Pengganti Calon Suami Azzalea

Pengganti Calon Suami Azzalea
LATIHAN LAGI


__ADS_3

"Jagoannya Dad!" Randu menciumi perut Lea yang kini sudah membulat dengan gemas.


"Aku benar, kan? Dia jagoan, kan?" Cerocos Rabdu lagi seraya menatap pada Lea.


"Iya, Papa Randu!"


"Dad!" Koreksi Randu cepat.


"Lebih bagus Papa Randu!"


"Papa Randu, Mama Lea!" Tukas Lea seraya menangkup wajah Randu.


"Baiklah! Papa Randu!" Ujar Randu akhirnya menuruti kemauan Lea yang ternyata tak mau dipanggil mommy seperti halnya Mayra.


Ting tong!


Bel pintu depan tiba-tiba berbunyi saat Randu masih manja-manjaan bersama Lea dan calon bayinya.


"Siapa yang datang?" Tanya Lea dan yang bangkit dengan cepat adalah Randu. Pria itu segera membuka pintu depan untuk melihat siapa yang datang.


"Selamat siang, Calon Papa!" Sapa Haezel seraya memasang senyum mencurigakan. Dan tumben sekali Haezel datang ke apartemen Randu bersama Mayra, Zelyra serta Charlotte .


"Siapa, Sayang?" Tanya Lea dari dalam apartemen.


"Pak kepala dan bu kepala!" Jawab Randu asal yang sontak membuat Haezel dan Mayra kompak tergelak.


"Tante Lea!" Zelyra sudah menarik Charlotte dan mengajak saudara beda ibunya itu menghampiri Lea.


"Hai, Lyra! Hai Charlotte!" Sapa Lea pada Zelyra dan juga Charlotte. Lea tahunya, Charlotte adalah putri angkat Haezel dan Mayra karena saat Haezel menggelar acara anniversary pernikahannya bersama Mayra, Haezel memang memperkenalkan Charlotte sebagai putri angkatnya pada semua orang. Meskipun tak bisa dipungkiri kalau wajah Charlotte begitu mirip dengan Haezel.


Sedikit aneh!


"Siang, Lea!" Sekarang gantian Mayra yang menyapa Lea dan bercipika-cipiki bersama ibu hamil tersebut. Mayra sendiri sebenarnya juga sedang hamil adik Zelyra dan Charlotte. Dan hebatnya usia kandungan Mayra dan Lea hanya selisih beberapa bulan saja. Kata Randu, Mayra tertular hamilnya Lea gara-gara wanita itu menghadiri acara empat bulanan kandungan Lea.


Hahaha!


Ada-ada saja!


Sejak kapan hamil bisa menular?


"Kau dan Randu sedang sibuk?" Tanya Mayra selanjutnya pada Lea.


"Tidak juga," jawab Lea seraya adu pandang dengan Randu yang kini duduk bersama Haezel.


"Jadi begini..." Mayra terlihat ragu-ragu untuk bicara.


"Sebenarnya aku dan Mayra mau ada acara di luar-"


"Sudah kuduga!" Sergah Randu cepat.


"Lea kan sebentar lagi melahirkan. Hanya tinggal hitungan minggu, kan? Jadi tidak ada salahnya kalian mengasuh Zelyra dan Charlotte dulu hari ini sekalian adaptasi jadi orang tua," ujar Haezel yang langsung disambut ciniran dari Randu.


"Kami sudah ikut kelas parenting!" Sergah Randu beralasan.


"Ikut kelasnya saja dan belum praktek langsung, kan?" Sergah Mayra yang tentu saja langsung membuat Randu dan Lea berdecak bersamaan.


"Satu Zelyra sudah menghancurkan dapurku kemarin, dan sekarang kalian membawa dua putri kalian. Mungkin apartemen yang akan hancur kali ini," ujar Lea yang langsung membuat Mayra dan Haezel kompak menggeleng

__ADS_1


"Kami sudah melakukan briefing pada mereka, tenang saja!" Ujar Haezel menenangkan Lea.


"Mereka hanya ingin membuat burger bersamamu, Lea. Lalu setelah itu kau bisa membiarkan mereka nonton atau mewarnai. Tadi Lyra membawa peralatan gambarnya," jelas Mayra seraya menatap bersungguh-sungguh pada Lea.


"Hanya membuat burger!" Lea memastikan pada pasutri dibdepannya tersebut.


"Iya, hanya burger dan kami pergi hanya sampai sore," jawab Mayra bersungguh-sungguh.


"Bagaimana, Sayang?" Lea meminta pendapat dari Randu yang hanya mengendik pasrah.


"Baiklah, kami akan menjaga Zelyra dan Charlotte," ujar Lea akhirnya yang langsung membuat Mayra dan Haezel tersenyum senang. Pasangan suami istri itu lalu langsung pamit pergi setelahnya.


"Kita bawa mereka ke restorant ceoat saji saja," usul Randu seraya mengendikkan dagu ke arah Zelyra dan Charlotte yang sedang menonton televisi.


"Tapi mereka ingin membuat burger sendiri," sergah Lea menolak ide Randu.


"Tapi kau yakin, masih bisa mengajari mereka membuat burger?" Randu merasa ragu karena perut Lea yang kini sudah sangat besar serta HPL ustri Randu itu yang memang sudah dekat.


"Kau belikan saja roti bun yangbsudah jadi di ranch market dekat sini, sekalian sayur dan camilan untuk mereka. Aku masih punya stok daging burger di freezer sepertinya," ujar Lea yang hendak bangkit berdiri. Randu langsung sigap membantu istrinya tersebut untuk berdiri.


"Hati-hati!"


Lea lalu berjalan ke dapur untuk memeriksa stok daging burger di lemari pendingin.


"Iya, masih ada!" Lapor Lea pada Randu.


"Jadi aku beli qpa saja, Sayang? Kau catat dulu biar aku tak lupa," Randu menyodorkan ponselnya pada Lea, dan Lea langsung mengetik apa-apa saja yang perlu dibeli oleh Randu.


"Tante Lea, kita jadi membuat burger, kan?" Tanya Zelyra yang sudah menyusul ke dapur.


"Zelyra mau ikut Om ke ranch mar-" Randu tak jadi melanjutkan kalimatnya saat delikan Lea sudah tertuju padanya. Sepertinya Lea merasa cemburu jika Randu pergi bersama Zelyra!


Apa ini berhubungan dengan skandal Randu di masa lalu yang pernah jatuh cinta pada Zelyra dan pernah merayu Haezel agar dijadikan menantu?


Konyol!


"Baiklah, Zelyra dan Charlotte di rumah saja menjaga Tante Lea, ya!" Tukas Randu akhirnya pada Zelyra.


"Siap, Om! Ngomong-ngomong, calon adik bayinya Om Randu dan Tante Lea cowok apa cewek?" Tanya Zelyra kepo.


"Cowok! Nanti ganteng seperti Om Randu!" Jawab Randu cepat yang langsung membuat Lea mencibir.


"Aku memang ganteng!" Bisik Randu seraya mengecup pipi Lea, sebekum memudia pria itu pamit pergi ke ranch market dekat apartemen untuk berbelanja bahan-bahan untuk membuat burger.


****


"Biar Charlotte yang membalik burgernya, Tante!" Izin Charlotte yang rupanya lebih terampil memegang peralatan dapur ketimbang Zelyra yang terlihat takut-takut.


Sepertinya anak angkat Haezel dan Mayra ini berbakat jadi koki!


"Wow! Charlotte pinter balik-balik burger!" Puji Zelyra seraya bertepuk tangan untuk Charlotte.


"Gampang, kok!" Jawab Charlotte santai.


"Berbakat jadi koki sepertinya. Kau beritahu Haezel agar menyekolahkan Charlotte di sekolah memasak saja," bisik Lea pada Randu.


"Kata Haezel mau dimasukkan ke sekolah barista juga karena di rumah suka sekali berkutat dengan biji-biji kopi," cerita Randu pada Lea yang langsung membulatkan bibirnya.

__ADS_1


Luar biasa juga bakat gadis kecil itu!


"Tante Lea, ini selanjutnya diapain? Rotinya dibelah, ya?" Zelyra sudah memegang pisau roti dengan mengkhawatirkan. Buru-buru Lea mengambil alih sebelum terjadi hal yang tak diinginkan.


"Biar tante saja yang belah rotinya. Nanti Zelyra yang nyemprotin saus dan mayonaise!" Ujar Lea yang langsung membuat Charlotte mengangguk.


Lea sudah selesai menata roti di atas meja, dan sekarang gantian Zelyra dan Charlotte yang menyusun isian burger. Mulai dari daging, sayur, hingga saus dan mayonaise.


"Waaah! Kelihatan enak ini, Charlotte!" Ucap Zelyra yang sudah mengambil satu burger yang memang sudah siap santap. Lea juga memberikan satu untuk Charlotte dan dua bocah perempuan itu langsung menggigit burger masing-masing.


"Enak tante!" Seru Zelyra dan Charlotte kompak seraya mengacungkan jempol mereka.


Lea balas mengacungkan jempolnya pada Zelyra dan Charlotte, lalu wanita itu mengambil satu burger dari atas meja.


"Mau coba?" Tawar Lea pada Randu yang tadi tidak ikut berperang di dapur. Randu langsung nonton televisi setelah pulang belanja.


"Ak!" Randu membuka mulutnya dan memberi kode pada Lea agar menyuapinya.


"Enak!" Puji Randu dengan mulut tang masih penuh dengan burger.


"Dapur berantakan?" Tanya Randu selanjutnya pada Lea.


"Sedikit." Lea menoleh ke arah dapur dan terlihat Zelyra dan Charlotte yang masih menikmati burger mereka seraya bercengkerama.


"Nanti biar aku yang beresin!" Janji Randu seraya menciumi perut Lea.


"Bener, ya!"


"Iya!" Jawab Randu bersungguh-sungguh.


Menjelang sore, Haezel dan Mayra sudah kembali untuk menjemput Charlotte dan Zelyra. Mereka juga langsung pamit setelah meninggalkan oleh-oleh sebagai ucapan terima kasih untuk Randu dan juga Lea karena sudah menjaga Zelyra dan Charlotte.


"Aku mau mandi, Sayang!" Ucap Lea setelah keluarga Haezel pamit pulang.


"Mau aku mandikan?" Tawar Ranch dengan nada menggoda.


"Modus!" Cibir Lea dan Randu segera mengikuti Lea ke kamar mandi. Namun saat Lea baru saja akan masuk ke dalam kamar mandi, wanita itu merasakan ada yang pecah di perutnya bagian bawah.


Lea langsung menghentikan langkahnya.


"Ada apa, Sayang?" Tanya Randu pada Lea yang tiba-tiba berhenti.


"Seperti ada yang pecah." Ucap Lea seraya meringis.


"Di bawah perut aku, Sayang!" Lanjut Lea lagi dan Randu buru-buru menyibak dress yang dikenakan Lea.


"Ketubanmu pecah, Sayang! Ayo ke rumah sakit!"


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2