Pengganti Calon Suami Azzalea

Pengganti Calon Suami Azzalea
TIDAK MAU!


__ADS_3

Randu membuka pintu apartemennya dari luar dan sedikit berkelakar bersama Haezel yang akan menjemput Zelyra.


"Kira-kira, Lea dan Lyra akan membuat donat yang enak atau malah amburadul?" Tanya Randu pada Haezel


"Kau sedang bertanya padaku?" Haezel balik bertanya pada Randu.


"Ya! Apa nada bertanyaku masih kurang jelas?"


"Sudah sangat jelas dan aku tak tahu jawabannya karena aku belum melihat donat hasil mereka berdua," jawab Haezel seraya masuk duluan ke apartemen Randu.


Suasana di dalam apartemen sepi, seolah penghuninya sedang pergi...


"Dad!" Panggil Zelyra yang tiba-tiba sudah berlari menghampiri Haezel dan Randu. Zelyra juga langsung melompat ke dalam gendongan Haezel.


"Tante Lea kemana, Lyra? Kok sepi?" Tanya Randu yang tak melihat keberadaan Lea.


"Tidur!" Jawab Zelyra yang langsung membuat Randu bergegas pergi ke kamar untuk memeriksa. Dan benar saja, Lea sedang terlelap di atas tempat tidur seraya memeluk gulingnya.


"Kenapa malah ditinggal tidur si Lyra?" Gumam Randu yang akhirnya kembali keluar untuk menghampiri Haezel dan Zelyra.


"Randu, lihat!" Haezel menunjukkan pada Randu, donat baymax yang baru saja dipamerkan oleh Zelyra. Tadi donat tersebut memang hanya diletakkan Lea dia atas meja, dan sepertinya, Zelyra berhasil menemukannya saat gadis itu bangun.


"Apa ini?" Tanya Randu yang ikut tertawa melihat donat berbentuk baymax oversize.


"Ini baymax, Om Randu!" Cerita Zelyra pada Randu.


"Siapa yang membuat? Tante Lea?" Tanya Randu penasaran. Kalau benar, Randu mungkin akan meledek istrinya itu nanti.


"Bukan! Lyra yang membuat!"


"Tante Lea sibuk telepon tadi, jadi Lyra bikin donat sendiri," cerita Zelyra yang langsung membuat Randu dan Haezel saling bertukar pandang.


"Dad, kata Tante Lea, donatnya bisa dihias pake gula-gula ini kalau udah jadi," ujar Zelyra lagi seraya menunjuk ke beberapa glaze yang Lea kumpulkan di sudut meja.


"Ini bisa dimakan?" Tanya Haezel ragu.


"Bisa! Itu hiasan donat! Pakai saja!" Jawab Randu seraya membuka toples berisi anek glaze. Zelyra langsung lincah mengoleskannya ke donat baymax buatannya meskipun sedikit belepotan.


"Lyra, kau sudah bangun?" Terdengar suara Lea yang sepertinya sudah bangun saat Lyra sedang asyik melukis donat baymax-nya dengan glaze warna-warni.


"Hah!" Lea kembali memekik saat melihat meja makan yang tadi sudah ia bersihkan sudah belepotan glaze lagi disana-sini.


"Ada apa, Lea? Lyra kan sedang bereksperimen!" Ucap Randu santai yang juga jadi salah satu tersangka yang membuat meja jadi belepotan selain Zelyra dan Haezel.


Ya ampun!


Lea mau pingsan sekarang!


"Tante, apa ada tempat untuk dibatnya Lyra? Mau Lyra bawa pulang buat dikasih lihat ke Mommy," tanya Zelyra yang sudah menghampiri Lea yang kini terduduk lesuu di kursi ruang makan.


"Ada di lemari! Coba tanya Om Randu!" Jawab Lea malas.


"Aku tak tahu tempatnya yang mana," ujar Randu beralasan.


Lea hanya menghela nafas, lalu bangkit berdiri san mengambil box makanan yang lumayan besar untuk donat baymax Lyra. Atau Lea harus menyebutnya donat bay bay karena bentuknya yang membuat Lea ingin melambaikan tangan.


"Enak, kan, Dad?" Tanya Lyra setelah menyuapkan potongan tangan si donat baymax tadi ke mulut Haezel.


Sadis sekali!


Masa dad-nya disuapi potongan tangan!


"Enak! Enak sekali!" Puji Haezel, lalu ayah dan anak itu melakukan tos.


"Om Randu mau disuapi juga, dong!" Ucap Randu yang langsung dijawab dengan celetukan oleh Lyra.


"Om Randu minta suap sama Tante Lea saja! Nanti Tante Lea suruh bikin donat lagi!"


Randu dan Haezel kompak terkekeh sementara Lea sama sekali tak tertawa.


"Sebaiknya aku membawa Lyra pulang sekarang. Dia belum mandi juga," ujar Haezel akhirnya seraya mengambil perlengkapan sekolah Zelyra di sofa.


"Padahal mandi disini juga bisa! Lea pasti tak keberatan memandikan Lyra," tukas Randu seraya menatap pada Lea yang langsung mendelik ke arahnya.


"Kami langsung pulang, ya!" Pamit Haezel akhirnya setelah mengajak Lyra cuci tangan.


"Lyra pulang dulu, Tante! Makasih donat baymax-nya!" Pamit Lyra pada Lea yang memaksa untuk tersenyum.


"Sama-sama, Lyra!"

__ADS_1


"Besok kita bikin burger, ya! Kan tadi belum jadi bikin burger," ucap Lyra lagi yang langsung membuat Lea tertawa kaku.


"Kapan-kapan saja bikin burger-nya karena besok tante Lea sudah masuk kerja!" Lea mengacak rambut Lyra dan sedikit gemas.


Tahan! Tahan!


Jangan dijambak!


"Okey!" Lyra mengacungkan ibu jarinya ke arah Lea.


"Kami pulang dulu, Randu! Terima kasih juga Lea!" Pamit Haezel sekali lagi yang akhirnya benar-benar pergi seraya menggandeng tangan Lyra.


"Bye!" Jawab Lea lebay seraya melambaikan tangan dengan lebay juga. Tepat setelah Haezel dan Zelyra masuk ke dalam lift, Lea langsung menarik Randu untuk masuk ke dalam apartemen dan mengunci pintu.


"Ada apa? Mau langsung membuat Zelyra kita sendiri?" Tanya Randu yang sudah mengerling nakal pada Lea.


"Tidak!" Jawab Lea yang langsung menyalak pada Randu.


"Pokoknya, aku akan menunda punya anak!"


"Aku akan minum pil kontrasepsi lagi dan aku tak akan mendengarkan laranganmu!" Cerocos Lea meluap-luap pada Randu.


"Tapi kenapa, Sayang? Aku lihat kau tadi sudah akrab dengan Lyra dan berhasil membiat Lyra senang!" Pebdapat Randu seraya mengikuti Lea yang sudah masuk lagi ke dalam kamar. Lea membuka satu persatu laci yang ada di kamar.


"Apanya yang akrab? Kepalaku nyaris meledak karena Lyra malah menghancurkan adonan donat dan mengacaukan seluruh dapur."


"Iya namanya juga anak-anak belajar masak! Wajar kalau semua berantakan. Tapi sisi positifnya kan Lyra jadi bisa membuat donat baymax lucu tadi!" Ujar Randu yang masih saja mengekori Lea yang seperti mencari sesuatu.


"Tidak! Pokoknya aku tidak mau punya anak dulu! Aku stress jika harus mengurus anak kecil!" Ucap Lea tegas seraya menuding ke arah Randu. Wanita itu kembali mondar-mandir dan membuka laci di kamar


"Kau sebenarnya sedang mencari apa, Sayang?" Tanya Randu akhirnya karena Lea yang terus saja mondar-mandir.


"Pil kontrasepsiku!"


"Aku kemarin sudah stok banyak-"


"Sudah aku buang!" Sergah Randu cepat yang langsung membuat Lea menatap tajam pada suaminya itu.


"Semuanya?"


"Iya, semuanya!" Jawab Randu tanpa raut dosa.


"Pengaman yang mana maksudmu? Yang karet aneka rasa itu? Sudah aku bagikan ke teman-teman kantor," ujar Randu panjang lebar yang sontak membuat Lea menganga.


"Lagipula, kenapa harus memakai karet, jika kulit ketemu kulit lebih menyenangkan," ujar Randu lagi yang langsung membuat Lea menghentakkan satu kakinya.


"Kau tidak usah minta jatah malam ini!" Sergah Lea dengan nada galak pada Randu yang langsung membelalak.


"Lea!" Randu buru-buru mendekat ke arah Lea dan mendekap istrinya tersebut.


"Sayang, jangan begitu!"


"Lepas!" Lea berusaha melepaskan dekapan Randu meskipun sebenarnya wanita itu tak benar-benar memberontak.


"Sayang, aku minta maaf!" Randu masih mendekap Lea dan menciumi leher istrinya tersebut.


"Lepas, Randu!" Lea mulai menggeliat.


"Maaf, ya!" Bisik Randu lagi masih sambil menciumi tengkuk dan leher Lea. Tangan Randu juga sepertinya sengaja menyusup ke dalam baju Lea dan sudah menangkup kedua gundukan kenyal milik Lea.


"Randu!" Lea menggelinjang dan Randu sigap menahan tubuh Lea yang mulai hilang keseimbangan.


"Maaf, ya!" Ucap Randu sekali lagi kali ini seraya menggigiti telinga Lea.


"Kau belum mandi!" Ucap Lea masih sambil menggeliat.


"Aku tak keberatan kau mandikan," jawab Randu dengan nada menggoda.


"Tapi aku sudah mandi!" Cicit Lea seraya merengut.


Randu mencium tengkuk Lea sekali lagi dengan cukup lama, sebelum kemudian pria itu menggendong Lea dan merebahkannya ke atas tempat tidur. Randu kembali menciumi wajah dan setiap jengkal daei tubuh Lea yang kini sudah setengah naked, setelah Randu melucuti baju istrinya tersebut.


"Randu, hentikan!" Nafas Lea mulai terengah-engah menahan hasrat yang timbul karena sentuhan demi sentuhan yang diberikan oleh Randu


Randu sudah menanggalkan kemeja serta celananya sendiri, dan kini pasangan suami istri itu sudah sama-sama naked.


"Randu!" Lenguh Lea saat Randu akhirnya menyentak masuk.


"Apa? Sudah masuk!" Ucap Randu tanpa dosa.

__ADS_1


"Aku belum minum pil kontrasepsi!" Lea memukul dada Randu dengan kesal.


"Aku tahu cara keluar di luar," ujar Randu meyakinkan Lea.


"Benar! Awas kalau kebablasan!" Ancam Lea pada Randu yang langsung tertawa kecil.


"Tidak akan!" Randu mulai bergerak dan suasana di dalam kamar mulai terasa panas.


"Emmmhhhh!" Lenguhan dan des*han Randu semakin bersahuta di dalam.kamar yang semakin terasa panas.


"Ganti posisi!" Randu membalik posisi Lea dengan perlahan, lalu kembali menyentak masuk.


Lea menggigit bibir bawahnya, saat milik Randu masih bergerak keluar dan masuk ke dalam miliknya, lalu tangan Randu yang aktif menangkup dan memainkan ujung dada Lea yang kini tergantung bebas.


"Ooouuuuhh!" Randu melenguh dengan keras dan gerakannya semakin cepat.


"Randu-" Lea baru saja akan mengingatkan sang suami saat tibuh suami Lea itu sudah terasa mengejang.


Ya ampun!


"Akhirnya...." Randu melenguh lega setelah pria itu mencapai pelepasannya tanpa mencabut miliknya dari milik Lea.


"Ish!" Lea yang kesal menendang kaki suaminya itu hingga membuat Randu kaget.


"Ada apa?" Tanya Randu tak mengerti.


"Kenapa kamu semburkan di dalam? Tadi katanya tahu cara keluar di luar!" Omel Lea yang langsung membuat Randu meringis.


"Eh, iya! Aku lupa, Sayang!"


"Maaf!" Randu masih meringis dan menahan tawa. Sepertinya tadi Randu memang sengaja.


Dasar menyebalkan!


"Sudah!" Lea memisahkan miliknya dari milik Randu, dan kini wanita itu duduk merengut sembari bersedekap pada Randu.


"Aku minta maaf, Sayang! Aku benar-benar lupa tadi!" Ucap Randu bersungguh-sungguh.


"Ayo kita ulangi lagi dan aku janji akan keluar di luar kali ini." Ujar Randu yang langsung membuat Lea ternganga.


Diulangi katanya? Memang ujian praktek bisa diulang!


"Apa maksudnya diulangi? Kesempatan sekali!" Lea memukul dada Randu dengan kesal. Sementara Randu malah terkekeh.


"Lagi, ya!" Randu sudah kembali merebahkan tubuh Lea.


"Randu!"


"Yang ini nanti di luar!" Janji Randu pada Lea.


"Kalau kebablasan lagi bagaimana?" Tanya Lea masih kesal.


"Ya kita ulangi terus sampai aku berhasil keluar di luar!" Jawab Randu enteng yang langsung membuat Lea memutar bola matanya.


Randu sudah kembali menyentak masuk dan jangan tanya mereka mengulanginya berapa kali karena Randu yang terus saja kebablasan.


Atau mungkin pria itu memang sengaja kebablasan?


Langit di luar gedung apartemen sudah berubah menjadi hitam saat akhirnya Lea terkulai tak berdaya karena tak berhenti menggempurnya sejak sore.


"Aku lapar," keluh Lea yang tak lagi bertenaga.


"Mau makan apa? Aku pesenin," tanya Randu seraya mengecup kening dan wajah Lea.


"Apa saja!" Lea memejamkan kedua matanya.


"Ayo mandi!" Ajak Randu lembut setelah pria itu memesan makanan.


Lea tak menjawab dan hanya mengalungkan kedua lengannya di leher Randu.


Randu tertawa kecil lalu segera menggendong Lea ke kamar mandi sekaligus memandikan istrinya tersebut.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia


__ADS_2