
Beberapa bulan kemudian....
"Mau kemana?" Rengek Lea yang masih bergelayut di leher Randu dan seperti enggan melepaskannya. Sudah menjadi drama setiap pagi kalau Lea seperti tak rela Randu tinggal ke kantor.
"Mau ke kantor, Sayang!"
"Lepasin dulu!" Bujuk Randu dengan lemah lembut tanpa kasar sedikitpun. Lea berubah jadi baperan sejak hamil dan tak bisa sedikitpun menerima kata-kata kasar atau pembicaraan dengan nada tinggi.
"Kenapa ke kantor terus? Kapan libur?" Rengek Lea manja yang sudah kembali menarik Randu hingga suaminya itu kembali terbaring di atas ranjang. Lea langsung menindih Randu dan menciumi wajah Randu tanpa henti.
Ya ampun!
Selain baperan, Lea juga mendadak jadi bucin akut!
"Ini kan baru hari Kamis! Lusa aku libur, kita jalan-jalan, ya!" Bujuk Randu seraya menangkup wajah Lea demi menghentikan ciuman Lea yang tidak ada rem-nya tersebut.
Sebenarnya bukan Randu keberatan. Hanya saja jika Lea menciumi wajah Randu, milik Randu bagian bawah juga akan langsung ikut bangun dan ujung-ujungnya Randu harus menuntaskannya.
Padahal di usia kandungan Lea yang sekarang, Dokter melarang Randu dan Lea terlalu intens berhubungan suami istri, karena kandungan Lea masih rawan dan ini juga kehamilan pertama.
"Cium!" Lea memonyongkan bibirnya pada Randu.
"Mmmmmuaaaah!" Randu mengecup panjang bibit Lea, lalu hidung dan terakhir kening serta puncak kepala Lea.
"Nanti pulang cepat!"
"Iya, aku pulang jam empat!" Janji Randu pada Lea.
"Sabun mandi aku habis," lapor Lea lagi pada Randu masih sambil menindih suaminya tersebut.
"Nanti aku belikan-" Lea langsung merengut.
"Baiklah, nanti kita beli bersama sekalian jalan-jalan!" Randu mengoreksi kalimatnya dan sedikit mentowel hidung Lea dengan gemas. Istri Randu itu langsung tersenyum senang.
"Aku sudah boleh bangun dan mandi sekarang?" Tanya Randu selanjutnya yang langsung membuat Lea kembali menciumi wajah Randu.
"Mandiin aku sekalian!" Pinta Lea manja yang mau tak mau harus Randu iyakan.
"Siap, Sayangku!"
****
^^^Babyshark dudududududu^^^
^^^Babyshark dudududududu^^^
^^^Babyshark^^^
^^^Mommyshark dududududu^^^
^^^Mommyshark dududududu^^^
^^^Mommyshark^^^
Lea tergelak saat melihat video lagu anak-anak di layar besar yang ia lewati saat berjalan-jalan bersama Randu di mall.
"Ada apa?" Tanya Randu yang penasaran karena melihat Lea tergelak.
"Liatin! Hiunya lucu banget!" Lea menunjukkan gambar hiu warna biru dan kuning yang berjoget-joget di layar televisi besar tersebut.
__ADS_1
"Ada banyak itu bonekanya di dalam," ujar Randu seraya mengendikkan dagunya ke dalam toko tempat televisi besar itu berada.
"Mana?" Tanya Lea penasaran dan Randu akhirnya mengajak Lea untuk masuk ke dalam toko dan melihat boneka Babyshark warna-warni di dalam.
"Eh, iya! Banyak sekali!" Lea awalnya mengambil satu boneka, lalu dua, tiga, empat, hingga akhirnya dekapan Lea sudah penuh oleh boneka Babyshark.
"Kita beli semua, ya, Sayang!" Cetus Lea yang langsung membuat Randu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Satu atau dua saja, Sayang! Kenapa semuanya?"
"Tapi aku mau semua! Warnanya lucu semua! Trus dipeluk juga lembut!" Lea memeluk boneka Babyshark tadi dengan lebay.
"Eh, itu ada yang gede!" Celetuk Lea saat melihat satu bineka Babyshark terbesar di toko tersebut.
"Lea, jangan lari-lari, Sayang!" Randu buru-buru mengejar Lea dan mencegah istrinya itu berlari.
"Kita beli yang ini juga, ya!" Pinta Lea dengan mada manja.
"Iya ini saja, yang kecil-kecil tadi tidak usah, ya!" Bujuk Randu membuat kesepakatan.
"Yang kecil-kecil tadi juga! Semua yang bentuknya babyshark kita beli!" Sergah Lea memaksa.
"Sayang-"
"Bentar, ponsel aku bunyi!" Lea mengambil ponselnya di dalam tas dan mengabaikan Randu yang kini Lea suruh memeluk Babyshark raksasa tadi.
"Halo, Ma!" Sambut Lea dan Randu langsung bisa menebak kalau yang menelepon adalah Mama Rika.
Mama kandung Randu itu memang rutin menelepon Lea setiap hari untuk menanyakan Lea ingin makan apa atau ingin jajan apa. Dan setiap kali Mama Rika mengirimkan makanan ke rumah jumlahnya juga tak tanggung-tanggung. Randu kadang harus memanggil Ryan atau teman-temannya di kantor untuk membantu menghabiskan.
Begitulah kalau rasa sayang mertua ke menantunya sudah masuk tahap overdosis!
Habis sudah Randu nanti kena omel sang mama karena tidak menuruti ngidamnya Lea.
"Randu mana? Mama mau bicara!"
Lea langsung menyodorkan ponselnya pada Randu yang ekspresi wajahnya tak lagi bisa dijelaskan dengan kata-kata.
"Halo, Ma!"
"Randu Wiyata! Kamu ingat pesan mama untuk selalu menuruti ngidamnya Lea, kan?"
"Apa kamu sudah jatuh miskin, hingga membelikan boneka untuk istrimu saja tidak mampu?"
"Bukan begitu, Ma!" Sergah Randu cepat.
"Masalahnya, Lea itu minta Randu membeli boneka satu toko. Mau buat apa, coba?" Lanjut Randu berusaha menjelang pada sang mama.
"Ya tinggal kamu belikan! Sekalian tokonya juga kamu beli kalau perlu!"
"Ck!, Ma-"
"Belikan sekarang atau mama yang harus kesana menjewer telingamu?"
"Iya, Ma! Iya!" Jawab Randu akhirnya merasa pasrah.
"Berikan teleponnya lagi pada Azza! Mama belum selesai bicara tadi!"
"Sayang!" Panggil Randu pada Lea yang sudah sibuk memeluk satu persatu boneka Babyshark di toko.
__ADS_1
Yang benar saja! Randu harus membawa pulang ini semua ke apartemen? Bisa mabuk Babyshark Randu nanti setelah ini!
****
"Geser, Sayang! Yang ini belum dapat tempat!" Usir Lea pada Randu yang sudah berbaring nyaman di atas ranjang.
"Kenapa semuanya kamu tata di atas tempat tidur begini, Lea? Nanti aku tidur dimana?" Tanya Randu bingung.
"Iya tidur disini, bersama semua babyshark peliharaan kita ini!"
"Lihat mereka lucu, Sayang! Kayak kamu!" Lea mengambil satu boneka hiu warna kuning lalu mengusap-usapkannya pada Randu yang langsung meringis kegelian.
Begini sekali nuruti istri ngidam!
Apa jangan-jangan Lea memang sengaja membuat Randu kesal begini demi misi balas dendam akibat Randu yang telah menghamili Lea?
Lalu kenapa harus Babyshark?
Kenapa bukan boneka kucing atau boneka beruang saja yang lebih lucu dan imut.
Ini Babyshark!
Semuanya menunjukkan gigi pula!
Mengingatkan Randu pada film psikopat yang pernah Randu tonton saja!
"Sini, Sayang! Perut aku gerak-gerak!" Panggil Leq seraya melambaikan tangan pada Randu.
"Mana?" Tanya Randu yang langsung antusias. Randu langsung naik ke atas tempat tidur dan menindih para Babyshark yang tadi Lea susun di atas kasur. Randu lalu meletakkan kepalanya di perut Lea seraya tangannya mengusap-usap perut yang bentuknya belum terlalu terlihat tersebut.
"Mana?" Randu kembali mendengarkan dengan seksama.
"Sudah berhenti!" Kikik Lea yang langsung membuat Randu berdecak.
"Ayo gerak lagi, Jagoan!" Randu menciumi perit Lea agar sang calon anak kembali bergerak.
"Jagoan? Memang sudah tahu jenis kelaminnya? Kan kata dokter belum kelihatan!" Cerocos Lea yang malah membuat Randu terkekeh.
"Feeling aku, dia jagoan!" Jawab Randu yakin.
"Nanti kalau Jagoan, berarti nggak berantakin rumah dan dapur seperti Zelyra, kan?" Tanya Lea memastikan.
"Kan anak cowok mainnya bola di halaman," lanjut Lea lagi.
"Iya nanti kamu ajari masak juga bisa, Sayang! Koki cowok kan banyak juga," ujar Randu mencetuskan sebuah ide.
"Tidak usah!" Sergah Lea cepat.
"Dapur hanya milik Mommy Lea! Tak boleh ada yang mengganggu!" Tegas Lea yang hanya membuat Randu geleng-geleng kepala. Randu kembali menyandarkan kepalanya di pangkuan Lea dan tetap membujuk sang calon anak agar kembali membuat gerakan.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1