
"Orang tuaku dan paman sama-sama mahluk ciptaan Allah, sama seperti saya yang juga ciptaan Allah jadi tidak perlu paman mencari oranng Tua saya? " Ucap Abiyan masih dengan Nada kalem.
merasa dipermainkan oleh anak kecil itu ki santar kian geram lalu maju dan menaikan tangannya hendak menampar Abiyan.,
"Apa paman tidak malu memukul Anak kecil dihadapan orang banyak? " Seketika Ki Santar menoleh kepada orang-orang yang menjadikan mereka bahan tontonan.,
sedangkan Arfan memeluk Abiyan erat karena ketakutan
Namun Ki santar yang sudah terlanjur tersulut emosi langsung saja mengayunkan tangannya ke wajah Abiyan.,
Hiya Aaaaa
Wushhhhhh
tamparan keras Ki santar hanya menghantam Udara kosong Abiyan nampak menunduk menangkan Arfan yang ketakutan.,
Tidak puasa dengan sekedar tamparan yang gagal Ki santar kembali melayangkan tinjunya.,
__ADS_1
"HiyaaAaaaaa
brak
gedubukkk
pukulan keras Ki santar di tangkis oleh Arisha yang muncul tiba-tiba dan langsung membalas dengan tendangan hingga membuat Ki santar jatuh tersungkur., Melihat Ki santar tersungkur Arisha lagsung menghampirinya., sadar jika wanita itu bukan tandingannya.. Ki santar langsung berlutut di saksikan puluhan pasang mata.,
"Ampun jangan bunuh saya., Anak saya banyak saya harus menghidupi mereka., " seketika Arisha menghentikan langkahnya.,
" Jika paman ingin memberi mereka makan bukan dengan jalan menipu seperti ini., paman mungkin Tuhan kita beda tapi saya yakin ajaran Tuhan paman tidak membenarkan tindakan penipuan seperti yang paman sedang lakukan,." ujar Abiyan dengan tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa., Arisha yang mulai paham situasinya jadi geleng-geleng kepala.,
"Maaf Tapi saya tidak punya Tuhan.,? " Ujar Ki santar sambil memegang dadanya yang terasa nyeri.,
"Walaupun Paman tidak punya Tuhan apakah nurani paman membenarkan Perbuatan paman tadi.? " mendengar ucapan Abiyan seketika Ki santar terdiam memikirkan tentang ucapan Abiyan.,
"Dari Mana asalmu Nak? " Ujar Ki santar melunak.,
__ADS_1
"Saya Dari Desa Sanggula paman" ujar Abiyan
" Berarti Kamu seorang Muslim? " mendengar pertanyaan Ki santar Abiyan hanya tersenyum dan mengangguk pelan.,
Lalu Abiyan merogoh sakunya dan mengeluarkan 2 Keping koin Emas
"Terima ini paman carilah kehidupan yang lebih baik., jangan dengan jalan yang salah.?" ujar Abiyan sambil menyerahkan dia keping koin emas..
"Terima kasih Nak saya janji akan mencari pekerjaan lain.,! " Ujar Ki santar sedangkan Abiyan mendengar janji Ki santar hanya tersenyum.,
Baru saja Abiyan hendak melangkah pergi
" Hey anak kecil. jika kamu bisa membawa Tuhanmu kemari., kami akan menyembahnya bagaimana mungkin kami menyembah sesuatu yang tidak kami lihat., ! " Mendengar Ucapan Seseorang yang bertanya seolah mengujinya Abiyan langsung menoleh kearah datangnya suara itu.,
"Tuan bernafas memerlukan apa? " Balik Abiyan yang bertanya.,
"Pertanyaan macam apa itu anak kecil., Semua orang tau jika kita bernafas memerlukan Udara.,! " mendengar jawaban orang itu Abiyan tersenyum lalu
__ADS_1
" apa Tuan bisa melihat udara? tuan tidak melihat udara itu tapi tuan terus menghirupnya karena tuan yakin Udara itu ada.,Keburukan,kejahatan, penderitaan. sebenarnya apa sih keburukan? Keburukan itu hanyalah cara kita menyebut keadaan dimana kebaikan sulit ditemukan. Semua manusia terlahir fitrah, suci dan baik. Namun karena banyak manusia yang tidak mau melakukan kebaikan ketika beranjak tumbuh, terjadilah apa yang kita sebut keburukan.Miliaran planet dan tidak ada satu planet pun yang menabrak bumi tanpa ada yang mengontrol ? Mustahil, tidak ada satupun yang menabrak bumi kalau semua itu tidak ada yg mengontrol(tercipta dengan sendirinya). Bahkan asteroid saja tidak ada yang menabrak planet bumi kita. Maka dari itu Tuhan mengingatkan terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal,. " Ujar Abiyan., mendengar jawaban logis Abiyan seketika mereka semua terdiam dan termenung sedangkan Abiyan langsung melangkah pergi meninggalkan mereka yang bungkam atas jawabanya.,