tentu formasi itu akan dapat ditembus.


Formasi kedua dan ketiga telah selesai pula di bangun lima orang master tersebut, tentunya atas kemampuan Suk Ang Hin. Itu membuatnya menghabiskan ribuan rune untuk membangun ketiga formasi tersebut.

__ADS_1


Dan beruntung, hingga lebih dari sejuta tahun, tak ada yang mampu menembus formasi itu.


Awalnya, kelima orang tua itu hidup bersama orang-orang yang tinggal di pulau Jawa. Namun mereka membutuhkan sumber daya untuk dapat memperpanjang usia mereka. Pada akhirnya, tak ada lagi sumber daya di pulau jawa yang dapat memperpanjang usia mereka. Semua tanaman herbal tingkat tinggi, juga hewan buas atau biasa disebut juga hewan spiritual, telah habis mereka konsumsi. Selanjutnya, itu akan memaksa mereka hidup dengan wujud roh, yang mempunyai kekuatan sangat terbatas.


Demi menjaga kedua pusaka, hanya keturunan Chua Pek Dong yang bisa diharapkan untuk menerima warisan ilmu mereka berlima. Chua Pek Dong memilikki elemen tunggal, kemungkinan besar keturunannya akan terlahir sebagai pemilik elemen tunggal pula. Namun kelahiran elemen tunggal sangat langka sekali, 10-20 ribu tahun sekali. Sementara, penghuni pulau Jawa, rata-rata terlahir dengan 3-4 elemen, dan sangat sedikit sekali yang terlahir dengan dua elemen.


Tak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Bisa saja iblis surgawi kembali lagi menyerang daratan, atupun makhluk yang lainnya, atau bisa juga dari ras penghuni daratan bumi sendiri yang membuat kekacauan. Maka mereka berlima bersepakat untuk menjaga kedua pusaka hingga lahirnya keturunan Chua Pek Dong yang ditakdirkan mempunyai elemen tunggal.


Chua Pek Dong, menjaga tongkat pemukul anjing, dia akan berusaha mengikis aura tongkat tersebut, tak disangka, hanya mengandalkan kekuatan roh, dibutuhkan ratusan ribu tahun untuk mengikis aura tongkat tersebut.


Takada Tanaga, menjaga kitab tongkat pemukul anjing. Lebih ringan daripada menjaga tongkat, namun tetap membutuhkan ratusan ribu tahun pula untuk mengikis aura kulit badak emas.


Tiga yang lainnya, menjaga formasi Kabut Lautan, dan juga menjaga keturunan Chua Pek Dong. Sementara kehidupan di pulau Jawa sendiri, mereka tidak akan turut campur, selama tidak membahayakan nyawa keturunan Chua Pek Dong.


Apalagi ketiganya yakin, dengan bakat alami dan akar roh pada kultivator pulau jawa, juga sumber daya yang telah habis mereka konsumsi, setinggi-tingginya level kultivator di pulau jawa, hanya bisa mencapai ranah kaisar tahap menengah saja. Jika ketiganya bersama, bukan hal yang sulit untuk menghabisi mereka, walau hanya dengan 10-20 % kekuatan.


Dalam penantian itu, sempat beberapa kali keturunan Chua Pek Dong lahir dengan elemen tunggal, namun sayangnya, kualitas fisik sama sekali tidak mendukung, bahkan ada juga yang terlahir cacat walaupun mempunyai elemen tunggal.


Ratusan ribu tahun berlalu, tak disangka keturunan Chua Pek Dong bahkan hanya menjadi orang biasa, namun itu justru hal baik, dengan begitu, keturunan Chua Pek Dong tak akan terlalu menarik perhatian kultivator lainnya. Karena dunia kultivasi memiliki persaingan lebih berat dari pada dunia orang biasa.


Pada akhirnya, lahirlah Mahisa Agni, bahkan dengan elemen api, bisa dibilang elemen yang terkuat diantara elemen lainnya. Sayangnya Agni hanya mempunyai tulang kerbau saja. Namun sudah bisa dibilang mencukupi meski agak dibawah harapan mereka berlima.


"Cerita guru sekalian bagai sebuah dongeng, anda yang cerita bukan guru sendiri, dan aku tak merasakan sendiri keajaiban ini, pasti aku tak akan percaya" kata Agni setelah beberapa jam mendengar cerita guru mereka.


"Hahahaha.... Itu bahkan belum tentang kehidupan iblis surgawi di tempat mereka" ujar Chua Pek Dong.


"Memang bagaimana tentang mereka Eyang?"


"Coba kau tanya Ular sawah itu" perintah Chua Pek Dong.


"Kau bisa tanya Ssaem mu itu" saut Takada Tanaga.


"Hoho... Mister Ben mu pasti lebih tahu" timpal Suk Ang Hin.


"Yang paling tahu yours mbah kakung itu" kata Ben Crutch melempar pula.


"Sebenarnya Ngger, yang paling tahu itu cuma mas Ebiet... Cobalah kau tanyakan, pada rumput yang bergoyang...." Pungkas Gajahmada.


"Hahahaha....wuahahhaa...wuahaha"


Kelima orang tua itu menertawakan muka Agni yang bertekuk.

__ADS_1


"Jahat sekali kalian, beraninya kroyokan" ujar Agni sambil melipat bibir.


"Haha... Bagaimana kami tau Cu, tak ada satupun yang pernah kami dengar pergi kesana" kata Chua Pek Dong.


"Baiklah, kalau begitu, biar nanti Agni saja yang pergi ke alam mereka dan menghajar mereka biar ga kembali lagi ke daratan bumi" ujar Agni bersemangat sambil mengepalkan tangan.


"Wwwuuuuueeeeee.....kereeeeeennnnn" saut lima orang tua itu kompak.


"Kau mempunyai semangat yang bagus young man" puji Ben Crutch.


"Tapi semangat saja tidak cukup, kau harus benar-benar serius berlatih" ujar Takada Tanaga mulai serius.


"Benar Cu, memang tidak menutup kemungkinan seseorang bisa pergi ke alam lain, tapi satu-satunya yang pernah guru-guru mu ini dengar, hanya kultivator ranah immortal yang bisa pergi ke langit" kata Chua Pek Dong.


"Yang dimaksud "langit" belum pernah ada yang bisa menjelaskannya dengan pasti, karena tidak ada satupun dari beberapa kultivator yang sampai ranah immortal, kembali ke alam daratan bumi ini" tambah Suk Ang Hin.


"Bisa jadi langit yang dimaksud adalah adalah satu di antara ribuan planet yang ada di galaxy ini" imbuh Gajahmada.


"Jadi, apakah Guru semua tak ada yang berniat kesana?" Tanya Agni penasaran.


Kelima orang tua itu saling pandang, pertanyaan Agni memang cukup berat untuk dijawab.


"Yang kami dengar, menerobos ranah immortal, berarti harus siap meninggalkan segala yang ada di alam daratan bumi ini, tak ada satupun yang bisa di bawa kecuali hanya jasad dan sehelai pakaian saja" Chua Pek Dong mewakili untuk menjawab.


"Selain itu Young Man, ranah immortal bukanlah sesuatu yang mudah didapat. Dari ratusan juta penduduk Indonesia, eh... Maksudku, ratusan juta penghuni daratan bumi, yang mencapai ranah SoulGod tahap puncak hanya ratusan orang saja. Butuh sumber daya dan kekuatan besar untuk naik ke ranah immortal" Ben Crutch melengkapi.


"Hmmm... Begitu ya Mister, berarti sangat susah untuk mencapai ranah immortal. Kalau begitu, guru sekalian di ranah mana saat ini?" Tanya Agni.


"Guru-gurumu di ranah Semigod tahap puncak , itu membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencapainya" Suk Ang Hin menjawab.


"Aku jadi penasaran, siapa yang paling kuat diantara guru berlima" pertanyaan Agni mengundang tawa lima orang gurunya.


"Hahaha... Saat aku melawan Eyangmu, berapa lama kau menyaksikan?" Takada Tanaga bertanya balik, mengingatkan Agni ketika mereka bertarung di alam jiwa Agni.


"Entah, aku lupa guru, mungkin beberapa jam" jawab Agni.


"Kami bisa bertempur berbulan-bulan untuk mencari siapa pemenangnya, kau mau jadi wasit Cu?" Jawab Chua Pek Dong.


Jawaban Chua Pek Dong itu di sambut tertawa semua orang. Kemudian Agni membayangkan betapa mengerikan kekuatan para kultivator tingkat tinggi. Bagaimanapun, Agni masih dengan kepolosannya, walau kedewasaanya telah meningkat sejak memasuki dunia kultivasi. Dengan hatinya yang masih polos itu, Agni mengucapkan tekad dalam hatinya,


"Aku harus menjadi lebih kuat daripada kelima guruku, tidak ada yang boleh menindas daratan bumi sesuka hatinya"

__ADS_1


__ADS_2