
"kak...hhmpp... Ini enak... hmmppp... enak sekali... Belum pernah ibu memasakanku seenak ini" Andara memaksa bicara ditengah mulutnya yang penuh makanan itu, sebelum lainnya mulai makan, ia talah terlebih dahulu melahap sepotong besar daging yang dimasak Agni.
"Tak kusangka engkau juga sangat pandai memasak Agni, aku harus belajar padamu" Puji Lasmita.
"Iya Kak.... Ini enak banget.. udah jago berantem, jago masak pula, sayang kakak kurang tampan dikit. Xixixi...." Gurau Arini.
"Hahaha... Awas kau Arini, aku sumpahin kekasihmu kelak lebih jelek dariku" saut Agni.
"Aduh, jangan dong Kak... Iya...iya deh.. maaf... Kak Agni paling ganteng sedunia" balas Arini.
Harjaya yang telah siap pula dengan makanannya, hendak memulai makan,
"Tunggu Paman...!" Sergah Agni.
Sepotong daging berhenti di depan mulut Harjaya.
"Aku masih ingat kata-kata paman tadi, air saja gosong jika ku masak, apa kata paman sekarang?" Tagih Agni.
"Ehmm... Anu...hehe... Happpp.." Harjaya tak bisa menjawab dan segera melahap daging yang sempat terhenti tadi.
Sementara Wilis semakin terkagum dengan Agni, pemuda itu sepertinya orang yang serba bisa dimatanya, padahal usia Agni tak terpaut jauh darinya.
"Saudara Agni, memang benar-benar enak masakan Saudara, bahkan koki didalam sekte dulu tak pernah masak seenak ini" Ayu Wilis yang sebelumnya tak banyak bicara jika ada Agni, merasa tak pantas jika tak turut memuji.
"Terima kasih Saudari Wilis, aku menjadi tersanjung dengan pujian Saudari" jawab Agni yang membuat kesan tersendiri di hati Wilis.
"Kalau bicara terus, kapan makannya, marilah Ngger, aku jadi ga enak sendiri, kami semua sudah makan, justru kau sendiri yang belum memulai makan" potong Lasmita.
"Tidak apa Bibi... Tidak usah sungkan... Ini aku juga sudah siap makan" kata Agni kemudian memakan daging yang sudah dipegangnya.
Mengetahui dari Andara bahwa Ayu Wilis ternyata juga seorang alkemis, membuat Agni tertarik untuk memperbandingkan kemampuannya sendiri.
"Maaf Saudari, aku baru tahu kalau Saudari Wilis ternyata seorang Alkemis,
sedikit-sedikit aku juga mempelajari bagaimana membuat Pil, mungkin saja nanti saudari bersedia untuk membagi pengalaman kepadaku" kata Agni.
"Mengapa kau baru mengetahuinya Agni, bukankah aku sudah bilang Ayah nona Wilis adalah seorang master alkemis di dalam sekte" potong Harjaya.
"Hehe... Maaf Paman, mungkin saat itu aku kurang fokus" jawab Agni.
"Aku belum pantas disebut Alkemis Saudara, aku hanya bisa sedikit meracik obat-obatan saja" Wilis merendah.
"Jadi, apakah nona bersedia?" Tanya Agni yang kembali di sauti oleh Harjaya, Harjaya mengerti maksud Agni itu, pil yang diberikan Agni pil tingkat langit bintang 3, bukanlah pil yang murah jika harus membelinya.
"Silahkan di coba Nona, mungkin saja tukar pengalaman kalian bisa membawa manfaat" bujuk Harjaya.
__ADS_1
"Ba...baiklah Paman, tapi bukankah kita harus menyelesaikan makan kita dulu?" Wilis tak bisa menolak.
"Saudari benar, marilah" saut Agni sambil melanjutkan makannya.
Begitu juga seperti hal lainnya, dunia alkemis juga mempunyai tingkatannya sendiri. Alkemis dibagi menjadi 3 tingkat yang masing-masing mempunyai 3 tingkatan dengan tanda bintang.
Alkemis Pemula
- bintang 1
- bintang 2
Alkemis Guru
- bintang 1
- bintang 2
Alkemis Master
- bintang 1
- bintang 2
Selama ini, Agni hanya menerima apa saja yang dikatakan Takada Tanaga, jadi Agni tak mengetahui tingkatan kemampuannya. Menurut gurunya itu, Agni telah berada di tingkat Alkemis Master bintang satu. Mungkin tak akan lama lagi akan menyamai kemampuan gurunya.
Kemampuan Agni dalam alkimia ini... Ah... Bukan... Lebih tepatnya... Semua kemampuan yang dimiliki Agni memang membuat kelima gurunya sangat terpukau.
Ketika awal Agni resmi menjadi murid mereka, bekal Agni memang sudah cukup baik, bahkan mereka merasa Agni sangat beruntung telah menemukan rumput giok berusia lebih dari 2000 tahun, sehingga bisa meningkatkan kualitas bawaan Agni. Akar roh tunggal dengan elemen api yang memilikki dua inti api tingkat langit. Kualitas tulang berawal dari tulang kerbau, karena rumput giok menjadi tulang harimau. Kualitas otot adalah otot besi.
Agni juga mempunyai bekal kekuatan spiritual yang tinggi karena elemen tunggal yang ia milikki. Akan tetapi, dengan bekal Agni, guru-guru Agni memperkirakan Agni akan dapat menguasai ilmu-ilmu yang mereka turunkan dalam waktu 10-15 tahun, itu sudah sangat baik. Namun ternyata mereka dibuat benar-benar terkejut ketika hanya dalam 5 tahun, Agni telah cukup menguasai ilmu-ilmu yang mereka turunkan, hanya butuh sedikit penyempurnaan kedepannya.
Setelah makan, mereka semua berada dihalaman belakang rumah itu. Dengan inti api tingkat langit berwarna kuning dan sebuah tungku pemberian ayahnya, Wilis membuat sebuah pil penyembuhan tingkat bumi bintang 3. Di kekaisaran Yun, usia 17 tahun menjadi alkemis pemula bintang 3 adalah suatu bakat yang sudah sangat susah untuk dicari. Itu karena ayah Wilis adalah seorang Master Alkemis, tak heran anaknya pun tumbuh dengan bakan alkemis yang mencolok.
Namun Agni tak mengetahui semua itu, pengalaman Agni memperbandingkan kemampuannya tanpa menghitung saat dia berada di alam rendah hewan iblis, hanya pada saat menghadapi dan menghancurkan keluarga Ming. Itu juga bukan di bidang alkimia. Maka Agni tak tahu harus bersikap bagaimana ketika melihat pil yang dibuat oleh Wilis itu.
"Maaf Saudari Wilis, semoga saudari tak tersinggung, walaupun sudah sekitar 5 tahun lebih aku memasuki dunia kultivasi, aku belum banyak pengalaman di dunia luar, sehingga aku tak terlalu bisa menilai bagaimana tingkat kemampuan seseorang" ujar Agni.
"Tidak perlu sungkan saudara, justru aku akan merasa senang jika saudara bisa memberikan petunjuk untukku" jawab Wilis.
"Baiklah, jika saudari bisa lebih menstabilkan kekuatan roh saudari, kemudian memperkecil api dan membakarnya sedikit lebih lama, mungkin hasilnya bisa setara dengan pil langit bintang 1" Agni memberikan masukannya.
__ADS_1
Memang perkara mudah untuk sekedar bicara, namun memperkecil atau memperbesar api, dalam prosesnya bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, apalagi jika kekuatan roh kurang stabil. Sedikit saja kesalahan akan bisa merusak pil yang dihasilkan. Setidaknya, akan mengurangi kualitas pil itu.
"Terima kasih atas saran dan masukkan Saudara, Wilis akan mengingatnya dan berusaha meningkatkan kemampuan" sahut Wilis kemudian ia berkata dalam hatinya,
"Aku salah satu jenius di kekaisaran Yun, memangnya tingkat apa pemuda ini bisa bicara semudah itu"
Agni tak bisa membaca pikiran Wilis, namun ia menyadari melakukan tak semudah membicarakannya.
"Bolehkah aku meminta bahan-bahan saudari, aku akan menggantinya nanti" Agni meminta bahan yang sama untuk membuat pil seperti yang di buat Wilis, itu karena bahan-bahan yang di pakai Wilis hanya herbal biasa tingkat bumi, sedang Agni hanya memilikki herbal tingkat langit dan beberapa beberapa puluh lagi herbal tingkat suci.
"Oh, silahkan saudara, ini" Wilis memberikan beberapa bahan kepada Agni
"Terima kasih" sahut Agni.
Sejenak kemudian Agni membuat pil dari bahan-bahan yang sama yang di pakai oleh Wilis. Ketrampilan Agni mengolah bahan-bahan itu sungguh membuat Wilis terkejut, itu bukan tingkat Alkemis pemula. Lebih terkejut lagi ketika hasil pil yang dibuat Agni, walau masih berada di tingkat bumi bintang 3, namun itu tidak kalah dengan pil tingkat langit bintang 1.
"Saudari Wilis, kalau engkau berkenan, aku bersedia membimbing Saudari untuk meningkatkan kemampuan Alkimia Saudari" tawar Agni sembari memberikan pil yang dibuatnya.
"Walaupun dia bisa membuat pil sebagus ini, apa mungkin dia bisa membimbingku, itu sama saja dengan menjadi guruku" batin Wilis.
"Te..terima kasih saudara, namun...." Jawab Wilis meragu.
"Aku tahu Saudari Wilis, baiklah, aku tak akan menutupi kemampuanku, aku akan membuatkan Pil Bunga Biru untuk membantu meningkatkan kekuatan spiritual saudari" Ujar Agni.
Wilis hampir tersedak mendengar apa yang dikatakan Agni, telinganya masih belum bisa mempercayai itu. Dari mana Agni mendapatkan bahan-bahan nya, itu herbal tingkat langit, sedangkan setiap bahan seharga ribuan koin emas, bahkan puluhan ribu.
Belum sempat Wilis selesai dengan ketidak percayaannya, Agni telah mengeluarkan beberapa herbal berusia di atas seratus tahun yang melayang di hadapan Agni. Itu membuat Wilis benar-benar tersedak sambil membelalakan mata. Apalagi ketika Agni membuat pil Bunga Biru tanpa menggunakan tungku dan membakarnya dengan dua inti api berwarna kuning dan biru.
Saat proses pembuatan, itu membuat semua orang mundur karena hembusan angin dan aura yang ditimbulkan ketika pembuatan pil itu. Ketika proses itu telah sampai akhirnya, mereka semua merasakan ledakkan aura dari 5 biji pil yang dihasilkan. Membuat semua anggota keluarga Harjaya semakin mengagumi anak muda di depan mereka itu.
"I...ini... Bagaimana mungkin, hanya seorang Master Alkemis yang bisa melakukan itu. Berapa sesungguhnya umur Agni ini????" Pertanyaan Wilis dalam hatinya.
"Ini pil tingkat langit bintang 3, namun kualitasnya aku jamin, setara dengan pil tingkat suci bintang 1, saudari membutuhkan pondasi yang kuat untuk mengkonsumsi pil ini, ini akan meningkatkan kekuatan spiritual saudari beberapa kali lipat" kata Agni sambil memberikan pil itu.
"Ini... Harga pil ini mungkin lebih dari satu juta koin emas Saudara, apa saudara benar akan memberikan padaku?" Tanya Wilis masih tak percaya.
Agni sekali lagi terkejut mendengar jumlah koin emas yang disebutkan Wilis, 3000 koin emas yang disebutkan Harjaya beberapa waktu yang lalu telah membuatnya terkejut, ini justru sejuta koin emas.
"Benar-benar gila harga harta dunia kultivasi ini, benar-benar gila!!!" batin Agni.
"Aku tak mengetahui harganya Saudari, tapi tenanglah, aku masih mempunyai yang lainnya, nanti akan kutemani saaudari ketika siap meminum pil ini" kata Agni.
"Terima kasih banyak Saudara Agni, aku tidak tahu bagaimana akan membalas kebaikkan saudara" jawab Wilis sambil menangkupkan tangan dan menunduk dalam-dalam.
"Tak perlu sungkan Saudari Wilis" jawab Agni.
__ADS_1