Pengganti Calon Suami Azzalea

Pengganti Calon Suami Azzalea
BOHONG!


__ADS_3

Randu sudah tiba lagi di kantor untuk lanjut mengerjakan beberapa laporan yang tadi ia tinggal karena Randu ada misi penting.


Misi menyelidiki tentang Rayyen!


Bukankah itu misi yang sangat-sangat penting,


"Siang, Randu! Dari mana?" Sapa Haezel yang entah sejak kapan sudah duduk di ruangan Randu. Memangnya sahabat sekaligus atasan Randu itu sedang apa di ruang kerja Randu? Melakukan inspeksi?


"Menikmati makan siang, Pak Kepala!"


"Kau tidak pulang untuk makan siang?" Randu balik bertanya pada Haezel.


"Sudah tadi."


"Aku sudah pulang untuk makan siang, lalu aku juga menjemput Zelyra pulang sekolah, dan sekalian mengantar Mayra belanja ke beberapa keoerluan dapur," cerita Haezel yang langsung membuat Randu tertawa kecil.


"Luar biasa! Benar-benar suami dan Dad teladan," puji Randu masih sambil tertawa.


"Tapi ngomong-ngomong, kenapa kau tidak menjemput putrimu juga, Randu?" Tanya Haezel tiba-tiba yang langsung membuat tawa Randu terhenti tiba-tiba.


"Putriku?" Randu langsung mengernyit bingung.


"Ya! Yang namanya Zelyra dan usianya lima tahun."


"Aku sedikit bertanya-tanya. Sejak kapan Zelyra jadi putrimu?" Cecar Haezel yang langsung membuat Randu meringis lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Sejak dulu!" Jawab Randu masih meringis.


"Aku selalu menganggap Zelyra sebagai putriku," lanjut Randu lagi masih salah tingkah.


"Hmmmm, oke! Aku paham," Haezel sudah manggut-manggut.


"Tapi, Randu! Jika aku boleh memberikan sedikit saran, bukankah ada baiknya jika kau itu jujur saja pada Lea tentang statusmu dan tak perlu membohonginya dengan mengatakan kalau Zelyra adalah putrimu!"


"Itu konyol sekali!" Sergah Haezel yang raut wajahnya sudah berubah geram sekaranga.


"Lagipula, apa maksudmu mengatakan kalau kau itu seorang single father?" Tanya Haezel tadi tak paham.


"Aku tadinya tak mengatakan itu pada Lea. Tapi Lea tak sengaja melihat fotoku betsama Zelyra." Randu menunjukkan wallpaper di ponselnya pada Haezel.


"Lalu Lea menerka-nerka sendiri! Aku kan hanya mengiyakan," Kelit Randu yang rupanya pandai beralasan.


Dasar!


"Sejak kapan kau memakai foto putriku sebagai wallpaper ponselmu?" Haezel sudah merebut ponsel Randu, lalu menarik jari Randu juga untuk membuka kunci layar di ponsel tersebut.


Ternyata bukan memakai sidik jari!


"Buka matamu!" Haezel ganti memindai mata Randu dan benar saja, kunci layar ponsel Randu ternyata memakai pindaian iris pria itu.


"Jangan dihapus, Ezel!" Cicit Randu, saat Haezel menghapus foti Randu dan Zelyra sebagai wallpaper, lalu menggantinya dengan gambat abstrak.


Ck!


"Kau belum menjawab pertanyaanku!" Haezel mengingatkan Randu.


"Sejak aku bercita-cita menjadi menantumu," jawab Randu jujur yang sontak membuat Haezel terbatuk-batuk karena tersedak ludahnya sendiri.


Apa Randu sedang mabuk?


"Tapi sekarang cita-cita itu sudah menguap pergi, karena aku sudah jadi calon menantu dari kedua orang tua Lea!" Lanjut Randu penuh percaya diri.


"Mungkin maksudnya, calon menantu sementara yang akan langsung didepak oleh Lea begitu tunangan Lea yang asli kembali!" Sergah Haezel seolah sedang mengingatkan Randu.

__ADS_1


"Ck!" Randu langsung berdecak sekaligus merengut. Haezel hanya geleng-geleng kepala, lalu beranjak dan keluar dari ruang kerja Randu.


"Kau tadi bertemu Lea di mana, Ezel?" Tanya Randu saat Haezel sudah tuba di ambang pintu.


"Di supermarket,", jawab Haezel.


"Jadi, Lea sudah tahu kalau aku berbohong tentang Zelyra?" Tanya Randu lagi.


"Kau pasti sudah tahu jawabannya!" Jawab Haezel.


"Alamak!" Gumam Randu lenay seraya mengusap wajahnya sendiri. Terang saja ekspresi Randu tersebit suksee mengundang gelak tawa Haezel.


"Jadi, kau benar-benar tertarik pada Lea, hah?" Pungkas Haezel sebelum pria otu berlalu pergi. Randu bahkan belum semoat menjawab dan menyangkal, tapi Haezel sudah pergi.


"Apa maksudnya? Aku tak tertarik pada Lea!"


"Aku hanya menghayati peranku sebagai pengganti tunangan Lea. Memang ada yang salah dengan hal itu?" Ujar Randu menggerutu sendiru karena Haezel yang memang sudah berlalu pergi.


"Lagipula kalau dipikir-pikir, aku memang tunangan Lea sekarang! Karena jelas-jrlas akulah yang menyematkan cincin di jari manis Lea!" Gumam Randu lagi mulai berteori.


"Jadi, tak ada yang salah dengan sikap dan tindakanku sebagai tunangan Lea kan?" Ujar Randu lagi bertanya sekaligus bermonolog sendiri.


Entahlah!


Sepertinya Randu mulai sedikit gila sekarang!


****


"Kau lagi!" Ketus Lea yang baru keluar dari B&D Resto saat melihat Randu yang sudah menunggunya di depan Restoran.


"Kau sudah baca pesanku, Lea?" Tanya Randu berbasa-basi pada Lea. Namun tak ada jawaban dari Lea yang malah sudah berlalu meninggalkan Randu.


"Lea!" Randu buru-buru mengejar Lea dan menarik tangan gadis itu.


"Dasar penipu!" maki Lea pada Randu.


"Siapa yang penipu?" Tanya Randu pura-pura ogeb.


"Kau itu!" Sergah Lea emosi.


"Mengaku sudah punya putri, padahal itu putri temanmu!" Lea lanjut mendorong bahu Randu dengan kesal.


"Aku tak pernah mengatakan kalau Zelyra putriku! Kau sendiri yang menebaknya waktu itu!" Ujar Randu yang malah menyalahkan Lea.


Maunya apa sebenarnya detektif menyebalkan ini!


"Kau kan waktu itu bertanya usia Zelyra berapa. Lalu aku jawab lima tahun dannkau langsung menyimpulkan sendiri kalau Zelyra ity putriku! Padahal aku dan Zelyra tak ada mirip-miripnya sama sekali!" Kekeh Randu yang sontak mrmbuat Lea merengut antara malu dan kesal.


"Lalu kenapa kau memakai fotomu bersama Zelyra sebagai wallpaper ponsel?" Tanya Lea penuh selidik.


"Karena dulu aku jatuh cinta pada Zelyra dan berharap kalau-" Randu tak jadi melanjutkan kalimatnya saat Lea yang tiba-tiba sudah menatapnya dengan aneh.


"Kau pedofil?" Gumam Lea tetap menatap aneh pada Randu yang kini menggeleng.


"Itu dulu! Sekarang aku sudah tak jatuh cinta lagi pada Zelyra!" Sergah Randu mengelak.


"Itu kan hanya masa lalu!" Sambung Randu lagi seolah sedang mencari pembenaran.


"Hanya masa lalu tapi sukses membuktikan kalau kau itu pedofil-"


"Bukan!" Sergah Randu menyela.


"Aku pria normal!" Ujar Randu lagiyang hanya membuat Lea memutar bola matanya dengan malas.

__ADS_1


"Lalu soal keluargamu itu, kau berbohong juga?" Tebak Lea yang sepertinya sudah sangat negatif thinking pada Randu.


"Sama sekali tidak!" Jawab Randu cepat.


"Aku bisa mengajakmu bertemu mereka, jika kau tak percaya!" Ujar Randu lagi yang sontak langsung membuat Lea tertawa kecil.


"Lalu keluargamu akan mengira aku adalah calon istrimu!"


"Tidak, terima kasih!" Tolak Lea cepat.


"Tapi kau memang tunanganku!" Sergah Randu mengingatkan Lea.


"Ck! Berapa kali harus aku bilang, kalau itu hanya sandiwara dan pura-pura, Randu!" .


"Bisakah kau itu berhenti menganggapnya sebagai hal yang serius?" Geram Lea pada Randu.


"Tidak bisa aku rasa." Randu mengendikkan kedua bahunya.


"Seluruh keluargamu sudah menganggap aku sebagai tunanganmu, dan mereka semua welcome kepadaku!"


"Jadi aku pikir, kenapa aku tak jadi tunanganmu yang sesungguhnya saja!" Ujar Randu yang langsung membuat Lea menghela nafas jengah.


"Kau tidak bisa menjadi tunanganku, Randu! Dan ini hanya sandiwara!" Tegas Lea sekali lagi.


"Kenapa?"


"Karena aku hanya mencintai Rayyen!" Jawab Lea tegas.


"Meskipun Rayyen menipumu, kau tetap akan tetap mencintaimu? Rayyen bahkan sudah menghilang tanpa kabarcdu hari pertunangan kalian! Lalu kenapa kau masih mencintainya begitu?" Cecar Randu merasa heran.


"Bukan urusanmu!" Jawab Lea seraya bersedekap. Suasana sejenak hening setelah Randu berhenti mencecar Lea.


"Aku boleh bertanya satu hal, Lea?" Tanya Randu menecqh kebisuan.


"Ya!" Jawab Lea lirih.


"Misalnya Rayyen tak kembali, apa aku bisa menjadi tunangqnmu yang sebenarnya dan menikahimu?" Tanya Randu yang langsung membuat Lea menatap tajam pada pria di depannya tersebut.


"Rayyen pasti kembali!" Jawab Lea yakin.


"Misalnya Rayyen tak kembali!" Ujar Randu lagi keras kepala.


"Rayyen pasti kembali! Dia sudah mengatakannya kepadaku!" Tegas Lea pada Randu.


"Misalnya Rayyen tak kembali-"


"Rayyen pasti kembali Randu! Dan aku sedang malas berdebat denganmu!" Sergah Lea berteriak pada Randu yang keras kepala.


"Silahkan pulang sana dan jangan menginap di rumahku lagi!" Usir Lea seraya berjalan ke arah mobilnya sendiri.


"Tapi aku sudah terlanjur ada janji untuk main catur bersama Uncle Daniel malam ini!" Jawab Randu santai yang langsung membuat Lea menatap tak petcaya pada Randu.


"Aku menumpang mobilmu saja, ya!" Lanjut Randu lagi yang sudah dengan ceoat menyusul Lea, lalu masuk ke dalam mobil Lea.


Dasar Randu menyebalkan!!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2