Pengganti Calon Suami Azzalea

Pengganti Calon Suami Azzalea
PENIPU!


__ADS_3

Lea menghentikan mobilnya di persimpangan jalan, saat lampu lalu lintas berubah menjadi merah. Sebuah truk box dengan gambar cangkir kopi di pintu belakang, yang kini berhenti tepat di depan mobil Lea, tiba-tiba mengingatkan Lea pada sesuatu...


"Nanti aku akan menemuimu di parkiran untuk mengambil belanjaanku! Aku bertemu teman aku dikafe seberang."


"Astaga!" Lea menepuk keningnya sendiri saat ia mendadak ingat pada belanjaan Rayyen yang lupa ia berikan. Mau kembali juga sudah kepalang tanggung, karena Lea sudah setengah jalan. Belum lagi lalu lintas yang macet membuat Lea semakin enggan untuk kembali ke kafe di seberang ranch market tadi hanya untuk memberikan belanjaan Rayyen.


"Ah, iya! Aku kan tadi nemuin kunci apartemennya Rayyen," Cetus Lea yang langsung ingatpada kunci apartemen Rayyen yang tadi terjatuh di ranch market saat Rayyen buru-buru menemui temannya.


"Aku akan membawa belanjaan Rayyen ke apartemennya saja," ucap Lea berinisiatif. Lea lanjut melajukan mobilnya karena lampu sudah berubah menjadi hijau. Dan Lea langsung menuju ke apartemen Rayyen untuk menaruh belanjaan Rayyen dan mungkin sedikit memberikan kejutan untuk sang kekasih.


****


Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit, Lea akhirnya tiba di apartemen Rayyen. Gadis itu langsung naik ke lantai dimana unit apartemen Rayyen berada.


Lea membuka pintu apartemen Rayyen dengan santai dan langsung masuk ke dalam apartemen yang sekarang gelap tersebut. Hanya lampu kamar Rayyen yang menyala, terlihat dari sinar lampu yang menyusup lewat bawah pintu kamar.


Setelah menutup pintu depan, Lea langsung menuju ke dapur untuk menaruh belanjaan Rayyen. Lea juga memeriksa kulkas Rayyen yang isinya lebih mirip kapal pecah.


"Astaga! Kenapa pria ini berantakan sekali!" Gerutu Lea yang langsung melemparkan tasnya ke sofa ruang tengah. Lea langsung meraih temoat sampah dan memasukkan semua isi kulkas Rayyen yang sebagian sudah tak layak makan ke dalam tong sampah.


"Sepertinya besok aku harus belanja lagi untuk stok makanan Rayyen. Mungkin pria itu terlalu sibuk mengurus bisnis barubya, hingga ia tak sempat beberes.


Selesai membereskan kekacauan di dapur Rayyen, Lea langsung menuju ke sofa untuk mengambil tasnya. Saat itulah, Lea menemukan sebuah map warna biru yang tergeletak di atas sofa.


Map apa ini?


Jangan-jangan berisi berkas data diri Rayyen yang hebdak diserahkan pria itu pada Lea!


Lea memeriksa isi dari map tadi, saat kemudian isi di dalamnya membuat kedua mata Lea membelalak.


Ada sebuah kwitansi serta salinan akta jual beli rumah.


"Rayyen membeli sebuah rumah?" Gumam Lea seraya menutup mulutnya sendiri tak percaya.


"Jangan-jangan ini hadiah pernikahan Rayyen!" Lea semakin girang dan ekspresi wajahnya tak lagi bisa dijelaskan dengan kata-kata.


"Ck! Padahal aku sudah menuduh yang bukan-bukan pada Rayyen dan menganggapnya boros, tapi ternyata Rayyen sudah berpikir jauh ke depan mengenai rumah masa depan!" Gumam Lea yang seketika langsung merasa bangga pada sang kekasih. Andai Rayyen sekarang ada di depan Lea, gadis itu sudah pasti akan memeluk Rayyen dan menghujaninya dengan ciuman bertubi-tubi.


Lea lalu membaca alamat rumah yang dibeli oleh Rayyen. Letaknya memang bukan di tengah kota, namun Lea tahu daerah itu. Mungkin harganya memang lebih terjangkau ketimbang rumah di pusat kota. Makanya Rayyen membeli rumah di daerah yang masuk ke kawasan pinggiran tersebut.


Baiklah, tidak masalah!


Dimanapun letak rumahnya, asal kelak Lea tinggal bersama Rayyen, Lea pasti akan merasa nyaman dan bahagia!


"Sayang! Kau sudah pulang?" Suara seorang wanita dari arah pintu depan seketika langsung membuat Lea tersentak.


Sayang?


Siapa wanita yang memanggil sayang?


Mungkinkah ada orang salah alamat yang masuk ke apartemen Rayyen.


"Rayyen!" Panggil suara tadi lagi yang terdengar semakin dekat dan jelas.

__ADS_1


Brengsek!


Siapa gadis asing yang memanggil Rayyen denagn sebutan sayang dan nadanya semesra itu!


"Ray-" Wanita itu tak jadi memanggil Rayyen, saay ia sudah melohat Lea yang berdiri di dekat sofa ruang tengah seraya melotot ke arahnya.


"Eh," wanita itu terlihat meringis.


"Siapa kau?" Tanya Lea galak semabri memperhatikan wanita di depannya yang wajahnya tak asing tersebut.


Tunggu dulu!


Bukankah ini wanita yang waktu itu terlibat kecelakaan beruntun bersama Rayyen lalu sama-sama dirawat di UGD waktu itu?


"Dia mengatakan kalau keluarganya tak ada di kota ini, lalu dompetnya hilang saat kecelakaan. Bagaimana kalau kita membantu biaya perawatannya, Sayang?"


Brengsek!


Ternyata wanita ini...


"Maaf, Mbak! Saya salah unit!" Ucap wanita itu seraya berbalik dengan cepat untuk meninggalkan Lea. Namun gerakan Lea tak kalah cepat dan ia sudah meraih rambut wanita tadi lalu menariknya dengan kuat.


"Aduh aduuh! Mbaaak!" Pekik wanita tadi saat Lea menarik rambutnya denagn sekuat tenaga.


"Kau siapa, Wanita jal*ng?" Tanya Lea seraya mendorong kasar wanita tadi ke arah tembok apartemen Rayyen, hingga tubuhnya terjerembab ke lantai


"Aku bukan siapa-siapanya Rayyen!" Jawab wanita itu tergagap.


"Bukan siapa-siapa? Lalu kenapq memanggil Rayyen dengan ucapan sayang-" Lea baru saja akan menampar wanita tadi, saat terdengar derap langkah dari pintu depan.


Selingkuhan Rayyen yang kedua?


"Fay, kau di dalam?" Terdengar suara dari orang yang baru datang tadi.


Yeah!


Lea kenal dengan suara brengsek itu!


Ternyata sayangnya Rayyen selama ini bukan hanya Lea saja!


"Itu Rayyen, Mbak!" Cicit wanita yang bernama Fay Fay itu pada Lea.


"Temui cepat!" Perintah Lea geram pada wanita yang tadi ia dorong tersebut.


"Tapi-"


"Cepat sambut dan temui! Kau mau aku pukul?" Ancam Lea seraya mengangkat tangannya dan wanita bernama Fay tadi langsung mengkerut.


"Ba-baik, Mbak!" Wanita itu bangkit berdiri lalu bergegas menyambut Rayyen yang masih berdiri di pintu depan.


"Fay-"


"Hai, kau sudah pulang?" Sambut Fay pada Rayyen yang langsung terlihat memeluk Fay dan mengecup bibirnya.

__ADS_1


Brengsek!


"Kunciku hilang entah dimana," lapor Rayyen pada Fay.


"Benarkah?" Suara Fay terdengar tergagap.


"Kau kenapa, Sayang? Sedang ada masalah? Kenapa rambut dannwajqhmu kusut begini?" Cecar Rayyen pada Fay seraya meangkup dan memeriksa jengkal demi jengkal wajah Fay.


Dan tentu saja semua pemandangan itu tak luput dari perhatian Lea yang kini merasa benar-benar geram pada Rayyen brengsek.


"Ray, itu-" Fay terlihat ragu-ragu untuk memberitahu Rayyen.


"Ada apa? Kau sudah mandi?" Tanya Rayyen lagi yang sekarang sudah menyusupkan kepalanya di ceruk leher Fay.


"Ayo mandi bersamaku-"


"Baj*ngan kamu Rayyen!" Lea akhirnya keluar dari persembunyian dan langsung menerjang Rayyen yang terlihat kaget.


"Dasar pria brengsek! Baj*ngan! Keparat!" Lea memaki-maki Rayyen dan meluapkan semua kemarahannya pada pria du depannya tersebut.


"Lea, Lea!"


"Dengarkan dulu penjelasanku, Sayang!" Rayyen berusaha menghentikan Lea yang sudah memukulinya dengan membabi buta.


"Penjelasan apa lagi, hah? Penjelasan kalau kau itu seirang buaya? Pria mata keranjang?" Cecar Lea berapi-api pada Rayyen.


"Aku bukan pria seperti itu!"


"Wanita ini yang menggodaku-"


"Brengsek!"


Plak!


Fay langsung menampar Rayyen dengan keras saat Rayyen menuduhnya sebagai wanita penggoda.


"Jelas-jelas kau itu yang menggodaku, meniduriku, dan berjanji akan menikahiku setelah kau menguras uang Lea!" Teriak Fay selanjutnya pada Rayyen yang tentu saja membuat Lea semakin naik pitam.


"Oh, jadi benar!"


"Kau hanya memorotiku selama ini?" Lea menatap tak percaya pada Rayyen dan hendak menggampar pria itu sekali lagi, namun gagal. Rayyen sudah dengan cepat kabur dari hadapan Fay dan Lea.


"Rayyen! Kembali kau, Baj*ngan!" Lea berusaha mengejar Rayyen namun terlambat karena pria brengsek itu sudah dengan cepat turun memakai lift.


Dasar keparat!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2