Pengganti Calon Suami Azzalea

Pengganti Calon Suami Azzalea
HOBI MENGANCAM


__ADS_3

Azzalea yang baru keluar dari B&D Resto langsung terkejut saat mendapati Randu yang sudah menunggunya di depan resto. Pria itu bahkan terlihat sedang mengobrol akrab bersama Keano.


Apa mereka berdua sudah jadi soulmate sekarang?


"Lea! Kau baru keluar?" Sapa Keano pada Azzalea.


"Ya! Kau sendiri kenapa belum pulang?" Lea balik bertanya pada Keano.


"Aku sedang mengobrol bersama Rayyen-"


"Randu!" Sergah Randu cepat mengingatkan Keano, kalau ia ingin dipanggil Randu dan bukan Rayyen.


Randu kan memang bukan Rayyen!


"Maaf!"


"Aku sedang mengobrol bersama Randu tadi!" Ujar Keano sekali lagi setelah mengoreksi panggilannya pada Randu.


"Tunanganmu asyik juga diajak ngobrol ternyata," sambung Keano lagi seraya terkekeh.


"Lalu kenapa malah menngobrol disini dan tidak di dalam?" Tanya Lea heran.


"Lebih enak disini! Sekalian cari angin." Bukan Keano yang menjawab, melainkan Randu.


"Lanjutkan cari anginnya kalau begitu! Aku mau pulang!" Ujar Azzalea seraya berlalu dari hadapan Randu dan Keano.


"Lea, Lea!" Panggil Randu yang langsung dengan cepat menyusul Lea


"Ada apa lagi?" Tanya Lea yang terpaksa hatus menghentikan langkahnya.


"Aku kesini untuk menjemputmu-"


"Aku bawa kendaraan sendiri!" Sergah Lea menyela.


"Tinggalkan saja dan ayo aku antar! Bedok pagi aku akan menjemputmu," ujar Randu enteng.


"Ck! Kenapa repot-repot?" Lea masih berusaha menolak.


"Karena aku tunanganmu!" Jawab Randu dengan raut menyebalkan khas Randu.


"Itu hanya sandiwara!" Desis Lea yang kembali harus mengingatkan Randu.


"Perlu kukatakan pada Keano? Aku dengar sepupumu yang itu sedikit ember-"


"Jangan coba-coba!" Sergah Lea geregetan seraya mencengkeram lengan Randu.


"Ayo aku antar kalau begitu!" Ujar Randu lagi yang langsung membuat Lea berdecak sekaligus menghentakkan kakinya ke tanah. Lea akhirnya berjalan ke mobil Randu, dan segera masuk ke dalam tanoa berbasa-basi lagi pada Keano yang masih berdiskusi di dekat mobil Randu seperti wartawan pencari gosip.


"Hai!" Keano tiba-tiba sudah mengetuk kaca jendela, dimana Lea duduk. Lea terpaksa membuka kaca jendela tersebut.


"Aku pikir kau bucin pada tunanganmu, Rayyen-"


"Randu!" Randu yang sudah duduk di belakang kemudi, kembali mengingatkan Keano tentang nama panggilannya.

__ADS_1


"Iya Randu, iya Rayyen! Bukankah keduanya adalah namamu?" Sergah Keano yang sepertinya mulai pusing atau mungkin kesal karena perubahan nama Rayyen secara dadakan menjadi Randu.


Bukan namanya saja yang berubah!


Orangnya juga berubah dan berbeda sebenarnya! Hanya saja, tak ada yang menyadarinya!


"Tapi aku lebih suka dipanggil Randu ketimbang Rayyen!" Cengir Randu beralasan.


"Iya, aku paham, Randu!"


"Randu, Randu, Randu!" Keano mengulang-ulang nama Randu agar tak salah panggil lagi.


"Sudah tak usah lebay! Kami mau pulang! Kau mau menumpang?" Tawar Lea pada Keano.


"Tidak, terimakasih! Aku ada janji dengan seseorang," tolak Keano beralasan.


"Seseorang?" Lea memicing curiga.


"Aku perlu lapor ke Fairel?" Lea tersenyum licik pada Keano.


"Hey! Kami masih bersaing secara fair dan aku bukan pergi bersama Rossie malam ini!" Sergah Keano mencari pembenaran.


"Aku pergi bersama Angga!" Lanjut Keano lagi.


"Ck! Sama saja! Kau main curang!" Lea menuding pada Keano.


"Mana ada! Ini urusan bisnis!" Kilah Keano yamg tak kehilangan alasan.


"Tidak dua-duanya! Maaf!" Lea tertawa kecil.


"Ck! Sepupu macam apa kau ini!" Decak Keano terlihat kesal.


"Fairel juga sepupuku! Jadi aku bingung harus mendukung siapa!" Ujar Lea beralasan.


"Baiklah! Aku paham! Aku akan minta dukungan pada Ryan saja!" Tukas Keano seraya membuang nafas.


"Sudah bisa dipastikan kalau Ryan mendukung Fairel! Mereka rekan satu kantor!" Sergah Lea seolah paling tahu.


"Kau harus mendukungku kalau begitu! Kau juga rekan kerjaku!" Tukas Keano memaksa Lea yang hanya memutar nola matanya.


"Kau juga mendukungku kan, Randu?" Keano ganti bertanya pada Randu yang terlihat bingung.


"Mendukung apa? Kau mau maju jadi presiden?" Tanya Randu yang sontak membuat Lea tergelak dan Keano yang langsung berdecak.


"Mendukungku untuk jadian dengan Rossie!" Sergah Keano blak-blakan.


"Ooh!" Randu hanya ber oh ria.


"Rossie itu sepupu kalian juga?" Tanya Randu selanjutnya yang langsung membuat Lea menepuk keningnya sendiri.


"Kalau Rossie sepupu kami, Keano dan Fairel tak akan memperebutkanmya begini, Randu!" Jelas Lea merasa geregetan pada pria yang duduk di sebelahnya tersebut.


"Lagipula, mana ada sepupu yang menjalin hubungan dan saling jatuh cinta!" Ujar Lea lagi seraya berdecak berulang.

__ADS_1


"Ada! Keponakan Aunty Audrey itu sepertinya juga menikah dengan sepupunya sendiri," tukas Keano yang malah mengajak Lea ber-ghibah. Dasar!


"Bukan urusanku!" jawab Lea malas.


"Kau tadi bukanya ada janji dengan Angga, Kean ?" Tanya Lea akhirnya mengingatkan sang sepupu yang sepertinya mulai pikun.


"Ah, iya! Aku pergi dulu!" Pamit Keano yang akhirnya berlalu dari mobil Randu. Masih bisa Randu lihat Keano yang mengambil motor maticnya di parkiran, lalu menaiki kendaraan tersebut dan meninggalkan restoran B&D.


"Aku baru tahu, kalau manajer restorant naiknya sepeda motor," Randu bergumam heran.


"Dia punya mobil, kok! Hanya saja tak pernah dipakai! Katanya lebih enak naik motor," cerita Lea pada Randu tentang Keano.


"Aku juga punya motor. Kau mau aku jemput pakai motor besok?" Tawar Randu seraya menoleh pada Lea yang kini sudah ganti bersedekap.


"Cepat jalan! Aku ingin secepat istirahat!" Perintah Lea pada Randu tanpa menjawab pertanyaan pria tersebut.


"Siap! Kita ke ranch market sebentar," ujar Randu yang sudah mulai melajukan mobilnya.


"Mau beli apa?" Tanya Lea yang merasa keberatan.


"Beli bahan makanan untuk kau masak! Kau kan pandai memasak!"


"Aku ingin kau memasak makanan seperti yang aku makan di restoran B&D siang tadi!" Cerocos Randu yang langsung memukul dashboard mobil Randu demi meluapkan rasa kesalnya.


"Aku ingin istirahat, Randu!" Sergah Lea mulai emosi.


"Dan aku ingin makan masakanmu!"


"Kau bisa memasak dulu sebelum istirahat, atau perlu aku katakan pada Papi dan Mamimu tentang Rayyen yang kabur di hari pertunangan kalian-"


"Jangan coba-coba!" Lea mengacungkan jari tengahnya pada Randu.


"Weiiitts! Itu tak sopan, Lea!" Randu memperingatkan Lea dan segera menurunkan jari Lea.


"Berapa kali harus kukatakan padamu, kalau Rayyen itu tidak kabur! Dia hanya sedang ada urusan penting!"


"Rayyen pasti kembali!" Sergah Lea seraya mendelik-delik pada Randu.


"Iya, aku percaya!" Jawab Randu yang tetap cengengesan. Pria itu sudah membelokkan mobilnya ke sebuah ranch market yang kebetulan mereka lewati.


"Ayo belanja!" Celetuk Randu sebelum pria itu turun dari mobil mendahului Lea.


"Dasar menyebalkan!" Maki Lea kesal yang akhirnya ikut turun juga dan menyusul Randu.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2