Pengganti Calon Suami Azzalea

Pengganti Calon Suami Azzalea
LUPA


__ADS_3

Lea mengerjapkan matanya, saat ibu satu anak itu merasakan ada tangan yang melingkari pinggangnya. Lea lalu mengucek kedua matanya, dan hendak menutup pay*daranya yang lupa ia masukkan ke dalam bra dinihari tadi. Menyusui sambil berbaring memang sering membuat Lea terlena dan akhirnya kebablasan tidur juga.


"Kenapa dimasukin?" Protes sebuah suara yang beberapa hari terakhir hanya Lea dengar via telepon atau video call. Namun pagi ini, suara itu tiba-tiba ada di balik punggung Lea....


"Randu?" Lea berbalik dengan cepat dan langsung mendapati sang suami yang sudah berbaring juga di atas tempat tidur.


"Hai. Kangen, ya?" Goda Randu seraya mengusap wajah Lea. Hampir satu pekan kemarin, Randu memang harus pergi ke luar kota dan terpaksa meninggalkan Lea serta baby Ranza di rumah Mami Thalia.


"Iiihhh!" Lea memukul gemas dada Randu, sebelum kemudian wanita itu menyusupkan kepalanya ke dalam pelukan sang suami.


"Kapan pulang?" Tanya Lea masih sambil menghirup aroma tubuh Randu.


"Baru saja. Langsung ke kamar tadi, peluk kamu karena sudah kangen berat," jelas Randu yang sudah ganti menciumi puncak kepala Lea.


Lea mengangkat wajahnya, dan menatap pada Randu yang langsung mengecup bibirnya.


"Emmmmhhhh!" Lea terus menarik kepala Randu, saat suaminya itu hendak mengakhiri pagutan mereka. Randu yang tak mau membuang kesempatan, akhirnya melanjutkan pagutan panasnya bersama Lea sembari tangannya bergerilya di dada sang istri.


"Hah!" Lea menggelinjang dan sedikit terlonjak saat tangan Randu sudah merem*s gundukan kenyal miliknya.


"Ujungnya basah," Komentar Randu yang tangannya sudah ganti mengusap dada Lea yang masih terbuka karena Lea yang memang belum mengancingkan piyamanya tadi.


"Udah!" Lea menyingkirkan tangan Randu dari dadanya.


"Kenapa, sih? Pegang doang," ujar Randu beralasan. Pria itu kembali meremas dada Lea hingga membuat istrinya tersebut berjenggit.


"Ngomong-ngomong, Ranza kan sudah dua bulan," Randu berbisik pada Lea.


"Iya, terus?" Lea sedikit menggeliat larena selain berbisik, Randu juga mencium tengkuk Lea, serta menggigit kecil daun telinga istrinya tersebut.


"Udah bisa dicoba, kan?" Tukas Randu lagi.


"Apanya yang dicoba?" Lea kembali menggeliat.


"Ini!" Tangan Randu sudah ganti mengusap pangkal paha Lea.


"Aku masih takut," ujar Lea beralasan.

__ADS_1


"Aku akan pelan-pelan!" Janji Randu yang tiba-tiba sudah menggendong tubuh Lea, lalu membaringkan istrinya tersebut ke atas sofa.


"Nanti Ranza bangun," Lea kembali beralasan. Randu segera menengok sang putra, lalu memindahkannya ke atas ayunan elektrik yang ada di kamar. Tak lupa, Randu juga memcium gemas sang putra dan beberapa kali menghirup aroma khas bayi yang menguar dari tubuh Ranza.


"Bangun, Ranza!" Lea berbisik dari balik punggung Randu.


"Bobok yang nyenyak, ya, Jagoan! Papa dan Mama mau kerja lembur dulu," timpal Randu yang langsung berhadiah cubitan dari Lea.


"Apaan kerja lembur!" Decak Lea pura-pura kesal.


"Kan udah puasa dua bulan," sergah Randu beralasan. Suami Lea itu sudah berbalik dan kini kembali menatap aneh pada Lea. Terang saja hal itu langsung menbuat Lea sedikitpun salah tingkah.


"Apa, sih!" Lea yang masih salah tingkah berbalik dan hendak meninggalkan Randu, saat kemudian Randu dengan cepat menangkap pinggang istrinya tersebut.


"Aaaakh-"


"Sssttt!" Randu membekap bibir Lea dengan cepat.


"Jangan berisik!" Bisik Randu lagi, sebelum kemudian pria itu kembali menggendong Lea ke sofa. Randu memagut bibir Lea sembari tangannya mulai melucuti satu persatu baju Lea dan bajunya sendiri.


"Emmmhhh!" Lea mencengkeram erat punggung Randu, saat akhirnya Randu berhasil menyentak masuk ke dalam milik Lea.


"Sedikit," jawab Lea yang sudah mengalungkan kedua lengannya di leher Randu.


"Bergerak!" Lea lanjut memberikan aba-aba pada sang suami, dan Randu pun mulai bergerak dengan berirama.


"Aaaaakkkh!" Lea mengerang tertahan, sebelum kemudian Randu meraup bibir istrinya itu agar tak menimbulkan suara yang mungkin saja akan membangunkan Ranza.


Randu masih ingin berlama-lama bercinta bersama Lea!


"Owek!" Suara tangisan Ranza menghentikan sejenak pagutan panas Randu pada Lea.


"Ranza menangis!" Ucap Lea yang langsung dibungkam oleh Randu.


Randu melongok ke arah Ranza yang sudah kembali terlelap.


"Masih tidur," ujar Randu menenangkan Lea.

__ADS_1


"Tapi tadi-" Kalimat protes dari Lea langsung dibungkam oleh kecupan Randu.


"Ayo kira selesaikan dulu!" Ucap Randu sebelum kemudian pria itu kembali memagut bibir Lea.


Pergumulan panas antara Randu dan Lea terus berlanjut, hingga akhirnya setelan hampir satu jam mereka berpeluh bersama....


"Arrrgghhh!" Randu mengerang, bersamaan dengan tubuh pria itu yang sudah mengejang di atas Lea. Cairan hangat langsung terasa memenuhi rahim Lea, dan wanita itu terdiam untuk beberapa saat.


"Ada apa? Kenapa wajahmu aneh begitu?" Tanya Randu seraya mengecup kening Lea.


"Aku baru ingat sesuatu," Lea bergumam dan Randu sontak mengernyit.


"Ingat apa?"


"Aku tidak jadi memasang alat kontrasepsi kemarin!" Lea mendorong tubuh Randu dengan kuat, hingga Randu yang tak siap langsung terjengkang ke belakang.


Sementara Lea sudah langsung berlari ke dalam kamar mandi,dan sibuk menyiramkan air ke dalam miliknya.


"Keluar! Ayo keluar semua!" Ucap Lea sembari terusmenyiramkan air ke dalam miliknya.


"Keluar semua! Jangan ada yang masuk!" Lea sudah mulai panik, saat Randu menyusul masuk ke dalam kamar mandi dan menatap heran pada sang istri.


"Sayang, kau sedang apa? Mau lagi? Kenapa pakai semprotan air dan tidak minta saja padaku," cecar Randu seraya menghampiri Lea.


"Sedang membuang yang tadi kau semburkan di dalam milikku!" Jawab Lea dengan nada ketus.


"Nggak ngaruh, Sayang!" Ungkap Randu yang langsung membuat Lea merengut pada suaminya tersebut.


"Kenapa malah merengut?" Tanya Randu seraya terkekeh.


"Ck!" Lea hanya meninju pundak Randu sembari berharap agar ia tak hamil lagi.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2