Pengganti Calon Suami Azzalea

Pengganti Calon Suami Azzalea
I LOVE YOU!


__ADS_3

"Bagaimana kalau aku memelukmu saja sebagai pengganti guling malam ini?" Usul Randu yang tiba-tiba sudah menarik Lea ke dalam pelukannya.


Lea yang awalnya kaget akhirnya hanya diam, seraya mendongakkan wajahnya dan menatap pada wajah Randu.


"Mmmmuah!" Randu mengecup kening Lea yang masih berada di dalam pelukannya dan Lea sedikit menggeliat.


"Kenapa? Geli, ya?" Tanya Randu usil seraya kembali mencium kening Lea. Wajah Lea sontak memerah dan wanita itu langsung menyembunyikan wajahnya di dada Randu seraya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala.


Ya ampun!


Hati Lea terasa berbunga-bunga hanya karena mendapat kecupan dari Randu.


"Beneran jadi guling berarti, ya!" Ucap Randu yang semakin mengeratkan dekapannya pada Lea, lalu kaki pria itu juga membelit ke kaki Lea.


"Randu, kenapa namamu Randu?" Tanya Lea sedikit bergumam yang langsung membuat Randu mengernyit.


"Kau baru saja bertanya sesuatu?" Tanya Randu seraya mengusap lembut kepala Lea yang masih bersembunyi di dadanya.


"Heem!" Lea mengangkat wajahnya dan kembali menatap pada wajah Randu. Dan kini suami Lea itu juga tengah menatap pada Lea.


"Kenapa nama kamu Randu?" Lea mengulangi pertanyaannya.


"Tahu arti Randu?" Randu balik bertanya pada Lea yang langsung menggeleng.


"Artinya pohon kapuk!" Ujar Randu seraya menyingkirkan rambut Lea yang menutupi wajah istrinya tersebut.


"Pohon kapuk? Trus?" Tanya Lea bingung.


"Pohon randu atau pohon kapuk itu punya banyak manfaat. Sebagai penahan tanah dari erosi, mencegah banjir, dan sebagai tanaman penghijauan yang dapat diandalkan untuk usaha pengawetan tanah serta melestarikan sumber daya alam."


"Jadi karena itulah mama memberikan nama Randu padaku. Agar hidupku bermanfaat juga untuk banyak orang." Randu mengendikkan kedua bahunya.


"Itu berdasarkan cerita mama?" Tanya Lea penasaran.


"Bukan itu hasil aku mengarang indah," jawab Randu seraya tergelak yang sontak langsung membuat Lea memukul dada suaminya tersebut. Namun Randu sigap menahan tangan Lea, lalu tatapan keduanya saling bertemu.


Randu dan Lea sama-sama diam dan hanya saling menatap. Namun tak bisa dipingkiri, kalau degup jantung Lea kini memacu dengan begitu cepat, seolah ingin meloncat keluar.


Terlebih saat Randu semakin mendekatkan wajahnya pada Lea...


Lea memejamkan kedua matanya bersamaan dengan bibir lembut Randu yang sudah terasa menyentuh bibirnya. Randu memberikan kecupannya pada Lea yang masih memejamkan mata.


Lea juga bisa merasakan tangan Randu yang mulai mengusap lembut samping wajahnya, lalu diiringi dengan kecupan bibir Randu yang kembali menjamah bibir Lea. Yang kedua sedikit lama hingga Lea merasakan sensasi geli di bibirnya.


"Buka mata kamu," Bisik Randu mesra, seraya mengecup kedua mata Lea yang masih terpejam. Perlahan, Lea mbuka kedua matanya dan melihat wajah Randu yang sudah begitu dekat dengan wajahnya.


Lea kembali tersipu saat kemudian Randu melancarkan kecupannya lagi pada Bibir Lea. Kali ini Lea mulai membalas meskipun masih sedikit kaku dan canggung. Namun Randi dengan sabar membimbing Lea hingga akhirnya mereka berdua benar-benar berpagutan dengan begitu dalam.


"Emmmmhhh!" Lea menggelinjang dan sedikit tersentak saat merasakan tangan Randu yang sudah merem*s bongkahan kenyal miliknya.

__ADS_1


Pagutan Randu dan Lea seketika terlepas dan keduanya saling melemparkan senyum.


"First?" Tanya Randu yang sesaat langsung membuat Lea diam.


Apa jangan-jangan Randu berpikir kalau Lea sudah pernah disentuh Rayyen karena Lea dan Rayyen yang pernah tinggal di satu apartemen?


"Maaf jika pertanyaanku menyinggungmu." Randu mengusap lembut wajah Lea dan istrinya itu segera menggeleng.


"Kau yang pertama dan semoga menjadi yang terakhir juga," ucap Lea seraya balik mengusap wajah Randu, lalu keduanya mengaminkan bersama-sama.


Randu kembali memagut bibir Lea dengan lebih dalam lagi, sembari tangannya bergerak untuk melepaskan satu persatu kancing piyama Lea.


"Kau tahu gaun sexy untuk malam pertama-"


"Lingerie?" Sergah Lea cepat saat Randu mulai menanggalkan piyamanya.


"Iya, itu! Kenapa kau tidak pakai yang model itu saja malam ini?" Tanya Randu lagi yang hendak menarik bra Lea ke atas, namun Lea mencegahnya.


"Buka pengaitnya di belakang!" Titah Lea seraya berbalik dan memunggungi Randu.


"Punggungmu mulus!" Puji Randu seraya mengecup pundak Lea, lalu lanjut menciumi punggung Lea hingga membuat Lea kembali menggeliat. Tangan Randu juga sudah bergerak ke bawah bra, lalu menangkup sesuatu yang kenyal yang masih tersembunyi di dalam bra Lea.


"Hhhhhh!" Lea menggelinjang saat tangan Randu menyentuh ujung dadanya yang masih tertutupi bra.


Randu yang tak sabar, langsung menarik bra Lea ke atas, melewati kepala wanita itu tanpa membuka pengaitnya.


Randu menatapnya untuk beberapa saat, hingga membuat wajah Lea mendadak terasa panas.


"Kenapa hanya kamu lihat seperti itu?" Protes Lea yang kini sudah menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi dadanya.


"Tunggu!"


"Aku masih mengagumi bentuknya,"ujar Randu beralasan, sambil memaksa untuk membuka silangan kedua tangan Lea.


"Bentuknya ya begitu! Kenapa kau terlihat heran begitu?" Tanya Lea tak mengerti.


"Karena ini kali pertama aku melihat yang asli tanpa terhalang oleh apapun!" Jawab Randu yang masih saja memandangi dada Lea yang sebenarnya tak terlalu besar ukurannya.


"Gombal!" Decak Lea tak percaya.


"Serius!" Ucap Randu bersungguh-sungguh.


"Aku boleh menciumnya?" Izin Randu selanjutnya.


"Kenapa harus minta izin? Bukankah aku sudah jadi milikmu seutuhnya?" Jawab Lea yang langsung membuat Randu tersenyum lebar. Randu tak berbasa-basi lagi dan segera mel*mat bibir Lea, sebelum kemudian pria itu lanjut melahap kedua gundukan kenyal milik Lea secara bergantian.


Jengkal demi jengkal tubuh Lea tak luput dari kecupan Randu. Bahkan tanda kepemilikan Randu kini juga sudah tersemat dimana-mana, paling banyak di dada serta belakang telinga Lea.


Deru nafas Lea dan Randu sudah saling bersahutan, saat akhirnya dua tubuh itu kini saling menindih. Randu mengarahkan miliknya ke dalam milik Lea, lalu perlahan mendorongnya masuk.

__ADS_1


"Sakit?" Tanya Randu seraya menatap lekat pada wajah Lea yang kini menggigit bibir bawahnya.


"Heem," jawab Lea lirih.


"Sebentar sa.....ja!" Randu mendorong semakin dalam saat akhirnya milik Randu sudah tenggelam sepenuhnya ke dalam milik Lea.


Lea memejamkan matanya, dan butiran bening sukses turun di kedua pipinya.


"Lea," Randu menyeka lembut airmata Lea yang langsung menggeleng.


"Aku baik-baik saja!" Jawab Lea bersungguh-sungguh.


"Kau terlihat kesakitan," pebdaoat Randu seraya mengecup bibir Lea.


"Tapi katamu hanya sebentar," jawab Lea sedikit tersipu.


"Iya! Yang selanjutnya tak akan sakit," ujar Randu lagi.


"Lalu apa?"


"Aku juga tidak tahu," Randu sudah mulai bergerak.


"Hhhhh!" Lea menggelinjang dengan gerakan pelan Randu. Kedua tangan Lea sudah merem*s sprei di bawahnya.


"Masih sakit?" Tanya Randu sambil kembali bergerak.


"Sedikit-" suara Lea tercekat di tenggorokan.


"Lalu yang banyak apa?" Yanya Randu yang sudah mulai menggoda Lea lagi.


"Geli aku rasa," Lea menjawab dengan ragu.


"Geli atau enak?" Randu mengerling nakal pada sang istri.


"Keduanya!" Jawab Lea seraya menarik kepala Randu, lalu kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Randu agar suaminya itu berhenti bicara dan tak cerewet lagi.


"I love you, Randu!" Ucap Lea setelah percintaan panasnya bersama Randu usai. Randu sudah menyandarkan kepalanya di dada Lea dan nafas pria itu masih terdengar memburu. Lea segera mendekap erat tubuh sang suami.


"I love you too, Azzalea!"


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2