
^^^Daddy shark dudududududu^^^
^^^Daddy shark dudududududu ^^^
^^^Daddy shark!^^^
"Daddy! Aku minta gendong!" Seru seorang balita yang mengenakan kostum babyshark yang tiba-tiba sudah menghampiri Randu.
Apa ini anak Randu dan Lea?
Kenapa balita ini lucu sekali?
"Hai..." Randu tak tahu harus memanggil balita ini apa. Randu merasa belum menyiapkan nama untuk calon anaknya, lalu kenapa anak Randu sudah sebesar ini?
"Babyshark!" Jawab balita tersebut yang langsung membuat Randu mengernyit.
"Nama kamu babyshark? Siapa yang memberikan nama konyol itu? Seperti tak ada nama lain saja!" Omel Randu pada sang balita yang kini sudah menggosok-gosokkan kepalanya yang berbentuk hiu mangap ke wajah Randu.
Sedikit geli!
"Peluk!" Ucap balita itu selanjutnya seraya merentangkan kedua tangannya, dan Randu segera memeluk balita lucu itu dengan senang hati.
Namun baru beberapa saat Randu memeluknya, tiba-tiba Randu sudah merasakan nyeri di lehernya bagian samping.
"Aemmm!" Ucap balita bernama babyshark itu lagi yang ternyata sudah menggigit leher Randu.
Hah?
"Babyshark maem Daddy!" Ucap balita yang kini mulutnya sudah penuh dengan darah dari leher Randu tersebut.
"Aaaarrrrggghhh!" Randu menjerit kencang dan langsung melempar balita Babyshark tadi sekiat tenaga, namun aneh bin ajaib, si balita tak sedikitpun terluka dan malah langsung berdiri lalu mengejar Randu yang sudah kalang kabut.
"Aaaaarrrrrrgh! Tolong! Aku digigit Babyshark!" Randu menjerit-jerit tak karuan seraya memegangi lehetnya yang tadi berdarah karena mendapat gigitan dari balita Babyshark. Tapi anehnya, darah Randu sekarang malah berubah jadi ribuan choco chips yang mendadak keluar dari leher bagian samping.
Apa-apaan ini?
"Randu!"
"Randu!" Lea mengguncang tubuh Randu dengan sekuat tenaga karena suaminya itu yang tidur sambil menjerit-jerit dan kakinya tak berhenti menendang-nendang.
"Randu!" Lea yang kesal akhirnya mendorong Randu hingga jatuhke bawah ranjang bersama beberapa boneka Babyshark yang menimpa wajah suaminya tersebut.
Randu serta merta langsung bangun dan menatap linglung ke sekitar.
"Aku dimana?" Tanya Randu yang masih menoleh ke kanan lalu lanjut ke kiri.
Nyawa Randu seolah baru saja terkumpul saat akhirnya pria itu menyadari kalau dirinya baru saja jatuh dari atas ranjang.
Bagaimana bisa?
Selama dua puluh enam tahun hidup di dunia ini, perasaan baru sekarang Randu mengalami tidur sampai jatuh dari ranjang.
__ADS_1
"Kenapa aku bisa jatuh, Sayang?" Tanya Randu seraya mengambil satu boneka Babyshark yang cukup besar, dan hendak ia peluk karena mungkin ia pikir itu adalah guling.
"Aaaarrrgggh!" Namun Randu kemudian menjerit saat ia menyadari kalau yang tadi ia peluk bukan guling melainkan boneka Babyshark. Randu refleks melempar boneka tadi hingga boneka terbang tak tahu rimbanya.
"Berisik, Randu! Kamu kenapa sebenarnya?" Tanya Lea yang sudah melongok ke arah Randu yang masih berekspresi lebay seraya menyingkirkan beberapa boneka Babyshark yang ada di sekelilingnya. Tapi hampir setiap sudut kamar Randu ini sudah berubah menjadi kandang Babyshark sekarang! Jadi disingkarkan juga rasanya sia-sia belaka.
"Aku baru saja mimpi buruk!" Cerita Randu dengan raut wajah lebay.
"Aku dikejar-kejar oleh Babyshark ini! Lalu aku digigit!" Lanjut Randu lagi seraya menunjukkan satu boneka Babyshark dan menggoyang-goyangkannya di depan wajah Lea.
"Hiiii!" Randu kemudian melempar boneka yang dipegangnya tadi dan merasa begidik.
Lebay sekali!
"Lebay! Boneka Babyshark mana bisa gigit kamu!" Leaemukul Randu memakai boneka Babyshark yang ada di dekatnya.
"Mereka kan lembut dan lucu begini! Jadi nggak mungkin gigit kamu!" Lanjut Lea lagi yang sudah ganti memeluk boneka Babyshark raksasanya.
"Sayang, Sayang! Jangan peluk-peluk boneka Babyshark itu lagi!" Randu cepat-cepat bangkit berdiri, lalu pria itu menyingkirkan si babyshark raksasa dari pelukan Lea.
"Peluk aku saja dan jangan lagi peluk-peluk boneka Babyshark ini!" Randu menyingkirkan boneka-boneka yang tersebar di seantero ranjang dan kamar.
"Aku tidak mau kalau anak kita nanti jadi mirip Babyshark!" Ucap Randu lagi yang sontak langsung membuat Lea tergelak.
"Menang apa hubungannya? Dasar aneh!" Lea merangkul Randu, lalu menciumi wajah suaminya itu tanpa henti seperti biasa.
Ya, ya, ya!
"Mmmuah!"
"Mmmmuaaaah!"
"Lea pelan-pelan!" Randu mengingatkan Lea yang sudah mulai menindihnya.
"Cium Babyshark-nya juga!" Lea sudah mengambil satu boneka dan menyodorkannya ke depan wajah Randu. Sontak Randu langsung berteriak,
"Tidak mau!!!"
****
Randu meratakan sekali lagi concelear Lea yang terpaksa ia pakai di leher karena ciuman maut Lea yang akhir-akhir ini suka meninggalkan bekas kemerahan.
Ganas juga Lea belakangan ini! Efek dari hormon kehamilan memang luar biasa!
"Baiklah, sudah tak kelihatan!" Gumam Randu saat melihat di cermin sekali lagi.
"Randu lalu keluar dari kamar dan langsung ke dapur untuk menghampiri Lea yang entah sedang berbuat apa. Pagi ini Lea mendadak mau pergi ke dapur lagi setelah beberapa bulan kemarin Lea mabuk berat efek dari kehamilannya.
"Sayang! Aku bikinin bekal buat kamu!" Seru Lea seraya menunjukkan kotak bekal yang sudah cukup lama menganggur di lemari.
"Tumben! Sudah sehat sekarang?" Tanya Randu seraya merangkul pinggang Lea, lalu mencium tengkuk istrinya tersebut.
__ADS_1
"Jangan lama-lama ciumnya, nanti aku minta jatah, lho!" Goda Lea yang sudah berbalik dan merangkulkan lengannya di leher Randu.
"Nanti malam lagi jatahnya! Aku kerja dulu," ujar Randu seraya mencolek gemas hidung Lea.
"Kamu nggak mau lihat bekal kamu dulu? Aku bikin yang spesial," ujar Lea yang langsung membuat Randu penasaran.
"Spesial?"
"Hah!" Randu refleks terlonjak dan tutup kotak bekal yang tadi ia pegang langsung terlempar ke lantai saat Randu melihat wujud dari sandwich di dalam kotak.
Bentuknya babyshark!
Gila gila gila!
Kenapa semua serba Babyshark begini?
"Kenapa kaget begitu? Kamu nggak suka sama bekal buatan aku?" Omel Lea seraya berkacak pinggang pada Randu.
"Sayang, bukan begitu! Aku suka sama bekal buatan kamu!" Sergah Randu yang buru-buru membujuk Lea.
"Aku cuma kaget aja dan kagum juga karena kamu kok bisa-bisanya membentuk sandwich ini jadi sepertinya babyshark!"
"Orang lain belum tentu bisa, lho!" Cerocos Randu panjang lebar mengeluarkan jurus kata-kata manis demi membuat Lea agar tidak ngambek.
Lea masih merengut.
"Sayang," bujuk Randu lagi yang kini sudah bersimpuh di depan Lea yang memang duduk merengut di kursi makan.
"Terima kasih buat bekal cantiknya, ya!" Ucap Randu lagi seraya menciumi tangan Lea.
"Nanti pasti kamu buang sampai di kantor!" Tebak Lea yang masih merengut.
"Enggaklah! Nanti aku makan, beneran!" Janji Randu pada Lea.
"Kalau mau makan ekornya dulu, baru kepalanya! Jangan kebalik pokoknya!" Lea menuding dan mengingatkan Randu.
"Ekornya dulu baru kepalanya." Randu bergumam dan mengingat-ingat.
"Oke! Aku ingat!" Randu mengacungkan jempolnya pada Lea.
"Nanti jangan lupa kirim videonya pas kamu makan!" Pesan Lea lagi yang sontak langsung membuat Randu ternganga.
Apa ini juga bagian dari ngidamnya ibu hamil?
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1
Jangan lupa like biar othornya bahagia.