Pengganti Calon Suami Azzalea

Pengganti Calon Suami Azzalea
PUTUS?


__ADS_3

Randu tiba di rumah mamanya menjelang tengah malam. Pria itu segera memarkirkan mobil di garasi rumah, lalu menekan bel di samping pintu utama. Meskipun sebenarnya Randu punya kunci untuk pintu depan, tapi Randu ingin mengecek saja, apa masih ada penghuni rumah yang belum tidur atau mungkin sedang insomnia.


Ting tong!


Bel kedua sudah Randu bunyikan, saat akhirnya pintu dibuka dari dalam oleh seorang maid. Yang pasti bukan Mbok Yah!


"Pak Randu!" Sapa maid pada Randu seraya menganggukkan kepala.


"Siapa, Mbak?" Itu suara Rania yang sepertinya berasal dari ruang tengah. Gadis itu belum tidur juga ternyata!


"Belum tidur, Rania?" Seru Randu bertanya pada sang adik yang langsung menghambur ke arahnya.


"Mas Randu!" Rania langsung meloncat ke dalam gendongan Randu, seolah dia adalah Zelyra yang berusia lima tahun


Dasar tak sadar diri!


"Mbak Azza mana? Ikut juga?" Tanya Rania seraya celingukan mencari keberadaan Azzalea.


"Nggaklah!"


"Udah malam juga, ngapain ngajakin anak gadis orang kelayapan," jawab Randu beralasan.


"Lah, Mbak Azza kan calon istrinya Mas Randu!" Tukas Rania mengingatkan.


"Udah enggak! Orang udah putus!" Jawab Randu santai seraya berlalu dari hadapan Rania yang justru berekspresi lebay.


"Putus, Mas?" Teriak Rania heboh.


"Iya! Ekspresi mukanya biasa saja, bisa?" Cibir Randu pada sang adik.


"Tapi kenapa Mas Randu putus dari Mbak Azza?" Tanya Rania seraya berteriak pada Randu


"Psssstttttt! Pelankan suaramu itu!" Randu serta merta langsung membungkam bibir sang adik yang sudah mirip speaker konslet.


"Mas Randu putus sama Mbak Azza?" Rania kembali berteriak saat gadis itu berhasil meloloskan bibirnya dari dekapan Randu.


"Diam! Jangan teriak-teriak! Ini sudah malam, Rania!" Randu memperingatkan sang adik dengan tegas.


"Ma! Mas Randu putus dari Mbak Azza!" Teriak Rania tiba-tiba, seraya menyentak tangan Randu dan berusaha meloloskan tubuhnya yang mungil dari cekalan Randu.


"Mama!" Rania berteriak sekali lagi memanggil sang mama.


Dasar gadis sinting!


Mama pasti juga sudah tidur!


"Rania!" Randu dengan cepat menyusul sang adik yang sepertinya ingin membangunkan Nyonya Wiyata.


"Mama-"


"Ssstttt!" Randu menangkap tubuh Rania dengan cepat dan langsung membekap mulut gadis itu dengan erat.


"Mas!" Rania berontak sekuat tenaga hingga wajahnya merah padam.

__ADS_1


"Mas!" Rania mulai batuk-batuk karena kesulotan bernafas, hingga akhirnya Randu melepaskan bekapannya pada mulit Rania.


"Mas Randu mau membuat Rania pingsan?" Marah Rania pada Randu yang langsung berdecak.


"Makanya jangan teriak-teriak! Ini udah malam! Mama juga pasti sudah tidur!" Omel Randu pada sang adik.


"Iya!" Jawab Rania ketus masih sambil terbatuk sesekali.


"Tapi besok Rania akan tetap lapor ke Mama!" Tukas Rania selanjutnya seolah sedang mengancam Randu.


"Lapor saja!" Cibir Randu tak takut.


"Kenapa putus, sih, Mas?" Tanya Rania lagi yang kembali kepo.


"Ck! Udah nggak ada kecocokan," jawab Randu yang sedang malas memikirkan alasannya putus dari Lea.


"Ya dicocok-cocokin, Mas! Rania sama Mas Pandu itu kalau dituruti juga banyak nggak cocoknya. Tapi kemudian kami itu saling memahami, Mas! Saling menerima kekurangan masing-masing lalu saling melengkapi!"


"Kalau cinta cuma nyari yang cocok, ya bisa-bisa Mas Randu nggak akan menikah selamanya!" Cerocos Rania panjang lebar yang sudah seperti ahli saja!


"Doamu jelek sekali, Ra!" Cibir Randu pada sang adik.


"Yaudah, Rania doain biar Mas Randu balikan sama Mbak Azza aja!" Tukas Rania cepat seraya terkekeh.


"Nggak ada doa yang lain, kah?" Tanya Randu menawar.


"Nggak ada! Udah!"


"Rania mau tidur!" Rania menguap lebar pertanda gadis itu sudah mengantuk.


"Malam!" Jawab Rania sebelum kemudian gadis itu menutup pintu kamarnya.


"Baguslah, besok bisa tidur seharian!" Gumam Randu seraya berjalan ke arah kamarnya.


****


"Kenapa bisa putus?" Tanya Nyonya Wiyata menatap tegas pada Randu seolah sedang minta penjelasan dari putranya tersebut.


Baru beberapa saat yang lalu Rania menyelesaikan laporannya pada Nyonya Wiyata perihal kandasnya hubungan Randu dan Lea.


"Iya, Lea masih mau fokus pada karienya, Ma! Dan dia tidak mau menikah dalam waktu dekat. Sedangkan Randu kan maunya yang serius dan langsung mau Randu ajak nikah-"


"Azza kerja apa memangnya?" Sela Nyonya Wiyata memotong.


"Kepala koki di restoran milik opanya," jawab Randu jujur.


"Nama restorant-nya apa?" Tanya Nyonya Wiyata lagi yang sudah membuka ponselnya.


Waduh!


Bahaya ini!


"Mama mau ngapain?" Tanya Randu merasa ada yang tidak beres.

__ADS_1


"Katakan saja nama restorant opanya Azza!" Perintah Nyonya Wiyata pada Randu dengan nada tegas.


"Mama mau apa?" Tanya Randu sekali lagi.


"Mama mau membeli restorant opanya Azza, agar mama bisa memecat Azza dari jabatannya sebagai kepala koki!"


"Lalu Azza bisa langsung menikah denganmu, tanpa lagi memikirkan pekerjaan!" Jelas Nyonya Wiyata panjang lebar yang sontak membuat Randu berdecak.


"Jangan konyol, Ma!"


"Lagian, kenapa mama ngotot sekali mau menikahkan Randu dengan Lea?" Tanya Randu tak paham.


"Karena Azza adalah satu-satunya gadis yang pernah kau bawa pulang ke rumah ini dan kau kenalkan pada Mama!" Jawab Nyonya Wiyata.


"Yang sebelum-sebelumnya mana pernah kau ajak ke rumah!" Lanjut wanita paruh baya itu lagi.


"Iya sebelumnya kan Randu memang tidak punya pacar, Ma! Trus mau bawa pulang siapa, dong?" Sergah Randu beralasan.


"Dan Azza adalah pacar pertamamu?" tebak Nyonya Wiyata lagi.


"I..... ya!" Jawab Randu merasa ragu. Pria itu menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Azza satu-satunya gadis yang pernah kamu bawa kesini dan kamu kenalkan pada Mama! pada Rania!"


"Dan kau juga sudah ada niat serius dengannya kemarin, karena kalian sudah sampai tunangan segala."


"Lalu kenapa sekarang kamu malah memutuskannya, Randu Wiyata?" Cecar Nyonya Wiyata dengan nada geram.


"Itu hanya masa lalu, Ma!" Sergah Randu cepat.


"Hubungan Azza dan Randu sudah berakhir sekarang dan tidak akan pernah bisa diperbaiki lagi!" Ucap Randu dengan nada tegas pada sang mama.


"Tidak ada hal yang tidak bisa diperbaiki, Randu!"


"Kesalahan selalu bisa diperbaiki asal kita memang berniat dan bersungguh-sungguh!" Ujar Nyonya Wiyata menasehati sang putra.


"Ya!" Jawab Randu lirih.


"Jadi kau akan membawa Azza pulang lagi ke sini, kan?" Tanya Nyonya Wiyata memastikan.


"Mungkin Randu akan mencari calon menantu lain saja untuk mama!" Jawab Randu yang malah membuat Nyonya Wiyata berdecak.


"Jangan jadi playboy kamu, Ndu!"


"Mama kutuk jadi bakal kapuk kalau kamu main-main dengan banyak wanita!" Ancam Nyonya Wiyata yang malah membuat Randu terkekeh.


"Lah nama Randu kan memang Randu, Ma! Artinya bakal kapuk!" Jawab Randu enteng seraya berlalu dari hadapan sang mama.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2