Pengganti Calon Suami Azzalea

Pengganti Calon Suami Azzalea
GURAUAN ATAU HARAPAN?


__ADS_3

"Tidaaaaakkk!!!" Jerit Randu yang buru-buru memeluk Lea dari belakang dan menyingkirkan pisau dari tangan istrinya tersebut.


"Aku sama sekali tak ada niatan untuk punya dua istri, Sayang! Tidak sama sekali!" Randu sudah mendekap Lea dengan erat sembari memohon-mohon.


"Tapi kau baru saja membahasnya bersama Haezel! Kau bahkan minta dibawakan oleh-oleh istri baru!" Sergah Lea mengungkapkan kekesalannya.


"Itu hanya gurauan! Aku berani bersumpah!"


"Gurauan atau harapan?" Tanya Lea tetap dengan nada galak.


"Gurauan! Benar-bebar hanya gurauan!"


"Hanya kau satu-satunya yang ada di hatiku, Sayang! Tidak ada yang lain." Randu sudah ganti menciumi tengkuk Lea hingga istrinya itu sedikit menggeliat.


"Aku minta maaf, ya!" Ucap Randu lagi sambil terus menciumi leher dan tengkuk Lea.


"Iya!" Lea kembali menggeliat kegelian.


"Sudah, lepaskan!" Lea sedikit memberontak saat Randu semakin intens menciumi tengkuk, leher, serta belakang telinga Lea. Tangan Randu bahkan sudah mulai mengusap-usap dada Lea.


"Randu aku sedang memasak!" Lea berusaha menyentak tangan Randu meskipun sebenarnya Lea juga mulai menikmati sentuhan dari sang suami.


"Randu...."


"Sudah tinggalkan saja!" Randu tiba-tiba sudah menggendong Lea, lalu membawa istrinya itu ke sofa, dan merebahkannya dengan perlahan.


"Nanti kita makan di luar saja!" Ujar Randu lagi yang sudah melepaskan kausnya.


"Aku belum dapat jatah sejak semalam," Randu sudah ganti melucuti satu persatu baju Lea, lalu pria itu memagut bibir sang istri dengan dalam.


Lea juga tak tinggal diam, dan langsung menyambut pagutan Randu sembari mengalungkan kedua lengannya ke leher suaminya tersebut.


"Emmmmhhhh!" Lea mengerang saat pagutan Randu sudah turun ke dagu, leher, lalu ke dada Lea yang masih tertutupi oleh bra.


Randu mulai menyibak bra Lea, lalu mengeluarkan dua bongkahan kenyal milik Lea dari dalam bra.


"Lihatlah, apa ini!" Ucap Randu merasa gemas pada ujung pay*dara Lea yang kini sudah terlihat menonjol.


"Auw! Geli!" Des*h Lea saat Randu mulai memainkan ujung pay*daranya memakai lidah.


"Kenapa sekarang menonjol?" Tanya Randu yang tetap tak berhenti menjilat-jilat ujung berwarna kecoklatan tersebut. Membuat Lea harus meneguk saliva berulang kali!


"Aku juga tidak tahu!" Jawab Lea sedikit tergagap karena sentuhan yang terus diberikan oleh Randu membuatnya mulai sedikit hilang kendali.


"Siapa kira-kira yang membuat begini?" Tanya Randu lagi, sebelum kemudian pria itu melahap salah satu dari gundukan kenyal milik Lea.


"Kau!" Jawab Lea cepat seraya menjambak rambut Randu dan sedikit menarik kepala suaminya tersebut. Randu ikut menarik dada Lea yang tadi sedang ia lahap.


"Aaaauuw! Sakit!" Keluh Lea seraya merengut dan Randu malah terkekeh tanpa dosa sekarang.

__ADS_1


"Mendadak sesak!" Ucap Randu seraya menurunkan celananya ke bawah. Milik Randu yang sudah tehak langsung menyembuk keluar, membuat tangan Lea refleks memegang lalu menariknya.


"Hei, kenapa ditarik-tarik? Kau tak akan membawanya ke atas talenan, kan?" Tanya Randu mulai parno.


"Kalau iya kenapa? Pisaunya sudah aku asah tadi," jawab Lea sok-sokan memasang raut wajah kejam.


"Kalau iya, aku akan langsung menciummu!" Randu tiba-tiba sudah menerjang Lea lagi dan menciumi bibir serta wajah istrinya itu dengan bertubi-tubi hingga Lea sedikit gelagapan.


"Tangan Randu juga sigap menurunkan underwear yang masih membalut milik Lea, lalu dalam satu sentakan....


"Arrrgghhh!" Randu dan Lea mengerang bersamaan saat akhirnya milik mereka sudah saling menyatu.


Randu tersenyum pada Lea, lalu sedikit merapikan rambut Lea yang lolos dari ikatan dan berserak di wajah istrinya tersebut.


"Aku tadi sedang marah padamu padahal!" Rengut Lea seraya mengusap-usap dada Randu, saat suaminya itu sudah mulai bergerak dengan intens. Sesekali Lea juga akan menggerakkan bokongnya untuk mengimbangi gerakan Randu.


"Sekarang masih marah?" Tanya Randu dengan nafas yang mulai terengah.


"Sedikit," jawab Lea tetap merengut. Randu sontak mengusap wajah istrinya tersebut, lalu mengecup bibirnya dengan dalam.


Randu dan Lea kembali berpagutan, bersamaan dengan gerakan keduanya yang sudah semakin cepat.


"Aku mau ganti posisi!" Ucap Lea seraya menahan dada Randu yang masih menindihnya.


"Posisi apa?" Tanya Randu yang sejenak menghentikan gerakannya.


Lea lanjut berbalik, lalu sedikit mengangkat bokongnya, sembari bertumpu pada kedua lututnya.


"Posisi favorit siapa ini?" Goda Randu seraya menangkup kedua dada Lea dari arah belakang. Randu juga kembali menyentak masuk.


"Emmmhhh!" Lea mengerang saat Randu sudah mulai bergerak lagi.


"I love you!" Bisik Randu di sela-sela pergerakannya.


"I love you too!" Balas Lea seraya tersenyum bahagia.


"I love you, i love you, i love you!" Randu menciumi punggung Lea tanpa henti, hingga banyak sekali tanda-tanda kemerahan di sana hasil karya dari Randu.


"Sayang,"


"Hmmmmm, udah mau keluar?" Tanya Lea seraya menggenggam tangan Randu.


"Belum," jawab Randu terkikik.


"Kenapa lama?"


"Kamu capek, ya? Berbaring lagi, coba!"


"Atau kau mau diatas?" Tawar Randu yang kembali mengecup punggung Lea.

__ADS_1


"Kau maunya bagaimana?" Lea balik bertanya pada Randu setelah sedikit mengatur nafas.


"Berbaring saja dulu!" Randu kembali mencabut miliknya, lalu membalik tubuh Lea perlahan, hingga akhirnya Lea kembali telentang di sofa.


"Hai, Sayang! Dad tengokin lagi, ya!" Ucap Randu seraya mengecup perut Lea yang sontak membuat Lea jadi tertawa kecil.


"Iya, Dad!" Randu menjawab sendiri pertanyaannya namun dengan suara yang dibuat-buat mirip anak kecil.


"Kamu di dalam ngapain, sih?" Tanya Randu lagi pada calon anaknya.


"Main lah, Dad! Sama maem!" Lagi-lagi Randu menjawab pertanyaannya sendiri lagi. Dan Lea hanya mengusap-usap kepala suaminya tersebut yang kini bersandar di perutnya.


"Dia jagoan!" Bisik Randu selanjutnya seraya menatap pada Lea.


"Tahu darimana?" tanya Lea mengernyit.


"Tadi dia bisikin ke aku," cerita Randu seraya kembali menyentak masuk.


"Aduh!" Lea meringis.


"Eh, sakit, Sayang?" Randu diam sejenak dan memastikannya dulu.


"Sedikit," ringis Lea sembari membuka kedua kakinya dengan lebih lebar. Randu lalu kembali masuk pelan-pelan dan kedua matanya intens menatap pada mata Lea.


"Emmmhhh!" Lea dan Randu kembali mengerang bersamaan saat akhirnya milik mereka sudah kembali menyatu.


"Masih lama?" Tanya Lea memastikan.


"Kenapa memang?" Randu mengecup sekilas bibir Lea.


"Tanya saja," jawab Lea sebelun Randu kembali mel*mat bibirnya lagi.


Pagutan Lea dan Randu semakin memanas, bersamaan dengan gerakan keduanya yang juga semakin intenst. Hingga akhirnya mereka mencapai pelepasan bersama-sama.


"I love you, Lea!" Randu mencium bibir, lalu seluruh wajah Lea dengan penuh sayang.


"I love you too Randu!!"


.


.


.


Panas amat cuaca disini.


Terima kasih yang sudah mampir


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2