Pengganti Calon Suami Azzalea

Pengganti Calon Suami Azzalea
HATI-HATI!


__ADS_3

[Jangan lupa untuk belanjan bahan-bahan dapur saat pulang nanti!] -Ryan-


[Itu pesan dari Mami, bukan dariku! Jadi jika tidak punya uang, minta saja pada mami!] -Ryan-


"Brengsek!" Gumam Lea kesal setelah membaca pesan dari Ryan. Lea sudah selesai mengganti baju kokinya dengan kaus biasa dan sebuah cardigan. Gadis itu lalu meraih tas selempangnya dan mencari ponsel di dalam tas warna abu-abu tersebut.


"Halo, Ray! Kau sedang sibuk?" Tanya Lea setelah teleponnya pada Ray diangkat oleh kekasihnya tersebut.


"Tidak juga! Kenapa? Mau makan diluar bersama?"


"Sebaiknya kita berhemat, Ray! Dan aku sangat bisa memasak makanan yanh lebih lezat ketimbang yang dijual di luar," ujar Lea mengingatkqn Rayyen sekaligus sedikit memamerkan keterampilannya memasak.


"Kau benar!"


"Kau di apartemen?" Tanya Lea selanjutnya.


"Ya! Aku sedikit sibuk dengan promosi booth makanan."


"Baiklah, nanti aku akan mampir ke apartemen-"


"Apa?"


"Ada apa? Bukankah kau di apartemen? Lalu kenapa kaget begitu karena aku mau mampir?"


"Kita harus membahas beberapa hal tentang pernikahan kita, Ray! Berkas-berkasmu untuk melengkapi syarat nikah juga kurang beberapa." Cerocos Lea menuturkan tujuannya pergi ke apartemen Rayyen.


Meskipun Rayyen selalu mengangkat telepon Lea, namun sepekan belakangan Rayyen sulit diajak bertemu. Padahal pernikahan Rayyen dan Lea hanya tinggal satu pekan lagi.


"Nanti aku kirimkan perihal berkas-berkas itu, Lea! Kau tenang saja!"


"Tapi untuk malam ini, kau jangan ke apartemen karena aku mau keluar sebentar lagi. Aku mau bertemu seseorang karena ada urusan penting!"


"Urusan penting apa?" Tanya Lea cepat.


"Urusan bisnis. Penting! Kenapa pertanyaanmu selalu mendetail begitu seolah kau adalah detektif?"


Detektif!


Lea mendengus saat Rayyen mengucapkan satu kata itu karena mebdadak mengingatkan Lea pada Randu yang merupakan seorang detektif!


Pantas saja dulu di awal pertemuan mereka Randu selalu menanyakan semua hal dengan detail!


Apa memang seperti itu pekerjaan Randu?


Ck! Tapi kenapa juga Lea malah memikirkan Randu lagi!


Itu hanya masa lalu!


"Baiklah, jika itu urusan bisnis penting, silahkan pergi! Tapi tolong luangkan sedikit waktumu untuk menemuiku, Rayyen! Kita akan menikah sepekan lagi!" Cerocos Lea mengingatkan Rayyen.


"Iya! Masih sepekan lagi!"


"Yang penting WO dan semuanya sudah siap, kan?"


"Berkas-berkasmu jangan lupa!" Lea kembali mengingatkan Rayyen.


"Iya! Sudah, aku mau siap-siap dan pergi!"


"Oke, bye!" Pungkas Lea mengakhiri teleponnya bersama Rayyen. Lea lalu menyimpan ponselnya ke tas dan keluar dari B&D Resto untuk pergi ke ranch market dan berbelanja beberapa keperluan dapur sesuai pesanan Mami Thalia sebelum pulang ke rumah.


****

__ADS_1


"Om, tadi badutnya lucu banget! Udah gitu, pinter main sulap juga!" Cerita Zelyra pada Randu yang baru saja menjemput gadis itu pulang dari acara ulang tahun temannya.


Sebenarnya, yang menemani Zelyra tadi adalah Haezel dan Mayra. Namun kemudian Haezel ada acara mendadak. Jadi pasangan suami istri itu meminta tolong pada Randu agar menjemput Zelyra dan mengantar gadis itu ke rumah oma dan opa Zelyra yang letaknya tak jauh dari kafe Analogy.


"Sulap apa memangnya?" Tanya Randu yang sesekali menoleh pada Zelyra sambil tetap fokus mengemudi.


"Itu ngeluarin kelinci dari topi. Trus ngeluarin sapu tangan juga panjang sekali dari lengan baju begini!" Zelyra menunjuk ke lengan kemeja Randu.


"Om Randu bisa?" Tanya Zelyra selanjutnya.


"Tidak bisa!" Jawab Randu seraya terkekeh.


"Om Randu bisanya beliin kamu jajan di supermarket!" Ujar Randu lagi seraya membelokkan mobilnya ke sebuah ranch market yang ia lewati bersama Zelyra.


"Yeaayyy! Beli jajan!" Zelyra bersorak senang.


"Mau?" Tanya Randu pada Zelyra yang sudah sangat antusias.


"Mau, Om! Tapi kata Mom, nggak boleh jajan coklat dan permen! Beli susu, biskuit, sama buah-buahan segar saja!" Ucap Zelyra yang ternyata selalu ingat dengan pesan dari Mayra.


"Betul itu! Nanti kalau kebanyakan makan permen dan coklat, giginya sakit, trus ompong!" Ujar Randu yang langsung membuat Zelyra tergelak.


"Kalau beli es krim boleh, Om?" Tanya Zelyra lagi pada Randu.


"Mmmmm Lyra sedang pilek?" Randu balik bertanya dan memastikan.


"Enggak!" Zelyra menggeleng.


"Yaudah, nanti beli satu saja, ya!" Jawab Randu akhirnya seraya mengacak rambut Zelyra.


"Yeay!" Zelyra langsung bersorak senang.


"Ayo turun!" Randu melepaskan sabuk pengaman Zelyra lalu turun bersama gadis itu dan masuk ke dalam ranch market.


****


Rayyen!


Sedang apa pria itu di dalam ranch market?


Bukankah tadi katanya dia ada janji penting?


"Rayyen!" Panggil Lea namun Rayyen sudah dengan cepat berlalu dan pindah ke lorong rak minuman. Pria itu terlihat mengambil beberapa botol minuman kemasan dan memasukkannya ke dalam keranjang belanja.


"Rayyen!" Lea dengan cepat menghampiri Rayyen yang langsung terlihat kaget.


"Oh, hai, Sayang!" Jawab Rayyen sedikit salah tingkah.


"Kau disini juga?" Tanya Rayyen berbasa-basi.


"Aku sedang belanja!" Lea menunjukkan keranjang belanjanya pada Rayyen.


"Kau sendiri? Katanya tadi mau ada janji penting? Kok malah kesini?" Tanya Lea memicing curiga pada Rayyen.


"Emmmm, iya aku mampir untuk membeli minuman." Jawab Rayyen beralasan.


"Dan beberapa mie instan untuk stok di apartemen!" Sambung Rayyen lagi.


"Kok makan mie, sih?" Tanya Lea sedikit tak suka.


"Iya kata kamu kan kita harus berhemat!" Jawab Rayyen beralasan. Bersamaan dengan ponsel pria itu yang tiba-tiba berdering.

__ADS_1


"Ah, temanku sudah menunggu ternyata!" Rayyen memindahkan belanjaannya ke keranjang belanja Lea.


"Tolong kamu bayarin sekalian, ya, Sayang!" Pinta Rayyen sedikit merayu Lea.


"Aku belum selesai belanja!" Ujar Lea beralasan.


"Yaudah, nanti kamu telepon aku saja kalau sudah selesai! Nanti aku temui kamu di parkiran. Aku ketemu teman aku dikafe seberang, kok!" Tukas Rayyen menberikan solusi seraya berlalu meninggalkan Lea. Saat itulah tiba-tiba terdengar celetukan seorang gadis kecil,


"Om, itu kan Tante Lea!"


Lea refleks menoleh dan tatapan gadis itu langsung tertumbuk pada Randu yang entah sejak kapan sudah berada di lorong yang sama dengannya.


"Iya! Tante Lea sedang belanja!" Jawab Randu seraya mengajak Zelyra memilih-milih susu kotak.


"Kok nggak bareng belanjanya, Om? Lagi marahan, ya?" Celetuk Zelyra lagi yang hanya membuat Lea mendengus. Lea tak sedikitpun menyapa Randu dan Zelyra dan gadis itu hendak berlalu dari lorong minuman, saat sepatunya menginjak sesuatu.


Tunggu!


Bukankah ini kunci apartemen Rayyen?


Lea ingat betul karena Lea pernah beberapa kali memakainya saat tinggal di apartemen Rayyen.


Baiklah, nanti akan sekalian Lea kembalikan saat memberikan belanjaan Rayyen.


Lea lanjut ke stand buah dan sayur, lalu memilih-milih buah jeruk dan mangga pesanan Mami Thalia. Saat tiba-tiba, Zelyra dan Randu sudah pergi ke stand yang sama dan keduanya memilih-milih apel yang dipajang bersebelahan dengan buah mangga.


"Hai, tante Lea! Kita ketemu lagi!" Sapa Zelyra pada Lea yang hanya berdecak kali ini.


"Sudah disapa harusnya menjawab!" Ucap Randu menyindir Lea yang langsung mendelik ke arah pria itu.


"Hai, Zelyra!" jawab Lea akhirnya dengan nada ketus.


"Sedang beli mangga ya, Tante?" Tanya Zelyra lagi.


"Iya beli mangga! Memangnya ini kelihatan seperti apa? Timun?" Jawab Lea lagi sedikit kesal.


"Lyra mau mangga juga, Om!" Pinta Lyra pada Randu yang langsung mengangguk.


"Boleh! Tapi Om Randu tidak bisa memilih mangga yang tua dan manis. Lyra minta tolong Tante Lea coba! Dia pinter itu kayaknya," ucap Randu berbisik-bisik pada Zelyra.


Randu lalu mendorong troli belanjanya mendekat ke arah Lea.


"Tante Lea! Tolong pilihkan mangga yang manis dan tua, ya! Om Randu nggak bisa milih soalnya. Nanti takutnya malah dapat yang asem!" Pinta Lyra seraya menyodorkan plastik ke arah Lea.


"Lea menghela nafas dan segera memasukkan beberapa mangga ke dalam kantong plastik yang disodorkan oleh Zelyra.


"Terima kasih, Tante Lea!" Ucap Zelyra sebelum Randu lanjut mendorong troli dan berlalu dari samping Lea.


"Hati-hati pada Rayyen dan berhentilah menghamburkan uangmu untuk pria itu!" Bisik Randu pada Lea, saat pria itu lewat tepat di belakang punggung Lea.


Lea tak menjawab sepatah katapun hingga Randu dan Zelyra pergi dari stand sayur dan buah.


Dasar Randu sok tahu!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2