
"Halo!"
"Hai, Bung! Kau tidak meneleponku lagi sepanjang siang tadi." Ujar Randu yang baru saja menelepon Haezel karena atasannya itu yang tadi katanya mau bicara hal penting namun Lea keburu mengamuk.
"Ya!"
"Suaramu sedikit aneh. Kau baik-baik saja, Ezel?" Tanya Randu mulai khawatir.
"Ya!"
"Ngomong-ngomong, kau bisa datang kesini besok pagi bersama beberapa anggota? Cheryl sudah memberikan info tentang keberadaan Reynold-"
"Kau sudah bertemu Cheryl?" Tanya Randu cepat bersamaan dengan Lea yang baru keluar dari kamar mandi. Istri Randu itu langsung menatap tajam pada Randu yang menyebut-nyebut nama seorang wanita.
"Cheryl adalah saksi kunci dari kasus yang aku dan Ezel tangani. Dia bukan selingkuhanku!" Ujar Randu memberitahu Lea sebelum istrinya itu menginterogasinya ataupun salah paham.
Ya, Lea memang tak tahu menahu soal kasus Reynold ataupun kasus yang pernah menimpa Mayra lima tahun silam. Kasus terkelam yang pernah Randu dan Haezel tangani karena korbannya adalah istri Haezel sendiri. Dan Randu juga korban sebenarnya saat berusaha mengungkap dalang utamanya. Mobil Randu disabotase oleh pak kepala sebelum Haezel, hingga Randu menabrak pembatas jalan dan kakinya patah.
"Lea salah paham lagi, Randu?"
"Tidak, dia sudah mengerti dan sudah kujelaskan," jawab Randu cepat. Randu menatap pada Lea yang kini sedang menyisir rambutnya yang basah.
"Jadi, kau sudah bertemu Cheryl?"
"Ya! Teenyata dia tinggal di kota yang sama dengan Kak Aileen selama ini."
"Dia juga sudah memberitahu dimana Reynold berada."
"Bawa tim lengkap kesini!"
"Reynold sudah mati?" Tanya Randu memastikan.
"Besok saja aku ceritakan semuanya kalau kau sudah tiba disini!"
"Baiklah, aku akan datang pagi." Pungkas Randu bersamaan dengan telepon Haezel yang sudah terputus.
"Mau kemana besok pagi?" Tanya Lea setaya menoleh pada Randu yang sudah kembali mengutak-atik ponselnya.
"Ke kota Kak Aileen. Si keparat Reynold akhirnya ditemukan setelah lima tahun menjadi DPO," jawab Randu sedikit bercerita pada Lea.
"Reynold, Rayyen, kenapa semua orang jahat inisialnya selalu R?" Gerutu Lea yang langsung membuat Randu menghentikan aktivitasnya sejenak.
"Reynold? Rayyen?"
"Randu?" Randu bergumam sendiri.
"Inisial namaku juga R, Sayang? Apa aku orang jahat?" Tanya Randu merasa tak terima dengan kalimat Lea tadi.
__ADS_1
Lea sontak menoleh pada Randu yang wajahnya masih penuh tanda tanya.
"Tidak semua inisial R jahat!" Lea akhirnya mengoreksi kalimatnya.
Randu segera menghampiri istrinya tersebut, lalu memeluk dan mengendus aroma rambut Lea yang harum.
"Besok aku antar ke rumah Mami, ya! Aku mungkin pergi dua hari," ucap Randu yang langsung membuat Lea merengut.
"Kalau aku kangen?"
"Nanti aku video call!" Randu ganti mengusap-usap perut Lea.
"Dia mulai tumbuh," ujar Randu lagi yang kini sudah bisa merasakan perubahan pada bentuk perut Lea.
"Kapan kita pergi ke villa?" Tanya Lea selanjutnya karena Randu yang memang sudah lama tak mengambil cuti liburan. Terakhir kali Randu cuti adalah saat pernikahan Rania dan Pandu beberapa bulan lalu.
"Nanti aku tanyakan dulu pada Ezel. Dia pak kepalanya," jawab Randu yang masih mengusap-usap perut Lea.
"Kenapa bukan kau yang jadi pak kepala?" Tanya Lea lagi yang langsung membuat Randu tergelak dan ingat dengan selorohan Haezel tempo hari.
"Aku sudah jadi kepala rumah tangga!" Jawab Randu akhirnya dan ternyata sukses membuat Lea tergelak juga.
****
Beberapa hari berikutnya...
"Sudah pulang?" Lea langsung memeluk Randu dengan erat. Pun dengan Randu yang juga langsung memeluk Lea dengan erat sembari memciumi puncak kepala istrinya tersebut.
Masih terngiang-ngiang di kepala Randu tentang kesadisan Cheryl yang memutilasi mayat Reynold menjadi potongan-potongan kecil , lalu menyimpannya selama lima tahun di dalam frezerbox.
Dan mirisnya, Cheryl melakukan semua kejahatan itu saat wanita itu sedang hamil besar!
Pikiran Randu terus saja tertuju pada Lea sejak kemarin, dan Randu sudah sangat ingin pulang untuk memeluk Lea, dan membuat Lea tak merasakan tekanan batin. Randu harus menbuat Lea menjadi ibu hamil yang bahagia. Apapun termasuk hal-hal konyol yang dipinta Lea akan Randu turuti asalkan Lea tidak stress dan ustrinya itu bahagia menjalani kehamilannya.
"Sayang!" Teguran Lea segera menyentak lamunan Randu.
"Ya! Aku sudah pulang!" Randu mengecup bibir Lea dan sepertinya tak menyadari kalau ada Mami Thalia yang sejak tadi berdiri di dekat mereka dan tentu saja menyaksikan adegan mesra itu.
"Ehem! Mami akan ke dalam dulu, Lea! Kita perginya nanti saja," tukas Mami Thalia seraya kembali masuk ke dalam rumah.
"Memang mau kemana sama mami?" Tanya Randu sedikit salah tingkah karena ia tadi yang benar-benar tak menyadari kalau ada mami Thalia di dekat Lea.
"Ke pasar beli buah. Mendadak aku pengen buat salad buah," jelas Lea yang sudah ganti menggamit tangan Randu.
"Kasusnya sudah beres?" Tanya Lea selanjutnya pada sang suami.
"Sudah!" Jawab Randu seraya mengangguk dan menarik nafas dengan berat.
__ADS_1
"Kasusnya berat, ya?" Tanya Lea yang seolah paham.
"Begitulah!" Randu hanya mengendikkan kedua bahunya.
"Ngomong-ngomong, ayo ke pasar sekarang saja. Katanya mau bikin salad buah," ajak Randu selanjutnya pada Lea.
"Kamu yang mau antar?"
"Iya! Sekalian jalan-jalan nanti," ujar Randu yang langsung membiat Lea tersenyum senang.
"Baiklah!" Lea kembali menggamit lengan Randu dan pasangan suami istri itu segera menuju ke mobil Randu.
"Sayang, aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Randu kembali membuka obrolan, setelah mobilnya melaju dan meninggalkan kediaman Andreas.
"Tanya apa?"
"Apa kau masih merasa tertekan dengan kehamilanmu?" Tanya Randu yang raut wajahnya sedikit khawatir.
"Tidak!" Jawab Lea cepat.
"Sebenarnya kemarin saat kau pergi, aku diajak Nona menghadiri kelas parenting persiapan menjadi ibu baru, dan aku merasa kalau aku sudah siap menjadi seorang ibu sekarang!"
"Aku menikmati kehamilanku karena kau selalu memanjakanku."
"Terima kasih, Sayang!" Ucap Lea seraya tersenyum dan mengusap kengan Randu yang masih fokus mengemudi.
"Kau suka aku manja?" Tanya Randu menoleh sekilas pada Lea.
"Tentu saja! Semua orang suka dimanja!" Jawab Lea cepat.
"Baiklah! Aku akan terus memanjakanmu kalau begitu!" Janji Randu dan Lea langsung tersenyum bahagia sambil kembali mengusap-usap lengan sang suami.
.
.
.
Kasus lengkap yang ditangani Randu dan Haezel ada di "Detektif Haezel"
Sudah baca, ya?
🤭🤭🤭
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1