
"Aaaarrrggghhhh!"
"Oweek!!!"
Jeritan Randu diiringi suara tangisan bayi terdengar riuh di ruang bersalin. Jangan tanya kenapa Randu menjerit, karena saat ini gigi-gigi Lea sedang menancap di lengan Randu. Belum lagi beberapa bekas cakaran di tubuh Randu akibat ulah barbar Lea yang kesakitan.
"Jenis kelaminnya laki-laki!" Ucap dokter yang membantu persalinan Lea seraya menunjukkan putra kedua Lea dan Randu.
"Jagoan lagi!" Sorak Randu masih sambil meringis menahan rasa cenut-cenut di lengannya akibat gigitan maut Lea.
"Berarti kau harus menghamili aku lagi!" Sergah Lea yang tiba-tiba sudah menarik baju Randu.
"Apa?" Randu membelalak tak percaya karena tiba-tiba Lea minta ia hamili.
"Kita harus punya anak perempuan juga! Agar aku punya teman di rumah!" Ujar Lea beralasan.
"Aku pikir kau trauma pada anak perempuan yang hobi mengacak-acak dapurmu yang aesthetic," kekeh Randu yang langsung membuat Lea merengut.
"Baiklah, aku hanya bercanda, Sayang!" Randu mengecup kening Lea, lalu mengusap lembut putra keduanya yang kini berada di dada Lea.
"Hai-"
"Azran!" sergah Lea cepat menyebut nama sang putra kedua.
"Jadi pakai nama itu?" Tanya Randu memastikan.
"Tentu saja jadi!" Jawab Lea cepat.
"Baiklah!"
"Hai, Azran! Welcome to the world!" Ucap Randu seraya mengecup dan mengusap sekali lagi wajah bayi mungilnya
****
Lea sudah dipindahkan ke kamar perawatan. Ranza yang kini sedang belajar berjalan, juga sudah dibawa ke rumah sakit oleh sang Oma, untuk menjenguk sang adik yang baru lahir.
"Hei, udahan nennya!" Goda Randu pada Ranza yang sejak tadi tidak mau lepas dari dekapan Lea. Putra Lea dan Randu, yang pekan lalu baru merayakan ulang tahun pertamanya tersebut terus saja nemplok pada sang mama.
"Nanti lanjut program yang ketiga, ya?" Tanya Mama Rika yang kini sedang menimang baby Azran. Kini ketiga cucu Mama Rika semuanya laki-laki. Hanya saja, untuk bayi Rania memang sekarang tinggalnya di rumah kedua orang tua Pandu dan biasanya sepekan sekali mereka baru berkunjung ke rumah Mama Rika.
"Program terus sampai dapat cewek pokoknya, Ma!"
"Lea juga mau punya saingan itu di rumah," ujar Randu yang langsung membuat Lea menatap tajam ke arah suaminya tersebut.
"Bukan saingan, tapi teman!" Sergah Lea mengoreksi.
"Sudah ada mama padahal yang sama-sama perempuan," tukas Randu beralasan.
Tok tok tok!
"Sore!" Sapa Rania seraya membuka pintu kamar perawatan Lea. Pandu menyusul dari belakang seraya membawa sebuah bingkisan yang lumayan besar.
__ADS_1
"Aatreya mana, Ran? Tidak ikut?" Tanya Mama Rika yang tak melohat keberadaan sang cucu.
"Di rumah sama eyangnya, Ma! Kata Ibu nggak boleh dibawa ke rumah sakit," jelas Rania yang langsung membuat semuanya mengangguk paham.
"Tapi nginep lama di rumah Mama, kan?" Tanya Lea pada sang adik ipar.
"Lama tidak, Mas?" Rania ganti bertanya pada Pandu.
"Terserah kamu!" Jawab Pandu yang sudah mengambil Baby Ranza dari gendongan Mama Rika. Suami Rania itu memang lebih luwes menggendong bayi ketimbang Rania.
Kemarin Lea pikir, dirinya saja yang kaku saat baru menjadi mama baru. Ternyata Rania juga sebelas dua belas dengan Lea.
"Mungkin nanti satu minggu kami menginap di rumah Mama, Mbak!" Ujar Rania akhirnya menjawab perabot Lea.
"Sudah isi lagi, Ran?" Goda Lea seraya mengusap perut Rania yang memang sedikit membuncit. Entah egek dari habis lahiran beberapa bulan lalu dan belum kempes atau efek dari Rania yang mungkin juga hamil lagi. Kan Mama Rika kemarin juga meminta Rania untuk kejar tayang.
"Belum! Ini isinya nasi, Mbak!" Jawab Rania seraya tergelak.
"Nanti Aatreya lulus ASI enam bulan langsung program lagi," Celetuk Pandu yang langsung dijawab cibiran oleh Rania.
"Sudah jadi berguru pada Masmu memang?" Tanya Lea kepo.
"Oh, sudah kalau yang itu!" Jawab Pandu dan Randu serempak
"Ini kok malah Ranza yang nen, Mbak?" Tanya Rania seraya mengusap punggung Ranza yang masih bergelayut pada Lea.
"Cemburu tadi gara-gara Mamanya mangkuin adiknya terus," jawab Lea seraya tertawa kecil.
"Ikut bulik, ayo!" Ajak Rania selanjutnya berusaha membujuk Ranza agar berhenti bergelayut pada Lea. Namun Ranza menolak dan terap asyik menghisap-hisap pay*dara Lea.
"Makan lagi, Azza! Biar tidak lapar menyusui dua bayi," Mama Rika yang perhatian sudah mengambilkan makanan untuk Lea, lalu sekalian menyuapi sang menantu.
"Ranza, udahan nennya! Ayo main sama papa!" Sekarang gantian Randu yang berusaha membujuk Ranza yang tetap menggeleng.
"Udah biarin! Udah ngantuk kayaknya," bisik Lea pada sang suami.
"ASI-nya masih lancar?" Tanya Randu yang sudah duduk di belakang Lea, lalu memberikan pijatan lembut di punggung Lea untuk membuat istrinya itu rileks serta semakin memperlancar ASI Lea.
Enak juga jadi Lea!
Udah makan disuapi, punggung juga masih dipijitin.
"Lancar, kok!" Ujar Lea menjawab pertanyaan Randu.
"Sudah mulai merem itu," bisik Mama Rika yang masih menyuapi Lea seraya sesekali melihat pada Ranza yang memang mulai memejamkan mata.
"Ngantuk, Ma! Kecapekan juga yang jalan tadi," ujar Lea yang hanya membuat Mama Rika mengangguk.
Sementara Baby Azran yang juga sudah terlelap, sudah diletakkan lagi ke dalam box bayi oleh Pandu.
"Sayang, Ranza sudah pulas," lapor Lea pada Randu yang masih memijatnya.
__ADS_1
"Biar aku pindahin," Randu segera bangkit dan mengambil Ranza dengan hati-hati dari pangkuan Lea, lalu membaringkan balita satu tahun itu di atas bed yang bersebelahan dengan bed perawatan Lea.
Lea ganti menengok pada baby Azran yang juga sudah terlelap. Lea menatap bergantian pada kedua putranya, sebelum kemudian wanita itu menyunggingkan senyum di bibirnya.
Lea kadang masih tak percaya, kalau dirinya yang dulu kurang menyukai anak-anak, sekarang malah sudah diberikan dua jagoan dengan jarak usia yang berdekatan. Dan seperti yang dulu dikatakan oleh Mayra, kalau naluri keibuan Lea akan muncul dengan sendirinya setelah Lea hamil dan melahirkan, sekarang Lea benar-benar merasakannya. Lea sudah merasakan ikatan kuat antara dirinya dan kedua putranya. Dan hingga sekarang, Lea juga masih terus belajar untuk menjadi ibu yang baik bagi kedua putranya.
"Kau tidak istirahat? Kenapa malah senyum-senyum sendiri?" Teguran Randu segera menyentak lamunan Lea.
"Tidak apa-apa." Lea mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar perawatan yang mendadak sepi. Mama Rika, Rania, dan Pandu sudah tidak ada. Kemana mereka semua?
"Mama kemana?" Tanya Lea pada Randu.
"Tadi katanya mau ke minimarket di depan membeli camilan," jelas Randu yang langsung membuat Lea mengangguk.
"Mami dan Papi juga masih dalam perjalanan kesini," ujar Randu lagi.
"Mantan calon mertuamu?" Tanya Lea selanjutnya sedikit menggoda Randu yang langsung mengernyit.
"Siapa?"
"Ezel dan Mayra!" Lea memukul dada Randu yang sudah duduk di sebelahnya dan merangkul pundak Lea.
"Mereka mungkin baru datang besok," jawab Randu seraya geleng-geleng kepala.
"Kau sudah tidak cemburu pada Zelyra, kan?" Tanya Randu selanjutnya yang langsung membuat Lea kembali memukul dada sang suami.
"Sedikit! Karena bagaimanapun juga, dia kan mantanmu," seloroh Lea yang malah membuat Randu mendekap sekaligus menciumi wajah istrinya tersebut.
"Hanya mantan! Yang terpenting, yang sekarang ada di hatiku hanya kamu," ucap Randu sambil kembali menciumi wajah Lea.
"I love you, Lea," ucap Randu seraya menatap lekat pada Lea.
"Terima kasih karena sudah memberikan aku dua jagoan yang tampannya sebelas dua belas denganku-"
"Ck! Narsis!" Cibir Lea seraya menangkup gemas wajah Randu.
"Katakan," titah Randu lembut.
"I love you, Mas Randu suamiku!" Ucap Lea tetap menangkup wajah Randu yang langsung tertawa bahagia.
Randu lalu segera menyatukan bibirnya dengan bibir Lea sambil terus berharap agar keluarga kecilnya ini senantiasa diliputi oleh kebahagiaan.
*************TAMAT*************
Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua reader yang sudah membaca kisah Randu dan Lea sampai tamat. Mohon maaf jika masih banyak typo bertebaran, serta kata-kata yang kurang pantas dan berkenan.
Terima kasih juga untuk semua reader yang memberikan like, komen,vote, hadiah, serta dukungan yang tak terhingga.
Cerita tentang Mas Randu dan Mbak Azzalea aku akhiri sampai disini. Silahkan mampir ke karya othor yang lain. Ada yang baru dan banyak juga yang sudah tamat. Bisa langsung cek profil othor, ya.
Sampai jumpa lagi di karya berikutnya.
__ADS_1
Bye 💜💜💜