
"Jangan kamu apa-apakan dulu adonannya sementara tante mengangkat telepon!" Lea menuding sekaligus memperingatkan Zelyra saat ditengah-tengah proses membuat donat malah ada telepon masuk dari Mama Rika yang membuat ponsel Lea berdering.
"Pegang aja nggak boleh, Tante?" Tanya Zelyra.
"Nggak boleh! Tunggu nanti adonannya Tante bagi-bagi, baru boleh kamu bulet-buletin!" Sergah Lea cepat dengan nada suara yang sudah meninggi.
"Kenapa tante Lea marah-marah?" Cebik Zelyra yang hampir menangis.
Ya ampun!
Lea mengacak rambutnya sendiri lalu segera minta maaf pada Zelyra.
"Baiklah, tante minta maaf, Lyra!" Lea membimbing Zelyra untuk duduk, lalu mengambilkan kudapan untuk gadis kecil itu dari dalam kulkas.
"Tante angkat telepon dulu!" Pamit Lea pada Zelyra seraya bergegas ke kamar dan meninggalkan Zelyra di dapur. Mama Rika pasti mengomel karena Lea tak kunjung mengangkat telepon.
"Halo, Ma!" Sambut Lea seraya meringis.
"Azza, kamu baik-baik saja?"
"Iya, Ma! Azza baik-baik saja!" Jawab Lea cepat.
Eh, kok Lea jadi memanggil dirinya sendiri dengan nama panggilan Azza?
"Lalu kenapa lama sekali mengangkat telepon?"
"Iya, Azza lagi di toilet tadi, Ma!" Jawab Lea beralasan seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Oh, begitu! Mama kira kamu kenapa-kenapa."
Terdengar kekehan dari Mama Rika di ujung telepon.
"Azza baik-baik saja, Ma!"
"Mama sendiri bagaimana kabarnya?" Lea sedikit berbasa-basi pada sang mama mertua.
"Mama sehat! Semua sehat disini."
"Jadi, kau dan Randu sudah memutuskan mau honeymoon kemana?"
"Hah? Honeymoon?" Lea bergumam bingung karena ia dan Randu memang belum membicarakannya. Tanpa honeymoon kemana-mana juga setiap malam di apartemen sudah melebihi orang honeymoon. Randu selalu sana mengajak Lea lembur sampai pagi dan sampai Lea kehabisan tenaga. Meskipun sebenarnya Lea juga menikmati....
Eh!
"Iya, honeymoon, Azza! Ini sudah hampir sebulan sejak kau dan Randu menikah. Dan kalian sama sekali belum pergi honeymoon!"
"Mmmm, kami belum membicarakannya, Ma! Randu masih sibuk dengan pekerjaannya," ringis Lea seraya garuk-garuk kepala.
"Pekerjaan apa?"
"Detektif, Ma! Menyelidiki kasus," jawab Lea cepat.
Masa iya Mama Rika lupa dengan pekerjaan Randu?
"Siapa yang menyuruh Randu menyelidiki kasus hingga ia begitu sibuk dan tak ada waktu untuk honeymoon?"
"Atasannya... Haezel," Lea bergumam ragu.
__ADS_1
"Siapa, Azza?"
"Lea tak tahu menahu, Ma! Yang jelas itu kan memang sudah menjadi pekerjaan Randu," tukas Lea panjang lebar berusaha bijak.
"Ck! Kamu paksa Randu untuk libur dan mengajakmu honeymoon!"
"Iya, lusa kan Randu sudah cuti lagi, Ma! Mau ke pernikahan Rania dan Pandu!" Lea garuk-garuk kepala lagi.
"Cutinya berapa lama? Jangan bilang hanya satu hari!"
"Tiga hari, Ma! Nanti kami akan ke villa untuk honeymoon." Ujar Lea yang akhirnya menemukan jawaban atas pertanyaan memusingkan Mama Rika perihal honeymoon.
Apa pentingnya honeymoon memang?
Bukankah sama-sama bercinta juga tapi hanya pindah tempat?
"Honeymoon cuma ke villa! Ke luar negeri sana! Atau honeymoon ke bulan!"
Lea nyaris tergelak mendengar gerutuan Mama Rika. Mentang-mentang namanya honeymoon lalu disuruh pergi ke bulan.
"Iya, nanti Lea akan minta pada Randu agar diajak honeymoon ke bulan, Ma!" Jawab Lea yang masih berusaha menahan tawanya.
"Lalu baju untuk ke pernikahan Rania sudah sampai? Kemarin mama sudah mengirimkannya ke rumah orang tuamu."
"Sudah, Ma! Semuanya juga sudah dicoba, dan pas sekali!" Jawab Lea seraya tersenyum.
"Syukurlah kalau memang pas."
"Mama ada tamu, Azza! Mama tutup dulu teleponnya. Jangan lupa untuk datang di acara pernikahan Rania!"
"Iya, Ma! Lea dan Randu pasti datang!"
[Donat sudah jadi? Sisakan untukku nanti, ya! I love you!] -Randu-
Lea tersenyum senang membaca pesan Randu yang selalu diiringi oleh kata-kata mesra.
[I love you too. Nanti aku sisain donatnya] -Lea-
Lea kembali menyimpan ponselnya, lalu keluar dari kamar dan langsung menuju dapur. Namun alangkah terkejutnya Lea saat ia menyaksikan pemandangan di dapur saat ini.
Adonan donat Lea....
Kenapa sekarang sudah berubah wujud menjadi baymax?
"Lyra!" Pekik Lea seraya menghampiri Zelyra yang dengan raut tanoa dosa langsung meletakkan sisa adonan yang sudah ia bentu-bentuk tak karuan ke atas meja.
"Tante Lea lama meneleponnya. Jadi adonannya Lyra bentuk sendiri!"
"Lihat! Lyra membuat patung baymax!" Pamer Lyra terap dengan raut tanpa dosa pada Lea yang sekarang antara ingin menangis dan ingin meledak.
Entahlah, Lea bingung!
"Tapi kita mau membuat donat, Lyra! Seharusnya bentuk donat itu bulat bolong di tengah!".
"Lalu ini!" Lea kembali memekik saat ia mendapati glaze yang tadinya akan dipakai untuk topping donat kini sudah berserakan di atas meja.
"Yang rasa stroberi enak, Tante! Jadi Lyra habiskan!" Ucap Lyra jujur.
__ADS_1
Lea hanya mampu menarik nafas dalam-dalam sembari duduk lesu di kursi meja makan.
Lea bahkan sudah tak berminat untuk lanjut membuat donat lagi.
Atau burger!
"Tante Lea! Nanti donatnya Lyra bentuk baymax!" Ucap Lyra lagi yang hanya membuat Lea ingin menangis.
"Terserah kau saja, Lyra!" Ucap Lea geram.
"Tapi selanjutnya ini donat baymax Lyra diapakan?" Tanya Lyra lagi pada Lea yang sudah benar-benar malas menjawab.
"Digoreng! Tapi itu kebesaran dan wajan Tante Lea tak bisa dipakai menggoreng baymax-mu itu!" Jawab Lea akhirnya dengan nada geregetan.
"Begitu, ya? Sayang sekali!"
"Lyra mau menunjukkannya pada Mommy dan Daddy padahal. Apa bisa dipanggang saja, Tante?" Tanya Zelyra lagi.
"Tante tidak tahu!" Jawab Lea kesal.
"Kan tante kokinya! Kok nggak tahu?" Gumam Lyra merasa heran.
Zelyra masih lanjut membentuk donat baymax-nya yang entahlah...
Lama-lama si baymax berubah wujud jadi Olaf si manusia salju karena adonannya terus mengembang. Rasa donatnya mungkin juga sudah perpaduan asem, asin, dan rasa lain dari tangan Lyra.
Iyuuh!
Lea tak akan memakan donat itu!
"Tante! Lyra boleh memanggang baymax?" Tanya Lyra yang sudah menghampirinya oven Lea dan hendak membukanya.
"Lyra!" Pekik Lea yang secepat kilat menghentikan Lyra sebelum gadis itu memasukkan Baymax ke dalam oven tanpa mengalasinya dengan loyang.
Yang benar saja!
Gadis kecil ini mau menghancurkan oven Lea juga setelah tadi ia menghancurkan adonan donat Lea?
Lea akhirnya memanggang Baymax over proofing hasil karya Zelyra tadi, lalu membersihkan kekacauan di dapur dan ruang makan yang dibuat oleh Zelyra.
"Tante, Lyra ngantuk!" Lapor Lyra seraya pergi ke sofa, dan hanya dalam waktu beberapa menit, Zelyra sudah langsung terlelap.
Ting!
Baymax Zelyra akhirnya matang bersamaan dengan Lea yang juga sudah selesai membereskan apartemen Randu.
Lea mengangkat roti Baymax buatan Zelyra yang warnanya sudah berubah kuning kecoklatan.
"Ini apa, sih!" Gerutu Lea seraya meletakkan begitu saja roti tadi, lalu wanita itu masuk ke kamar untuk mandi dan tidur juga mungkin.
Lea mendadak jadi pening karena mengasuh Zelyra setengah hari ini!
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.