Pengganti Calon Suami Azzalea

Pengganti Calon Suami Azzalea
BATAL


__ADS_3

Randu masih berkutat dengan beberapa laporan di atas mejanya, saat tiba-tiba Haezel masuk ke ruangan Randu, lalu menyalakan televisi.


"Sebuah truk yang hilang kendali tiba-tiba menyeruduk satu unit rumah seeta booth jualan di depan rumah hingga hancir berantakan. Satu orang penghuni rumah, yang bernama Suryanto berusia tiga puluh tahun, tewas di tempat setelah tubuhnya tertimbun puing-puing rumah. Di duga Suryanto, masih tertidur saat kejadian."


Haezel mem-pause tayangan di televisi yang menampilkan wajah korban bernama Suryanto semasa hidup. Tentu saja Randu langsung kaget saat melihat wajah blasteran yang dulu selalu diagung-agungkan oleh Lea tersebut.


"Kau kenal dia?" Tanya Haezel pada Randu yang masih terlihat kaget dengan berita yang baru saja ia tonton.


"Rayyen Foster, kekasih Lea," gumam Randu menjawab pertanyaan Haezel.


Kekasih?


Atau suami lebih tepatnya!


Bukankah mereka baru saja menikah pekan kemarin?


Tapi nama Rayyen, kenapa bisa berubah jadi Suryanto?


Suryanto... Rayyen...


Tidak ada mirip-miripnya!


Aneh!


Haezel mem-play lagi tayangan berita di televisi yang kini sudah berganti gambar menjadi gambar seoarng wanita hamil tua yang histeris di depan rumah yang sudah hancur lebur.


"Itu...." Kedua mata Randu memicing, saat pria itu melihat ke arah layar televisi.


"Sedangkan istri Suryanto yang tengah hamil tua dan putranya berusia tiga tahun justru selamat, karena saat kejadian berlangsung keduanya sedang pergi."


"Nama asli Rayyen adalah Suryanto dan dia sudah punya istri serta anak laki-laki berumur tiga tahun!"


"Benar-benar penipu kelas kakap!" Ujar Haezel panjang lebar memberikan informasi pada Randu yang masih terlihat kaget.


"Rugi sekali jika Lea benar-benar menikah dengan Suryanto-" Haezel belum menyelesaikan kalimatnya, saat Randu sudah bangkit dari duduknya dengan cepat.


"Aku harus pergi!" Ucap Randu seraya berlalu dari hadapan Haezel.


"Randu, kau mau kemana?" Teriak Haezel yang hanya seperti henlmbusan angin karena Randu yang sudah dengan cepat menuruni tangga di ujung lorong.


"Ck! Sudah dibilang untuk tidak ikut campur!" Gerutu Haezel seraya mematikan layar televisi di ruangan Randu.


****


"Lea, apa kau sudah tahu berita mengenai Rayyen palsu?"


"Lea, kau tidak jadi menikah dengan Rayyen, kan?"


Aaaargh!


Randu menggeram seraya memukul kemudi mobilnya saat ia berusaha menyusun kata-kata untuk ia katakan pada Lea. Saat ini Randu bahkan sudah menghentikan mobilnya di depan rumah Lea.


Tapi kenapa Randu begitu yakin kalau Lea ada di sini?


Bisa saja Lea ada di apartemen Rayyen, kan? Secara Lea dan Rayyen baru saja menikah.


"Ck! Dasar bodoh!" Randu menyugar kasar rambutnya dan merutuki dirinya sendiri yang mendadak khawatir berlebihan pada Lea yang jelas-jelas sekarang sudah menjadi istri orang.


Randu masih menyandarkan keningnya saat kaca jendela mobil Randi tiba-tiba diketuk oleh seseorang dari luar.


Sial!


Randu segera mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang baru saja mengetuk kaca mobilnya....


Ya ampun!


Itu Ryan yang mengenakan kemeja pantai warna biru cerah!


"Randu! Kau sedang apa disini?" Tanya Ryan yang suaranya hanya terdengar sangat pelan di telinga Randu.


Segera Randu membuka kaca jendela mobil.


"Hai!" Sapa Randu seraya meringis pada Ryan.

__ADS_1


"Apa musim liburan baru saja dimulai?" Tanya Randu lagi berbasa-basi pada Ryan.


"Oh, aku baru mau pergi honeymoon sebenarnya," kekeh Ryan yang langsung membuat Randu ternganga.


Tadinya Randu pikir yang menikah pekan lalu adalah Lea. Tapi ternyata Randu salah.


Sepertinya Ryan juga menikah pekan lalu. Atau pernikahan Lea dan Ryan digelar bersama?


"Kau sudah menikah juga, Ryan? Selamat!" Randu mengulurkan tangannya pada Ryan untuk memberikan selamat.


"Terima kasih, Mantan calon Abang ipar!" Jawab Ryan seraya terkekeh. Randu ikut terkekeh dengan selorohan Ryan.


"Sebenarnya, aku menikah juga dadakan kemarin karena Lea tiba-tiba membatalkan pernikahannya dengan Rayyen." Ryan bercerita sembari mengendikkan bahu. Namun Randu yang mendengar cerita Ryan malah langsung kaget dan membelalakkan kedua matanya.


"Lea dan Rayyen tak jadi menikah?"


Selain kaget, ada sedikit perasaan lega juga yang menyusup di hati Randu sebenarnya.


"Kata Lea, Rayyen tiba-tiba menghilang tak ada kabar seperti saat mereka bertunangan kemarin," cerita Ryan pada Randu.


"Seharusnya kau datang lagi kemarin untuk menggantikan calon suami Lea yang kabur," seloroh Ryan selanjutnya yang hanya ditanggapi Randu dengan raut wajah datar.


"Tapi aku yakin kau bukan pria bodoh yang mau dimanfaatkan lagi oleh Lea keras kepala," tukas Ryan lagi seraya menepuk punggung Randu.


"Ryan!" Panggil Nona pada Ryan yang masih asyik mengobrol bersama Randu.


"Iya!" Sahut Ryan yang langsung berpamitan pada Randu karena ia harus mengejar pesawat.


"Hati-hati dan selamat honeymoon!" Ucap Randu pada Ryan sebelum saudaraku kembar Lea itu meluncur ke bandara kita bersama Nona.


****


"Randu, lama tak bertemu!" Sapa Keano pada Randu yang sedang memilih-milih menu di B&D Resto.


"Selamat siang, Pak manajer!" Balas Randu seraya terkekeh.


Keano lalu memanggil seorang waitres untuk mencatat pesanan Randu. Setelah selesai membuat pesanan, dua pria itu kembali mengobrol. Randu juga sesekali akan celingukan ke pintu yang menuju ke arah dapur utama.


"Bukan siapa-siapa!" Jawab Randu seraya membenarkan posisi duduknya.


Namun Randu dengan cepat terlonjak dan hampir memanggil seseorang yang memakai topi koki seperti milik Lea yang keluar dari dapur.


Ya ampun!


Ternyata bukan Lea!


Untung Randu belum jadi memanggilnya!


"Kepala koki disini sudah ganti?" Tanya Randu akhirnya berbasa-basi pada Keano.


"Lea sedang cuti sementara," jawab Keano yang langsung membuat Randu membulatkan bibirnya.


"Bukan cuti untuk mencari calon suaminya yang kabur lagi, kan?" Tanya Randu seraya tertawa sumbang.


"Tapi semoga Lea sudah melihat berita hari ini tentang kecelakaan yang menimpa Rayyen Suryanto itu!" Gumam Randu selanjutnya yang ruoanya didengar juga oleh Keano.


"Kecelakaan apa?" Tanya Keano bingung.


"Kau belum tahu?" Randu buru-buru mengeluarkan poselnya, lalu menunjukkan video tentang kecelakaan yang menimpa rumah Suryanto alias Rayyen pada Keano.


"Jadi nama asli Rayyen...."


"Suryanto!" Jawab Randu cepat.


"Pria itu benar-benar penipu kelas kakap dan sepertinya dia juga sudah menipu Lea habis-habisan," ujar Randu lagi menerka-nerka..


"Dia bahkan sudah menguras habis uang di rekening Lea," timpal Keano yang langsung membuat Randu terkejut.


"Aku pikir Lea memberikan semua uangnya pada Rayyen secara cuma-cuma karena Lea sepertinya sudah cinta mati pada pria itu," pendapat Randu seraya tertawa kecil.


"Lea sudah menyadari kebodohannya, Randu," tukas Keano menatap serius pada Randu.


"Syukurlah kalau begitu!" Gumam Randu bersamaan dengan makanan yang sudah datang.

__ADS_1


"Tadinya aku mencari Lea karena aku ingin memberitahu perihal Suryanto tadi! Tidak ada maksud apa-apa!" Tukas Randu lagi yang hanya membuat Keano mengangguk. Keano lalu pamit dari hadapan Randu karena sepupu Lea itu ada keperluan.


****


"Habis, ya, Mbak?" Tanya Lea saat memeriksa donat buatannya yang Lea titipkan di warung di sekitar rumah Eyang Wida.


"Habis, Lia!"


"Donatnya enak!" Jawab Mbak pemilik warung.


Meskipun Lea sudah mengatakan pada warga kalau namanya adalah Lea, namun warga disini yang mungkin merasa aneh dengan nama Lea, malah memanggil Lea dengan nama Lia.


Sudahlah!


Lea malas menjelaskan lagi!


Biarlah sesuka hati mereka saja!


"Ini yang baru rasanya lebih bervariasi, Mbak!" Ujar Lea seraya meletakkan box donat yang baru di atas meja jualan.


"Walah, lha kok warna-warni seperti pelangi! Ini nanti malah dihabisin sama anakku!"


"Bahaya ini!" Seloroh mbak pemilik warung yang langsung membuat Lea terkekeh.


"Nanti Lea antar lagi yang baru kalau habis, Mbak! Lea kan produksi setiap hari," sahut Lea enteng seraya berpamitan.


Semua donat buatan Lea sudah selesai ia titipkan ke warung dan juga Lea antar ke rumah salah satu warga yang memesan untuk acara. Sekarang Lea akan langsung pulang dan istirahat sebentar sebelum lanjut membuat donat lagi.


"Eyang, Lea pulang!" Sapa Lea setelah gadis itu tiba di rumah Eyang Wida.


"Lea duduk sebentar di teras seraya menatap pada hamparan kebun teh yang terlihat jelas dari teras Eyang Wida. Kata Eyang Wida, semua perkebunan teh ini adalah milik seorang janda kaya yang dermawan yang bernama Ibu Rika.


"Ibu Rika itu baik sekali pada warga-warga disini!"


"Sudah membuka lapangan kerja,karena banyak warga yang jadi pemetik teh, trus setiap satu bulan sekali, Bu Rika juga rutin membagikan sembako untuk warga!" Cerita Eyang Wida pada Lea, saat kali pertama Lea bertanya tentang hamparan perkebunan teh serta pemiliknya.


"Itu, villa besar yang di sana itu milik Ibu Rika juga!" Eyang Wida menunjuk ke arah bangunan villa bernuansa putih yang tampak di kejauhan.


"Anak perempuan Bu Rika yang kerap menginap di sana. Anaknya baik juga mirip Bu Rika! Tak pernah segan bergaul dengan warga,dan suka jajan juga di warung-warung," cerita Eyang Wida seraya terkekeh.


Cerita Eyang Wida tentang Bu Rika kembali terngiang di benak Lea.


"Keren sekali Bu Rika, bisa punya perkebunan teh seluas ini!" Gumam Lea yang masih memandangi hamparan perkebunan teh. Namun tiba-tiba Lea melihat segerombolan anak yang berlari ke arah gapura desa.


Ada apa gerangan?


Tak berselang lama,anak-anak tadi sudah kembali seraya membawa kaus di tangan masing-masing yang sepertinya adalah kaus baru dengan brand ternama.


Mereka saling bersenda gurau memamerkan kaus masing-masing. Lea jadi penasaran,mereka dapat kaus-kaus itu dari mana.


"Dapat baju darimana, Dek?" Tanya Lea akhirnya pada salah satu anak yang berjalan paling belakang.


"Anaknya Bu Rika datang!" Jawab anak tersebut seraya berlari mengejar teman-temannya.


"Ya begitu kalau anaknya Bu Rika atau Bu Rika datang. Langsung anak-anak dikasih hadiah," ucap Eyang Wida yang sudah keluar ke teras untuk menghampiri Lea.


"Mereka baik sekali, Eyang!" Gumam Lea yang masih saja kagum pada sosok Bu Rika dan keluarganya.


"Memang!"


"Dan kabarnya anak perempuan Bu Rika juga mau menikah sebentar lagi." Cerita Eyang Wida lagi yang langsung membuat Lea membulatkan bibirnya.


"Lea mau mandi dulu sebelum sore, Eyang! Takut airnya keburu dingin!" Pamit Lea akhirnya seraya masuk ke rumah meninggalkan Eyang Wida yang masih betah duduk di teras.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2